Tegas Demi Harapan Tercapai
Hidup selalu kita jalan dengan penuh wawasan, tanpa adanya guru kita tidak dapat memiliki wawasan sebanyak ini. Namun pernahkah kalian berpikir tanpa adanya seorang guru dalam kehidupan ? Apakah kalian hanya akan menjadi sebuah orang yang selalu jatuh di lobang masalah yang sama ? Atau bahkan seseorang yang hanya berbaring di kasur menunggu hari esok yang bahkan tidak ada harapan sedikitpun.
Aku bertemu dengan sosok guru bernama Isnatika Trias, M.Pd atau biasa kalian kenal Bu Isna. Awal mula aku ketemu Bu Isna itu karena ia adalah wali kelasku. Saat pertama kali bertemu ia sangatlah ramah, namun kelasku malah menganggap bahwa guru ini tidak perlu ditakuti dan menggap sepele.
Hari – hariku jalani dengan lingkungan baru, tempat baru, dan lain sebagainya. Selama aku di sekolah ini kita diharuskan mengisi sebuah literasi, aku sangat rajin mengisinya bahkan hampir tidak pernah lupa. Beberapa hari kemudian literasi mulai diketatkan, disana aku mulai merasa malas karena rasanya justru yang terasa bukan antusias ku namun paksaan, tiap hari Bu Isna selalu mengingatkan literasi, tetapi yang mengisi bahkan hanya sedikit.
Selama ku di kelas ini banyak sekali kejadian – kejadian yang merusak nama baik kelas. Suatu hari saat perwalian, Bu Isna menyampaikan poin – poin yang menjadi evaluasi kita. Ia berkata bahwa literasi itu sangat penting bukan untuk dirinya namun untuk diri kalian sendiri. Jika kita masih bercanda canda, membuang buang waktu, bermalas malasan mau jadi apa di masa depan ? Hal itu tidak akan membuat kita sukses, cobalah mulai belajar serius berhenti untuk menanggapi orang yang dapat membuat kita kesal dan belajar mengendalikan emosi.
Saat disana awalnya aku kaget, karena tidak seperti biasanya ia menceramahi kita dengan tegas, tetapi kita memahaminya, justru ia begitu karena sayang dengan kita, tidak ingin kita gagal. Namun lama – lama hal ini terasa, contohnya saja saat ulangan itu banyak sekali literasi dan pastinya sebagian dari kami mendapatkan nilai yang tidak begitu baik. Dari sana kita mulai evaluasi diri sendiri, apakah aku sudah belajar dengan giat ? Apakah aku sudah meningkatkan literasi ku ? Dan masih banyak pertanyaan muncul dalam kepalaku seakan akan mereka berputar putar. Tetapi aku tidak berhenti disana saja aku mulai meningkatkan motivasi belajar dan literasi.
Terima kasih Bu Isna, tanpa adanya dirimu kita tidak akan memiliki wawasan sebanyak ini. Bahkan kita tidak dapat berbalas budi semua pengorbanan dirimu untuk kebaikan kita, maaf kalau kita mungkin sering mengecewakanmu tapi kita akan mulai belajar agar tidak terulang semua masalah itu.
Penulis : Myiesha Nafeeza Putri Kurniawan (7B)
