Laporan Input Literasi Siswa – Selasa 11 Januari 2022
| Nama Lengkap | Kelas | Nomor Absen | Ringkasan bacaan |
| Allena Hanannydia | 7A | 1 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang berlibur bersama di hutan. Saat mereka berada di tepi sungai, mereka menemukan sebuah jam ajaib. Dalam jam tersebut terdapat 3 tombol, yaitu tombol berwarna merah yang akan membawa mereka ke negeri Aluna (negeri masa lampau), tombol berwarna biru yang akan membawa mereka ke negeri Faciela (negeri masa depan), dan tombol berwarna hijau yang akan membawa mereka ke tempat semula. |
| diandra alya rahadian | 7A | 6 | tokoh yang pertama kali membuat dan menciptakan lampu. |
| Misya Shafa Raniyah | 7A | 12 | Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untuku |
| Muhammad Fabian Reginald Putra Nugraha | 7A | 15 | Laskar pelangi
Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah. Cerita terjadi di desa Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu. Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah. Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kegeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini. |
| Muhammad Keefe Orva Oswada | 7A | 16 | Halaman 01 – 32 |
| Suri Azzahra Hutriya Irvan | 7A | 23 | The Cuckoo’s calling Ketika seorang supermodel bermasalah jatuh ke kematiannya dari balkonnya London rumah, diasumsikan bahwa dia telah melakukan bunuh diri. Namun, dia saudara memiliki keraguan dan memanggil detektif swasta Cormoran Strike untuk menyelidiki. Strike adalah veteran perang -terluka baik secara fisik maupun psikologis- dan kehidupan pribadinya berantakan. Kasus ini memberinya garis kehidupan finansial, tapi itu datang dengan biaya pribadi: semakin dia menggali dunia model muda, hal-hal yang lebih gelap dan semakin dekat dia datang ke bahaya yang mengerikan. |
| Tashya Rizki Ramadhani | 7A | 24 | Seorang anak perempuan bernama Alia yang menemukan uang logam di hari ulang tahunnya dan menurut orang jepang, jika menemukan uang logam pada hari ulang tahun , dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. |
| Zeda Odelina Queisha | 7A | 26 | Jam Pemutar Waktu
Kisah petualangan Dhanis, Nisa, dan Elya. Mereka sedang liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air, dan keperluan kemah lainnya. Ketika pagi, mereka ingin mencari air untuk mandi. Mereka menemukan sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus dan dibelakang jam tangan itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuk ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut lalu mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet biru, yakni masa depan. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih, yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun, nggak heran negeri ini selalu kehabisan O2 atau oksigen. Dhaniely bertemu anak sebayanya tetapi laki-laki, namanya Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faceila adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen. Dulu belum ada mesin canggih itu yang bernama 100 Tombol. Negeri ini tidak memakan sayuran. Mereka membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol hijau. Mereka kembali ke tempat semula, yaitu hutan. |
| alleika kaleela ramadhianty | 7B | 4 | tentang alia yang berulang tahun, dia cuma punya mamah, papah, dan usagi karna dia di jepang. di halte alia nemu logam, katanya kalo menemukan logam di hari ulang tahun apalagi angka uang logamnya tahun lahir 3 permintaan kita dikabulkan, dan emang pemintaan alia dikabulkan |
| almira diandra yuzar | 7B | 5 | Di hari ulang tahun alia ia mendapatkan uang logam dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. |
| Ananda Dwivano Moeis | 7B | 6 | Rahasia Logam: Buku ini tentang seorang anak laki-laki bernama Alia dan Usagi-nya. Saat Alia menemukan uang logam tersebut, Usagi mulai merebut uang logam tersebut dari tangan Alia, dan dia melihat bahwa uang logam ini merupakan keberuntungan bagi Alia. Usagi menjelaskan bahwa menurut orang Jepang, jika dua orang menemukan uang logam pada hari ulang tahun mereka, dan tahun pembuatan koin tersebut sesuai dengan tahun kelahiran Usagi dan Alia, maka tiga keinginan Usagi dan Alia akan terkabul. Tapi Alia tidak percaya, dan Usagi membuktikan padanya bahwa keinginannya berhasil. Usagi berharap matahari akan bersinar, dan itu berhasil. Dan Alia berharap dia memiliki bunga sakura. Sesampai di rumah ia terkejut ketika bunga sakura itu ditemukan di kamarnya sebagai hadiah dari tantenya. |
| Audrey Nabella Asyari | 7B | 10 | Jam ajaib yang diketemui di hutan |
| Danisha Alzena Shakila | 7B | 11 | Mengisahkan seorang gadis perempuan yang dipercayai tidak mempunyai sihirnya padahal ia lahir di keluarga yang dimana semua anggota keluarganya mempunyai berbagai macam sihir. Karena merasa iri dengan semua anggota keluarganya tersebut, ia pergi ke dokter ahli sihir. Alhasil gadis perempuan tersebut mendapat sihir. |
| Kanaya wibowo sutanto | 7B | 14 | bukunya tentang arti arti dari albumnya |
| keisya fayola aurelia | 7B | 15 | till forever falls apart. |
