Laporan Input Literasi Siswa Selasa 31 Agustus 2021
| Nama | Kelas | Nomor Absen | Ringkasan Bahan Bacaan |
| Anabel Izzati Mumtaz | 7A | 2 | Gadis yang suka meminjamkan buku itu adalah gadis yang baik, dan juga pintar. Karena hal itu, ia dikenal sebagai gadis yang suka meminjamkan buku. |
| Arumi Astri | 7A | 3 | Jangan mengambil sesuatu yang bukan milik kita |
| keimora adzra shabirra ismanto | 7A | 7 | seorang tukang rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mahasiswa-mahasiswa, hingga mereka berterimakasih kepada tukang rambutan tersebut. |
| Khalisa Naira Putri | 7A | 9 | Judul : Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Ringkasan : Anak-anak sekolah yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya, sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula. Mereka kehausan datam panas bukan main, terbakar muka di atas truk terbuka. Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan, Bbiarlah sepuluh ikat juga memang sudah rezeki mereka. Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan seperti anak-anak kecil. Hikmah : Kita harus selalu membantu orang-orang yang sedang kesusahan, meskipun hanya memberi sedikit bantuan.. Mereka pasti akan berterimakasih dengan tulus dan terkadang itu bikin kita senang. |
| Misya Shafa Raniyah | 7A | 12 | Bapak tak lagi mendengar mereka berkata. Saat ini, telinganya hanya mendengar teriakan pilu anak istrinya—dan pandangan matanya sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya. |
| Muhammad Fabian Reginald Putra Nugraha | 7A | 15 | seorang tukang rambutan pada istrinya
tadi siang ada yang mati, |
| Muhammad Keefe Orva Oswada | 7A | 16 | Halaman 01 – 64 |
| Naila khansa aruni | 7A | 18 | the porcupine doesn’t want to admit his mistakes |
| Rais Afham nizham | 7A | 22 | Penelitiian virus corona |
| Zeda Odelina Queisha | 7A | 26 | Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari darinya barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Akademis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya, hal itu jelas tak lepas dari kebaikan hatinya meminjamiku Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Beberapa karya tulisnya sudah diterbitkan, bahkan salah satu novelnya sempat menjadi buku laris serta menimbulkan kontroversi karena dianggap anti-kemapanan dan bahkan melanggar norma kesusilaan. Ada pesona yang mengemuka saban melihatnya berkata-kata dengan lincah. Parasnya sekilas mirip Yuni Shara, apalagi gaya bicaranya berlogat Jawa Timuran yang khas pula. Sejak semula aku sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengannya, lantaran dia calon menantu orang yang kuhormati. Beliau adalah orang yang membuat kami berdua bisa berkenalan karena aku bekerja kepada beliau dan gadis itu membantu ayah kekasihnya ketika memiliki waktu senggang. Maka kemudian aku menjadi penggemar sastrawan asal Brasil itu serta 3 mengoleksi beberapa buku karyanya, termasuk Sang Alkemis tentunya. Sementara itu, karya Jostein Gaarder yang direkomendasikan kepadaku berjudul Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta. Buku pertama pemberiannya adalah novel terbarunya yang memiliki tokoh utama bernama Maria. Buku kedua untukku berjudul Nabi Tanpa Wahyu karya Hudan Hidayat. Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya dan pertanda bahwa aku masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupanku. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Adyaraka Putra Christianto | 7B | 1 | walau pun kitang orang yang sederhana bukan ber arti kita tidak memberi setengah rezeki kita kepada orang yang membutuhkan |
| Aisya nadira putri | 7B | 2 | Anak-anak mahasiwa gugur saat memproteskan keinginan masyarakat. Mereka dikasih rambuan oleh penjual yang sedang lewat. Inilah salah satu momen terakhir mereka. |
| Aliya Putri Valleysha | 7B | 3 | Bapak nelayan yang pergi melaut untuk mencari ikan agar bisa di jual untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya, saat di laut dia menangkap banyak ikan dan ikan itu adalah ikan terubuk saat sampai di pinggir pantai si bapak di tangkap karena menangkap ikan terubuk yang langka dan di lindungi. |
| alleika kaleela ramadhianty | 7B | 4 | tentang bapak tukang rambutan yang memberi beberapa ikat ke sekumpulan orang yang lagi naik truk. |
| almira diandra yuzar | 7B | 5 | Ada seekor ayam merah yang ingin menanam padi untuk membuat roti. Lalu, dia mengajak teman-temannya untuk membantunya, tetapi teman-temannya tidak ingin membantu. Suatu ketika setelah selesai menggiling padi dan membuat roti ayam merah mengatakan, “Siapa diantara kalian yang ingin makan roti ini” dan teman-temannya menjawab “Saya mau” lalu, ayam merah menjawab, “Tidak ada dari kalian yang bisa menggigit! Saya bekerja keras di ladang dan rumah. Hanya anak-anak saya yang bisa memakannya.” |
| Ananda Dwivano Moeis | 7B | 6 | Ikan untuk Bapak: Cerita ini tentang seorang pria yang mencoba mengumpulkan ikan untuk dijual karena kehabisan uang |
| Lastya Wiskara | 7B | 10 | Bapak kesulitan untuk mencari uang untuk membayar spp anaknya, bapak berusaha keras dan anaknya ikut membantu hinga mendapatkan uang |
| Audrey Nabella Asyari | 7B | 10 | Ceritanya di ceritakan di perspektif orang, orang ini melihat banyak orang dan menceritakan kepada kita orang-orangnya. Satu hari, dia melihat gadis yang suka meminjam buku, gadisnya lebih muda daripada dia. Diceritakan tentang gadis itu, akhir ceritanya itu adalah protagonisnya menglihati gadis itu lagi, udah jadi ibu yang mempunyai anak yang lucu. |
| Danisha Alzena Shakila | 7B | 11 | Menceritakan sebuah anak kecil yang mempunyai sikap introvert dan ia tidak mempunyai banyak teman.Teman anak kecil tersebut adalah buku gambar,krayon, dan mainan-mainannya yang ada di rak kamarnya.Tentu saja ia sangat suka menggambar apa yang sedang diimajinasikannya dan ia juga suka menulis.Saat masih kecil ia bilang kepada orang-orang bahwa cita-citanya adalah menjadi kupu-kupu.Tetapi semakin ia beranjak dewasa ia,semua mimpi konyol itu hilang. |
| Gadi Raditya Widyandana | 7B | 13 | mario dan jackly akhirnya bisa mendapatkan item item yang mereka inginkan di domain |
| kanaya wibowo sutanto | 7B | 14 | fiksi |
| keisya fayola aurelia | 7B | 15 | Why Cats Chase Rats: A Chinese Story |
| Le Schist Kenichi Abdurrachman | 7B | 17 | Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Awalnya kubaca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Tak akan kumungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Sejak semula aku sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengannya, lantaran dia calon menantu orang yang kuhormati. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. |
| Mallika Anindya Mulyawan | 7B | 18 | Bapa yang memaksakan pergi ke laut pada malam hari padahal cuaca sedang buruk untuk membayar SPP anak bungsunya, saat subuh telah tiba semalaman Bapa di laut itu dan dia melihat ikan terubuk dan hatinya senang karena ikan itu bisa dijual seharga 1 juta tak lama kemudian ada sebuah kapal datang dan langsung menaiki kapal Bapa dan mereka berkata bahwa ikan terubuk termasuk ikan dilindungi, Bapa hanya diam berdiri dan terngiang-ngiang suara anak bungsunya yang meminta uang SPP. |
| Marshano Aulia Darmawan | 7B | 19 | Tentang penelitian virus |
| Muhammad Dimitri Imbarry | 7B | 20 | Gangguan pekerjaan nelayan Bapak. |
| Naira Putri Alif | 7B | 21 | Gadis yang Suka Meminjamkan Buku Dia mempunyai kenalan seorang penulis yang suka meminjamkan buku, mereka saling kenal tapi tidak terlalu dekat. Tapi dia tidak pernah dipinjamkan buku olehnya, tetapi tiba² dia dipinjamkan buku secara tiba². Kenalannya menjadi lebih sering meminjamkan buku kepada dia. Sudah lama mereka tidak bertemu, kenalannya sudah menjadi Ibu dari seorang putri kecil. Karena itu dia membuat cerpen tersebut untuk berterimakasih kepada kenalannya. |
| Razell Altaafa Shaquile | 7B | 23 | Sangkuriang adalah legenda yang berasal dari Jawa Barat. Legenda tersebut berkisah tentang terciptanya danau Bandung, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul. Dari legenda tersebut, kita dapat menentukan sudah berapa lama orang Sunda hidup di dataran tinggi Bandung. |
| Salwa Deandra Maharani | 7B | 24 | bagian 1
Bu Allen, ibu dari Elizabeth, sangat menginginkan anaknya bersekolah. Elizabeth terlalu nakal dan manja ucap ibunya, alasan lain ibunya menyuruh Elizabeth bersekolah di asrama karna ibu dan ayahnya ingin berpergian lama. Elizabeth mebantah akan hal itu, ia mengatakan kalau ia dikirim ke asrama, ia akan nakal agar mereka mengusir dan menyuruhku pulang. Sebenarnya Elizabeth anak yang cantik, hanya saja sifatnya yang suka berbuat sesuka hatinya, sudah enam orang pengasuh yang datang dan pergi. Pengasuh yang sekarang yaitu Nona Scott juga tidak akan tinggal lagi disini, maka dari itu, Elizabeth terpaksa sekolah asrama bersama sifat buruknya. |
| Sultan Fakhri Maulana Salam | 7B | 25 | Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. |
| Anza Andita | 7BIL1 | 2 | Seorang tukang rambutan menolong mahasiswa dan anak-anak yang kehausan dengan cara memberi mereka 10 ikat rambutan. Lalu, mereka berteriak kegirangan dan berterima kasih kepada sang pak rambutan. |
| Armulia Widya Purnawati | 7BIL1 | 4 | kita harus bisa terinpirasi dari orang lain |
| Avara Ridha Callista | 7BIL1 | 6 | Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi pemerintah menaikkan harga. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengucapkan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami oleh mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujurnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| Camelia Rahmaputri | 7BIL1 | 8 | Hari ini kepala bapak pusing sekali. Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Katanya, sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awak semester. Bapak sudah mencoba menemui taukenya yang biasa. Namun, sebelum utang yang sebelumnya—berikut bunga—dilunasi, Bapak tidak bisa meminjam barang sepeser pun. Hendak meminjam kepada Wak Ris pun dia sudah malu, sebab utang beras bulan lalu belum dibayarkan. Sudah dua minggu ini Bapak tidak bisa melaut, sedang musim timur, gelombang mengempas begitu kuat. Kemarin malam saja, Risman, tetangganya, hampir tenggelam. Perahunya dilempar ke udara dan kemudian terbalik ketika hendak menepi. Pun kalau Bapak tetap memaksakan diri melaut, uang untuk pembeli solar juga ia tidak punya. Jikalau pun ada, tentulah lebih didahulukannya membayar uang sekolah si bungsu. Lama Bapak duduk termenung di atas tunggul kelapa di tepi pantai. Diamatinya laut yang sudah serupa ibunya sendiri. Sudah menghitam dan membawa minyak bersama riaknya ke pinggir pantai yang sudah menjadi tubir. Dulu, sekali melaut Bapak bisa beroleh uang jutaan rupiah. Sekarang melaut selama seminggu pun, kotak es yang digunakannya untuk menyimpan hasil tangkapan, tak terisi penuh. Malam… selepas salat Isya, Bapak pamit mau melaut—kendati cuaca kurang bagus— sembari menyalami satu demi satu anaknya. Kepada si bungsu, ia berjanji bahwa esok akan membawa ikan yang banyak untuk dijual di pasar, sehingga menghasilkan uang yang banyak. Si bungsu semringah mendengar janji Bapak. Sambil mencium punggung tangan bapaknya, ia berujar, ”Hati-hati, ya, Pak,” yang dibalas Bapak dengan senyum getir. Terakhir, ia mencium kening istrinya yang sedari tadi sibuk merajut jaring dari benang nilon. Istrinya yang tidak biasa dicium sontak kaget, meski tidak diperlihatkan betul. Lalu, Bapak beranjak menuju pantai yang hanya berjarak satu lemparan batu dari halaman rumahnya.Bapak sengaja melaut pada malam hari agar tidak membutuhkan usaha yang begitu besar mengayuh dayung. Seperti kebanyakan nelayan tradisional yang—belum mengenal mesin—memanfaatkan angin darat yang bertiup ke laut pada malam hari, menyapu gelombang dan menghanyutkan perahu hingga jarak yang dituju. Barangkali itu jua alasan kenapa Lancang Kuning berlayar malam, seperti lirik lagu pada siaran radio yang sering didengar Bapak. Sesekali Bapak mengayuh jua—mengarahkan kemudi agar tidak melenceng terbawa arus. Ia teringat masa-masa dulu belum punya mesin diesel, laut ditujunya dengan setangkai dayung yang diayun sepasang tangan, seolah menyibak riak gelombang. Dari jarak tiga mil dari darat, setelah melempar sauh, Bapak membentang jaring dengan cekatan. Tangannya sibuk mengulur gulungan jaring dengan busa stirofoam bekas sebagai pelampungnya. Jaring itu dihamparkan di laut serupa net pada lapangan voli yang dibentang sejauh berapa ratus depa. Bapak menarik benang pancingnya. Umpan yang diberikan sudah habis, namun ikan tidak satu pun yang tersangkut. Mau tak mau, ia hanya makan nasi dengan sambal tanpa lauk (lagi). Semoga saja esok ketika jaring diangkat, ketidakberuntungannya berakhir dengan banyaknya ikan yang berhasil ditangkap. Lamat-lamat, di darat sana terdengar suara azan subuh. Bapak sudah bangun dari tadi. Tidurnya tak nyenyak, bahkan dalam mimpi pun ia masih ditagih uang SPP oleh si bungsu. Selepas salat subuh, Bapak tidak lekas menggulung jaring. Ditunggunya hingga matahari sedikit meninggi, berharap semakin banyak ikan yang tersangkut di sana. Ketika matahari merangkak naik tiga kali panjang jaring, barulah ia beranjak ke arah haluan. Sambil harap-harap cemas, ia menggulung perlahan jaring perlahan-lahan. Napasnya tertahan setiap kali tangannya menggulung jaring. Hingga jaring sudah tertarik seperempat, baru beberapa ekor ikan yang tertangkap, seperti; ikan lomek, ikan biang, ikan senangin, serta beberapa ekor ikan serai. Bapak tidak henti-henti berdoa. Satu tarikan lagi, tiba-tiba tangannya berhenti. Matanya membeliak tak percaya melihat beberapa ekor ikan terubuk besar dan buncit menggelepar-gelepar tersangkut di jaringnya. Sepertinya baru tersangkut. Ia mempercepat tarikan jaringnya. Terbayang sudah uang SPP si bungsu dan biaya hidup selama beberapa waktu ke depan—berikut pelunasan utang kepada tauke dan di kedai Wak Ris. Seekor terubuk bertelur bisa dihargai hingga sejuta rupiah, kononlah beberapa ekor yang didapatnya.Lagi asyik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, dengan kecepatan yang tak terduga, sebuah speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat.Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali sebagai tanda agar Bapak menautkan tali tersebut ke Perahunya. Beberapa lelaki gagah—lengkap dengan segala atribut di dada—turun ke perahu Bapak. Setelah basa-basi seadanya, mereka bertanya tentang surat-surat kapal. Bapak menunjukkan salinan surat yang ditandatangani oleh Syahbandar.Ketika Bapak tengah ditanyai oleh beberapa orang, beberapa lainnya membongkar tempat penyimpanan ikan miliknya dan kemudian berteriak, ”Ditemukan beberapa ekor terubuk dalam kondisi bertelur!” Seorang laki-laki berkacamata hitam—agaknya pimpinan mereka—terlihat mengeraskan rahang. Sambil menatap tajam, ia berkata, ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Bapak terdiam mematung. Wajahnya pucat pasi. Terbayang keluarganya makan seadanya (lagi), dan si bungsu merengek minta uang sekolah (dan lagi). Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap.Tanpa menunggu Bapak menjawab, si pimpinan tadi kembali berujar, ”Bapak tahu kalau ikan terubuk dilindungi? Silakan naik ke kapal untuk kami mintai keterangan lebih lanjut.”Bapak tak lagi mendengar mereka berkata. Saat ini, telinganya hanya mendengar teriakan pilu anak istrinya—dan pandangan matanya sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya. |
| Faakhir achmad bangsa diria | 7BIL1 | 10 | Cerita ini menyeritakan seorang nelayan lalu pada suatu hari kepala bapak(nelayan)) sangat pusing karena anak nya yang bungsu tidak di perbolehkan ikut ujian sebelum baya spp.Masalahnya sekarang bapak sudah jarang menangkap ikan dan juga spp nya naik sehingga membuat keadaan lebih susah.Bapak sudah mencoba banyak cara untuk mendaptakan uang tersebut tetapi ia tidak di bolehkan karena masih ada utang yang belum lunas.Lalu pada malam hari bapak akan mulai mengankap ikan karena saat dulu sebelum ada mesin untuk kapal nelayan menggunakan arus lau untuk membawa kapal ke tengah.Saat sudah di laut bapak melemparkan jaring.Biasanya ada banyak nelayan di sebelah nya tetapi karena banyak oknum yang menangkap ikan dengan bom dan racun banyak nelayan yang tersingkiri.Lalu lewat tengan malam pasang mulai meninggi.Biasanya akan surut ketika menjelang subuh.Bapak menarik pancing nya karena umpan sudah habis dan tidak ada pun ikan yang tertangkap.Mau tidak mau ia akan makan nasi dengan sambal lagi (Tanpa lauk) dan semoga besok jaring nya banyak ikan yang tertangkap.Adzan subuh sudah terdengar dan bapak sudah bangun dari mimpi nya dan di dalam mimpi nya bapak masih ditagih spp untuk si bungsu.Bapak secepatnya langsung ke haluan dan pergi ke tempat yang sudah ia lempar jaring.Perlahan di tarik bapak sambil berdoa dan cemas dan saat itu baru 4 ikan yang tertangkap bapak tidak berhenti berdoa dan tiba-tiba satu tarikan lagi bapak tidak sangka ada ikan terubuk besar dan buncit sambil bergerak di jaring nya.Lalu saat bapak sedang asik ada speedboat yang laju mendatangi kapal bapak dan lalu ada laki-laki gagah yang datang dan menghampiri bapak dan menanyakan surat dan tiba-tiba bapak menunjukan ikan terubuk dan mereka pun bilang bahwa sekarang musim pelanggaraan penangkapan ikan terubuk dan bapak pun di bawa ke kapal untuk keterangan lebih lanjut |
| Fabian Azfar Rayshad | 7BIL1 | 11 | Anak-anak/mahasiswa sekolah membeli rambutan di pasar dan berterimakasih banyak. Para penjual tersedu dengan sebanyak apa mereka berterimakasih |
| Maura Denise | 7BIL1 | 18 | Bacaan tersebut mengenai seorang bapak yang sakit lalu terkena virus corona, dan setelah sembuh bapak tersebut berpesan kepada dokternya untuk manyimpan tabung dengan virusnya dengan baik. |
| Chaska Rashadel Gumelar | 7BIL2 | 2 | Cerita ini berjudul Seorang Tukan Rambutan Pada Istrinya karya Taufik Ismail. Cerita ini menceritakan seorang tukan rambutan menceritakan kepada istrinya memberikan 10 ikat rambutan kepada anak anak sekolah yang kehausan. Saking senangnya mereka memuja tukan rambutan tersebut dan berterimakasih sebanyak-banyaknya. |
| Eijaz Abhinav Ginanjar | 7BIL2 | 4 | Seekor ayam menemukan biji gandum dan menanamnya, memanennya, dan menggilingnya sendiri, sebab teman-temannya tidak ingin membantu, saat sudah jadi roti sang ayam menolak berbagi pada teman-temannya karena mereka tidak membantu |
| Gavin Gunawan | 7BIL2 | 5 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani. Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya Dan ada yang turun dari truk, bu Mengejar dan menyalami saya Hidup pak rambutan sorak mereka Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar “Hidup pak rambutan!” sorak mereka Terima kasih, pak, terima kasih! Bapak setuju karni, bukan? Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara Doakan perjuangan kami, pak. Mereka naik truk kembali, Masih meneriakkan terima kasih mereka “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Saya tersedu, bu. Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya, Pada orang kecil seperti kita. |
| Jasmine Alisha Zachry | 7BIL2 | 7 | Suatu hari terdapat seorang nelayan. Nelayan itu pusing sekali karna anak bungsuny menangis terus-terusan karena uang SPPny belum dibayar, jika tidak dibayar maka si bungsu tidak bisa mengikuti ujian. Ia ingin meminjam uang tetapi dia merasa malu. Akhirnya saat malam dia melaut lalu saat matahari sudah tinggi dia menarik jaringnya, betapa terkejutnya dia karna banyak ikan yang tersangkut dijaringnya dan salah satunya adalah ikan terubuk. Lalu saat nelayan itu asik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak sebuah speedboat menghampiri kapal nelatan itu, kemudian keluar beberapa lelaki gagah dan berkata kepada nelayan bahwa saat itu merupakan musim pelarangan penangkapan ikan terubuk. Muka sang nelayan pun langsung pucat dan dia dibawa oleh para lelaki itu untuk dimintai keterangan |
| Keandra Vireo Wigoro | 7BIL2 | 8 | Seorang tukang rambutan yang sedang bercerita kepada istrinya tentang suatu cerita di masa lalu |
| Keisha Putri Razak | 7BIL2 | 10 | Hari ini bapak pusing, anak bungsunya menangis katanya sebelum SPP dilunasi ia tidak boleh mengikuti ujian semester. Biaya SPP per bulan Rp 75.000 dan sudah menunggak sejak awal semester. Bapak sudah menemui majikannya tapi sebelum utang sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu. Bapak tidak bisa meminjam uang, ia hendak meminjam kepada Wak Ris tapi dia malu karena utang beras bulan lalu belum dibayar. Sudah 2 minggu bapak tidak bisa melaut karena gelombang yang kuat di laut. Jika bapak memaksakannya juga ia tidak punya uang untuk membeli solar. Malam setelah sholat isya bapak pamit melaut. Kepada bungsu ia berjanji esok akan membawa banyak ikan untuk dijual di pasar. Sambil mencium punggung tangan bapaknya ia berkata “Hati-hati, ya, Pak” Bapak tersenyum. Terakhir, ia mencium tangan istrinya yang sedang merajut jaring. Setelah itu bapak menuju pantai. Bapak sengaja melaut pada malam hari agar tidak membutuhkan usaha yang besar untuk mengayuh. Sesekali bapak mengayuh agar tidak melenceng terbawa arus. Setelah melempar sauh, Bapak membentang jaring. Tangannya mengulur gulungan jaring. Di sekelilingnya tak dijumpai kapal tengah menjaring. Tapi ia memilihat ada lampu suar berkedap-kedip. Dulu nelayan ramai menjaring di sana namun ada beberapa nelayan menangkap ikan dengan bom. Sehingga ikan di sana berkurang. Baru terjadi konflik nelayan tradisional dan nelayan batu. Selesai menjaring ia mengulurkan benang nilon. Dengan sabar ia menunggu ikan mampir dan memakan umpannya. Bapak memandang ke arah langit. Diamati bintang-bintang yang mengelompok jika disambungkan maka akan ada wujud bentuk-bentuk yang bisa dijadikan sebagai petunjuk arah. Sejak memperoleh perahu hibah dari pemerintah yang dilengkapi dengan GPS. Ia melihat ke langit hanya ada gumpalan awan kumulonimbus penanda badai akan datang. Dulu ayahnya mengajarkan beberapa bentuk rasi bintang. Ada radi biduk atau Ursa Mayor. Di sebelah selatan ada rasi layang-layang atau Crux. Arah timur agak ke tenggara ada rasi kalajengking. Sebelah barat ada rasi Orion. Lewat tengah malam, pasang mulai meninggi Biasanya akan surut menjelang subuh. Bapak menarik benang pancingannya, umpan sudah habis tetapi tidak ada satu ikan pu yang tersangkut. Terpaksa ia harus makan nasi dengan sambel lagi. Di darat terdengar suara azan subuh. Bapak sudah terbangun sejak awal. Selepas salat bapak tidak lekas menggulung jaring, menunggu hingga matahari seditkit terbit. Ketika matahari naik ia mulai menggulung jaring. Nafasnya tertahan setiap menggulung jaring. Hingga seperempat jaring sudah tertarik ada ikan lomek, ikan biang, ikan senangin, serta ikan serai. Satu tarikan lagi tangannya berhenti menarik. Matanya membeliak melihat beberapa ekor ikan terubuk besar dan buncit. Ia mempercepat tarikan jaringnya. Terbayang uang SPP si bungsu dan uang untuk melunasi semua hutangnya. Satu ekor ikan terubuk bisa dihargai sejuta rupiah. Mentari semakin terik, Punggungnya sudah panas terbakar semangat. Lagi asyik menggulung jaring ada speedboat fiber mendekati perahu bapak dan merapat. Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali untuk menautkannya pada kapal bapak. Mereka bertanya tentang surat-surat kapal. Bapak menunjukkan salinan surat yang ditandatangani oleh Syahbandar. Beberapa orang lainnya membongkar tempat penyimpanan ikan, kemudia ia berteriak ”Ditemukan beberapa ekor terubuk dalam kondisi bertelur!”. Pimpinan mereka yang menggunakan kacamata hitam mengeraskan rahangnya dan berkata ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?”. Bapak diam menegang. Wajahnya pucat. Terbayang keluarganya makan seadanya, dan si bungsu merengek minta uang sekolah. Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap. Kepala pemimpin tadi berujar ”Bapak tahu kalau ikan terubuk dilindungi? Silakan naik ke kapal untuk kami mintai keterangan lebih lanjut.” Bapak tidak bicara. Saat ini telinganya mendengar tangis anak dan istrinya dan padangannya sibuk melihat seisi kapal mencari parang berkarat milikinya. |
| Lakeysha Aurelia | 7BIL2 | 12 | Ikan Untuk Bapak
Hari ini bapak pusing sekali karena anak bungsunya yang menangis,disebabkan sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak boleh mengikuti ujian semester.Biaya SPPnya perbulan sebesar Rp75.000 Sudah 2 minggu bapak tidak bisa melaut karena sedang musim timur dan gelombang Disaat sedang melayan pada malam hari,bapak terus menerus tidak mendapat ikan.Bapak makan dengan nasi dan sambal saja (tanpa lauk) karena tidak mendapat ikan sedari tadi.Bapak masih sabar menunggu,tapi tetap tidak ada ikan yang tertangkap. Lamat-lamat,di darat sana terdengar suara azan subuh.Bapak sudah bangun dari tadi.Bapak menggulung jaring saat matahari sedikit meninggi,berharap ikan ikan makin banyak yang tersangkut disana. Matahari sudah meninggi,bapak kemudian mulai menggulung jaring.Saat jaring tertarik seperempat,baru beberapa ekor ikan yang tertangkap.Bapak tidak berhenti berdoa,saat satu tarikan lagi bapak tidak percaya.Beberapa ekor ikan terubuk besar dan buncit Saat sedang mengumpulkan ikan,ada speedboat fiber mendekati perahu Bapak Pemimpinnya mengeraskan rahang dan bertanya kepada bapak ”Bapak tahu kalau sekarang |
| Mikael Sebastian Barus | 7BIL2 | 13 | Kita harus berbuat baik kepada orang lain dan jangqn pamrih |
| Muhamad Anugrah Dwi Jatmiko | 7BIL2 | 14 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya Dan ada yang turun dari truk, bu Mengejar dan menyalami saya Hidup pak rambutan sorak mereka Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar “Hidup pak rambutan!” sorak mereka Terima kasih, pak, terima kasih! Bapak setuju karni, bukan? Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara Doakan perjuangan kami, pak, Mereka naik truk kembali Masih meneriakkan terima kasih mereka “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Saya tersedu, bu. Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita |
| Nadzia Ratu A.R | 7BIL2 | 15 | seorang lelaki yang bertemu teman perempuanya di SMA |
| Nafisa Nur Fathiyya | 7BIL2 | 16 | When the chicken wheat planting, theres no one who want to help it, when the chicken make a bread, no one who want to help it, but when the bread is ready, all her friend want to eat it |
| Nafisha Warawinaya Syatari | 7BIL2 | 17 | Aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya. Seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Dia mengaku kurang terkesan dengan buku tersebut, tetapi dia mengingat suatu kalimat di dalamnya serta mengalami sendiri kebenarannya. ”Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.” Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku. Masih kusimpan hingga kini lembaran-lembaran kertas yang berisi tulisan tanganku yang tekun menyalin kalimat-kalimat inspiratif yang disuratkan Paulo Coelho dalam buku tersebut. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Beberapa karya tulisnya sudah diterbitkan, bahkan salah satu novelnya sempat menjadi buku laris serta menimbulkan kontroversi karena dianggap anti-kemapanan dan bahkan melanggar norma kesusilaan. Parasnya sekilas mirip YuniShara, apalagi gaya bicaranya berlogat Jawa Timuran yang khas pula. Namun,sejujurnya dia sedikit mengingatkanku pada sosok dara yang pernah membuatku jatuh cinta kala semester pertama kuliah dahulu dan mematahkan hatiku sehabis itu. Dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss Prym. Maka kemudian aku menjadi penggemar sastrawan asal Brasil itu serta 3 mengoleksi beberapa buku karyanya, termasuk Sang Alkemis tentunya. Sementara itu, karya Jostein Gaarder yang direkomendasikan kepadaku berjudul Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya. |
| Ni Wayan Nitikesari Widyarsani | 7BIL2 | 18 | Judul: Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya Bacaan ini menceritakan tentang seorang tukang rambutan yang bercerita kepada istrinya tentang anak-anak yang berteima kasih dengan tulus kepadanya. |
| PRATAMA ADITYA NUGRAHA WIXLI | 7BIL2 | 19 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu |
| Risda Anisa Anazaly | 7BIL2 | 21 | Jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Aku sudah merasakannya sendiri. Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. |
| Sachilla Renata Noegraha | 7BIL2 | 22 | Rumah professor kedatangan tamu yang melihat tabung yang berisi “wabah yang dikurung”. Isinya adalah virus. Lalu saat tamu itu pulang, tabungnya menghilang. Ternyata diambil oleh tamu itu. Professor mengejar orang itu dengan menggunakan motor. Tapi saat mau belok, motornya terkena batu lalu professor itu mausk rumah sakit. |
| Shira Amalia Putri | 7BIL2 | 23 | Awalnya kubaca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Dia mengaku kurang terkesan dengan buku tersebut, tapi dia senantiasa mengingat sebuah kalimat di dalamnya serta mengalami sendiri kebenarannya. ”Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.” Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku.Waktu itu dia sudah cukup lama menekuni dunia literasi. Kendati usianya lebih muda ketimbang aku, tapi dia jauh lebih berpengalaman sebagai penulis.Namun, sejujurnya dia sedikit mengingatkanku pada sosok dara yang pernah membuatku jatuh cinta kala semester pertama kuliah dahulu dan mematahkan hatiku sehabis itu. Sejak semula aku sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengannya, lantaran dia calon menantu orang yang kuhormati. Beliau adalah orang yang membuat kami berdua bisa berkenalan karena aku bekerja kepada beliau dan gadis itu membantu ayah kekasihnya ketika memiliki waktu senggang. Dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss Prym. Maka kemudian aku menjadi penggemar sastrawan asal Brasil itu serta 3 mengoleksi beberapa buku karyanya. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Dengan sukacita aku menerimanya. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Mungkin kapan-kapan aku bisa membalas meminjamkan buku-buku kepunyaanku kepadanya, tentu jika dia bersedia menerima tawaranku. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan.Cerita pendek ini kusuratkan demi kesempatan bagiku untuk berterima kasih dan meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Ulfi Bunga Damayanti | 7BIL2 | 24 | Kita harus membagi ilmu yang kita dapatkan kepada orang lain agar bermanfaat, dan juga pasti ilmu itu akan berguna nantinya bagi orang lain. |
| Alea Putri Raditya | 7C | 2 | Profesor Yakub Ajidarma kedatangan seseorang lelaki asing yang mengaku sudah mendapatkan surat pengantar dari kepolisian untuk menemuinya. Ternyata pria tersebut adalah berasal dari FAI yang berniat untuk mencuri virus dan membuat bencana dengan virus tersebut. |
| Anna Arasy | 7C | 3 | Once, there lived a hen with her five chicks. The hen was as red as beetroot. She had three friends: a duck, a cat and a dog. They all lived. One day, the red hen stumbled on to a wheat seed. “Hey, who among you wish to plant this seed?” she asked. Three of them refuse.Hello pal! Who among you will lend me a hand to grind this wheat? She queried. All thethree refused as usual. I will see that I grind this by myself. I will make flour, knead dough and bake bread!”she announced. The next day she baked delicious bread. “Howdy, who among you wish to eat this bread?” she asked merrily. Three of them want to. But the hen says None of you can have a bite! I slaved in the field and at home. Only my children and Iare entitled to eat this bread!” so saying the red hen fed her chicks and ate a sumptuousmeal that day. |
| Athallah Devandra Rinaldy | 7C | 5 | Perjuangan para mahasiswa yang mengobarkan semangatnya demi memperjuangkan hak-hak rakyat dan seorang pedagang rambutan yang dengan keikhlasannya memberikan sebagian rambutannya jualannya kepada para mahasiswa yang sedang berjuang memperjuangkan hak-hak rakyat,dan mendoakan perjuangan mahasiswa |
| Bryan Bubba Danendra | 7C | 8 | Bangsa kita kini seperti serdadu Terperangkap di dalam kaleng hutang Yang dikocok-kocok oleh bangsa adikuasa Tanpa kita berdaya melawannya. Semuanya terjadi atas nama pembangunan. Yang mencontoh tatanan pembangunan Di zaman penjajahan. |
| Carissa Maulidya Ananta | 7C | 9 | Mengenai wabah virus yang menyebalkan itu akhirnya bapak itu pun sehat kembali berkat bapak itu sendiri |
| Cyrill Zavieraa Jatnika | 7C | 10 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya Tadi siang ada yang mati, mahasiswa-mahasiswa itu. Saya pernah melemparkan sepuluh ikat rambutan kepada mereka. Mereka berteriak-teriak kegirangan. |
| Fadlan Maheswara Nur | 7C | 12 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Mahasiswa-mahasiswa, yang dulu berteriak dua ratus, dua ratus! Sampai bensin dan bis pasar menjadi murah. Mereka kehausan dalam panas bukan main. Tukang rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutan kepada para mahasiswa. Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan seperti anak-anak kecil. Mereka menyoraki tukang rambutan dan ada juga yang turun dari truk untuk mengejar dan menyalami tukang rambutan. Tukang rambutan dipanggul dan diarak-arak sebentar. Mereka naik truk kembali, masih meneriakkan terima kasih mereka. Tukang rambutan tersedu-sedu, karena ada orang yang berterima begitu jujurnya pada orang kecil seperti tukang rambutan. Tukang rambutan pun menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya. |
| Fariez Muhammad Abyan | 7C | 13 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya (Taufik Ismail) 1966 Tadi siang ada yang mati, Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu |
| Kaylee Putri Almira Soewargana | 7C | 15 | Ada sekelompok mahasiswa yang sedang berdemo untuk menurunkan harga bensin, karena harga bensin dinaikan oleh pemerintah. Dan ada seorang tukang rambutan dengan istrinya yang melihat mahasiswa sedang berdemo. Karena marasa kasihan tukang rambutan tersebut memberikan sebagian dagangannya kepada mahasiswa tersebut. Akhirnya mahasiswa tersebut sangat berterimakasih pada tukang rambutan tersebut karena mahasiswa tersebut sangat kehausan. |
| Kirana Daniswara Rengganis Prasetyo | 7C | 17 | maskumbang |
| Delisha Audia | 7C | 22 | Mahasiswa dan anak sekolah mengantar temannya yang meninggal. Mereka adalah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa meminta pemerintah menurunkan harga – harga barang. Mereka merasa haus, panas, dan muka terbakar. Seorang tukang rambutan melemparkan 10 ikat rambutan kepada mahasiswa karena kasihan dengan mahasiswa yang peduli dengan nasib rakyat. Mahasiswa sangat senang dan berterima kasih dengan pemberian tukang rambutan. Mereka turun dari truk untuk menyalami dan berterima kasih kepada tukang rambutan. Kemudian mereka mengarak tukang rambutan sambil meminta dukungan dan doa untuk perjuangan mereka. Tukang rambutan terharu karena pemberiannya yang tidak seberapa begitu dihargai oleh mahasiswa. Tukang rambutan belum pernah merasakan orang berterima kasih dengan tulus dan jujur kepada orang kecil seperti dirinya. |
| Reidy Arfa Wicaksono | 7C | 23 | Dalam bukunya yang berjudul The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket, penulisnya mendeskripsikan bagaimana empat pelaut berhasil selamat dari kapal tenggelam karena terpaksa memakan seorang pesuruh di kapal bernama Richard Parker. Walaupun Poe mengatakan bahwa cerita tersebut berdasarkan kisah nyata, gak ada yang percaya. |
| Syakkar Faishal Mu’min | 7C | 25 | Suatu dokter yang mengurung virus yang menyebar di dalam tabung. |
| Adinda Magnacinta Tahid | 7D | 2 | Suatu hari seseorang telah meninggal dunia, banyak yang mengantarkan ke pemakamannya, rata-rata semua mahasiswa. Ketika mereka mengantarkan, mereka kepanasan di dalam truk. Pak rambutan yang melihat langsung melemparkan 10 ikat rambutan jualannya. Para mahasiswa sangat berterimakasih kepada pak rambutan sampai menyorakinya seperti anak kecil. Pak rambutan sangat terharu mereka berterimakasih kepada orang kecil seperti pak rambutan. |
| Adjeng Queenmayra Erwin | 7D | 3 | Setelah pulang sekolah Lola makan, sehabis Lola selesai makan ibunya pulang dan langsung berbicara menggunakan bahasa Inggris. Lola bingung, tidak biasanya ibunya menggunakan bahasa Inggris. Lalu Lola bertanya kepada ibunya, ternyata semester depan Lola akan dipindahkan ke sekolah Half International karena karir ayahnya yang lagi menaik. Lola bertanya kenapa ia dipindahkan. Ibunya menjawab karena ayahnya baru mendirikan sebuah PT, dan juga nilai Lola yang selalu jelek. |
| Alexandra Ardhianty Setiawan | 7D | 4 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka mereka berterimakasih sebanyak banyaknya dan Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani Dan menyoraki saya. |
| Atarisya Zafrina Viniarta | 7D | 6 | Cerita tersebut berisian tentang seorang anak yang sering di pinjamkan buku oleh seorang gadis, dan anak tersebut ingin berterimakasih dan juga pertanda bahwa anak tersebut masih mengingat peranan signifikan gadis itu dalam kehidupannya |
| Bedhaya Lingkar Hayuningrat Ind | 7D | 7 | barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Awalnya kubaca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis |
| Camilla Elviana Rully | 7D | 8 | Setelah wabah penyakit hilang, masih ada sebagian virus yang di jaga dalam area tertentu |
| Camilla ramaniya putri | 7D | 9 | Banyak sekali anak anak siswa yang menaiki mobil truk dengan atap yang terbuka,mereka terlihat seperti kepanasan mereka terlihat kehausan sampai terbakar nya muka di atas truk. saya lempar sepuluh ikat rambutan kita,bu memang sudah rezeki mereka.mereka kegirangan dan berebut sèperti anak kecil lalu menyoraki saya “hidup tukang rambutann” sampai ada yang turun dari truk untuk menyalami saya “terima kasih pak!” Sorak mereka.Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita. |
| Farrel Muhammad Adriansyah | 7D | 11 | Orang-orang membela tukang rambutan |
| Marlla Zaura Zalyca | 7D | 16 | Gadis ini adalah seorang gadis yang suka meminjamkan buku,ia pun masih meyimpan seluruj catetan tangannya. |
| M airlangga d | 7D | 18 | Bapak memaksakan diri untuk berlarut agar bisa membayar SPP si bungsu |
| Muhammad fatan safawi | 7D | 19 | Awalnya kubaca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. |
| Neysha Chintyana Fitri | 7D | 23 | Aku mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss. Novel tersebut ternyata cukup kontroversial karena ditulis berdasarkan surat-surat rahasia mantan kekasih Santo Agustinus. Aku pernah pula dipinjami salah satu novel yang disuratkan gadis berkacamata itu, tapi aku kesulitan memahami jalan ceritanya yang menurutku terlalu rumit. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Sejatinya aku menyesal tak sempat memberinya buku kumpulan cerpen pertamaku yang terbit empat tahun lalu. Buku yang dicetak terbatas itu kini tak tersisa lagi, kecuali satu eksemplar sebagai koleksi pribadiku belaka. |
| Pandu narayan | 7D | 24 | gadis yang suka meminjam buku |
| Prince Raoul Faizal | 7D | 25 | Seseorang yg sedang menceritakan akan negara gaduh, bangsa rapuh, kekuasaan kekerasan merajalela, pasar dibakar dan kampung dibakarnya. |
| Rei Juliandiniari Irmawan | 7D | 26 | Cara mengatasi sekolah online buat anak remaja agar tidak stres |
| Anastasya Aaliyah Luthfansa | 7E | 1 | Setelah undang-undang larangan memukul para siswa disahkan, semakin banyak siswa yang seperti preman. Suatu hari, seorang laki-laki yang kuat muncul dan menghajar para preman sekolah tersebut. Sebenarnya siapa laki-laki itu..?! |
| Aryasatya Satrio Putra Purwanto | 7E | 3 | Walaupun sekolah online harus tetap semangat |
| Charissa Filzaiera Pradinamurti | 7E | 4 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya. Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main. Terbakar muka di atas truk terbuka. Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu. Biarlah sepuluh ikat juga. Memang sudah rezeki mereka. Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan. Seperti anak-anak kecil |
| Gusti Ayu Diva Nareswari | 7E | 5 | Suatu hari seekor kancil melewati ladang timun yang dimiliki Pak tani. Saat Pak tani pergi kancil masuk dan memakan banyak timun sampai ia kenyang dan ketiduran. Saat kancil bangun dari tidur hari sudah sore dan kancil pergi. Saat Pak tani balik esok hari ia melihat bahwa timunnya banyak yang hilang, Pak tani berpikir agar timunnya tidak dicuri atau dimakan ia membuat orang-orangan sawah agar menakuti yang mencuri timunnya. Esok hari kancil balik untuk makan timun tetapi ia melihat ada seseorang yang seperti Pak tani jadi ia menunggu sampai seorang yang seperti Pak tani pergi tetapi ia tidak pergi, jadi si kancil mencoba untuk makan timun walaupun orang orangan sawah itu tetap di tempat sama tetapi ia tidak diusir. Esok hari Pak tani kaget bahwa timunnya tetap hilang jadi ia menyiapkan jebakan. Suatu hari kancil balik ke ladang timun dan mencoba makan tetapi ia dijebak. |
| I Gede Mulia Dharma Pratama | 7E | 6 | Ikan Untuk Bapak Seoang bapak yang memiliki tunggakan SPP sejak awal awal semester. Bapak untuk menafkahi dirinya sendiri dan keluarga adalah dengan cara melaut, tetapi dalam beberapa minggu ini cuaca sedang tidak baik sehingga Bapak tidak ingin memaksakan untuk melaut. Setelah cuaca membaik, Sang Bapak pun akan segera melaut keesokan harinya pada malam hari dan saat matahari mulai meninggi, dia pun mengakat jarinya dana alangkah terkejutnya banyak ikan yang tersangkut di situ. Dan tiba tiba ada perahu lain yang datang dan menyanyakan surat. |
| Kadek Keysha Bella Mahadivya | 7E | 9 | setelah memasuki ruang laboratorium. lelaki jangkung berwajah oval itu berdiri di samping saya. saat saya ajak menuju peralatan yang sudah di siapkan nya tadi pagi , ia mengerutkan dahi dengan satu mata memancing. ia terlihat canggung, gugup, dan tangannya agak getar. tak berapa lama ia mengangkat tangannya yang putih lemas ke atas matanya, lalu sedikit keringat di kening nya . lelaki itu memutar sekrup, dan saya memerintahkan agar tetap fokus, sebab hanya sedikit saja terjadi pergeseran sudut, itu akan sangat mempengaruhi. ‘ nah skrg saya sudah lihat , tapi sepertinya hanya bulatan yang dikelilingi garis garis kecil berwarna merah muda ‘ { saya baru baca sampai segitu 🙂 } |
| Keiyra Queensya | 7E | 10 | . |
| Mikayla Zweena Grandis | 7E | 12 | Jujutsu Kaisen Vol 5 |
| M.faizan izzan nizar | 7E | 15 | Vagabond adalah komik Jepang (manga) karya Takehiko Inoue yang didasarkan dari cerita novel Musashi karya Eiji Yoshikawa. Komik ini bercerita mengenai Miyamoto Musashi sebagai seorang petarung yang sangat berambisi untuk menjadi petarung nomor satu di dunia |
| Ni Made Dsiaty Alinskie PSP | 7E | 16 | Saat itu juga, saya menunjukkan contoh virus yang masih aktif, dan tersimpan di dalam tabung kecil yang disegel. |
| REVAN ABYAN WIGANANTA | 7E | 20 | > |
| Vrisco Prasetyo | 7E | 24 | Bapak tidak sengaja menjaring ikan yg dilindunggi, dan bapak harus di introgasi oleh polisi |
| Zevarina Laeticia Balqis | 7E | 25 | Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum dikarunia anak. Kemudian Raja memutuskan untuk bertapa di hutan dan meminta agar segera dikarunia anak. Doa Raja pun terkabul. Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Raja, Permaisuri, dan seluruh rakyat sangat senang menyambut kelahiran sang Putri. Ketika sang Putri berulang tahun yang ke-17, Raja mengadakan pesta dan memberinya hadiah kalung yang terbuat dari untaian permata berwarna-warni. Tetapi sang Putri tidak menyukainya. Ia kemudian menepisnya ketika Permaisuri akan memasangkannya hingga kalung itu terjatuh dan tercerai-berai permatanya. Permaisuri pun menangis. Seluruh rakyat yang melihatnya ikut menangis sehingga air mata mereka berubah menjadi aliran air dan membentuk danau. Air danau berwarna-warni seperti warna-warna permata kalung Putri. |
| Amadea Azarin Maharani | 7F | 1 | Nisa dan teman-temannya baru memasuki kelas 6 SD, tapi ada murid baru yang sombong Denali. |
| Aurelia Tiara Aviza | 7F | 5 | bunga matahari kesukaan Naira |
| Bagus Putra Pratama | 7F | 6 | Menelitikan virus yang berbahaya |
| Bintang Anggaraksa Hidayat | 7F | 8 | Aku mengangkat kedua bahu. Mungkin saja, tapi seingatku hal seperti ini belum pernah terjadi. Baru saja aku menebak-nebak, ibu muncul di dapur. Wajahnya tampak cerah meskipun bajunya kotor |
| Cyra Naraya C | 7F | 9 | roro jonggarang adalah putri dri kerajaan prambanan yg disukai oleh pangeran bondowoso namun roro tdk mencintai akhirnya..roro menyantumkan syarat agar pangeran bondowo membuat 1000 candi..sampai matahari terbit.namun saat ayam sudah berkokok pangeran bandunh bondowoso gagal yaitu kurang 1 candi lagi.akhirnya putri roro jonggranh di jadikan candi yang ke 1000 |
| Elvaretta Ragil Sesarina | 7F | 10 | Mois adalah seekor burung kecil yang hidup bersama ibu dan dua saudaranya. Mereka tinggal di sebuah sarang jerami di atas pohon jambu, di pinggir jalan pedesaan. Suatu pagi, ibu Mois pergi meninggalkan ketiga anaknya untuk mencari makan. Sebelum pergi, ibu berpesan kepada ketiga anaknya agar tetap tinggal di dalam sarang selama ia pergi. ”anak-anak, ibu akan pergi mencari makan hingga sore. jangan pergi kemanapun. Karena adik-adik Mois sibuk bermain, Mois mencoba untuk terbang dan terjatuh. Dia sangat takut sampai akhirnya ada seorang petani yang menolongnya |
| Ghaffar Sandhya Rushendra | 7F | 12 | Tadi siang ada yang mati, ada banyak orang yang mengantarnya. orang-orang tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa yang dulu bekerja keras. Mereka kehausan dalam panas. Tukang rambutan itu akhirnya memberi mereka 10 ikat rambutan. orang-orang tersebut langsung berteriak-teriak girang dan berebut rambutan itu seperti anak kecil. Mereka pun langsung menyoraki tukang rambutan itu. Tukang rambuta itu tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita. |
| Maylika Tiarani Putri | 7F | 13 | Gadis yang menyukai membaca buku |
| Gufira Adli Rakhsha | 7F | 13 | Awalnya kubaca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Dia mengaku kurang terkesan dengan buku tersebut, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Tak akan kumungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Sejak semula aku sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengannya, lantaran dia calon menantu orang yang kuhormati. Beliau adalah orang yang membuat kami berdua bisa berkenalan karena aku bekerja kepada beliau dan gadis itu membantu ayah kekasihnya ketika memiliki waktu senggang. |
| Jessica Nata | 7F | 15 | Seorang perempuan bernama Doremi adalah influencer yang cantik juga terkenal, namun dia mempunyai teman bernama Soo Ah (Sua) yang juga terkenal. Suatu malam Doremi berjanji dengan Sua untuk bertemu. Sudah berjam-jam Sua masih tidak sampai. Seketika ada yang mengetuk rumah Doremi. Tidak ada yang menyaut saat Doremi menanyakan siapa orang yang ada di luar. Doremi mengintip melalui lubang pintunya dan melihat bola mata yang sedang melihatnya juga. Remi (doremi) terkejut dan langsung mundur lalu bersembunyi di bawah kasurnya. Mendengar ketukan pintunya sudah hilang, Remi memberanikan diri dan membuka pintunya. Disitulah Remi melihat Sua dengan banyak luka terdampar di depan pintunya.