| Mallika Anindya Mulyawan | 7B | 18 | Dhanis, Nisa, dan Elya sedang berkemah di hutan dan menemukan jam ajaib, mereka penasaran dan menekan tombol merah yang ada di jam tersebut, tiba-tiba mereka masuk ke lobang hitam dan sampai di negeri aluna dan bertemu dengan seseorang bernama Sahara. Di negeri aluna mereka jalan-jalan dan diberi makan oleh Sahara, setelah kenyang mereka menekan kembali tombolnya dan mereka sampai di masa depan yaitu negeri faciela dan bertemu dengan seseorang bernama Fashah dan Fashah mengajaknya keliling-liling kota dan istananya, mereka juga diberi makan oleh Fashah. Setelah mereka puas menjelajah masa lalu dan masa depan mereka kembali ke masa sekarang dengan selamat. |
| Muhammad Dimitri Imbarry | 7B | 20 | Penemuan jam tangan ajaib disaat Dhanis, Nisa, dan Elya berpetualang di hutan. |
| Naira Putri Alif | 7B | 21 | Jam Pemutar Waktu Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi enaknya ngapain ya? Mendingan cari air untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Dingin banget airnya. Jadi malas mandi. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut Jam itu masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu |
| Razell Altaafa Shaquile | 7B | 23 | Merayakan ulang tahun di luar negeri tanpa teman |
| Salwa Deandra Maharani | 7B | 24 | Corrine suka bermain anggar, ia inggin menjadi prajurit untuk melindungi kerajaan.Saat corrine pergi ke paris, ternyata ia tidak bisa menjadi prajurit. Lalu corrine bertemu gadis gadis yang ia ciprati, tabrak dan jatuhkan. corrine mendapat pekerjaan di istana, ia menjadi pelayan. Ia juga bertemu calon raja yaitu pangeran louis. philipe ingin menjadi raja, ia marah dan pangeran louis dalam bahaya karan philipe. akhirnya ketiga gadis itu, corinne, viveca dan renee melindungi pangeran louis dengan kemampuan mereka dan mengalahkan philipe. |
| Akbar Pandu Alamsyah | 7BIL1 | 1 | petualangan niaa, elya dan dhanis(dhaniely) di hutan, tiba tiba dhanis menemukan jam tangan yang masih bagus di bawaha sebuah air terjun yang menuliskan jam ajaib. |
| Anza Andita | 7BIL1 | 2 | Dhanis, Nisa, dan Elya atau Dhaniely sedang liburan di hutan. Mereka berburu, cari air, dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi, mereka cari air untuk mandi. Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Karena airnya yang cukup dingin, mereka pun menjadi malas untuk mandi. Ketika sampai di tepi sungai, Dhanis menemukan sebuah jam tangan bertulisan “Jam Ajaib”. Dhanis pun menyimpannya di saku kirinya. Setelah itu, mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan dan kembali ke perkemahan dan membakar hasil buruan. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol itu akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelubang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara, anak yang baik, ramah dan cantik. Sahara pun mengajak Dhaniely ke rumahnya yang terbuat dari bambu dan memberi makan yang enak-enak. Dhaniely pun berterimakasih dan berpamitan untuk pulang. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Mereka kembali terserap kelubang hitam dan memasuki negeri yang super canggih, yaitu negeri Faciela. Negeri ini selalu kehabisan oksigen karena tidak ada pohon, cuman ada tanaman hias saja. Dhaniely bertemu anak sebayanya, bernama Fashah, pemilik negeri ini. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah, kemudian menyodorkan makanan yang enak. Dhaniely berterimakasih pada Fashah dan kemudian memencet tombol yang tersisa, berwarna hijau. Ternyata tombol tersebut membuat Dhaniely kembali ke tempat semula, yaitu hutan. |
| attaya meyra azzalia latian | 7BIL1 | 5 | rahasia logam |
| Avara Ridha Callista | 7BIL1 | 6 | Alia menemukan sekeping logam beruntung yang bisa mengabulkan 3 permintaanya, dia berharap untuk munculnya matahari yang bersinar, hadiah bunga sakura, dan seorang sahabat sejati. |
| azzahra surya putri | 7BIL1 | 7 | tentang peri yg buruk rupa |
| Faakhir achmad bangsadiria | 7BIL1 | 10 | Dhanis,nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun.
Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Ya, karena orang tua mereka mengijinkan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Mereka berterima kasih atas semuanya. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puaspuasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Ternyata negeri ini tidak memakan sayuran. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. |
| Fabian Azfar Rayshad | 7BIL1 | 11 | Dhanis nisa dan elya camping di hutan. Mereka mencari air mandi dan makan, dan juga sukses. Dhanis bermain dengan jamnya dan kembali ke masa lalu. Mereka pergi ke negeri Aluna yang tidak ada alat transportasi. Elya memencet tombol biru yang membuat mereka ke kota masa depan, Faciela. Mereka semua pintar, dan kekurangan oksigen. Walaupun kekurangan, mereka bisa membuatnya. Mereka semua berterimakasih, dan kembali ke masa lalu/tempat semula. |
| kayla arianna zahirra putri | 7BIL1 | 14 | Pada hari ulang tahunnya, Alia merayakannya sendirir di jepang. tidak ada keluarga, tidak ada perayaan yang besar. Namun ada teman Alia, Usagi yang ikut merayakan. Tiba tiba, Alia menemukan sebuah koin logam di depannya, tentu saja diambil. Usagi tiba tiba menyakan tahun berapa koin itu di buat, dia berseru ” Alia ini adalah hari keberuntungan mu!” koin itu pun mengabulkan tiga permintaan Alia yaitu:
– membuat matahari bersinar |
| Mikail Geral Wijaya | 7BIL1 | 19 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya.
“Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. |
| Nameera salsabila | 7BIL1 | 20 | Perjalanan dhaniely menjelajahi waktu |
| Tirza Attaya Subhan | 7BIL1 | 24 | Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan |
| Andrew Riese Untung | 7BIL2 | 1 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidakpercaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yangmembuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Chaska Rashadel Gumelar | 7BIL2 | 2 | Ada 3 anak yang sedang liburan di hutan, namanya Dhanis, Nisa, dan Elya. Di hutan mereka sedang mencari air, kemudian mereka menemukan jam yang ditulis di belakangnya “Jam Ajaib”. Jam tersebut dapat memindahkan mereka ke dimensi lain, seperti masa depan, kerajaan, dll. |
| Chiara Myesha Putri | 7BIL2 | 3 | Raku ada sepupu dari Coach RRQ atau yang biasa dikenal James yg secara tiba-tiba mendapat perintah dari sang ibu untuk sementara waktu tinggal di tempat pamannya. |
| Eijaz Abhinav Ginanjar | 7BIL2 | 4 | Alia akan berulang tahun di Jepang bersama Ayah, Ibu, dan Usagi. Namun Alia merasa agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunnya. Kemudian, Alia menemukan koin logam yang dibuat pada tahun yang sama dengan tahun kelahiran Alia. Menurut kepercayaan orang Jepang, jika menemukan koin logam yang seperti itu, Alia bisa meminta 3 permohonan. Alia lalu memohon agar matahari bersinar terik dan agar diberi hadiah bunga sakura. Alia dan Usagi kemudian bertengkar mengenai apakah Alia harus memohon agar hasil ulangannya selalu bagus. Alia kemudian mendapatkan saran dari Ibu untuk memohon agar diberikan sahabat sejati. Dan ternyata Usagi-lah sahabat sejati Alia |
| Gavin Gunawan | 7BIL2 | 5 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Jasmine Alisha Zachry | 7BIL2 | 7 | Suatu hari tiga orang anak bernama Dhanis, Nisa dan Elya sedang berlibur dihutan, waktu mereka dihabiskan oleh berburu, mencari air dan keperluan kemah lainnya. Pada pagi hari mereka berjalan menuju sebuah sungai. Saat mereka sampai ditepi sungai Dhanis menemukan sebuah jam tangan. Setelah mereka kembali ke perkemahan Elya mengutak-atik jam tersebut, lalu Nisa memencet tombol berwarna merah dan mereka masuk kedalam sebuah lubang. Masuklah mereka ke negri Aluna, disana tidak ada transportasi, baju mereka terbuat dari karung goni, rumahnya pun terbuat dari bambu. Saat sedang berjalan-jalan mereka bertemu dengan sahara, diajak lah mereka ke rumah sahara. Mereka disuguhi berbagai makanan. Setelah makan mereka berterima kasih dan berpamitan. Mereka mengutak-atik lagi jam tersebut. Elya memencet tombol berwarna biru yaitu masa depan, lalu mereka terserap kembali oleh lubang tersebut dan masuk ke sebuah negri bernama Faciela, disana mereka bertemu dangan Fashah. |
| Keandra Vireo Wigoro | 7BIL2 | 8 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang.Tidak ada orang sekitar yang dapat merayakan kecuali Mama dan Papa. Kemudiaan Usagi memanggil Alia dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Usagi adalah teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang. Usagi kemudian merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. Usagi kemudian bertanya “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya usagi. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku , dan segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi kemudian merebut koin itu , dan kemudian dia berteriak “Hebat!”. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. ““Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. ” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya.Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! |
| Keisha Putri Razak | 7BIL2 | 10 | Dhanis, Nisa, dan Elya melakukan petualangan seru di hutan saat liburan. Mereka sedang mencari air untuk mandi. Saat mereka sampai di sungai Dhanis menemukan jam ajaib, Dhanis menyimpannya di saku. Kemudian setelah mandi dan makan mereka kembali, saat itu Nisa memencet salah satu tombol warna merah mereka masuk ke negeri Aluna disana mereka pergi ke masa lalu. Meraka berjalan” dan menemukan anak bernama Sahara ia baik, ramah, dan cantik. Sahara memberi mereka makan dan mereka berterima kasih pada Sahara. Mereka berpamitan untuk pulang. Elya memencet tombol biru kemudian mereka pergi ke masa depan bernama negeri Faciela disana selalu kehabisan oksigen sehingga mereka membuat alat untuk menghasilkan oksigen. Setelahnya mereka bertemu dengan Fashah ia pemilik negeri ini. Fashah orang uang baik kata Nisa ganteng. Mereka mengelilingi istana Fashah, Fashah menyediakan makanan yang sangat lezat, negeri ini tidak memakan sayur. Mereka berterimakasih kepada Fashah kemudian mereka memencet tombol hijau dan kembali ke tempat semula. |
| Lakeysha Aurelia Soselisa | 7BIL2 | 12 | Kisah petualangan Dhanis, Nisa, dan Elya atau kita sebut Dhaniely saat mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Karena sedang liburan di hutan, mereka pergi mandi di sungai arah bagian utara hutan. Saat di tepi sungai, Dhanis menemukan jam yang dibelakangnya ada tulisan ‘Jam Ajaib’, ia menyimpannya di dalam saku kiri miliknya.