Webtoon : Killstagram |
| Raditya Rizky Setyawan | 7F | 22 | dalam kehidupan, sering kita menghadapi kegagalan, kita tidak boleh terpuruk dan patah semangat. kita harus berani menghadapi kegalan, menjadikanya sebagai pengalaman dan pembelajaraan supaya lain kali tidak melakukan kesalahan yang sama. karena kegagalan adalah sukses yang tertunda |
| Rayna Kania Wicaksono | 7F | 24 | Trisi ikut lomba balap sepeda untuk memeriahkan peringatan hari jadi taman kota. Lomba berlangsung sengit. Trisi dan peserta lain bersaing ketat. Tiba – tiba mereka menyenggol pak penjual buah, sehingga barang dagangannya jatuh berserakan. |
| Shayna Zahira | 7F | 25 | Kisah seorang penjual rambutan yang bercerita kepada istrinya tentang mahasiswa di jalan yang berdemo demi kepentingan rakyat untuk menurunkan harga bensin. Si penjual rambutan memberikan sepuluh ikat rambutan jualannya kepada para pendemo tersebut, dan mereka sangat berterima kasih kepada bapak penjual rambutan itu. |
| Abhirawa | 8A | 2 | Maskumambang (W.S. Rendra) Cipayung Jaya, 4 April 2006 Kabut fajar menyusut dengan perlahan. Bunga bintaro berguguran di halaman perpustakaan. Di tepi kolam, di dekat rumpun keladi, aku duduk di atas batu, melelehkan air mata. Cucu-cucuku! Zaman macam apa, peradaban macam apa, yang akan kami wariskan kepada kalian! Jiwaku menyanyikan tembang maskumambang. Kami adalah angkatan pongah. Besar pasak dari tiang. Kami tidak mampu membuat rencana manghadapi masa depan. Karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu, dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini, maka rencana masa depan hanyalah spekulasi keinginan dan angan-angan. Cucu-cucuku! Negara terlanda gelombang zaman edan. Cita-cita kebajikan terhempas waktu, lesu dipangku batu. Tetapi aku keras bertahan mendekap akal sehat dan suara jiwa, biarpun tercampak di selokan zaman. Bangsa kita kini seperti dadu terperangkap di dalam kaleng utang, yang dikocok-kocok oleh bangsa adikuasa, tanpa kita berdaya melawannya. Semuanya terjadi atas nama pembangungan, yang mencontoh tatanan pembangunan di zaman penjajahan. Tatanan kenegaraan, dan tatanan hukum, juga mencontoh tatanan penjajahan. Menyebabkan rakyat dan hukum hadir tanpa kedaulatan. Yang sah berdaulat hanyalah pemerintah dan partai politik. O, comberan peradaban! O, martabat bangsa yang kini compang-camping! Negara gaduh. Bangsa rapuh. Kekuasaan kekerasan merajalela. Pasar dibakar. Kampung dibakar. Gubuk-gubuk gelandangan dibongkar. Tanpa ada gantinya. Semua atas nama takhayul pembangunan. Restoran dibakar. Toko dibakar. Gereja dibakar. Atas nama semangat agama yang berkobar. 2 Apabila agama menjadi lencana politik, maka erosi agama pasti terjadi! Karena politik tidak punya kepala. Tidak punya telinga. Tidak punya hati. Politik hanya mengenal kalah dan menang. Kawan dan lawan. Peradaban yang dangkal. Meskipun hidup berbangsa perlu politik, tetapi politik tidak boleh menjamah ruang iman dan akal di dalam daulat manusia! Namun daulat manusia dalam kewajaran hidup bersama di dunia, harus menjaga daulat hukum alam, daulat hukum masyarakat, dan daulat hukum akal sehat. Matahari yang merayap naik dari ufuk timur telah melampaui pohon jinjing. Udara yang ramah menyapa tubuhku. Menyebar bau bawang goreng yang digoreng di dapur. Berdengung sepasang kumbang yang bersenggama di udara. Mas Willy! istriku datang menyapaku. Ia melihat pipiku basah oleh air mata. Aku bangkit hendak berkata. Sssh, diam! bisik istriku, Jangan menangis. Tulis sajak. Jangan bicara. |
| Angela Aurelie | 8A | 3 | Ketika Virus Itu Menghilang Saat itu juga, saya menunjukkan contoh virus yang masih aktif, dan tersimpan di dalam tabung kecil yang disegel. Setelah masuk ruang laboratorium, lelaki jangkung berwajah oval itu berdiri di samping saya. Kami berbincang-bincang sejenak, kemudian saya mengajaknya menuju peralatan yang sudah saya persiapkan sejak pagi tadi. Ia mengerutkan dahi dengan satu mata memicing ke arah mikroskop berteknologi tinggi. Ia terlihat canggung, gugup, dan tangannya agak gemetar. Sepertinya, ia tak biasa dengan pekerjaan ini. Tak berapa lama, ia mengangkat tangannya yang putih lemas ke atas matanya, lalu menyeka sedikit keringat di keningnya. ”Bapak sudah lihat, kan?” tanya saya kemudian. ”Ya, saya bisa melihat, Pak Profesor,” jawabnya agak ragu, ”tapi sedikit sekali.” ”Nah, itu varian lama,” kata saya sambil menyelipkan slide kaca pada bagian bawah mikroskop, ”Memang masih sejenis, tapi agak beda sedikit dengan varian baru.” ”Tapi apakah jenis ini bisa juga disebut corona?” ”Terserah kesepakatan dunia kedokteran, tapi seumumnya para dokter di dunia Barat, khususnya Amerika, akan memberinya nama tersendiri. Lalu, kita hanya mengikutinya. Tapi ngomong-ngomong, apakah Bapak bisa melihat varian yang ini?” 2 Sambil diam terpaku, lelaki itu menghela napasnya. Kemudian kata saya mencontohkan, ”Putar sekrup ini pelan-pelan, nanti mikroskop ini akan fokus dengan mata Bapak. Karena memang, mata setiap orang berbeda-beda.” Lelaki itu memutar sekrup, dan saya memerintahkan agar tetap fokus, sebab hanya sedikit saja terjadi pergeseran sudut, itu akan sangat memengaruhi. ”Nah, sekarang saya sudah lihat,” ujar lelaki jangkung itu gembira. ”Tapi, sepertinya hanya bulatan yang dikelilingi garis-garis kecil berwarna merah muda. Saya tidak membayangkan, partikel sekecil ini, yang hanya sebesar atom, bisa bermutasi dan berlipat-lipat ganda menghancurkan kehidupan manusia… Wah, sungguh luar biasa!” ”Luar biasa, bagaimana maksud Bapak?” tanya saya agak curiga. ”Maksud saya, ini sungguh mengerikan… amat sangat mengerikan….” *** Sejak lelaki asing itu mengatakan ”luar biasa”, sudah ada sedikit kecurigaan pada diri saya. Sebagai profesor di bidang kedokteran, sudah bertahun-tahun saya diberi kewenangan untuk mengadakan penelitian di laboratorium yang difasilitasi negara. Menghadapi tamu dari kalangan dokter atau mahasiswa kedokteran yang tengah mengadakan riset, sudah terbiasa bagi saya. Tetapi lelaki jangkung, yang membawa pengantar dari seorang sahabat lama ini, tampaknya agak berbeda dengan tamu-tamu lainnya. Ketika saya berdiri dan melepas slide kaca dari mikroskop, memegangnya dengan tangan dan mengarahkannya ke jendela, lelaki berusia 40-an tahun itu menancapkan pandangannya agak sinis, lalu kata saya memecah kesunyian, ”Ya, virus-virus ini terlihat kecil sekali, seperti bola-bola berduri.…” ”Atau seperti mata rantai ledakan petasan di udara?” kata lelaki itu agak ragu-ragu. ”Tapi, apakah virus-virus itu masih hidup? Maksud saya… mereka hanya terlihat bergerak-gerak sedikit?” ”Tadi itu jenis yang pertama, dan sudah kami lumpuhkan,” jawab saya pelan. ”Saya sendiri berharap kita bisa memusnahkan mereka secepatnya…” ”Di dunia ini?” ”Ya, di seluruh dunia tentunya.” ”Saya kira,” kata lelaki itu dengan senyum tipis, ”Anda tak punya kewenangan untuk memusnahkan virus ini dari muka bumi.” 3 ”Virus ini sangat berbahaya,” kata saya meyakinkan. ”Tapi Anda sendiri punya kewenangan untuk menyimpannya dalam keadaan aktif… memang sudah dilumpuhkan… tapi bukan berarti mereka sudah mati, kan?” ”Kami menyimpannya hanya sebagai sampel penelitian saja… seperti juga yang ini,” saya melangkah menuju ruang sebelah dan lelaki jangkung itu mengikuti saya dari belakang. Saat itu juga, saya menunjukkan contoh virus yang masih aktif, dan tersimpan di dalam tabung kecil yang disegel. ”Ini contoh pengembangan dari virus yang masih hidup. Bisa juga dibilang, botol SARS.” Sekelebat senyum kepuasan muncul pada wajah lelaki asing itu. Rasa khawatir dan curiga makin bertambah dalam diri saya. ”Apakah yang ada di botol ini juga mematikan?” katanya mengamati tabung kecil dengan pandangan serius. Saya membaca adanya kesenangan yang tak wajar pada ekspresi lelaki jangkung itu. Saya melirik surat pengantar di atas meja, yang diserahkan kepada saya ketika ia masuk tadi. Lelaki itu berambut hitam pendek dan tersisir rapi. Ia mengenakan kemeja batik kuning dengan wajah pucat dan mata agak kelabu gelap. Ia menunjukkan minat dan kegairahan yang tak semestinya, seakan kontras dengan pembawaannya yang kaku dan dingin. Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah betul dia seorang dokter dan ahli farmasi seperti yang ditunjukkan pada surat pengantar tersebut. Tetapi, sebagai tuan rumah saya berusaha mengendalikan suasana, serta tidak menampakkan hal-hal serius yang bisa membuatnya tersinggung. Selanjutnya, ia masih menanyakan satu-dua pertanyaan, yang kemudian saya jawab apa adanya. Ia mengajukan satu pertanyaan terakhir tentang fenomena wabah yang dikurung, kemudian saya menjelaskan, ”Ya, kurang lebih seperti itu. Hanya beda istilah saja. Jadi, di dalam botol ini bisa juga disebut sebagai wabah aktif yang dikurung. Kalau kita memecah tabung ini, dan mengalirkan cairannya ke Sungai Ciliwung, lalu katakan pada makhluk kecil di dalamnya, ’berkembang biaklah!’ maka dalam waktu singkat akan menyebar luas, menularkan penyakit, dan kematian misterus akan bermunculan dan sulit dilacak dari waktu ke waktu….” ”Sulit dilacak?” ”Sebab, kita harus meneliti kembali dari nol akibat mutasi pengembangbiakan virus itu.” ”Berarti dibutuhkan waktu lama lagi untuk menemukan jenis obatnya?” 4 ”Ya, tentu saja. Karena, ketika vaksinasi itu ampuh untuk satu jenis virus, ia belum tentu manjur untuk menghadapi varian-varian terbarunya.” ”Lalu?” pancing lelaki asing itu. ”Lalu makhluk-makhluk kecil dan ganas itu akan berkeliaran ke sana kemari, mencaricari korban, mengambil anak-anak dari orangtuanya, suami dari istrinya, para pekerja dari tenaganya, presiden dari tugasnya, bahkan kiai dan ulama dari fatwa-fatwanya.” Kami terdiam sesaat. Lelaki itu memicingkan matanya dan berdehem beberapa kali. Kemudian lanjut saya, ”Mereka akan mengikuti saluran air, merayap di sepanjang jalan, merambat ke saluran got dan sumur-sumur masyarakat, melahap orang seisi rumah, terus merembes ke dalam sumur-sumur produsen air mineral, waduk dan kolam renang, bahkan terbang melalui udara dan menempel di dedaunan dan tembok-tembok rumah. Ketika hujan turun, mereka akan terserap ke dalam tanah, muncul kembali di ribuan mata air dan sumur yang tak terduga. Sekali ia memulainya dari tempat pasokan air, sebelum kita sanggup mengurung dan melumpuhkannya kembali, makhlukmakhluk itu bisa menghabisi penduduk satu kabupaten dan provinsi, lalu menduduki dan menguasai wilayah itu.” |
| falisya azalea santika | 8A | 10 | menceritakan tentang seorang nelayan yang berusaha mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, melunasi spp, dan untuk membayar hutang. tetapi nelayan itu terlihat sedikit kesusahan karena ikan di laut akhir-akhir ini semakin sedikit dan susah di tangkap. nelayan itu pun mencoba mencari ikan lagi di pagi hari maupun di malam hari agar ikan yang ditangkap dapat di jual. akhirnya suatu hari nelayan itu mencoba kembali mencari ikan. akhirnya ada beberapa ikan yang berhasil ditangkap. bahkan nelayan itu mendapatkan beberapa ekor ikan terubuk. hati nya senang bukan main. tapi beberapa saat kemudian ada satu speedboat fiber yang mendekati perahu nelayan tersebut dan mengatakan bahwa ikan terubuk dilindungi. sebab itu nelayan tersebut dibawa oleh beberapa orang yang ada di speedboat fiber tersebut untuk diintrogasi. hati nelayan itupun semakin gelisah dan mengkhawatirkan istri dan anaknya dirumah. |
| Hanifa Widya Khairunnisa | 8A | 13 | Kabut fajar menyusut dengan perlahan. Bunga bintaro berguguran di halaman perpustakaan. Di tepi kolam, di dekat rumpun keladi, aku duduk di atas batu, melelehkan air mata. Cucu-cucuku! Zaman macam apa, peradaban macam apa, yang akan kami wariskan kepada kalian! Jiwaku menyanyikan tembang maskumambang. Kami adalah angkatan pongah. Besar pasak dari tiang. Kami tidak mampu membuat rencana manghadapi masa depan. Karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu, dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini, maka rencana masa depan hanyalah spekulasi keinginan dan angan-angan. Cucu-cucuku! Negara terlanda gelombang zaman edan. Cita-cita kebajikan terhempas waktu, lesu dipangku batu. Tetapi aku keras bertahan mendekap akal sehat dan suara jiwa, biarpun tercampak di selokan zaman. Bangsa kita kini seperti dadu terperangkap di dalam kaleng utang, yang dikocok-kocok oleh bangsa adikuasa, tanpa kita berdaya melawannya. Semuanya terjadi atas nama pembangungan, yang mencontoh tatanan pembangunan di zaman penjajahan. Tatanan kenegaraan, dan tatanan hukum, juga mencontoh tatanan penjajahan. Menyebabkan rakyat dan hukum hadir tanpa kedaulatan. Yang sah berdaulat hanyalah pemerintah dan partai politik. O, comberan peradaban! O, martabat bangsa yang kini compang-camping! Negara gaduh. Bangsa rapuh. Kekuasaan kekerasan merajalela. Pasar dibakar. Kampung dibakar. Gubuk-gubuk gelandangan dibongkar. Tanpa ada gantinya. Semua atas nama takhayul pembangunan. Restoran dibakar. Toko dibakar. Gereja dibakar. Atas nama semangat agama yang berkobar. Apabila agama menjadi lencana politik, |
| Kenzie gabriel tremonty | 8A | 16 | games of thrones |
| Louviana De Isal | 8A | 20 | Mahasiswa-mahasiswa itu,anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula. Mereka kehausan datam panas bukan main. Terbakar muka di atas truk terbuka. Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita. Biarlah sepuluh ikat juga,memang sudah rezeki mereka. |
| Raisya aina ependi | 8A | 25 | kekesalan sophie memuncak karena lucas, lucas berbicara kepada sophie seolah’ mereka teman lama. |
| Alkahfi Malik Riady | 8B | 3 | Darko new school |
| Alyssandra Aneeqa Asmorowati | 8B | 4 | pada saat terjadi demo ada tukang rambutan yang memberikan rambutan kepada pendemo , pendemo tersebut berterimakasih dengan jujur dan tulus |
| Ida Bagus Wiranatha Nararya Mahaputra | 8B | 10 | Perang Dunia Ke 1 Pada tahun 1914, Negara Serbia sedang dijajah oleh Austria-Hungaria, dan penduduk Serbia tidak terima dijajah, sehingga mereka menciptakan organisasi rahasia bernama black hand yang bertujuan untuk membunuh Archduke Franz Ferdinand berharap agar Austria berhenti menjajah mereka. Lalu suatu hari 3 pembunuh dari Black Hand datang ke suatu tempat dimana Archduke Franz Ferdinand dan istrinya sedang convoy menggunakan mobil. Pembunuh pertama kebingungan tidak melakukan apa-apa. Pembunuh kedua melempar bom ke belakang mobilnya dan melukai teman dari Archduke Franz Ferdinand. Supir dari mobil Archduke Franz Ferdinand pun melaju cepat menghindari mereka. Namun saat melewati Jalan Franz Joseph Streets, lalu terkena tembakan dari pembunuh ke 3 dan mengenai Archduke Franz Ferdinand di leher, serta istrinya di abdomen. Lalu Austria menyalahkan pemerintah Serbia atas kejadian itu sehingga mendeklarasi perang terhadap Serbia |
| Ida I Dewa Gede Ray Adhyatma Kancana | 8B | 11 | Ada seorang pria yang sedang bekerja di lab saat mengetahui barang-barangnya dicuri dan dibawa motor pencuri. Ia pun segera mengejarnya. Pria yang sedang mengendarai motor tidak sengaja melindas batu ban motornya sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan akhirnya pingsan. Orang-orang pun membawanya ke rumah sakit. Sekitar jam 8.45 WIB keesokan harinya, ia seketika pulih kembali. Namun kaki kirinya tidak bisa digerakkan, matanya buram, dan hampir tak dapat merasakan detak jantung. |
| jasmine tabina mecca | 8B | 12 | Gadis yang suka meminjamkan buku Awalnya ia baca di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Berbeda dengan penulis muda itu, bagiknya Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupnya, terutama setelah ia berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau dia pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkannya dengan nama sastrawan asal Brasil, tak akan ia pungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Ada pesona yang mengemuka saban melihatnya berkata-kata dengan lincah. Sejak semula dia sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengannya, lantaran dia calon menantu orang yang ia hormati. Dia mengenang percakapan yang berlangsung sekitar dua belas tahun silam. Dia tak mengerti, apakah hal yang dia ceritakan masih bisa terjadi pada hari ini. Yang jelas ia menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin dan bisa jadi kerap memiliki keterbatasan secara ekonomi. Dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss Prym. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadanya, pada akhirnya dia justru memberinya dua buah buku sekaligus. Barangkali sudah sekitar satu dekade secara rutin aku pergi ke toko buku, setidaknya sebulan sekali guna membeli sejumlah buku baru. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadanya kini sudah menjadi ibu seorang putri. Setahunya dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Cerita pendek ini ia suratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihnya kepadanya dan pertanda bahwa dia masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupannya. Barangkali juga kesempatan bagiknya untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap dia. |
| Kelvin Hanif | 8B | 15 | Kisah 2 orang dokter yang meneliti COVID 19 |
| leandra aisha budiman | 8B | 17 | Gadis yang Suka Meminjamkan Buku
Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Aku sudah merasakannya sendiri.Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia |
| Mohamad Tristan Ziihni | 8B | 19 | “ikan untuk bapak” menceritakan seorang bapak yang sedang melaut untuk mengambil ikan untuk anak istrinya namun bapak ini jarang sekali mendapatkan ikan cuman sedikit ikan saja yang dia tarik akhirnya dia berdoa tiba2 ada orang yang mengaitkan jaring di kapal si bapak dan mengajak ngobrol nya Seorang laki-laki berkacamata hitam—agaknya pimpinan mereka—terlihat mengeraskan rahang. Sambil menatap tajam, ia berkata, ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Bapak terdiam mematung. Wajahnya pucat pasi. Terbayang keluarganya makan seadanya (lagi), dan si bungsu merengek minta uang sekolah (dan lagi). Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap.Tanpa menunggu Bapak menjawab, si pimpinan tadi kembali berujar, ”Bapak tahu kalau ikan terubuk dilindungi? Silakan naik ke kapal untuk kami mintai keterangan lebih lanjut.” Bapak tak lagi mendengar mereka berkata. Saat ini, telinganya hanya mendengar teriakan pilu anak istrinya—dan pandangan matanya sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya |
| Muhammad Rafly Gunawan | 8B | 21 | Tentang gadis yang suka meminjam buku dan hobi nya membaca buku |
| Tivanny Agnesya Martana | 8B | 28 | Pembantu yabg membantu seorang kurcaci |
| aisyah malika s | 8BIL1 | 1 | anak anak di asrama sana ketahuan berbuat usil namun mereka tetap selamat |
| Aksa Rachman | 8BIL1 | 3 | Pada suatu hari, seorang penjual rambutan berceirta ke[ada istrinya mengenai pengalamannya dengan sekelompok mahasiswa, Jadi, pada siang tadi, bapak tersebut melihat sekelompok mahasiswa yang melakukan protes agar pemerintah menurunkann harga bensin, Mereka melakukan protes dengan penuh semangat sambil panas-panasan dibawah terik matahari. Karena merasa kasihan, bapak tersebut melemparkan sepuluh ikat rambutan ke mahasiswa tersebut. Kelompok mahasiswa itu pun langsung kegirangan dan berebutan seperti anak kecil. Setela itu, mereka turun dari truk dan menyalami serta mengucapkan terimakasih kepada bapak tersebut. Mereka pun menyoraki “Hidup pak rambutan” sambil memanggul dan mengarak bapak tersebut sebentar sebagai tanda terimakasih. Mereka pun naik lagi ke truk dan menyoraki “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Setelah mendengar hal tersebut, bapak penjual rambutan tersebut tersedu kaerena belum pernah seumur hidup terdapat orang yang berterimakasih begitu jujurnya pada orang kecil seperti beliau. |
| Anadhya Khayyira P.Y. | 8BIL1 | 5 | Jumlahnya tidak sedikit. SPP anaknya per bulan Rp 75.000, dan sudah menunggak sejak awak semester. Bahkan saat mau pinjam ke Wak Ris, dia malu, karena utang beras bulan lalu belum lunas. Sudah dua minggu ini tidak bisa melaut, saat musim timur ombaknya sangat kencang. |