Setelah berburu makanan, mereka kembali ke perkemahan. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan yang ditemukan disunga tadi. Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah dimana artinya akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang Setelah berkeliling negeri tersebut, mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru yaitu masa depan. Diserap kembali, Dhaniely memasuki negeri yang |
| Mikael Sebastian Barus | 7BIL2 | 13 | Kita harus saling memaafkan |
| Muhamad Anugrah Dwi Jatmiko | 7BIL2 | 14 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Nafisa Nur Fathiyya | 7BIL2 | 16 | Ada seorang peri yang terus-terusan menangis, teman-temannya meninggalkannya karena dirinya buruk rupa. Suatu hari, sang angin bertanya padanya, kenapa ia begitu sedih, peri itu menjelaskan semuanya. Sang peri mengajak angin menuruni pohon dan terbang menuju telaga. Sampai disana, tampaknya bayangan wajah bulan yang sangat cantik terpantul diatas air. Peri berharap ia bisa secantik itu, ketika peri terpesona atas kecantikan bulan, kepalanya jadi berat, pandangannya memburam, ia merasa sangat lelah, sampai akhirnya ambruk tak sadarkan diri. Ketika ia bangun, ia mendapati bulan menghampirinya, berada di depannya. Bulan tahu apa yang peri itu inginkan. Bulan menjelaskan, kecantikan itu bukan dari wajah, kecantikan yang sebenarnya adalah dari dalam diri. Peri itu berharap ia bisa cantik sekaligus berguna, akhirnya sang bulan mengubah peri itu menjadi bintang, bintang pertama. Sejak saat itu, sang peri yang sudah berubah menjadi bintang selalu membimbing orang orang dengan cahayanya, ia berguna bagi banyak orang. |
| Nafisha Warawinaya Syatari | 7BIL2 | 17 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, mencari air dan keperluan kemah lainnya. Saat pagi hari, mereka bertiga ingin mandi. Mereka harus mencari air yang banyak agar bisa mandi. Mereka pergi ke arah utara, karena disitu sumber mata air cukup banyak. Saat mereka sampai ke tebingnya Dhanis menemukan benda kecil. Benda itu adalah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam tangan tersebut terdapat tulisan ‘Jam Ajaib’. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Mereka berterima kasih atas semuanya. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. Horee … Alhamdulillah. |
| Ni Wayan Nitikesari Widyarsani | 7BIL2 | 18 | Bacaan tersebut tentang petualangan 3 orang yaitu Dhanis, Nisa dan Elya ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Mesin waktu ini membuat mereka kembali ke masa lalu dan menuju ke masa depan dimana mereka bisa mengetahui keadaan di masa mendatang yang kekurangan oksigen. Tetapi pada akhirnya, mereka bertiga tetap kembali ke semula. |
| PRATAMA ADITYA NUGRAHA WIXLI | 7BIL2 | 19 | Cerita ini berisi tentang anak yang sedang ulang tahun di Jepang bersama Ayah, Ibu, dan Usagi. Dan cerita ini didalam nya di ceritakan bahwa jika logam dibuat sesuai dengan tanggal lahir kita 3 permintaan akan dikabulkan tetapi Alia tidak percaya dan ketika Usagi memaksa untuk meminta sesuatu keajaiban pun terjadi. |
| Sachilla Renata Noegraha | 7BIL2 | 22 | Alia menemukan uang logam di hari ulang tahunnya. Usagi berkata bahwa orang Jepang percaya bahwa jika seseorang menemukan logam di hari ulang tahun, maka 3 permintaannya akan dikabulkan. Alia meminta matahari yang cerah dan hadiah bunga sakura. Untuk permintaan terakhir, Usagi menyarankan Alia untuk meminta nilai bagus setiap ujian, tapi itu akan membuat Alia malas belajar. Akhirnya mama Alia menyarankan untuk meminta sahabat sejati. Dan sahabat itu adalah Usagi. |
| Shira Amalia Putri | 7BIL2 | 23 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang, tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemaniku selama aku tinggal di jepang memanggilku dan mengucapkan selamat ulang tahun. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Benda tersebut adalah uang logam. Usagi merebut logam itu dari tanganku. Dia berkata bahwa menurut orang Jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Awalnya aku tidak percaya, lalu aku memohon agar hari ini ada matahari bersinar. Dan benar, mataharipun muncul bersinar. Lalu, aku memohon untuk hadiah bunga sakura, tetapi bus yang aku tunggu datang. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi? Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. Ia menanyakan tentang permintaan terakhirku. Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. Aku menceritakannya semua kepada Mama. “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Akhirnya aku minta pada Tuhan supaya diberi seorang sahabat sejati. Kudengar Mama membuka pintu. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Ulfi Bunga Damayanti | 7BIL2 | 24 | Dhanis, Nisa, dan Elya menemukan jam waktu yang bisa membuat mereka bertiga pergi ke masa lalu maupun ke masa depan. |