| Azidya Trimuthia Prawira | 8BIL1 | 6 | Puisi tersebut menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan unjuk rasa pada pemerintahan mengenai penurunan harga-harga. Dalam puisi ini, diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat unjuk rasa tersebut dan seorang tukang rambutan yang melemparkan 10 ikat rambutannya kepada mereka dan ia berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rezeki mereka, sehingga mahasiswa pun turun dan berucap terima kasih kepadanya. |
| Caesar Valent Alvry | 8BIL1 | 7 | Pada Why? Negara & Bendera halaman 94-97, mereka pergi ke Perancis untuk mempelajari budaya-budaya di negara tersebut, mulai dari revolusi Perancis, kulinernya, perkembangan teknologinya, dll. |
| Dimas Raditya Kusuma Putra | 8BIL1 | 8 | Mochtar Lubis, seorang wartawan dan budayawan Indonesia pada 6 April 1977 menyampaikan pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki. Pidato ini kemudian dibukukan pada 1990 dengan judul yang sama dengan judul pidatonya, “Manusia Indonesia”. Gaya dan sikap Mochtar Lubis yang lugas dalam mengupas sifat-sifat negatif orang Indonesia dalam pidato tersebut menimbulkan banyak pendapat pro dan kontra di masyarakat, tapi di sisi lain juga membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia. Terkait masalah inflasi yang pernah menyerang Indonesia, Soekarno pernah mengatakan bahwa inflasi itu baik demi “revolusi Indonesia”. Dampaknya, seperti yang banyak diketahui, inflasi di Indonesia mencapai 650% dalam setahun setelah ia lengser dari kursi presiden. Kegoyahan watak merupakan akibat dari ciri masyarakat dan manusia feodal. Hal tersebut hingga kini masih terus ditemukan dalam manusia Indonesia untuk menyenangkan atasan atau menyelamatkan diri sendiri. Selain keenam ciri di atas, Mochtar Lubis juga menyebutkan ciri-ciri lain manusia Indonesia. Di antaranya, boros, menyukai segala sesuatu yang instan, penggerutu, |
| Jinan Fauzeya Rayandhi | 8BIL1 | 11 | Puisi “Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata pkepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. |
| Kenza Ardraputra Rezyarifin | 8BIL1 | 13 | Ketika Virus itu Menghilang Seorang laki laki datang ke laboratorium dan dipersilahkan untuk melihat ke dalam mikroskop, dia ketakutan saat melihat apa yang dilihatnya dari mikroskop. Setelah menanyakan ternyata itu adalah virus corona varian lama. Laki laki tersebut hanya lihat bulatan yang dikelilingi oleh garis kecil berwarna merah muda. Ia terkejut partikel sekecil itu bisa bermutasi dan berlipat ganda menghancurkan kehidupan manusia, lalu ia bilang, “wah, sungguh luar biasa”.”luar biasa, bagaimana maksud Bapak?” tanya profesor yang meneliti di laboratorium. Profesor sudah terbiasa menerima tamu tamu dokter atau mahasiswa dokter yang datang ke laboratorium yang difasilitasi negara, namun sepertinya tamu kali ini sedikit berbeda. Profesor tersebut melepas slide dan mengarahkannya ke jendela. Virus tersebut adalah jenis yang pertama dan sudah dilumpuhkan, profesor ingin melumpuhkan semua virus jenis pertama tersebut di seluruh dunia karena virus tersebut sangat berbahaya. Profesor tersebut dapat menyimpan virus tersebut dalam keadaan dilumpuhkan tapi masih aktif sebagai penelitian saja. Profesor tersebut mengambil virus di dalam tabung yang merupakan virus SARS. Entah kenapa laki laki tersebut tersenyum, kecurigaan profesor semakin bertambah, tapi dia tidak ingin menyinggungnya. Bisa dibilang itu adalah wabah yang dikurung, jika botol tersebut dipecahkan dan dialirkan ke sungai, maka kematian dan penyakit misterius akan muncul dan virus itu akan berkembang biak lalu sulit dilacak.Virus tersebut akan memasuki saluran air semua orang, dan melahap orang yang terkena, dia juga bisa terbang di udara dan menempel di dedaunan, lalu saat hujan akan turun ke saluran air lagi. Dalam sekejap virus tersebut menghabisi penduduk satu kabupaten dan mendudukinya. Setelah itu laki laki tersebut pamit karena tidak sadar sudah lewat batas waktunya, profesor pun duduk di sofa sambil kebingungan tentang kecurigaan terhadap laki laki tersebut. Tiba tiba dia sadar bahwa tabung di dekat sterelisasi uap tidak ada, tabung yang berisi virus berbahaya, di kantongnya juga tidak ada. Lalu dia keluar ke jalan dan melihat mobil hitam mencurigakan meluncur ke arah utara, profesor pun mengejarnya dengan motor. Tetangga lain kebingungan dan ikut naik motor mengikutinya, lalu melewati pangkalan ojek, para tukang ojek tertarik dan mengikuti profesor. Terbentuklah kerumunan sepeda motor dan orang orang pun kebingungan dikiranya ada kampanye. Tiba tiba orang dalam mobil hitam tersebut melongok keluar melalui jendela mobil, lalu melaju sekencang kencangnya. Profesor pun sampai kehilangan arah, dia kesal dan memacu motornya sekencang kencangnya. Tiba tiba ban motor melindas batu dan ia terpental ke trotoar jalan menabrak pagar rumah penduduk. Dia pun dibawa ke rumah sakit Ternyata laki laki tersebut sudah ditangkap oleh polisi dan tabung virus berhasil diamankan, dia memalsukan surat undangan dan dia anggota FAI yang dilarang oleh pemerintah. Dia menyuruh istrinya untuk menyimpan tabung tersebut baik baik, wabah tidak boleh dikasih ke orang yang tidak bertanggung jawab. |
| maritza asthari rishwana | 8BIL1 | 14 | seorang anak yang memiliki ayah , dan ayahnya itu di cari oleh orang jahat yang tidak suka dengan ayahnya. saat penjahat sampai di rumahnya , ayahnya kabur , dan anaknya ditinggal , karena anak itu keturunan ayahnya , anaknya dibunuh. |
| mumtaz aqila razak | 8BIL1 | 15 | seorang bapak bapak nelayan memancing ikan untuk membayar spp anaknya dan secara tidak sengaja menangkap ikan yang dilindungi. |
| Nafisa Zeta Oktavian | 8BIL1 | 16 | Seorang tukang rambutan memberi 10 ikat rambutannya ke mahasiswa-mahasiswa yang sedang berada diatas truk. Mereka berteriak, “Hidup tukang rambutan! hidup tukang rambutan”. Bahkan ada dari mereka yang turun untuk menyalami bapaknya. Dia tersedu, karena belum pernah ada yang berterima kasih seperti itu sebelumnya ke orang kecil seperti mereka. |
| naura rizka maharani | 8BIL1 | 17 | tentang seorang astronaut yang berada di bulan saat bumi hancur dan menjadi satu-satunya krang terakhir yang selamat |
| Rakea Syahma Fitri | 8BIL1 | 19 | Aku membaca sebuah komik bernama Spy Family yang menceritakan seorang agen rahasia tang diharuskan untuk memiliki keluarga untuk misi yang, pada akhir nya sang agen rahasia mengadopsi sebuah anak dan menemukan seorang wanita yang akan dinikahinya, namun ada suatu hal yang menarik, ternyata wanita yang ua pilih merupakan pembunuh bayaran profesional, dan hal yang lebih mengejutkan adalah bahwa ternyata sang anak yang ia adopsi bisa bisa membaca pikiran orang. Buku ini pun menceritakan kisah sang keluarga tersebut |
| Rizqidia Nurzahira Ramadhani | 8BIL1 | 21 | Seorang tukang rambutan bercerita kepada isrinya jika ada sekelompok mahasiswa yang terlihat kehausan. Dia pun melempar 10 ikat rambutannya untuk mereka. Sekelompok mahasiswa itu menyoraki dan berterima kasih kepada tukang rambutan tersebut. |
| TristanKaory | 8BIL1 | 23 | Menceritakan Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main.Sehingga melemparkan sepuluh ikat rambutan mereka berdua sampai disorak oleh warga2 “Hidup pak rambutan!’ |
| Zaky Alman Taqillah | 8BIL1 | 24 | Menceritakan seorang anak bernama Pukat, yang memiliki julukan si anak paling pintar. Ia menceritakan kisahnya semasa kecilnya dengan keluarga dan teman-temannya. |
| Alanna Fitria Kirana | 8BIL2 | 1 | Tentang seorang gadis yang suka meminjamkan buku |
| Almer Phalevi Firdaus | 8BIL2 | 2 | Signifikan dari buku Sang Aklemis ke Gadis |
| ameera jane | 8BIL2 | 4 | malam ini, setelah shalat isya bapak pergi melaut, dengan harapan bisa melunaskan hutang-hutangnya dan melunasi SPP anak bungsunya. bapak melempar jaring dan kail pancing. sayangnya, tidak ada ikan yang terpancing di kail walaupun umpannya sudah habis. Ketika matahari mulai terbit, barulah ia beranjak untuk mengangkat jaring. sambil harap-harap cemas, ia menggulung perlahan jaring perlahan-lahan. jaring sudah tertarik seperempat, tetapi baru beberapa ekor ikan yang tertangkap, bapak tidak henti-henti berdoa. satu tarikan lagi, tiba-tiba tangannya berhenti. ia tak percaya melihat beberapa ekor ikan terubuk besar dan buncit menggelepar-gelepar tersangkut di jaringnya. Sepertinya baru tersangkut. Ia mempercepat tarikan jaringnya. Terbayang sudah uang SPP si bungsu, biaya hidup selama beberapa waktu ke depan, dan pelunasan utang utangnya. Seekor terubuk bertelur bisa dihargai hingga sejuta rupiah. saat sedang menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, dengan kecepatan yang tak terduga, sebuah speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat. Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali sebagai tanda agar Bapak menautkan tali tersebut ke Perahunya. Beberapa lelaki turun ke perahu Bapak. mereka bertanya tentang surat-surat kapal. Bapak menunjukkan salinan surat yang ditandatangani oleh Syahbandar. Ketika Bapak tengah ditanyai oleh beberapa orang, beberapa lainnya membongkar tempat penyimpanan ikan miliknya dan kemudian berteriak, ”Ditemukan beberapa ekor terubuk dalam kondisi bertelur!” Seorang laki-laki yang sepertinya adalah pimpinan mereka terlihat mengeraskan rahang. Sambil menatap tajam, ia berkata, ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Bapak terdiam mematung. Wajahnya pucat pasi. Terbayang keluarganya makan seadanya (lagi), dan si bungsu merengek minta uang sekolah (dan lagi). Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap. |
| Anargya Tirta Pratama Sigit | 8BIL2 | 5 | Ketika Virus Itu Menghilang |
| Arga Bramantyo Anggoro | 8BIL2 | 6 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya. Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula. Mereka kehausan datam panas bukan main. Sang penjual rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutan. Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan seperti anak-anak kecil. |
| Charissa Chelsky Candradewa | 8BIL2 | 10 | Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya
Para mahasiswa sedang berdemo dengan menaiki truk yang terbuka dengan cuaca yang panas. Mereka kehausan dan pastinya terbakar muka karena terkena sinar matahari. Bapak Tukang Rambutan memberikan mereka 10 ikat rambutan, ia mengatakan sudah rezeki mereka mendapatkan 10 ikat tersebut. Para mahasiswa tersebut berteriak kegirangan dan berebutan seperti anak kecil. Mereka menyoraki Tukang Rambutan. Salah satu dari mereka turun dan menyalami bapak tersebut. Ia berterima kasih dan meminta doa terhadap perjuangan yang sedang mereka lakukan. Bapak Tukang Rambutan tersedu karena ia belum pernah orang berterima kasih kepadanya, apalagi ia adalah orang kecil, |
| Freya Lubna Kamilia | 8BIL2 | 11 | Seorang bapak yang membutuhkan untuk kebutuhan hidup dan juga spp anak nya pergi ke laut untuk mencari ikan, lalu kemudian dia bertemu beberapa orang dengan atribut dada menyuruhnya berhenti dan ternyata ia tidak sengaja menangkap ikan terubuk yang dilindungi. |
| Halzahra Arkenzie Malik | 8BIL2 | 12 | Cerita yang aku baca menceritakan mengenai seorang bapak yang mempunyai istri dan anak sedang berjuang untuk menangkap ikan agar bisa dijual sehingga bisa membayar uang SPP anaknya. Bapak tersebut berhenti sekolah saat ia kelas 4 karena ia senang memancing. Bapaknya sudah mencoba menangkap ikan siang dan malam tetapi belum dapat. Sehingga suatu hari ia menangkap beberapa ikan terubuk yang besar. Tetapi setelah itu ia ditangkap karena ikan terubuk dilindungi. |
| Jivara Faiza Ridwansyah | 8BIL2 | 13 | Hari ini kepala bapak pusing sekali. Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Katanya, sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awak semester. Bapak sudah mencoba menemui taukenya yang biasa. Namun, sebelum utang yang sebelumnya—berikut bunga—dilunasi, Bapak tidak bisa meminjam barang sepeser pun. Hendak meminjam kepada Wak Ris pun dia sudah malu, sebab utang beras bulan lalu belum dibayarkan. Sudah dua minggu ini Bapak tidak bisa melaut, sedang musim timur, gelombang mengempas begitu kuat. Kemarin malam saja, Risman, tetangganya, hampir tenggelam. Perahunya dilempar ke udara dan kemudian terbalik ketika hendak menepi. Pun kalau Bapak tetap memaksakan diri melaut, uang untuk pembeli solar juga ia tidak punya. Jikalau pun ada, tentulah lebih didahulukannya membayar uang sekolah si bungsu. Malam… selepas salat Isya, Bapak pamit mau melaut—kendati cuaca kurang bagus— sembari menyalami satu demi satu anaknya. Kepada si bungsu, ia berjanji bahwa esok akan membawa ikan yang banyak untuk dijual di pasar, sehingga menghasilkan uang yang banyak. Si bungsu semringah mendengar janji Bapak. Sambil mencium punggung tangan bapaknya, ia berujar, ”Hati-hati, ya, Pak,” yang dibalas Bapak dengan senyum getir. Terakhir, ia mencium kening istrinya yang sedari tadi sibuk merajut jaring dari benang nilon. Istrinya yang tidak biasa dicium sontak kaget, meski tidak diperlihatkan betul. Lalu, Bapak beranjak menuju pantai yang hanya berjarak satu lemparan batu dari halaman rumahnya. Bapak sengaja melaut pada malam hari agar tidak membutuhkan usaha yang begitu besar mengayuh dayung. Seperti kebanyakan nelayan tradisional yang—belum mengenal mesin—memanfaatkan angin darat yang bertiup ke laut pada malam hari, menyapu gelombang dan menghanyutkan perahu hingga jarak yang dituju. Barangkali itu jua alasan kenapa Lancang Kuning berlayar malam, seperti lirik lagu pada siaran radio yang sering didengar Bapak. Bapak memandang ke arah langit berwarna biru pekat dengan bintik-bintik putih yang cemerlang. Diamatinya bintang yang mengelompok dan berpendar—yang jika titiktitiknya disatukan dengan sebuah garis, mewujud beberapa bentuk—dan bisa dijadikan sebagai penunjuk arah. Sejak memperoleh perahu hibah dari pemerintah yang dilengkapi dengan GPS, ia seperti tidak pernah lagi melihat ke arah langit—selain melihat gumpalan awan kumulonimbus penanda badai akan datang. Dahulu, ketika usianya masih teramat muda, ayahnya mengajarkan beberapa bentuk rasi bintang yang dijadikan penunjuk arah. Ada rasi biduk, atau bahasa kerennya Ursa Mayor (beruang besar) yang dalam pengamatannya tidak menyerupai biduk sama sekali, apalagi beruang—melainkan seperti layang-layang berekor yang menukik jatuh— sebagai penanda arah utara. Sebaliknya, di selatan ada rasi bintang layang-layang atau salib selatan yang juga memiliki nama lain Crux. Arah timur agak ke tenggara sedikit, ada titik bintang yang terang serupa cacing meliuk yang dikenal sebagai rasi bintang kalajengking. Sebelah barat ada rasi Orion yang menumpuk dan menyebar—yang dalam pengamatan orang Yunani dahulu tampak sebagai pemburu. Ketika matahari merangkak naik tiga kali panjang jaring, barulah ia beranjak ke arah haluan. Sambil harap-harap cemas, ia menggulung perlahan jaring perlahan-lahan. Napasnya tertahan setiap kali tangannya menggulung jaring. Hingga jaring sudah tertarik seperempat, baru beberapa ekor ikan yang tertangkap, seperti; ikan lomek, ikan biang, ikan senangin, serta beberapa ekor ikan serai. Bapak tidak henti-henti berdoa. Satu tarikan lagi, tiba-tiba tangannya berhenti. Matanya membeliak tak percaya melihat beberapa ekor ikan terubuk besar dan buncit menggelepar-gelepar tersangkut di jaringnya. Sepertinya baru tersangkut. Ia mempercepat tarikan jaringnya. Terbayang sudah uang SPP si bungsu dan biaya hidup selama beberapa waktu ke depan—berikut pelunasan utang kepada tauke dan di kedai Wak Ris. Seekor terubuk bertelur bisa dihargai hingga sejuta rupiah, kononlah beberapa ekor yang didapatnya. Ah, semoga saja es batunya cukup untuk semua ikan ini, harapnya senang. Mentari semakin terik, sedang ia belum juga selesai mengumpulkan semua ikan yang terjaring. Punggungnya sudah panas terbakar, tapi semangatnya masih berkobar. Tidak sia-sia ia tak lekas pulang selepas subuh menjelang. Semoga saja ia bisa membawa ikan sepenuh perahu. Lagi asyik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, dengan kecepatan yang tak terduga, sebuah speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat. Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali sebagai tanda agar Bapak menautkan tali tersebut ke Perahunya. Beberapa lelaki gagah—lengkap dengan segala atribut di dada—turun ke perahu Bapak. Setelah basa-basi seadanya, mereka bertanya tentang surat-surat kapal. Bapak menunjukkan salinan surat yang ditandatangani oleh Syahbandar. Ketika Bapak tengah ditanyai oleh beberapa orang, beberapa lainnya membongkar tempat penyimpanan ikan miliknya dan kemudian berteriak, ”Ditemukan beberapa ekor terubuk dalam kondisi bertelur!” Seorang laki-laki berkacamata hitam—agaknya pimpinan mereka—terlihat mengeraskan rahang. Sambil menatap tajam, ia berkata, ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Bapak terdiam mematung. Wajahnya pucat pasi. Terbayang keluarganya makan seadanya (lagi), dan si bungsu merengek minta uang sekolah (dan lagi). Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap. 5 Tanpa menunggu Bapak menjawab, si pimpinan tadi kembali berujar, ”Bapak tahu kalau ikan terubuk dilindungi? Silakan naik ke kapal untuk kami mintai keterangan lebih lanjut.” Bapak tak lagi mendengar mereka berkata. Saat ini, telinganya hanya mendengar teriakan pilu anak istrinya—dan pandangan matanya sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya. |
| Kayla Purawinata Putri K | 8BIL2 | 14 | dua orang teman yang bersaing dalam bidang akademik |
| Keelia Nafira Ramadhira | 8BIL2 | 15 | Aku, merupakan seorang penulis penggemar paulo coelho melalui seorang gadis yang sering meminjamkan buku kepada dirinya. Cerpen tersebut menceritakan tentang gadis tersebut sebagai ucapan terimakasih atas jasa-jasa yang telah ia berikan kepadanya. Singkat cerita, gadis tersebut merupakan kekasih dari sahabatnya berawal dari situ pun ia mengenalnya. Ia tidak akan mengenal paulo, dengan karya fenomenalnya. Jostein garrder atau ia tidak akan menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo sekarang. Hanya seseorang yang berterima kasih atas kebaikan seorang gadis yang suka meminjamkan buku. |
| Keira Athalia Callista | 8BIL2 | 15 | Seorang lelaki memiliki OCD tetapi ia mencintai seorang perempuan yang tuli |
| Keisha Esteria Hasian Sitinjak | 8BIL2 | 16 | Seorang profesor yang mencurigakan ternyata adalah angota Front Anarkisme Indonesia yang mau menyebarkan virus. |
| Nadia Salsabilla | 8BIL2 | 18 | Simfoni pershabatan yang menceritakan mengenai persaingan dua orang. Bintang seorang violinis dan Nancy seorang pianis. Nancy anak orang kaya, merasa lebih hebat dan sombong akan kepintaran bermain pianonya. Ejekan Nancy kepada Bintang dijadikannya semangat dan cambuk agar bisa bermain lebih baik. Dan suatu saat mereka melakukan konser bersama di acara pentas seni. Sejak itulah mereka menjadi sahabat. |
| Regan Shaquille Ammarsany | 8BIL2 | 20 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Jadi di ceritain, tadi siang ada yang mati dan yang mengantar nya banyak.Anak-anak sekolah, Mereka kehausan datam panas bukan main terbakar muka di atas truk terbuka.Di lempar sepuluh ikat rambutan dan mereka rebutan seperti anak-anak, mereka juga menyoraki saya dan meneriaki nama saya lalu berterima kasih karena rambutannya. |
| Ryuken Archaez Fadzillah Al Caesar | 8BIL2 | 21 | Sebuah virus bernama corona yang berkembang dengan pesat dan menyebar dengan berbagai cara. Para tokoh pun menyimpan salah satu varian virus tersebut dalam tabung yang harus dijaga dengan baik, |
| Siti Aisha Humaira Alamsyah | 8BIL2 | 22 | Harry potter lagi – lagi melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan. Akan tetapi, tiba-tiba muncul makhluk aneh bin ajaib bernama Dobby. Dobby adalah sejenis peri rumah yang melayani pada suatu tuan rumah. Dobby melarang Harry Potter untuk kembali ke Hogwarts. Dia beralasan bahwa akan terjadi malapetaka yang dapat mengancam keselamatan Harry Potter di Hogwarts.