| adzkia cynara a | 7C | 1 | pertualangan ketiga anak yang kaget ketika mengetahui ada jam pemutar waktu |
| Alea Putri Raditya | 7C | 2 | Untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang, tidak ada orang yang bisa ku ajak merayakannya, ah tetapi tidak apa-apa karena aku masih punya mama, papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, dia adalah teman sebangkuku yang selalu menemani ku selama di jepang. Usagi mengucapkan selamat kepada ku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. Usagi bertanya mengapa Alia terlihat sangatlah tidak bahagia, memang Alia sangatlah sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunnya. Tibalah saat Alia mengeluarkan uang logam, seketika Usagi berteriak. Usagi bilang bahwa “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” Terakhir, Alia pun kebingungan untuk memilih apa permintaan yang ia inginkan, tetapi ibunya mengusulkan bahwa Alia minta kepada Tuhan untuk diberi teman sejati. Sampai suatu ketika, “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. “Usagi?!” Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Anna Arasy | 7C | 3 | Pada suatu hari ada tiga anak yang bernama Dhanis,Elya,dan Nisa. Mereka pun mencari air untuk mandi. Sesampainya di tempat air terjun Dhanis menemukan ada benda kecil yang ditulis belakangnya “jam ajaib”, “Apakah ini benar jam ajaib?” kata Dhanis. Dhanis pun menyimpan jam ajaib tersebut di sakunya. Selesai mandi mereka berburu untuk mencari makan. Setelah berburu Dhanis mengotak-atik jam tersebut sambil makan, Sampai akhirnya Nisa memencet tombol merah padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau.Dan mereka pun tersedot ke lubang hitam,masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhanis, Ely dan Nisa pun jalan jalan dan bertemu gadis cantik dan baik ke rumahnya, “Bagus sekali rumahnya” kata mereka. Mereka pun diberi makan yang sangat amat enak. Mereka pun berterima kasih kepada sahara. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Apakah ada mobil bisa terbang? Tanya Dhaniely. Mereka pun tersedot lobang hitam itu, dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena orang orang pintar tersebut bisa membuat oksigen, Mereka pun menaiki taksi dan turun di restoran. Setelah itu mereka bertemu anak laki-laki yang bernama fashah, ia pemilik negeri ini ibundanya mati karena kekurangan oksigen. Fashah orang yang baik, ramah, kata nisa sih ganteng. Mereka pun diperbolehkan mengelilingi istana tersebut. Fashah pun menyodor makanan berupa junk food ternyata di ngeri ini tidak makan sayur. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol.Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. |
| Arsy Mutia Hasna | 7C | 4 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. |
| Athallah Devandra Rinaldy | 7C | 5 | Terdapat tiga anak yang sedang liburan di hutan, bernama Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely. Mereka menelusuri hutan bagian utara, karena disitu terdapat banyak sumber air. Di tepi sungai Dhanis menemukan benda kecil. Benda kecil tersebut adalah jam tangan, dibelakang jam tangan itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam tanganya di saku. Dhaniely mencari makan dan ranting ranting pohon untuk dimakan dan dibakar. Nisa mememncet tombol merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam. Dhaniely jalan jalan di negeri aluna. Dhaniely diberi makan-makanan yang enak. Elya mememcet tombol biru yakni mereka akan ke masa depan yang sangat canggih mereka bertemu anak bernama Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. |
| Azzahra Cantik Setiawan | 7C | 7 | Hari ini Alia berulang tahun, namun untuk pertama kalinya ia berulang tahun di negeri orang. tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya, tapi tidak apa-apa, ia masih punya mama, papa, dan Usagi (temannya). Usagi memanggil Alia, Usagi adalah teman sebangku Alia yang selalu menemani Alia di Jepang, Usagi mengucapkan selamat ulang tahun pada Alia, Alia pun berterimakasih dan berjabat tangan dengan Usagi. Mereka lalu menuju Halte Bus. Muka Alia tampak tidak terlalu senang, Usagi pun bertanya mengapa. Alia memang agak sedih, tiba tiba matanya tertuju pada kilauan sekeping logam didepannya, lalu segera mengambilnya. Usagi merebut logam itu dan berteriak secara tiba-tiba, lalu memberitahu Alia jika menurut orang Jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Alia tidak percaya, namun Usagi terus memintanya membuat permintaan, akhirnya Alia pun mengucapkan permintaannya. Permintaan pertama selesai ia ucapkan, beberapa saat . kemudian, itu terwujud, Alia dan Usagi kaget, Alia maish tidak percaya. Usagi memintanya untuk membuat permintaan ke-2. Alia menyebutkan permintaan