Namun himbauan Dobby, tidak dihiraukan oleh Harry. Harry pun tetap kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts itu. Tanpa diduga oleh Harry, muncul beberapa keanehan-keanehan sebelum malapetaka itu benar-benar terjadi. Gerbang peron ¾ tidak bisa dilewatinya. Dia terpaksa pergi ke Hogwarts mengendarai mobil terbang milik keluarga Weasley bersama Ronald Weasley. Keanehan-keanehan yang lain terjadi sampai pada akhirnya malapetaka itu datang. Ada seseorang yang mengubah siswa-siswa menjadi batu. Dari kejadian pertama yang terjadi, terungkaplah bahwa sang pewaris keturunan Salazar Slytherin telah kembali ke Hogwarts. Dia telah kembali dan membuka pintu Kamar Rahasia yang keberadaannya tidak diketahui seorang pun. Siapakah dia ? Harry dan kawan-kawannya curiga bahwa pelaku perbuatan itu adalah Draco Malfoy. Bagaimana tidak? Dia menganggap dirinya sendiri sebagai seorang yang paling pantas belajar sihir lantaran dia berdarah murni. Meskipun demikian, kecurigaan tentang siapa pelakunya juga mengarah ke Harry sendiri karena diketahui bahwa Harry adalah seorang parselmouth, orang yang bisa berbicara dengan bahasa ular. Setelah melakukan pencarian informasi, dengan bantuan hantu toilet wanita, Myrtle Merana, Harry menemukan letak Kamar Rahasia yang tak lain berada di toilet tempat Myrtle Merana sering berada. Harry menemukan monster ular bernama Bacilis berada di dalamnya. Harry juga bertemu dengan jelmaan Lord Voldemort yang hadir dengan holkruknya. |
| Syaluna Kanantya Andary | 8BIL2 | 23 | Penulis teks menceritakan tentang pengalamannya dimana dia ingin menjadi seorang penulis cerita dan hidupnya berubah setelah bertemu dengan gadis berkacamata yang meminjamkan bukunya. Dia sangat berterimakasih dan jatuh cinta pada gadis tersebut. Namun gadis itu sudah memiliki pasangan dan mereka berkehidupan masing-masing. |
| Syesha Safira Sudradjat | 8BIL2 | 24 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya (Taufik Ismail) Seorang tukang rambutan dan istrinya, melemparkan 10 ikat rambutan pada sekumpulan mahasiswa yang berada di truk dan di bawah sinar matahari yang terik. Mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah yang dulu berteriak (semacam demo), untuk turunkan harga bensin, hingga keluarga-keluarga kecil bisa naik bis pasar dengan murah. Tukang rambutan tersebut merasa mereka layak mendapatkan 10 ikat rambutan itu. Sesaat setelah sekumpulan mahasiswa tersebut mendapatkan 10 ikat rambutan, mereka langsung menyoraki tukang rambutan, berterima kasih kepadanya. Tukang rambutan itu terharu melihat aksi mereka, karena orang kecil seperti dia belum pernah merasakan dihargai seperti ini. |
| Brian Rafi Satria | 8C | 3 | Profesor Yakub kedatangan tamu untuk meneliti beberapa virus yang ada di laboratorium Profesor. Tetapi Profesor merasa curiga dengan tamu tersebut dari gerak-geriknya, setelah beberapa saat tamu tersebut pergi meninggalkan rumah Profesor. Setelah kembali ke ruangan, Profesor tersadar tamu misterius tadi membawa salah satu virus yang ada di botol biru. Profesor itu mengejar lelaki tersebut, sayangnya Profesor menabrak pagar rumah orang karena mengendarai motor terlalu cepat. Profesor bangun di rumah sakit, ia bertanya pada istrinya dimana pria misterius tadi. Sang istri menjelaskan bahwa tamu tersebut sudah ditangkap polisi, dan sampel virusnya aman.Ternyata pria tersebut adalah anggota Front Anarkisme Indonesia (FAI). Setelah mendengar kabar tersebut, Profesor kaget sekaligus menghela nafas lega sebab pria tadi sudah ditangkap, ia pun meminta istrinya untuk menyimpan virus tersebut di lab profesor seperti semula. |
| Davianda Marsa Ramdani | 8C | 5 | Ada seorang tukang rambutan bercerita kepada istri nya, menceritakan tentang dia berbagi rezeki dengan melemparkan sepuluh ikat rambutan kepada banyak nya mahasiswa, Para mahasiswa menyoraki tukang rambutan, “hidup tukang rambutan!” sambil dipanggul dan diarak-arak sebentar. Lalu mereka turun dari truk tersebut dan ber terima kasih kepada tukang rambutan tersebut. |
| Denarya Rafif Rochalib | 8C | 7 | Pada puisi tersebut, diceritakan bahwa terdapat sekelompok siswa yang melakukan unjuk rasa pada pemerintah untuk mengurangi harga. Namun, salah satu yang terdapat dalam kelompok tersebut meninggal pada saat unjuk rasa tersebut. Oleh karena itu, seorang tukang rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada siswa-siswa tersebut. Ia pun mengatakan pada istrinya itu merupakan rejeki mereka. Sang tukang rambutan pun terharu karena disalami oleh siswa-siswa tersebut. |
| Diandra Qimira | 8C | 8 | Seorang tukang rambutan bercerita kepada istrinya. Tadi siang ia melihat banyak sekali mahasiswa yang kehausan dalam panas diatas truk terbuka. Ia lemparkan sepuluh ikat rambutan dagangannya. Para mahasiswa itu sangat berterimakasih dan menyorakinya, ia senang bukan main karena belum pernah ada orang yang berterimakasih begitu jujurnya kepada orang kecil sepertinya. |
| Feyla maharani putri | 8C | 9 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya Jadi ini menceritakan mengenai para mahasiswa yang sedang melakukan unjuk rasa kepada pemerintah untuk menurunkan harga. Bahkan sampai ada mahasiswa yang meninggal. Seorang tukang rambutan tersebut melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka. Para mahasiswa berteriak kegirangan, mereka turun dari truk dan berebut rambutan. Mereka tidak berhenti untuk mengucapkan terimakasih kepada seorang tukang rambutan itu, tukang rambutan itu terharu karena seumur hidup belum ada orang yang berterimakasih ke dia sebegitu jujurnya. |
| Jurrien Rafael A | 8C | 11 | Tukang rambutan menyeritakan tentangg mahasiswa-mahasiswa yang menyoraki dan berterimakasih ke dia karena memberikan 10 ikatan rambutan punya dia ke istri nya |
| keira raihana ariaputri | 8C | 12 | kita sebagai manusia hidup di dunia ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Tuhan. Apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang sebenarnya sudah dituliskan Tuhan jauh-jauh sebelum penciptaan makhluk-makhluknya. Akan tetapi, tidak semua yang telah dituliskan itu akan berjalan dan terus berjalan sesuai dengan skenario. Tuhan bisa saja merubah jalan hidup seseorang jika Dia menghendakinya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya |
| Kimya Aisya Ali | 8C | 14 | Bapak sedang berada di posisi yang sangat sukar. Anak bungsu nya merengek minta SPP dibayar, jika tidak ia tidak bisa ikut ujian semester. Tetapi SPP dari awal semester pun belum dibayar. Belum lagi semua hutang yang Bapak punya. Makin pusing. Meskipun begitu, Bapak tetap berusaha untuk mencari ikan lalu menjualnya agar uang yang didapat cukup untuk semua masalah tadi. Maka pergilah Bapak mencari ikan malam hari, sedikit memikirkan masa mudanya. Lalu setelah lama menunggu, Bapak akhirnya bisa menangkap berbagai macam ikan, salah satunya adalah ikan terubuk. Ikan yang bisa berjuta rupiah harganya. Bapak senang, beliau membayangkan semua masalah yang terjadi akan selesai. Tetapi tiba-tiba sekelompok orang berseragam menghentikan speedboat Bapak. Mereka mengecek ikan yang ditangkap. Sampai akhirnya mereka menemukan ikan terubuk itu. Pimpinan mereka berkata, “Bapak tahu ikan terubuk sedang dilindungi?” “Bapak tahu sekarang musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Semua perkataan mereka membuat Bapak menciut. Pikiran menyelesaikan masalahan kelamnya buyar. Bapak tidak bisa mendengar perkataan orang berseragam itu. Bapak hanya bisa mendengar teriakan pilu anaknya dan istrinya. |
| Marvel Alfaridzi Sunadim | 8C | 15 | Ronald adalah seorang cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir sama Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari kejauhan. Saat-saat yang ditunggu oleh Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra pun masuk SMA. Namun, Ronald kecewa karena Citra masuk ke SMA yang sama dengan adiknya, Reinald dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Saat ingin menghampiri rumah Citra, Ronald tewas di tempat dalam sebuah kecelakaan, yang berlokasi tidak jauh dari rumah Citra. Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu penuh dengan permusuhan. Keduanya menjadi sering bertengkar tanpa Citra tahu alas an yang sebenarnya. Sikap Reinald berubah drastic ketika Citra memutuskan untuk tidak mengacuhkannya lagi. Lalu, Reinald pun seperti di posisi Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald terhadap Citra tanpa sadar membuat mereka berdua menjadi dekat dan akrab. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya. “Gue suka cewek lo”, ucap reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kembali. |
| Miyuki Keisha Abdulah | 8C | 16 | Suatu hari, ada seorang ayah yang mencari ikan di laut demi membayar SPP anaknya sebesar Rp. 75.000. Naasnya, ia menangkap ikan terubuk dalam kondisi bertelur yang mengharuskan sang ayah menghadap ke kepolisian. |
| M. Vierzan | 8C | 18 | Ada seorang tukang rambutan bercerita kepada istri nya, menceritakan tentang dia berbagi rezeki dengan melemparkan sepuluh ikat rambutan kepada banyak nya mahasiswa yang sedang menaiki truk terbuka. Para mahasiswa menyoraki tukang rambutan, “hidup tukang rambutan!”. Lalu ada beberapa turun dari truk tersebut dan sangat ber terima kasih kepada tukang rambutan itu. Tukang rambutan itu tersedu karena belum pernah seseorang sangat berterima kasih begitu jujur nya kepada nya |
| Najla Qinthara Y | 8C | 19 | Laskar Pelangi menceritakan tentang 10 anak yang bersekolah di sebuah pondok sekolah dasar, di Belitong. Bersetting pada tahun 1970-an, Ikal adalah seorang siswa di sekolah desa termiskin di pulau Belitong Indonesia |
| Nathania Paramitha Rafeni Putri | 8C | 20 | jika ingin dihargai harus jadi orang baik, sekalipun kamu orang kecil jika kamu baik kamu akan dihargai. |
| Nikeisha Nursandrica | 8C | 21 | Tentang seorng gadis yang terjebak di dalam dunia mimpi, ia berusaha untuk keluar dri mimpinya. |
| Qatrunnada Syanaira M | 8C | 22 | Suatu hari ada keluarga yang sangat bahagia di desa. Walaupun mereka suka bertengkar namun mereka selalu mencari jalan keluar bersama – sama. Hari itu pun datang, hari dimana si Kaka harus pergi keluar kota untuk menjalankan kuliahnya. Si adek belum tahu bahwa si kaka akan pergi hari ini. Ia pun marah dan sedih akhirnya, ia pergi ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya. Mendengar suara pintu yang dibanting ayahnya pun menghampiri si adek . Ia mengtakan ‘hei! Jangan banting – banting pintu kita omongkan baik – baik.’ Lalu si adek pun keluar dari kamarnya. Lalu si ayah mengumpulkan semua anggota keluarga di ruang TV. Mereka pun berbincang dengan sedikit bercanda. Lalu akhirnya mereka berencana untuk mengantarkan si kaka ke luar kota bersama. |
| Rafaa Nadira Primatari | 8C | 23 | seorang yang ingin berterimakasih pada seorang gadis yang suka meminjamkan buku padanya, karena salah satu buku menjadi mengubah perjalanan hidupnya |
| Rakha byantara nadif | 8C | 24 | Sebuah kucing hitam dengan kekuatan phenomena melindungi perempuan dari entitas aneh |
| Uziellabib Shidiqi Hoesein | 8C | 26 | Tadi siang ada yang mati, Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai mereka bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka dia lemparkan sepuluh ikat rambutan mereka, bu Doakan perjuangan kami, pak, |
| Al Fathir sangkara anindya | 8D | 1 | Bagaimana Buku sang alkemis yang mengubah dan memberi motifasi untuk menjadi penulia |
| Audy Kharisma Setiadi | 8D | 2 | Seorang penulis wanita yang suka memberikan buku hasil ciptaannya kepada orang-orang dan menginspirasi banyak orang. Dia seprang yang sering menghilang dan diketahui kembali ternyata dia sudah menjadi seorang ibu. |
| Avissa sitti ammabel | 8D | 3 | Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya, hal itu jelas tak lepas dari kebaikan hatinya meminjamiku Celana Pacar kecilku di Bawah Kibaran Sarung. “Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.” Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Tak akan kumungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Parasnya sekilas mirip Yuni. Namun, sejujurnya dia sedikit mengingatkanku pada sosok dara yang pernah membuatku jatuh cinta kala semester pertama kuliah dahulu dan mematahkan hatiku sehabis itu. Beliau adalah orang yang membuat kami berdua bisa berkenalan karena aku bekerja kepada beliau dan gadis itu membantu ayah kekasihnya ketika memiliki waktu senggang. Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin dan bisa jadi kerap memiliki keterbatasan secara ekonomi. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya dan pertanda bahwa aku masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupanku. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Ayzar Hisyam Raditya | 8D | 4 | Tukang rambutan bercerita pada istrinya |
| Cahaya Danika Permana | 8D | 5 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
pada suatu hari ada mahasiswa mahasiswa yang kehausan dan kepanasan di atas truk terbuka lalu seorang tukang rambutan memberikan mereka sepuluh ikat rambutannya. setelah di berikan rambutan mereka semua dengan sangat senang mengambilnya dan mereka berterimakasih kepada sang tukang rambutan. sang tukang rambutan pun tersedu karena tidak pernah seumur hidup ada orang yang berterimakasih kepadanya begitu jujurnya. |
| Calista Belva Kaishaura | 8D | 6 | Ada seseorang bapak rambutan yang melembarkan 10 ikat rambutan kepada anak-anak sekolah mahasiswa. Mereka teriak gembira karena mendapatkan rambutan 10 ikat dari bapak itu. Lalu saking gembiranya mereka berterima kasih sambil berteriak “Hidup tukang rambutan!”,“Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” |
| Denaia Nurishthina Rahim | 8D | 7 | Jiwaku menyanyikan tembang maskumambang. Kami tidak mampu membuat rencana manghadapi masa depan. Karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu, dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini. |
| Ezraghi Asqari Kusumapatra | 8D | 8 | Beberapa mahasiswa melakukan demo agar harga-harga barang/jasa diturunkan. Lalu tukang rambutan memberi mereka 10 ikat rambutan. Tukang rambutan tsb lalu disoraki oleh mahasiswa-mahasiswa tsb. Tukang rambutanpun terharu karena ia tidak pernah melihat ada orang yang berterimakasih setulus itu. |
| Gede Radit Ariyudana | 8D | 10 | JoJo yang sedang cidera sedang berbicara dengan Dio, sebelum mati. JoJo mengatakan bahwa Dio adalah saudara kesayangannya |
| Hana Apsariningtyas Puspito | 8D | 11 | Gadis yang Suka Meminjam Buku
Ada seorang gadis yang suka meminjamkan aku buku. Namum kadang aku tidak mengerti isi bacaan buku yang dipinjamkan oleh dia karena terlalu rumit. Gadis tersebut juga menulis banyak buku dan suka meminjamkannya padaku. Tapi, sekarang kita sudah lama tidak bertemu. Kini, gadis tersebut menjadi seorang ibu dan juga masih menulis buku. Aku ingin sekali membalas budinya yang telah meminjamkan aku buku suatu hari nanti |
| Joely Tahani Suyana | 8D | 12 | Hanako vol.6 Halaman 1-10 |
| Malik Rifat Arazky | 8D | 14 | Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya, hal itu jelas tak lepas dari kebaikan hatinya meminjamiku Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung. |
| Nasywa fauziah putri gunawan | 8D | 18 | menceritakan tentang Esok dan Lail yang memerankan tokoh utama. Keduanya dipertemukan pasca gunung meletus di tahun 2042. Efek letusan gunung sangat dahsyat karena memporak porandakan hampir seluruh isi bumi dan hanya menyisihkan 10% manusia. Selain itu, cuaca dan iklim menjadi kacau. |
| Nicky Farlie Natalino Alfonso | 8D | 19 | Masakan Ibu dan Bumbu BUmbu halaman rumah |
| Prabu Kusuma Abdy | 8D | 20 | Seorang bapak yang berjuang untuk menafkahi istri dan anaknya sampai berlaut malam,tetapi ikan yang didapatkan bapak sedikit,sampai saatnya dia berdoa dan mendapatkan ikan nya. Tetapi ada yang memarahi oleh seorang pemimpin ternyata musim ini adalah pelanggaran penangkapan ikan dan dimintai keterangan |
| Raden Nazli Mughietsa Munief Putrabenardi | 8D | 21 | Seorang tukang rambutan yang melihat awalnya mereka masih anak anak ternyata sudah tumbuh besar. Mereka adalah anak anak yang sampai menurunkan harga bensin sampai sampai kita bisa manaiki bus pasar yang murah. Mereka yang di atas truk kehausan dan kepanasan, akhirnya tukang rambutan pun mengasih 10 ikat rambutan. Mereka pun bersorak terima kasih kepada tukang rambutan. Tukang rambutan pun tersedu karena seumur hidup tidak ada orang orang yang berterima kasih kepada kita terutama orang kecil seperti kita. |
| Rafid Izza Tanzila | 8D | 23 | seorang profesor yang meneliti virus dan kuman-kuman didatangi oleh seseorang yang tampak mencurigakan, terlihat dari kesenangannya yang menggeliat saat mengetahui sebuah virus yang berbahaya. dan benar saja orang yang mengunjungi professor itu mencuri tabung virus yang dapat membuat kekacauan dimana-mana. |
| Rania Anindita | 8D | 25 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya. Ada seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutan untuk diberikan kepada orang-orang dan istrinya yang ada di dalam truk yang kepanasan dan haus. Dan orang orang yang ada didalam truk itu menyoraki “Hidup tukang rambutan!”. |
| Shifa Zerlita Abadi | 8D | 26 | Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya, hal itu jelas tak lepas dari kebaikan hatinya meminjamiku Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung. Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Sekian tahun silam kami berdua pernah beberapa kali bertemu dan terlibat dalam perbincangan yang cukup hangatkarya Jostein Gaarder yang direkomendasikan kepadaku berjudul Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta. Novel tersebut ternyata cukup kontroversial karena ditulis berdasarkan surat-surat rahasia mantan kekasih Santo Agustinus, seorang tokoh agama terhormat yang hidup berabad-abad silamTak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Dengan sukacita aku menerimanya. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya.Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Kuharap kelak bisa kumiliki buku tersebut, kendati tiada jaminan apakah aku bisa memahaminya atau tidak. |
| Arya Bima Arundati | 8E | 1 | Aku sangar menyukai buku terumata karya sang alkemis, satu kata yang paling kuingat adalah ”Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.”. suatu hari aku bertemu dengan seorang waninta yang merupakan menantu dari orang yang kuhormati, suatu hari dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss Prym dan membuatku menjadi penggemarnya, kemudian esoknya dia memberikan ku 2 buku yang pertama adalah karya barunya yang memiliki karakter utama bernama maria sedangkan untuk buku kedua berjudul Nabi Tanpa Wahyu karya Hudan Hidayat, biasanya aku rutin pergi ke toko buku sebulan sekali namun sejak pandemi corona aku harus mengehentikan kebiasaan itu. aku masih melihat teman yang dulu meminjamiku buku lewat media sosial. aku cukup sedih karena tidak dapat memperlihatkan karya cerpenku 4 tahun lalu dan juga tidak sempat membalas kebaikannya. |
| Asha Padma R. Tripradopo | 8E | 2 | Itu menceritakan tentang wabah yang dikurung. Di halamannya, diberi tahu juga bahwa virus yang dikurung dan di segel jangan sampai jatuh ke orang yang salah. |
| Aura Khaila | 8E | 3 | Jangan asal mengambil ikan |
| Ayuthaya Andriana | 8E | 4 | Kita tidak boleh melanggar peraturan dan seharusnya kita bertanya dulu ke warga sekitar atau sebagainya |