kedua. Setelah itu, bus mereka datang, Alia berpamitan pada Usagi dan pulang. Di dalam bus, Alia masih tidak percaya dan berpikir bahwa kejadian tadi hanyalah kebetulan. Ia sampai rumah dan terkejut, permintaan ke-2 nya juga terkabul. Ia langsung menelepon Usagi dan menceritakannya. Di telepon, mereka membahas tentang permintaan terakhir Alia, Alia bingung dan Usagi mengusulkan beberapa ide. Sekitar seperempat jam Alia berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Alia juga membanting telepon. Mama bertanya apa yang terjadi, Alia kemudian menceritakan tentang uang logam tersebut. Mama mengusulkan beberapa ide juga, Akhirnya aku minta pada Tuhan supaya diberi seorang sahabat sejati. Alia lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Alia baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. Ternyata, Usagi datang kerumah Alia. Usagi meminta maaf pada Alia, Alia menggeleng-geleng. Alia tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Alia yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhir Alia. |
| Carissa Maulidya Ananta | 7C | 9 | camping bersama Dhanis, Nisa dan Elya |
| Cyrill Zavieraa Jatnika | 7C | 10 | Rahasia Logam Tentang siswi bernama Alia yang berulang tahun di negeri orang. Saat alia sedang jalan menuju sekolah, matanya tertuju kepada benda kecil didepannya, ternyata benda tersebut sekeping uang logam. Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Tetapi Alia tidak percaya dengan mitos tersebut. Ternyata mitos tersebut benar. Apapun yang Alia minta langsung dikabulkan oleh Tuhan. |
| Fadlan Maheswara Nur | 7C | 12 | Rahasia Logam
Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada yang bisa ku ajak merayakannya. Tapi aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemaniku selama aku tinggal di Jepang. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Aku memang sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Menurut orang Jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. Aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum pulang. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? Iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Aku lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Fariez Muhammad Abyan | 7C | 13 | Rahasia Logam Cerpen Karangan: Alif Kurniawan Ini untuk pertama kalinya Alia berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa Alia ajak merayakannya. |
| jenaia abp | 7C | 14 | nabbie adalah seorang detektif |
| keiko salsabila | 7C | 16 | dia menarik tubuh perempuan itu dan berkata “lebih hati hati lain kali, jika tadi saya tidak menarik mu, kmu bisa terjatuh” |
| Kirana Daniswara Rengganis Prasetyo | 7C | 17 | Jam Pemutar Waktu |
| Mochamad Abyaz Bitaff | 7C | 18 | Rio the Bird meyelamatkan Red dan Bomb. |
| naya aisya bella putri | 7C | 21 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat. |
| Delisha Audia | 7C | 22 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yangmembuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Reidy arf .w | 7C | 23 | edo dan teman teman pergi ke rumah tio mereka bermain dan bersenang senang bermain bersama dan bermain game |
| Sakhi Putra Danendra | 7C | 24 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat. |
| Syakkar Faishal Mu’min | 7C | 25 | Petualangan Dhanis, Nisa dan Elya adalah petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. |
| Adinda Magnacinta Tahid | 7D | 2 | Ketiga anak itu, Dhanis, Nisa dan Elya lagi liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mencari makanan, mereka kembali ke perkemahan. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau.Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Apakah ada mobil bisa terbang? Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2atau oksigen. |
| Adjeng Queenmayra Erwin | 7D | 3 | Dhanis, Nisa, dan Elya atau disebut Dhaniely sedang liburan di hutan. Saat mereka sampai di tepi sungai, Dhanis menemukan jam tangan, setelah semuanya selesai mandi, Dhaniely mengutak-ngatik jam tersebut dan Nisa memencet tombol berwarna merah, dan ternyata tombol warna merah kembali ke masa lampu, akhirnya mereka datang ke negeri Aluna yang rumahnya masih menggunakan bambu, baju pun dari karung goni. Mereka di sana bertemu dengan anak sebayanya yang bernama Sahara, akhirnya Dhaniely diajak ke rumah Sahara untuk makan. Setelah itu mereka mengutak-ngatik jam tersebut ternyata Elya memencet tombol biru dimana tombol tersebut mengantarkan mereka ke masa depan, Dhaniely datang ke negeri Faciela, disana mereka bertemu dengan anak laki-laki sebaya bernama Fashah, disana juga hanya sedikit pohon yang ada karena sudah diciptakan alat 100 Tombol. Setelah mengelilingi istana Fashah dan makan bersama, mereka memencet tombol hijau dan Dhaniely kembali ke hutan. |
| Atarisya Zafrina viniarta | 7D | 6 | Cerita tentang 3 anak yang sedang berpetualang, dan menemukan alat yang membuat waktu maju dan mundur. |
| Farrel Muhammad Adriansyah | 7D | 11 | Orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. |
| Kiagus Hafiz Kenzie Luthfan | 7D | 13 | Rahasia logam
“Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! |
| Marlla Zaura Zalyca | 7D | 16 | Ada 3 orang anak yang berkemah dihutan. Lalu mereka menemukan jam yang bisa memutar waktu ke masa lampau dan masa depan dengan hanya memencet tombol yang terdapat di jam itu. |
| Muhammad Haidar Nurrasyid | 7D | 20 | tentang rahasia logam |
| Neysha Chintyana Fitri | 7D | 23 | Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Tiba-tiba mereka menemukan jam ajaib, Jam itu terdapat beberapa tombol untuk pergi ke masa lalu dan masa depan. |
| Rei Juliandiniari Irmawan | 7D | 26 | petualangan ketiga anak mengetahui adanya alat yang membuat waktu mundur dan maju. |
| Anastasya Aaliyah Luthfansa | 7E | 1 | bercerita tentang Suzuki Iruma yang berusia empat belas tahun baru saja ditinggalkan dan dijual kepada iblis oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab! Namun, yang sangat mengejutkannya, dia mendapati dirinya sekarang tinggal bersama iblis sebagai cucu angkatnya. Dia kemudian mendaftar ke sekolah di mana kakek “iblis” yang menyayangi, Sullivan, bekerja sebagai kepala sekolah. Maka dimulailah kehidupan sekolah luar biasa Iruma-kun yang pengecut di antara dunia lain, bertemu banyak wajah berwarna-warni, mengambil tantangan yang menakutkan, dan menghadapi dirinya yang sebenarnya saat ia bangkit menjadi seseorang yang hebat. |
| Aryasatya satrio putra purwanto | 7E | 3 | Kucing mengejar tikus merupakan dongeng |
| Charissa Filzaiera Pradinamurti | 7E | 4 | Jam Pemutar Waktu
Halo, selamat pagi! Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Gimana ya, Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya.Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah |
| Indyra Sydney Farouq | 7E | 7 | Seorang pangeran arogan dikutuk untuk hidup sebagai binatang yang menakutkan sampai dia menemukan cinta sejati. Anehnya, kesempatannya datang ketika dia menangkap pembuat jam yang tidak waspada, yang posisinya kemudian diambil oleh putrinya yang cantik dan berani, Belle. Dibantu oleh pelayan Beast yang juga terpesona, termasuk jam, teko, dan lilin, Belle mulai melihat jiwa sensitif di balik fasad yang menakutkan. Tetapi seiring berjalannya waktu, segera menjadi jelas bahwa pelamar Belle yang sombong, Gaston, adalah binatang buas yang sebenarnya. |
| Keiyra Queensya Alza | 7E | 10 | Pertawuran melawan si tanpa mahkota akan berakhir disini |
| Mikayla Zweena Grandis | 7E | 12 | Dhanis, Nisa dan Elya berliburan ke hutan, mereka menemukan “jam ajaib” yang ternyata bisa memutar waktu, nisa memencet tombol merah dan mereka pergi ke masa lampau. Disitu mereka melihat banyak pohon dan makannya sehat-sehat, setelah itu mereka kembali lagi ke masa kini dan memencet tombol warna biru dan mereka pergi ke masa depan, di masa depan makannya tidak ada yang sehat, dan mereka pun melihat jumlah pohon yang tidak terlalu banyak. Akhirnya mereka balik ke masa kini |
| Ni Made Distya Alinskie PSP | 7E | 16 | Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. Horee … Alhamdulillah. |
| Amadea Azarin Maharani | 7F | 1 | Little Red Riding Hood |
| Aurelia Tiara Aviza | 7F | 5 | Lilya yang masuk ke dunia lain mencari cara agar ia dapat kembali ke dunia nya namun ia malah bertemu dengan steve yaitu putra kerajaan yang sedang melarikan diri |
| Bagus Putra Pratama | 7F | 6 | Peri membuat bintang |
| Bintang Angggaraksa Hidayat | 7F | 8 | Hikayat Penciptaan Bintang |
| Cyra Naraya Catranagara | 7F | 9 | Pada suatu hari, seekor siput sedang menantang si kancil untuk lomba berlari. Hal ini memang sangat berlebihan. Mana mungkin seekor siput lomba lari dengan si kancil. Hal ini berawal dari si kancil dan siput yang sedang mencari makan bersama dan mereka berebut buah. Lalu si kancil mengejek siput,”lama”..Dan dengan kesal hati si siput pun menantang kancil untuk lomba lari. Siput tidak mau di bilang dan dianggap sebagai hewan yg berjalannya lama. Singkat cerita, kancil pun menerima tantangan tersebut. Dan lomba pun dimulai. Awalnya, seperti dugaan hewan2 lainnya.. Bahwa kancillah yg Memenangkan pertarungan ini. Tetapi hal tsb salah.. Ternyata yg menang adalah si siput.. Kancil yang cerdik itu pun merasa curiga dengan si siput.. Ternyata siput tsb menggunakan trik agar si kancil kalah. Dia mengajak seluruh siput untuk mengikuti lomba. Siput siput itu bersembunyi berbaris dibalik semak semak. Agar ketika kancil memanggil,siput berada tepat didpnnya.dan ternyata.. Hal tersenut dibongkar oleh kancil, agar siput mau jujur dan bekerja lebih keras lagi. Dan siput pun menyesal dan mereka berdua saling memaafkan. |