| Azaria Gafar Maulana | 8E | 5 | Seorang tukang rambutan bercerita kepada istrinya, tentang hal yang dia lihat siang hari itu. mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. |
| Damar tangguh indrastata | 8E | 6 | Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya dan pertanda bahwa aku masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupanku. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku |
| Daniella Zahraa Jatnika | 8E | 7 | Seorang penjual rambutan yang sedang bercerita kepada istrinya tentang apa yang terjadi pada siang harinya |
| Dhamir Rasyid Resmana | 8E | 8 | Banyak mahasiswa datang untuk berterimakasih kepada tukang rambutan |
| Felly Pricilla | 8E | 10 | tentang seorang gadis yang meminjamkan banyak sekali buku kepada orang, |
| Hakeem Ali Rose | 8E | 11 | Ada seorang gadis yang menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Dia tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Awalnya di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Dia mengaku kurang terkesan dengan buku tersebut, tapi dia senantiasa mengingat sebuah kalimat di dalamnya serta mengalami sendiri kebenarannya. Waktu itu dia sudah cukup lama menekuni dunia literasi. Beberapa karya tulisnya sudah diterbitkan, bahkan salah satu novelnya sempat menjadi buku laris serta menimbulkan kontroversi karena dianggap anti-kemapanan dan bahkan melanggar norma kesusilaan. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Dengan sukacita aku menerimanya. Entah mengapa dia melakukannya, tapi waktu itu aku sama sekali tak memikirkan alasannya. Buku pertama pemberiannya adalah novel terbarunya yang memiliki tokoh utama bernama Maria. Apakah mungkin tempo hari aku masih kurang percaya diri menghidangkan buah ciptaku sendiri? Buku yang dicetak terbatas itu kini tak tersisa lagi, kecuali satu eksemplar sebagai koleksi pribadiku belaka. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Harashta Jannis Andriansyah | 8E | 12 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak mahasiswa-mahasiswa. Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan dalam panas bukan main Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil Dan menyoraki saya. Dan ada yang turun dari truk, bu Mengejar dan menyalami saya Hidup pak rambutan sorak mereka Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar “Hidup pak rambutan!” sorak mereka Terima kasih, pak, terima kasih! Bapak setuju karni, bukan? Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara Doakan perjuangan kami, pak, Mereka naik truk kembali Masih meneriakkan terima kasih mereka “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Saya tersedu, bu. Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita. |
| Hylmi Ghanim S.W. | 8E | 13 | Tadi siang ada yang meninggal, lalu jenazahnya diantarkan oleh mahasiswa dan anak anak, dulu ia menmbantu agar harga bensin jadi murah, lalu, si penulis pun membagikan 10 ikat rambutan untuk anak anak tersebut, lalu anak anak tersebut berterimakasih dan si bapak pun terharu karena orang berterimakasih jujur pada orang kecil seperti ia |
| Juwayria Zafnah | 8E | 14 | Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Bahkan jika belakangan aku menjadi pengagum puisi-puisi Joko Pinurbo dan mengoleksi buku-bukunya, hal itu jelas tak lepas dari kebaikan hatinya meminjamiku Celana Pacar kecilku di Bawah Kibaran Sarung. “Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.” Berbeda dengan penulis muda itu, bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Tak akan kumungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Parasnya sekilas mirip Yuni. Namun, sejujurnya dia sedikit mengingatkanku pada sosok dara yang pernah membuatku jatuh cinta kala semester pertama kuliah dahulu dan mematahkan hatiku sehabis itu. Beliau adalah orang yang membuat kami berdua bisa berkenalan karena aku bekerja kepada beliau dan gadis itu membantu ayah kekasihnya ketika memiliki waktu senggang. Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin dan bisa jadi kerap memiliki keterbatasan secara ekonomi. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya dan pertanda bahwa aku masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupanku. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Muhammad Yumna Nur Hisyam | 8E | 16 | Seorang tukang rambutan pada istrinya
Tadi siang ada yang mati dan yang mengantar banyak sekali oleh mahasiswa, mereka kehausan dan kepanasan. Saya lempar kan sepuluh ikat rambutan kita, mereka berteriak kegirangan “Hidup tukang rambutan hidup tukang rambutan” mereka menyoraki saya ada pun yang turun dari truk dan menyalami saya, “Hidup pak rambutan” saya dipanggul dan diarak arak sebentar “Hidup pak rambutan, terima kasih, pak, terima kasih bapak setuju dengan kami bukan?” saya mengangguk ngangguk tak bisa bicara “Doakan perjuangan kami pak” mereka kembali naik truk samil menyoraki saya ” Hidup pak rambutan!, hidup rakyat” |
| Namira Aishagita Kusumahadilaga | 8E | 17 | Suatu hari ada seorang tukang rambutan yang memberikan 10 ikat rambutan nya kepada orang orang yang sedang naik treuk.Ternyata saat di beri rambutan orang orang yang menaiki treuk itu sangat bahagia dan berterimakasih kepada sang tukang rambutan.Tukang rambutan terharu karena sebelum nya belum pernah ada yang berterimakasih kepadanya setulus itu.jadi sesuatu yang menurut kita biasa saja mungkin bagi orang lain itu sangat berharga. |
| Raden Annisa Mizani | 8E | 18 | Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Katanya, sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awal semester. Bapak sudah mencoba menemui taukenya yang biasa. Namun, sebelum utang yang sebelumnya—berikut bunga—dilunasi, Bapak tidak bisa meminjam barang sepeser pun. Malam… selepas salat Isya, Bapak pamit mau melaut—kendati cuaca kurang bagus— sembari menyalami satu demi satu anaknya. Kepada si bungsu, ia berjanji bahwa esok akan membawa ikan yang banyak untuk dijual di pasar, sehingga menghasilkan uang yang banyak. Si bungsu semringah mendengar janji Bapak. Sambil mencium punggung tangan bapaknya, ia berujar, ”Hati-hati, ya, Pak,” yang dibalas Bapak dengan senyum getir. Terakhir, ia mencium kening istrinya yang sedari tadi sibuk merajut jaring dari benang nilon. Istrinya yang tidak biasa dicium sontak kaget, meski tidak diperlihatkan betul. Lalu, Bapak beranjak menuju pantai yang hanya berjarak satu lemparan batu dari halaman rumahnya. |
| Rayesha Reyhan Rizqueena | 8E | 20 | Dalam puisi tersebut menceritakan tentang semangat perjuangan, mahasiswa-mahasiswa yang melakukan unjuk rasa kepada pemerintah untuk menurunkan harga dan ada satu mahasiswa yang meninggal akibat unjuk rasa tersebut. Ada juga seorang tukang rambutan yang melempar 10 ikat rambutan kepada mereka dan mereka pun turun menghampiri tukang rambutan lalu berterimakasih serta menyalaminya. |
| Rayesha Reyhan Rizqueena | 8E | 20 | Dalam puisi tersebut menceritakan tentang semangat perjuangan, mahasiswa-mahasiswa yang melakukan unjuk rasa kepada pemerintah untuk menurunkan harga dan ada satu mahasiswa yang meninggal akibat unjuk rasa tersebut. Ada juga seorang tukang rambutan yang melempar 10 ikat rambutan kepada mereka dan mereka pun turun menghampiri tukang rambutan lalu berterimakasih serta menyalaminya. |
| Renandya Malicca C | 8E | 22 | Ada seorang gadis yang menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin. Dia tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Awalnya di Facebook beberapa hari lalu, seorang penulis muda membagikan pengalamannya mengenai Sang Alkemis. Dia mengaku kurang terkesan dengan buku tersebut, tapi dia senantiasa mengingat sebuah kalimat di dalamnya serta mengalami sendiri kebenarannya. Waktu itu dia sudah cukup lama menekuni dunia literasi. Beberapa karya tulisnya sudah diterbitkan, bahkan salah satu novelnya sempat menjadi buku laris serta menimbulkan kontroversi karena dianggap anti-kemapanan dan bahkan melanggar norma kesusilaan. Tak sekadar meminjamkan bukunya kepadaku, pada akhirnya dia justru memberiku dua buah buku sekaligus. Dengan sukacita aku menerimanya. Entah mengapa dia melakukannya, tapi waktu itu aku sama sekali tak memikirkan alasannya. Buku pertama pemberiannya adalah novel terbarunya yang memiliki tokoh utama bernama Maria. Apakah mungkin tempo hari aku masih kurang percaya diri menghidangkan buah ciptaku sendiri? Buku yang dicetak terbatas itu kini tak tersisa lagi, kecuali satu eksemplar sebagai koleksi pribadiku belaka. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Reno Sabastian Faza Musthafa | 8E | 23 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Terima kasih, pak, terima kasih! |
| Rizky Ramadhan Adhittama | 8E | 24 | Tadi siang ada yang mati, Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka. Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya Dan ada yang turun dari truk, bu Mengejar dan menyalami saya Hidup pak rambutan sorak mereka Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar “Hidup pak rambutan!”Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara Doakan perjuangan kami, pak, Mereka naik truk kembali Masih meneriakkan terima kasih mereka “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Saya tersedu, bu. Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita. |
| Satria Jamie Ardiya | 8E | 25 | Hari ini kepala bapak pusing sekali. Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Katanya, sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awak semester. |
| Suhandhika Pratama W | 8E | 26 | Bacaan yang saya baca adalah gadis yang suka meminjam buku. Di dalam bacaan itu ada seorang gadis berkaca mata yang suka meminjamkan buku. Ceritanya adalah kenangan seorang penulis yang menceritan kembali awal dia menjadi seorang penulis. Dia mengatakan bahwa belasan tajun lalu dia bertemu dengan gadis berkaca mata yang suka meminjamkan buku. Penulis ini juga mengatakan bahwa dia suka dengan buku yang judul alkemis lalu didalam buku tersebut dia teringat kata yaitu “Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu”. Ternyata gadis tersebut adalah menantu dari orang yang dihormati oleh sang penulis. mereka kadang kadang bertemu di tempat kerja. Penulis ini juga menyesal karena tidak memberikan buku yang berisi cerpen pertanmanya yang terbit 4 tahun lalu. |
| Sulthan Sagara Abdurahman | 8E | 27 | gadis yag suka minjem buku |
| Alvin Andrianto Irawan | 8F | 1 | Dahulu kala, hiduplah seorang perempuan yang bernama Irene. Saat liburan musim panas dia berkenalan dengan laki-laki yang bernama Sherlock dan Lupin. Mereka menghabiskan liburan musim panas berpetualangan bersama, hingga terjadinya misteri yang harus terpecahkan oleh mereka. |
| Alya Hana | 8F | 2 | Mahasiswa-mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Ada yang meninggal akibat unjuk rasa tersebut. Seorang pedagang rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatakan ucapan terimakasihnya kepada pedagang rambutan tersebut. Pedagang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujurnya kepada pedagang rambutan tersebut. |
| Anindita Abdiyah Muhshi | 8F | 3 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya Tadi siang ada yang mati, dan yang mengantar banyak sekali. Mahasiswa-mahasiswa lah yang mengantarnya, mereka yang dulu berteriak “Dua ratus, dua ratus!”. Sampai bensin turun harganya, kita bisa naik bis pasar yang murah, mereka kehausan dalam panas bukan main. Saya melemparkan sepuluh ikat rambutan, memang sudah rezeki mereka. Mereka berteriak kegirangan dan berebutan seperti anak-anak kecil. Mereka menyoraki saya, dan ada yang turun dari truk lalu mengejar dan menyalami saya. Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar. Mereka sangat berterima kasih kepada saya. Mereka naik truk kembali dan masih meneriakkan terima kasih kepada saya. Saya tersedu, belum pernah seumur hidup orang-orang berterima kasih begitu jujurnya pada orang kecil seperti kita. |
| Dandy Fauzta Armand | 8F | 6 | Saya membaca tentang golf , sejarah golf , petinggi atau bintang golf pada setiam masa nya , dan peraturan golf dari masa ke masa , saya membaca nya di artikel golf |
| Dimas Zaki Maulanaa | 8F | 8 | Tiga Manula Jalan Jalan ke Singapura |
| Faira Fitriyani Djajasasmita | 8F | 9 | Ada seorang pedagang rambutan yang terharu karena ada orang yang berterima kasih dengan tulus dan jujur kepadanya karena pedagang itu membagikan rambutannya ke Mahasiswa – mahasiswa. |
| Gandhi Mahardika Setiaboedi | 8F | 10 | Ada seorang pengangguran Yang dapat hidup lagi setelah dibunuh, orang itu sekarang sudah menghancurkan satu organisasi gangster Yang menggangu tetangganya. Namun, tiba tiba bos dari gangster itu datang Dan sekarang Dia berurusan dengan sebuah perusahaan besar Di negaranya. |
| Keisha Callista Putri | 8F | 12 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” memiliki moral yaitu semangat perjuangan. |
| Mohammad Fadelis Jibril | 8F | 14 | Dari bacaan tadi saya mengtahui rakyat demo |
| Muhammad Hilmy Wiratama | 8F | 15 | Suku-suku Turki di Anatolia mulai memberontak kepada Utsmani. Sultan Murad kemudian mengarahkan komandannya, Hamza untuk memadamkan pemberontakan itu. Alhasil, semua pemberontakan diatasi dan Utsmani memperluas daerahnya di Anatolia |
| Nadia Tanisha Ariana | 8F | 16 | Bapak yang sedang asyik menggulung jaring & mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam. Bapak hari ini sedang pusing karena memikirkan SPP anaknya yang bungsu, karena jika tidak dilunasi anaknya tidak bisa mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awak semester. |
| Raden Raissa Ardine Fakhirah | 8F | 20 | Nabi Muhammad meninggalkan Madinah menuju Makkah dengan membawa pasukan sebanyak sepuluh ribu orang sahabat. |
| Rafid Zia Kurniawan | 8F | 21 | Langdon mencari tahu dan menyelidiki penyebab hilangnya lukisan dari museum |
| Rasya Raditya Rachman | 8F | 22 | menunjukkan contoh virus yang masih aktif, dan tersimpan di dalam tabung kecil yang disegel Setelah masuk ruang laboratorium, lelaki jangkung berwajah oval itu berdiri di samping saya. Kami berbincang-bincang sejenak, kemudian saya mengajaknya menuju peralatan yang sudah saya persiapkan sejak pagi tadi. Ia mengerutkan dahi dengan satu mata memicing ke arah mikroskop berteknologi tinggi. Ia terlihat canggung, gugup, dan tangannya agak gemetar. Sepertinya, ia tak biasa dengan pekerjaan ini. Tak berapa lama, ia mengangkat tangannya yang putih lemas ke atas matanya, lalu menyeka sedikit keringat di keningny Saya menarik napas panjang dengan tatapan berkaca-kaca. Istri saya menggeledah seluruh pakaian saya untuk mencari tahu perihal surat pengantar itu. Saya katakan bahwa surat palsu itu berada di atas meja di dalam ruang laboratorium. Sebelum istri saya pergi meninggalkan tempat, dengan suara berbisik saya memberinya pesan agar menyimpan tabung virus itu dengan sebaik-baiknya. ”Wabah yang dikurung itu jangan sampai jatuh di tangan orang yang tak bertanggung jawab,” tegas saya. |
| Revany Dealova Soekasno Putri | 8F | 23 | Terdapat banyak mahasiswa yang mengantar orang yang mati dengan truk terbuka. Mereka kehausan dan kepanasan. Jadi, saya lempar sepuluh ikat rambutan untuk mereka. Dan mereka semua berterimq kasih kepada saya. |
| Ronaldo Razki Wargakusumah | 8F | 24 | perasaan terharu seorang tukang rambutan yang sangat diapresiasi para mahasiswa yang kelihatannya sedang melakukan demonstrasi dan kelelahan |
| Vivian Sadidah Rachman | 8F | 28 | Puisi yang menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan mahasiswa untuk mendapatkan hak hak rakyat.Dan juga menggambarkan seorang tukan rambutan yang baik hati memberikan rambutan kepada mahasiswa yang sedang berjuang. |
| Allisya Tristan Putri Purnomo | 9A | 1 | Bapa itu melihat ada mahasiswa-mahasiswa, mereka kehausan, Terbakar muka di atas truk terbuka. Bapa itu melemparkan sepuluh ikat rambutan. Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani Dan menyoraki si bapa. Ada yang turun dari truk, Mengejar dan menyalami si bapa. Mereka naik truk kembali Masih meneriakkan terima kasih mereka. Bapa itu tersedu, Belum pernah seumur hidup ada Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti bapa dan istrinya. |
| Muhammad Dinar Raihan Anargya | 9A | 15 | Bacaan Maskumambang karya WS Rendra
Bacaan tersebut menggambarkan situasi zaman sekarang. Banyak orang yang tidak menguasai ilmu. Bangsa kita digambarkan seperti dadu yang terperangkap oleh hutang dan mudah dikuasai bangsa yang lain. Dalam bacaan tersebut juga disebutkan bahwa kekerasan merajalela dan bangsa ini rapuh karena tidak ada persatuan. |
| Rastiwi Apsari Putri | 9A | 24 | Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya |
| Tania Janesya Hasan | 9A | 26 | So the 12-year cycle of the Chinese Zodiac begins with the rat. After him comes the ox who is followed by the tiger. After them come the rabbit, dragon, snake, horse, goat, monkey, rooster, dog and pig, in that order. The cat, it must be noted, has no place in the zodiac. She wasn’t among the first twelve. In fact she was lucky to finish, having almost drowned in the river. |
| Alika Aulia Rahmadhania | 9B | 2 | (Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya) Menceritakan tentang seorang tukang rambutan yang sedang bercerita kepada istrinya bahwa ia tadi melihat demo para mahasiswa, dan ia memberikan 10 ikat rambutannya kepada mahasiswa -mahasiswa itu. |
| Azumah Dhafin Novandika | 9B | 5 | Pak rambutan belum pernah seumur hidup orang berterima-kasih begitu jujurnya |
| Farrazetha Yogo Swara | 9B | 8 | Kabut fajar menyusut dengan perlahan. Bunga bintaro berguguran di halaman perpustakaan. Di tepi kolam, di dekat rumpun keladi, aku duduk di atas batu, melelehkan air mata. Cucu-cucuku! Zaman macam apa, peradaban macam apa, yang akan kami wariskan kepada kalian! Jiwaku menyanyikan tembang maskumambang. Kami adalah angkatan pongah. Besar pasak dari tiang. Kami tidak mampu membuat rencana manghadapi masa depan. Karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu, dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini, maka rencana masa depan hanyalah spekulasi keinginan dan angan-angan. Cucu-cucuku! Negara terlanda gelombang zaman edan. Cita-cita kebajikan terhempas waktu, lesu dipangku batu. Tetapi aku keras bertahan mendekap akal sehat dan suara jiwa, biarpun tercampak di selokan zaman. Bangsa kita kini seperti dadu terperangkap di dalam kaleng utang, yang dikocok-kocok oleh bangsa adikuasa, tanpa kita berdaya melawannya. Semuanya terjadi atas nama pembangungan, yang mencontoh tatanan pembangunan di zaman penjajahan. Tatanan kenegaraan, dan tatanan hukum, juga mencontoh tatanan penjajahan. Menyebabkan rakyat dan hukum hadir tanpa kedaulatan. Yang sah berdaulat hanyalah pemerintah dan partai politik. O, comberan peradaban! O, martabat bangsa yang kini compang-camping! Negara gaduh. Bangsa rapuh. Kekuasaan kekerasan merajalela. Pasar dibakar. Kampung dibakar. Gubuk-gubuk gelandangan dibongkar. Tanpa ada gantinya. Semua atas nama takhayul pembangunan. Restoran dibakar. Toko dibakar. Gereja dibakar. Atas nama semangat agama yang berkobar. Apabila agama menjadi lencana politik, |
| Khansa Raniya Djajasasmita | 9B | 13 | Ada seorang laki-laki yang berterima kasih kepada perempuan yang sudah meminjamkan bukunya, dan meminta maaf karena belum bisa membalas kebaikannya. |
| Rizqiqa Nurzahra K. | 9B | 22 | menceritakan seorang tukang rambutan yang berempati pada mahasiswa dengan membagikan jualan rambutan, lalu para mahasiswa berterimakasih berkali-kali. |
| Sofia Alma Subrata | 9B | 24 | Ada seorang gadis yang sering meminjam buku padanya. Dan itu memiliki peran yang hebat dalam dirinya |
| Abiel Dzaki ibrahim | 9BBIL1 | 1 | Ikan untuk Bapak
asyik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat tanpa terduga. Hari ini kepala bapak pusing sekali. Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. |
| alina zahra shazia hakim | 9BBIL1 | 2 | Kita tidak menguasai ilmu, sehingga rencana masa depan hanyalah spekulasi keinginan dan angan-angan. Dahulu kala bangsa kita dikuasai oleh penjajah, tanpa kita berdaya melawannya. Terjadi kerusuhan, tetapi jangan sampai politik menjamah ruang iman dan akal di dalam daulat manusia |
| Alisha Arna Nursyifa | 9BBIL1 | 3 | seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mahasiswa- mahasiswa yang ada di truk, dan mahasiswa – mahasiswa itu berterima kasih kepada bapak ini dan membuat bapak ini sampai tersedu karena dalam hidupnya belum pernah melihat orang yang berterima kasih begitu jujurnya pada orang kecil. |
| Atinna Amarwatasita | 9BBIL1 | 5 | Suatu kejadian yang terjadi hingga seseorang meninggal yang menyebabkan orang-orang tersebut kekurangan sumber daya sehari-harinya. Tetapi ada seorang pendagang rambutan yang melempar beberapa rambutan dan semuanya berterima kasih sambil bersorak. Belum pernah dihidupnya ia merasakan seorang yang kecil di beri terima kasih sebesar itu. |
| daffa faza rosada | 9BBIL1 | 8 | Puisi ini menggambarkan semangat berjuangan, menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. |
| dziya zayyanna | 9BBIL1 | 9 | professor yang sedang meneliti virus sars menerima seorang tamu mencurigakan yang ternyata mencuri tabung biru berisi virus milik dirinya |
| Haidar Fatih Muzhaffar | 9BBIL1 | 13 | Puisi Maksubambang oleh WS Rendra menceritakan tentang generasi lalu yang menyesal tentang kondisi negara yang telah dibawa olehnya, seperti pembangunan dan tatanan hukum yang mencontoh tatanan dari zaman penjajahan, kekerasan yang merajalela dengan nama semangat agama, dan politik yang terlalu menyentuh ruang iman dan akal. |
| Keisya Putri Rachmagita | 9BBIL1 | 14 | cerita ini menceritakan tentang tukang rambutan yang memberikan 10 ikat rambutan kepada mahasiswa yang sedang berdemo yang kemudian tersentuh oleh ketulusan ucapan terimakasih mahasiswa tersebut |
| Maura Rachima F | 9BBIL1 | 17 | Setelah ayah dari aku meninggal tidak ada lagi orang yang bisa mencicipi atau mengomentari masakkan ibu yang tak segan untuk memujinya setinggi Menara Parang Gardu. Aku sendiri kurang baik dalam hal ini sampai-sampai ia tidak bisa membedakan sayur nangka yang sudah basi. Untungnya tokoh aku mendapatkan istri yang suka memasak juga walaupun antara sang istri dan ibu memiliki prinsip yang saling bertolak belakang akibat perbedaan generasi, sang istri lebih suka menggunakan bumbu yang instan dari pada menanam dan merawatnya sendiri seperti yyang dilakukan oleh ibu dari tokoh aku. Tetapi ppada akhir cerita tokoh ibu si aku mulai menerima perbedaannya dan lebih memilih untuk menanam bungan di halaman eumah agar rumah terasa lebih meriaah karena akan kedatangan anggota baru, yaitu anak yang sedang di kandung oleh istri tokoh utama. |
| Nawla Marva Sufaira | 9BBIL1 | 23 | Puisi tentang kekhawatiran penulis mengenai isu-isu yang beredar saat ini |
| Ryuchi Naiya Kamil Rosadi | 9BBIL1 | 24 | Puisi Maskumambang tersebut menceritakan tentang kesedihannya penulis terhadap masa depan. Masa depan yang generasinya akan tinggalkan untuk cucu-cucu mereka. Ia berkata generasinya tidak berilmu cukup, dan tidak bisa merencanakan masa depan dengan benar. Sistem hukum dan pemerintahan berasa seperti yang ada di masa penjajahan. Bangunan-bangunan dibakar dan dibongkar atas nama pembangunan yang juga serasa mencontohkan masa penjajahan. Bangunan dan gereja dibakar atas nama semangat agama yang berkobar. Dan jika agama telah terpengaruh politik, pasti erosi agama terjadi. Politik tidak memiliki hati, telinga, atau kepala. Politik hanya mementingkan menang dan kalah, teman dan lawan. Politik memang dibutuhkan, tetapi jangan-jangan politik tersebut masuk ke dalam agama dan akal manusia biasa. Hari sudah pagi, dan bau bawang goreng tercium oleh penulis. Istrinya memanggilnya, ia ingin berkata tetapi istrinya memotongnya, berkata kepadanya untuk diam saja dan menulis sajak. |
| Shafira Alina Kinasih | 9BBIL1 | 25 | Sepatah kata “Terima kasih” sangat berharga untuk tukang rambutan itu. |
| Tasya Salsabila | 9BBIL1 | 27 | Penulis menyampaikan pesannya pada generasi. Kalau pada zamannya sudah kacau, bisa saja zaman kalian lebih parah. Oleh karena itu, berpegang kuatlah pada iman dan taqwa yang tidak akan termakan dan terkikis oleh zaman yang tidak punya hati. |
| Alisha Sukma Widyadhana Putri | 9BIL2 | 2 | Sosok ‘Aku’ pada awalnya membaca di media sosial Facebook tentang ulasan Sang Alkemis yang menurut penulis itu kurang berkesan, namun baginya Sang Alkemis merupakan salah satu buku yang mengubah kehidupannya bahkan setelah ia memutuskan untuk menjadi penulis. Pertama kali ia membaca buku Sang Alkemis ialah ketika ia diperkenalkan dan dipinjamkan bukunya oleh seorang gadis cantik berkacamata dan sudah cukup lama menekuni dunia literasi meskipun umurnya jauh lebih muda. Aku juga menjaga jarak pada gadis itu karena ia meruoakan calon menantu dari seseorang yang sangat dihormatinya. Gadis berkacatama itu sering kali meminjaminya buku bukan hanya satu kali melainkan berulang kali dan memberinya dua buku sekaligus. Gadis itu juga sudah menerbit beberapa buku dan salah satu diantaranya pernah menjadi kontroversial. Tetapi Sosok ‘Aku’ tidak bisa memahami jalan cerita dari salah satu buku yang dipinjami gadis yang kini sudah menjadi ibu dari putri kecil nan lucu, mungkin karena ia terlalu sering berpikir sederhana sehingga ia lebih memilih membaca kumpulan esai penulis itu. Aku juga tak sempat memberikannya buku kumpulan cerpen pertamaku yang terbit empat tahun lalu mungkin karena aku masih kurang percaya diri menyajikan buah ciptaku sendiri. Kini buku yang dicetak terbatas itu sudah tiggal satu eksemplar dan menjadi koleksi pribadiku saja. |
| Azalya Kayla Putri Purwanto | 9BIL2 | 6 | Seorang perempuan yang memiliki penyakit bernama Alice in Wonderland. Penyakit yang membuat orang merasa kecil dari dunia ataupun sebaliknya merasa terlalu besar dari semuanya sehingga tidak bisa melakukan apa-apa. Saat dia memasuki episode itu dia menjadi tidak sadar dan merasa dia salah jika ada di dunia ini. Dia bisa menyadarkan dirinya sendiri dengan rasa sakit secara fisik. Suatu hari dia mengalami episode itu di tengah jalan setelah dia bertengkar dengan ayahnya di rumah. Dia melihat kesekeliling menjadi lebih besar dan dia merasa terlalu kecil sehingga tidak pantas ada di dunia ini. Dia mengambil pecahan kaca dari rumah terbengkalai dan menggenggamnya erat-erat. Temannya yang murid baru di sekolah melihat dia dan menghentikan aksinya dengan memeberitahu kata kata yang menenangkan dia. Dia kembali sadar, dan menyadari bahwa teman barunya itu bisa membuat episode dia berhenti hanya dengan kata-kata. Singkat waktu teman baru itu menjadi dekat dengan dia karena teman barunya mengetahui bagaimana keadaan si dia. Dengan waktu yang berlalu, akhirnya dia ini sudah tidak pernah mengalami episodenya dan sembuh dengan penyakit yang dia punya. |
| Casaluna de Luzia | 9BIL2 | 7 | Seorang gadis yang suka meminjamkan buku. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan padaku. Sekian tahun silam kami berdua pernah beberapa kali bertemu dan terlibat dalam perbincangan yang cukup hangat. Kini ia telah tumbuh menjadi seorang ibu yang memiliki anak cantik juga lucu. |
| Farah Amelia Sukma | 9BIL2 | 9 | Bapak adalah seorang nelayan yang sedang kesulitan mencari ikan. Dulu beliau bisa menghasilkan jutaaan rupiah sekali berlayar. Namun sekarang, tidak dapat sepeser pun. Anak bungsunya pulang menangis karena jika SPP yang sudah menunggak dari awal semester tidak dibayar, maka ia tidak boleh mengikuti ujian semester. Bapak tidak bisa melaut karena sedang musim timur, salah satu tetangganya hampir tenggelam. Bapak memaksakan diri melaut di malam hari demi membayar uang sekolah si bungsu. Bapak mendapat ikan terubuk besar yang bisa bernilai jutaan rupiah, namun ikan tersebut ternyata dilindungi negara dan bapak dipanggil oleh seorang laki-laki berkacamata hitam. Bapak sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya. |
| Fathia Rahma Kirana | 9BIL2 | 11 | Menceritakan tentang perempuan yang suka membaca buku |
| Fayla Khayrissa Rahmadita | 9BIL2 | 12 | ………….. |
| Georgetta Satchel Tallulah | 9BIL2 | 13 | menurut mochtar lubis, masyarakat indonesia erat dengan sikap hipokrit, enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, berjiwa fuedal, percaya takhayul, artistik, berwatak lemah, dan ciri sikap lainnya |
| Kazio Raban Brano I. | 9BIL2 | 14 | Seorang tukang rambutan yang memberikan barang dagangannya kepada mahasiswa yang sedang berdemonstrasi. |
| Made Diasty Kunthi Maharani | 9BIL2 | 16 | curhatan seorang penjual rambutan kepada istrinya. ia bercerita tentang perasaannya yang begitu terharu ketika mendengar ucapan terima kasih yang keluar dari mulut para mahasiswa-mahasiswa yang sedang berdemo. ia terharu mendengar ucapan terima kasih yang keluar begitu jujurnya. selama ini ia selalu berpikir bahwa tidak akan ada orang yang mau mengucapkan itu kepada orang “kecil”seperti dirinya. |
| Muhammad Kaisar Raya | 9BIL2 | 18 | Seorang tukang rambutan kepada istrinya: Puisi ini mneceritakan sebuah tukang rambutan yang sedang menceritakan sebuah cerita kepada ibunya, pada suatu hari sejumlah mahasiswa yang kehausan karena hari yang panas datang melewati bis. Karena tukang rambutan merasa kasihan dengan para mahasiswa dia memberikan sepuluh ikat rambutan kepada mereka. Dikarenakan kebaikan itu, para mahasiswa berteriak ‘hidup tukang rambutan’ berkali-kali. Mereka sampai memangku tukang rambutan sambil mengatakan kalimat tersebut. Pada akhirnya para mahasiswa berterima kasih dan pergi. Tukang rambutan merasa tersedu dikarenakan tidak ada orang yang telah berterima kasih sejujur-jujurnya kepada mereka. |
| Raihan Faiq Rafi | 9BIL2 | 21 | seorang tukang rambutan kepada istrinya
ada beberapa orang yang sedang naik truk terbuka dan kepanasan di bawah sinar matahari. lalu penjual rambutan memberikan 10 ikat rambutan dan mereka lalu bersorak senang dan memuji penjual rambutan |
| Rama Daniswara | 9BIL2 | 22 | Betapa tidak sedih, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Bapak sudah mencoba menemui taukenya yang biasa. Diamatinya laut yang sudah serupa ibunya sendiri. Sudah menghitam dan membawa minyak bersama riaknya ke pinggir pantai yang sudah menjadi tubir.
Sekarang melaut selama seminggu pun, kotak es yang digunakannya untuk menyimpan hasil tangkapan, tak terisi penuh. Kepada si bungsu, ia berjanji bahwa esok akan membawa ikan yang banyak untuk dijual di pasar, sehingga menghasilkan uang yang banyak. Sambil mencium punggung tangan bapaknya, ia berujar, «Hati-hati, ya, Pak,» yang dibalas Bapak dengan senyum getir. Terakhir, ia mencium kening istrinya yang sedari tadi sibuk merajut jaring dari benang nilon. Istrinya yang tidak biasa dicium sontak kaget, meski tidak diperlihatkan betul. Lalu, Bapak beranjak menuju pantai yang hanya berjarak satu lemparan batu dari halaman rumahnya. Bapak sengaja melaut pada malam hari agar tidak membutuhkan usaha yang begitu besar mengayuh dayung. Barangkali itu jua alasan kenapa Lancang Kuning berlayar malam, seperti lirik lagu pada siaran radio yang sering didengar Bapak. Ia teringat masa-masa dulu belum punya mesin diesel, laut ditujunya dengan setangkai dayung yang diayun sepasang tangan, seolah menyibak riak gelombang. Jaring itu dihamparkan di laut serupa net pada lapangan voli yang dibentang sejauh berapa ratus depa. Di sekelilingnya tak dijumpai satu pun kapal yang tengah menjaring. Bahkan, baru-baru ini terjadi konflik antara nelayan tradisional dan nelayan jaring batu yang mengakibatkan pembakaran kapal nelayan jaring batu oleh nelayan tradisional. Dengan sabar ia menunggu ikan mampir dan memakan umpan yang diberikan. Bapak memandang ke arah langit berwarna biru pekat dengan bintik-bintik putih yang cemerlang. Dahulu, ketika usianya masih teramat muda, ayahnya mengajarkan beberapa bentuk rasi bintang yang dijadikan penunjuk arah. Sebaliknya, di selatan ada rasi bintang layang-layang atau salib selatan yang juga memiliki nama lain Crux. Arah timur agak ke tenggara sedikit, ada titik bintang yang terang serupa cacing meliuk yang dikenal sebagai rasi bintang kalajengking. Sekarang, ketika ia yang melaut, dapat satu kotak fiber saja sudah syukur. Umpan yang diberikan sudah habis, namun ikan tidak satu pun yang tersangkut. Semoga saja esok ketika jaring diangkat, ketidakberuntungannya berakhir dengan banyaknya ikan yang berhasil ditangkap. Ditunggunya hingga matahari sedikit meninggi, berharap semakin banyak ikan yang tersangkut di sana. Seekor terubuk bertelur bisa dihargai hingga sejuta rupiah, kononlah beberapa ekor yang didapatnya. Mentari semakin terik, sedang ia belum juga selesai mengumpulkan semua ikan yang terjaring. Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali sebagai tanda agar Bapak menautkan tali tersebut ke Perahunya. |
| Tiara Madina Arisetio | 9BIL2 | 26 | . |
| Annisa Zahra Hanifah | 9C | 2 | Salah jika menganggap kosan 95 sebagaj kos kosan biasa. Siapapun yang mendapatkan undangan kamar dan biaya ditanggung oleh tuan rumah, tapi dengan biaya apa? tidak ada yang tau |
| Aryangga Fadillah Arham | 9C | 3 | Pada suatu hari ada yang mati, dan diantarkan oleh mahasiswa-mahasiswa dan anak-anak sekolah yang dulu berteriak dua ratus, dua ratus sampai bensin turun harganya dan bis pasar juga turun harganya. Mereka kehausan dalam panas bukan main di atas truk terbuka. Sang tukang rambutan melemparkan 10 ikat rambutannya pada mereka lalu mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan lalu menyoraki sang tukang rambutan tersebut “Hidup tukang rambutan!” bahkan sampai ada yang turun dari truk dan menyalami tukang rambutan tersebut. Sang tukang rambutan terharu karena tidak pernah ada yang sebegitu berterimakasihnya pada orang kecil seperti dirinya |
| Audrey Queenara Haribudiman | 9C | 4 | Walaupun hanya orang kecil, mereka juga adalah manusia yang memiliki hati dan mereka sungguh menghargai segala bentuk apresiasi. |
| Diandra Aria Yufana | 9C | 7 | Gadis baik yang sering meminjamkan buku |
| Khaira Naurisha Bestari | 9C | 9 | Tentang gadis yang suka meminjam buku |
| M Zaky Defrian | 9C | 11 | Penjual tukang rambutan yang sukses |
| Natasya Adelia | 9C | 16 | Puisi berjudul “Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” karya Taufik Ismail ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujurnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| Nayara Annaba Zalikha | 9C | 17 | Matahari 1/2 Lingkar (Webtoon)
Joy baru saja sampai, Ia memeluk Kay dan meminta maaf karena delay 3 hari. Kemudian mereka pun masuk ke apartemen. Saat pintu lift terbuka, terlihat sosok Ben (senior Kay di kantor). Ia menyapa Kay dan Joy. Joy melihat 2 loyang pizza yang dibeli oleh Ben. Ia tergiur oleh pizza itu. Ben menawari pizza itu, karena adiknya tidak pulang. Akhirnya mereka pun memakan pizza di tempat Kay. Keesokan paginya, Ben dan Kay berniat untuk bekerja. Ben menawari Kay untuk berangkat kerja bersama. Kay menerima ajakan itu. Selama di perjalanan mereka membicarakan banyak hal. Tiba-tiba, handphone Kay berdering. Ia mau mengambil handphone nya di dalam tas. Saat mau mengambil handphone, tiba-tiba sebuah kertas terjatuh dari tas Kay. Ben berinisiatif mengambil kertas tersebut. Ternyata di kertas tersebut terdapat gambar Kay. Ia menggambar Arka. Lalu Ben bertanya bahwa sepertinya Kay sering menggambar Arka. |
| Raja Ram Edo Tarigan | 9C | 20 | Menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. |
| Rhayyhan budhi pramadhi | 9C | 21 | Mantap |
| Rhean Darma | 9C | 22 | Zaman sudah tidak seperti dulu lagi |
| Saskia Nabila Suparjan | 9C | 23 | sebuah keluarga yang bergantung pada tangkapan ikan sang kepala keluarga |
| stacia cleo | 9C | 25 | Puisi Ballada berjudul “Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” karya Taufik Ismail ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata pkepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujutnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| Aisah Nadira P | 9D | 1 | Seorang mahasiswi yang demo untuk kepentingan bersama. |
| alya azzahra | 9D | 6 | seorang penulis yang menurut saat ini menjadi seorang penulis harus mengorbarkan ekonominya yang kurang, dan ia menemukan seorang gadis berkacamata yang hobinya sama juga dengannya. ia sering meminjamkan buku hasil karyanya untuk dibaca, awalnya ia suka kepadanya tetapi mengingat ia adalah calon tunangan yang ia hormati, maka ia pendam, ia juga mengliris beberapa karyanya menjadu buku |
| Ardelia Shafina | 9D | 7 | Puisi ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami para mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang amat ikhlas kepada tukang rambutan tersebut. |
| Azkia Chaerunnisa | 9D | 9 | Ringkasan bacaan “Gadis yang Suka Meminjam Buku”
Bacaan tersebut menceritakan seorang lelaki yang mempunya profesi sebagai penulis dan seorang gadis cantik berkacamata yang juga adalah penulis, gadis itu sering memminjamkan buku dari sang lelaki. Gadis itu juga sepertinya lebih berpengalaman dalam hal literasi dan terkadang mengingatkan sang lelaki dengan mantannya. Kini, gadis berkacamata sudah menikah dan mempunyai anak dan sang lelaki agak menyesal karena dia sempat melupakan jasa-jasanya. Menurut sang lelaki, gadis cantik itu adalah orang yang hebat. |
| Gde Sathya Dhanuaga | 9D | 13 | Nelayan yang kekurangan uang untuk membayar uang SPP anaknya. |
| Nisrina Shafiyyah Haripuspita | 9D | 20 | Tadi siang ada yang mati,Dan yang mengantar banyak sekali Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus! Sampai bensin juga turun harganya Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula Mereka kehausan datam panas bukan main Terbakar muka di atas truk terbuka Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu Biarlah sepuluh ikat juga Memang sudah rezeki mereka Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan Seperti anak-anak kecil “Hidup tukang rambutan!” Hidup tukang rambutani Dan menyoraki saya.Tak bisa bicara Doakan perjuangan kami, pak, Mereka naik truk kembali Masih meneriakkan terima kasih mereka “Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!” Saya tersedu, bu. Saya tersedu Belum pernah seumur hidup Orang berterima-kasih begitu jujurnya Pada orang kecil seperti kita. |
| Rameera Quisha Baby Adhinegara | 9D | 22 | Karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu, dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini, maka rencana masa depan hanyalah spekulasi keinginan dan angan-angan. |
| venaya zalfaa varisa | 9D | 25 | Gadis yang Suka Meminjamkan Buku |
| Ahmad Maulana Irsyad | 9E | 2 | Puisi Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata pkepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujutnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| ardisa kanani amanna | 9E | 5 | banyak orang yang masih membutuhkan pertolongan kita, seperti cerita tadi bapa itu memberi rambutan kepada anak anak yang sedang membutuhkan pertolongan |
| Bunga Ayunda Putri Andini | 9E | 6 | Hananta dan Gege menjalani hari hari seperti biasa dan layaknya anak sma seperti orang orang |
| Davina alyadilla | 9E | 7 | jangan gampang percaya sama org |
| Deralgy Andika Putra | 9E | 8 | perjuangan para mahasiswa yang mengobarkan semangatnya demi memperjuangkan hak-hak rakyat. Selain itu juga pada puisi ini menggambar kebaikan hati seorang pedagang rambutan yang dengan keikhlasannya memberikan sebagian rambutannya jualannya kepada para mahasiswa yang sedang berjuang memperjuangkan hak-hak rakyat. |
| Elvira Valeska | 9E | 9 | Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya. Entah sudah berapa warsa kami tak lagi duduk berdua untuk saling bertukar cerita, lantas dia meminjami aku buku-buku miliknya |
| Fachri Rabinra Akbar | 9E | 10 | Mau tak mau aku pun mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkanku dengan nama sastrawan asal Brasil itu. Sang Alkemis merupakan buku pertama yang dia pinjamkan kepadaku. Sekian tahun silam kami berdua pernah beberapa kali bertemu dan terlibat dalam perbincangan yang cukup hangat. Waktu itu dia sudah cukup lama menekuni dunia literasi
Tak akan kumungkiri bahwa dia perempuan yang menarik. Ada pesona yang mengemuka saban melihatnya berkata-kata dengan lincah. Parasnya sekilas mirip Yuni Shara, apalagi gaya bicaranya berlogat Jawa Timuran yang khas pula. Namun, sejujurnya dia sedikit mengingatkanku pada sosok dara yang pernah membuatku jatuh cinta kala semester pertama kuliah dahulu dan mematahkan hatiku sehabis itu. Mereka berdua kebetulan sama-sama memakai kacamata. Dia pernah meminjamkan karya Paulo Coelho lainnya yang berjudul Iblis dan Miss Prym. Maka kemudian aku menjadi penggemar sastrawan asal Brasil itu serta mengoleksi beberapa buku karyanya, termasuk Sang Alkemis tentunya. Sementara itu, karya Jostein Gaarder yang direkomendasikan kepadaku berjudul Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta. Novel tersebut ternyata cukup kontroversial karena ditulis berdasarkan surat-surat rahasia mantan kekasih Santo Agustinus, seorang tokoh agama terhormat yang hidup berabad-abad silam Barangkali sudah sekitar satu dekade secara rutin aku pergi ke toko buku, setidaknya Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya |
| Latisya Aurelly | 9E | 12 | Olimpiade Surabaya
Valerie dan Travis terpilih untuk melakukan olimpiade yang berada di Surabaya. Tetapi pada saat mendekati hari H, tiba tiba Valerie sakit dan tidak bisa mengikuti olimpiade bersama dengan Travis. |
| Mahira Dithia Mashuri | 9E | 13 | Harry Potter terlihat duduk di sebuah taman bermain di tengah musim panas. Tak lama kemudian, sepupunya Dudley Dursley datang bersama teman-temannya untuk merundung Harry. |
| Medina Rahma Falisha Wibowo | 9E | 15 | Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya. Entah sudah berapa warsa kami tak lagi duduk berdua untuk saling bertukar cerita, lantas dia meminjami aku buku-buku miliknya sembari memberi kata pengantar tentang betapa menariknya mereka |
| Muhammad Hasyim Rasyid Asytari | 9E | 19 | Puisi Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata kepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatakan ucapan terima kasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujutnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| Muhammad zaidaan brilian | 9E | 20 | setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu —bangunan paling tinggi di kota kami serta bangunan tertinggi yang pernah dilihat ayah seumur hidupnya. Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.” |
| Nandana Aristo N. | 9E | 21 | “Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” karya Taufik Ismail ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata pkepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujutnya kepada tukang rambutan tersebut. |
| Seka Nabila | 9E | 25 | Barangkali sudah sekitar satu dekade secara rutin aku pergi ke toko buku, setidaknya sebulan sekali guna membeli sejumlah buku baru. Demikian pula jika terselenggara pameran buku maupun acara-acara literasi lainnya. Namun, adanya pandemi korona membuatku tidak bisa lagi melakukan kebiasaanku karena tiadanya anggaran untuk hal itu. Maka aku pun membuka-buka lagi koleksi buku yang lama tersimpan, termasuk mencoba membaca kembali novel yang pernah ditulis gadis cantik berkacamata itu. Siapa tahu momentumnya sudah tiba bagiku yang akhirnya mampu menerima dengan baik curahan pemikiran serta perasaan dirinya yang tertuang dalam sebuah buku. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya. Entah sudah berapa warsa kami tak lagi duduk berdua untuk saling bertukar cerita, lantas dia meminjami aku buku-buku miliknya sembari memberi kata pengantar tentang betapa menariknya mereka. Mungkin kapan-kapan aku bisa membalas meminjamkan buku-buku kepunyaanku kepadanya, tentu jika dia bersedia menerima tawaranku. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Kuharap kelak bisa kumiliki buku tersebut, kendati tiada jaminan apakah aku bisa memahaminya atau tidak. Oh ya, sejatinya aku menyesal tak sempat memberinya buku kumpulan cerpen pertamaku yang terbit empat tahun lalu. Entah kenapa aku melupakannya dan tak mengingat jasa jasanya waktu itu. Apakah mungkin tempo hari aku masih kurang percaya diri menghidangkan buah ciptaku sendiri? Buku yang dicetak terbatas itu kini tak tersisa lagi, kecuali satu eksemplar sebagai koleksi pribadiku belaka. Cerita pendek ini kusuratkan demi mengejawantahkan rasa terima kasihku kepadanya dan pertanda bahwa aku masih mengingat peranan signifikan dirinya dalam kehidupanku. Barangkali juga kesempatan bagiku untuk meminta maaf, lantaran tak kunjung mampu membalas segala kebaikan hatinya terhadap diriku. |
| Zavier Arya Winata | 9E | 26 | Zard dan Wish Akhirnya berpisah dan kembali ke kehidupan mereka masing masing |
| Anugrah Anazaly | 9F | 2 | Ketika virus itu menghilang semua orang akan berbahagia karena tidak ada ancaman bagi kita akan melakukan kegiatan apapun |
| Avicena Akbar | 9F | 3 | Lagi asyik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, dengan kecepatan yang tak terduga, sebuah speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat. Kemudian seorang yang berseragam melemparkan tali sebagai tanda agar Bapak menautkan tali tersebut ke Perahunya. Beberapa lelaki gagah—lengkap dengan segala atribut di dada—turun ke perahu Bapak. Setelah basa-basi seadanya, mereka bertanya tentang surat-surat kapal. Bapak menunjukkan salinan surat yang ditandatangani oleh Syahbandar. Ketika Bapak tengah ditanyai oleh beberapa orang, beberapa lainnya membongkar tempat penyimpanan ikan miliknya dan kemudian berteriak, ”Ditemukan beberapa ekor terubuk dalam kondisi bertelur!” Seorang laki-laki berkacamata hitam—agaknya pimpinan mereka—terlihat mengeraskan rahang. Sambil menatap tajam, ia berkata, ”Bapak tahu kalau sekarang adalah musim pelarangan penangkapan ikan terubuk?” Bapak terdiam mematung. Wajahnya pucat pasi. Terbayang keluarganya makan seadanya (lagi), dan si bungsu merengek minta uang sekolah (dan lagi). Pikirannya kalut, pandangannya sudah gelap.Tanpa menunggu Bapak menjawab, si pimpinan tadi kembali berujar, ”Bapak tahu kalau ikan terubuk dilindungi? Silakan naik ke kapal untuk kami mintai keterangan lebih lanjut.” Bapak tak lagi mendengar mereka berkata. Saat ini, telinganya hanya mendengar teriakan pilu anak istrinya—dan pandangan matanya sibuk menjelajahi seisi perahu mencari parang berkarat miliknya. |
| Dwi Khalila Nibras Muthmainnah | 9F | 4 | Ketika Virus Itu Menghilang
Saat itu juga, saya menunjukkan contoh virus yang masih aktif, dan tersimpan di dalam Sejak lelaki asing itu mengatakan ”luar biasa”, sudah ada sedikit kecurigaan pada diri Tetapi, sebagai tuan rumah saya berusaha mengendalikan suasana, serta tidak Saya menarik napas panjang dengan tatapan berkaca-kaca. Istri saya menggeledah seluruh pakaian saya untuk mencari tahu perihal surat pengantar itu. Saya katakan |
| Dyota Reginald | 9F | 5 | Gadis yang suka membaca buku |
| Farash Selena Rustam | 9F | 6 | Tapi apakah jenis ini bisa juga disebut corona?
Kemudian kata saya mencontohkan, Putar sekrup ini pelan-pelan, nanti mikroskop ini akan fokus dengan mata Bapak. Lelaki itu memutar sekrup, dan saya memerintahkan agar tetap fokus, sebab hanya sedikit saja terjadi pergeseran sudut, itu akan sangat memengaruhi. Nah, sekarang saya sudah lihat, ujar lelaki jangkung itu gembira. Sejak lelaki asing itu mengatakan luar biasa, sudah ada sedikit kecurigaan pada diri saya. Sebagai profesor di bidang kedokteran, sudah bertahun-tahun saya diberi kewenangan untuk mengadakan penelitian di laboratorium yang difasilitasi negara. Menghadapi tamu dari kalangan dokter atau mahasiswa kedokteran yang tengah mengadakan riset, sudah terbiasa bagi saya. Ketika saya berdiri dan melepas slide kaca dari mikroskop, memegangnya dengan tangan dan mengarahkannya ke jendela, lelaki berusia 40-an tahun itu menancapkan pandangannya agak sinis, lalu kata saya memecah kesunyian, Ya, virus-virus ini terlihat kecil sekali, seperti bola-bola berduri. Tapi Anda sendiri punya kewenangan untuk menyimpannya dalam keadaan aktif… Rasa khawatir dan curiga makin bertambah dalam diri saya. Saya membaca adanya kesenangan yang tak wajar pada ekspresi lelaki jangkung itu. Saya melirik surat pengantar di atas meja, yang diserahkan kepada saya ketika ia masuk tadi. Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah betul dia seorang dokter dan ahli farmasi seperti yang ditunjukkan pada surat pengantar tersebut. Tetapi, sebagai tuan rumah saya berusaha mengendalikan suasana, serta tidak menampakkan hal-hal serius yang bisa membuatnya tersinggung. Selanjutnya, ia masih menanyakan satu-dua pertanyaan, yang kemudian saya jawab apa adanya. Ia mengajukan satu pertanyaan terakhir tentang fenomena wabah yang dikurung, kemudian saya menjelaskan, Ya, kurang lebih seperti itu. Berarti dibutuhkan waktu lama lagi untuk menemukan jenis obatnya? Kemudian lanjut saya, Mereka akan mengikuti saluran air, merayap di sepanjang jalan, merambat ke saluran got dan sumur-sumur masyarakat, melahap orang seisi rumah, terus merembes ke dalam sumur-sumur produsen air mineral, waduk dan kolam renang, bahkan terbang melalui udara dan menempel di dedaunan dan tembok-tembok rumah. Ketika hujan turun, mereka akan terserap ke dalam tanah, muncul kembali di ribuan mata air dan sumur yang tak terduga. Entah kenapa, di hadapan lelaki jangkung yang baru saya lihat ini, tiba-tiba saya mengumbar terlalu banyak kata. Dalam soal ini, sebenarnya istri saya pernah memperingatkan, bahwa kebanyakan retorika yang disampaikan kepada pihak lain, apalagi seorang asing yang baru dikenal, hal itu justru menunjukkan kelemahan dan kekurangan saya sebagai seorang dokter profesional. |
| Kaylilla Putri Permata | 9F | 9 | tadi siang ada yang mati, dan yang mengantar banyak sekali. mereka, anak anak sekolah itu yang dulu berteriak, “dua ratus, dua ratus!” sampai bensin juga turun harganya, sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula, mereka kehausan dalam panas bukan main. sang tukang rambutan melemparkan sepuluh ikat buah rambutannya. dengan senang hati mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan seperti anak-anak kecil dan menyoraki sang tukang rambutan. sebagian turun dari truk dan menyalami tukang rambutan. saat itu sang tukang rambutan merasa tersedu, ia belum pernah merasakan hal hal seperti itu dalam hidupnya. “orang berterima-kasih begitu jujurnya pada orang kecil seperti kita.” ucap tukang rambutan pada istrinya. |
| Muhammad Hasya Nurhuda | 9F | 12 | Seseorang yang merasa sedih dan prihatin terhadap keadaan bangsa yang kacau |
| razita asya ghasani | 9F | 18 | Betapa tidak, sepulang sekolah, anaknya yang bungsu menangis meraung-raung. Katanya, sebelum melunasi tunggakan SPP ia tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian semester. Jumlahnya bukan sedikit. Biaya SPP anaknya per bulan sebesar Rp 75.000, dan sudah menunggak semenjak awak semester. Bapak sudah mencoba menemui taukenya yang biasa. Namun, sebelum utang yang sebelumnya—berikut bunga—dilunasi, Bapak tidak bisa meminjam barang sepeser pun. Hendak meminjam kepada Wak Ris pun dia sudah malu, sebab utang beras bulan lalu belum dibayarkan. |
| Raziv Athalla T | 9F | 19 | lalu sijuki berbincang dengan temannya |
| Ryu Ibrahim Faried | 9F | 22 | Seorang bapak yang banting tulang demi keluarga |
| Teuku Muhammad Rafsanjani | 9F | 25 | ”Jika engkau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan mendukungmu.” Bagiku Sang Alkemis justru menjadi salah satu buku yang mengubah perjalanan hidupku, terutama setelah aku berhasrat menjadi penulis cerita belasan tahun silam. Masih kusimpan hingga kini lembaran-lembaran kertas yang berisi tulisan tanganku yang tekun menyalin kalimat-kalimat inspiratif yang disuratkan Paulo Coelho dalam buku tersebut. Kukenang dialog kami yang berlangsung sekitar dua belas tahun silam. Sungguh aku tak mengerti, apakah hal yang dia ceritakan masih bisa terjadi pada hari ini. Yang jelas aku menyadari bahwa menjadi penulis cerita, penyair, atau bahkan seniman pelbagai bidang pada umumnya di negeri ini memang mesti selalu bersedia hidup prihatin dan bisa jadi kerap memiliki keterbatasan secara ekonomi. Aku sudah merasakannya sendiri. Gadis yang pernah suka meminjamkan buku kepadaku kini sudah menjadi ibu seorang putri kecil nan lucu. Aku masih bisa mengetahui gerak-geriknya lewat media sosial belaka, tapi aku hampir tak pernah menyapanya. Entah sudah berapa warsa kami tak lagi duduk berdua untuk saling bertukar cerita, lantas dia meminjami aku buku-buku miliknya sembari memberi kata pengantar tentang betapa menariknya mereka. Mungkin kapan-kapan aku bisa membalas meminjamkan buku-buku kepunyaanku kepadanya, tentu jika dia bersedia menerima tawaranku. Setahuku dia masih aktif menulis dan belum lama ini bahkan merilis sebuah buku baru berupa kumpulan puisi yang pasti menawan. Kuharap kelak bisa kumiliki buku tersebut, kendati tiada jaminan apakah aku bisa memahaminya atau tidak. Oh ya, sejatinya aku menyesal tak sempat memberinya buku kumpulan cerpen pertamaku yang terbit empat tahun lalu. Entah kenapa aku melupakannya dan tak mengingat jasa- jasanya waktu itu. Apakah mungkin tempo hari aku masih kurang percaya diri menghidangkan buah ciptaku sendiri? Buku yang dicetak terbatas itu kini tak tersisa lagi, kecuali satu eksemplar sebagai koleksi pribadiku belaka. |
| Abigail Ilona Nelwan | 9G | 1 | buku blm selesai dibaca |
| Abyan Ahmad Baihaqi | 9G | 2 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Puisi ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Di dalam puisi ini digambarkan perjuangan para mahasiswa yang mengobarkan semangatnya demi memperjuangkan hak-hak rakyat. Selain itu juga pada puisi ini menggambar kebaikan hati seorang pedagang rambutan yang dengan keikhlasannya memberikan sebagian rambutannya jualannya kepada para mahasiswa yang sedang berjuang memperjuangkan hak-hak rakyat. |
| Agnelia Chloe Maulana | 9G | 5 | Gadis yang suka meminjamkan buku |
| Ashilla Fadya Saddiqa | 9G | 8 | Kejujuran sebuah keterima kasihan merupakan hal yang baik dan itu untuk semua orang, baik orang kecil atau orang yang bertingkat |
| gavin avarel aditya | 9G | 10 | Lagi asyik menggulung jaring dan mengumpulkan ikan ke dalam kotak styrofoam, dengan kecepatan yang tak terduga, sebuah speedboat fiber mendekati perahu Bapak dan merapat |
| haiqa camilla | 9G | 11 | Maskumambang |
| Inara Alisha Kusumapatra | 9G | 12 | Seorang pemuda mengenang gadis cantik berkacamata yang memperkenalkannya dengan nama seorang sastrawan asal Brasil, Paulo Coelho. Sang alkemis merupakan buku pertama yang gadis itu pinjamkan padanya. Dari awal pemuda tersebut sadar diri untuk tidak terlalu akrab dengan gadis itu. Lantaran gadis itu adalah calon menantu orang yang pemuda tersebut hormati. Gadis itu kini sudah menjadi seorang ibu dari seorang putri kecil. Pemuda tersebut masih mengetahui gerak-gerik gadis itu dari sosial media. Setahu pemuda itu, gadis itu masih aktif menulis. |
| Karina Alyshia Candrawati | 9G | 13 | Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
Saat siang hari ada yang mati dan yang mengantar banyak sekali. Yaitu para mahasiswa, anak sekolah, dll. Mereka berteriak-teriak sampai mereka kehausan. Akhirnya tukang rambutan melemparkan sepuluh ikat rambutannya dan mereka berteriak- |
| Kayla Devina Helmi Putri | 9G | 14 | Menceritakan cerita sang penulis yang berjasa dan tak mudah untuk menjadi seorang seniman, atau berbagai keahlian di bidangnya. |
| Kinaura Anavatri Virgana | 9G | 15 | Para orang tua tidak mampu merencakan masa depan, karena itu zaman mereka ingin diwariskan kepada anak muda, tetapi perubahan zaman sangatlah berubah. Dan juga para anak muda tidak memiliki ilmu untuk merencakan masa depan. Tidak menguasai ilmu zaman sekarang maupun zaman dahulu. |
| Kirana Sari Priangani | 9G | 16 | Tukang yang memberi mahasiswa-mahasiswa 10 ikat rambutan |
| Ladarise Ahmad Mangkuwangsa | 9G | 17 | Puisi Ballada berjudul “Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya” karya Taufik Ismail ini menceritakan tentang mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah untuk menurunkan harga-harga. Dalam puisi ini diceritakan bahwa ada yang meninggal akibat aksi unjuk rasa tersebut. Dan seorang tukang rambutan yang melemparkan sepuluh ikat rambutannya kepada mereka, dia pun berkata pkepada istrinya bahwa itu adalah rejeki mereka, hingga mereka pun turun dan mengatkan ucapan terimakasihnya kepada tukang rambutan tersebut. Tukang rambutan begitu haru setelah ia disalami dan diarak-araki mahasiswa-mahasiswa sambil mengatakan ucapan terimakasih yang begitu jujutnya kepada tukang ranbutan tersebut. |
| Mochamad Rajendra Al Ghaviky | 9G | 18 | Saya membaca tentang mobil |
| Muhammad Rizky Pasya Arifin | 9G | 20 | Cerita ini menceritakan tentang seorang anak yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, dia juga memberikan ikan untuk dimakan bapaknya bersama dengan keluarganya. |
| Radya isra nugraha | 9G | 22 | Seru |
| Rafif Pramatya Radina | 9G | 23 | Bacaan : Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya Puisi ini menceritakan tentang tukan rambutan bercerita pada istrinya. Dia bercerita tentang mahasiswa yang berunjuk rasa hingga ada yang kehausan, kepanasan, bahkan ada yang mati. Tukang rambutan itu melemparkan sepuluh ikat rambutan kepada para mahasiswa itu dan mahasiswa itu kegirangan. Mereka mengucapkan terima kasih, menyalami, dan menyoraki tukang rambutan itu. Dia merasa tersedu-sedu karena dia belum pernah merasakan hal seperti itu |
| Seinjiro Reyspati Alfahd | 9G | 25 | teks ini menceritakan tentang perjuangan seorang tukang rambutan yang memberi tanpa mengharapkan balasan,seperti pada saat dia memberikan rambutan ke pada anak sekolah sebanyak sepuluh ikat dan anak kecil itu menjawab terimakasih,dalam hidup tukang rambutan ini belum pernah ada yang berterima kasih atas jasa dia,dan pada saat dia mati,dia diantar oleh banyak mahasiswa |