| Ghaffar Sandhya Rushendra | 7F | 12 | Alia menemukan uang logam pada hari ulang tahun, menurut orang jepang menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Alia meminta kepada Tuhan agar hari ini ada matahari bersinar dan hadiah bunga sakura. Kedua permintaan tersebut terkabulkan. Alia dan Usagi berdebat tentang apa permintaan terakhir Alia, dan berakhir dengan mereka berdua bertengkar. Akhirnya ibu menyarankan agar permintaan terakhir adalah sahabat sejati. Alia pun mengikuti saran ibu, setelah itu usagi datang ke rumah Alia dan berbaikan. Permintaan terakhir Alia pun terkabulkan yaitu sahabat sejati. |
| Gufira Adli Rakhsha | 7F | 13 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang berkemah di hutan. Saat mencari air mereka menemukan jam tangan ajaib. Terdapat 3 tombol dengan warna yang berbeda, merah, biru, dan hijau. Saat mereka menekan tombol merah, mereka pergi ke masa lampau. Mereka bertemu dengan anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah, dan cantik. Lalu mereka menekan tombol berwarna biru. Mereka pergi ke masa depan. Mereka bertemu dengan anak sebayanya namun kali ini laki-laki yang bernama Fashah. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Kemudian mereka menekan tombol yang belum ditekan, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. |
| Naddif Arrasyid Widyatama | 7F | 19 | Alia lagi ada di jepang dan ini pertama kali nya ulang tahun di luar negri, awal nya Alia sedih karena tidak ada saudara yang merayakan, lalu ada Usagi datang dan mengucapkan ulang tahun ke Alia. Mereka pun pergi ke halte bus untuk pulang. saat nunggu di halte bus ada koin jatuh, menurut Usagi itu koin keberuntungan. si Alia tidak percaya, tapi Usagi menganggap Tuhan nya memberi keberuntungan karena Alia ulang tahun. dan akhirnya Alia pun pulang. Saat di rumah dia pun menelpon Usagi dan usagi menanya apa permintaan teakhir mu? Alia tidak percaya dan usagi membanting telpon. tapi kata ibu Alia meskipun tuhan sempat memberi keberuntungan tapi jangan menuruti Usagi. dan ternyata usagi itu teman tidak baik. |
| Nashira Aizzani Aliy Alamsyah | 7F | 20 | Ada seorang anak yang takut tidur sendirian, dan akhirnya dia meminta kakaknya untuk menemaninya, tetapi kakaknya menolak dan memberi boneka kepada adiknya agar tidak takut. Anak perempuan itupun akhirnya tidur sendirian, tetapi tiba tiba dia mendengar suara suara aneh, seperti tangisan perempuan, ketawa, ketuk ketuk, dan cakar. Ternyata semua suara itu berasal dri hal hal yg disekitar rumahnya. Dan akhirnya anak perempuan itu berani tidur sendiri. |
| Rauna Hadaina Husna | 7F | 23 | Pada hari itu, para siswa salah satu sekolah dasar di Bandung mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan. Mereka belajar keuangan melalui sebuah program khusus tentang keuangan. Dalam program tersebut, para siswa belajar dasar-dasar pengetahuan tentang keuangan, terutama mengenal uang dan perbankan. |
| Rayna Kania Wicaksono | 7F | 24 | Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untuk Alia. |
| Shayna Zahira | 7F | 25 | Pada pagi hari Dhanis, Nisa, dan Elya sedang berpetualang di hutan. Selama seminggu mereka berburu, mencari air, dan berkemah. Pada pagi hari mereka mencari air untuk mandi. Di hutan itu banyak sekali air dan terdapat air terjun juga. Ternyata air terjun di hutan itu dingin sekali. Akhirnya mereka pun pergi ke tepi sungai. Sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu. Benda itu adalah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di jam itu terdapat tulisan jam ajaib. Mereka pun penasaran apakah benar itu adalah jam ajaib. Akhirnya Dhanis pun menyimpan jam itu di saku kirinya. Setelah mandi mereka berburu makanan. Mereka mendapatkan belalang dan katak tidak beracun. Mereka juga mencari ranting ranting pohon yang berjatuhan. Setelah berburu akhirnya mereka kembali ke kemah mereka dan membakar hasil buruan. Mereka mengutak ngatik jam tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa digunakan. Tiba tiba Nisa memencet tombol warna merah. Mereka kembali ke masa lampau. Mereka memasuki negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, bajunya menggunakan karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Tiba tiba mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah, dan cantik. Akhirnya Sahara pun mengajak mereka ke rumahnya. Disana mereka diberikan makanan yang enak enak. Yaitu ayam goreng, sambel, dan pepaya yang tidak pahit. Mereka berterima kasih pada Sahara. Akhirnya mereka berpamitan untuk pulang. Mereka mengutak ngatik lagi jam tersebut. Elya memencet tombol biru, yaitu masa depan. Mereka memasuki negeri yang lebih canggih, yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Hanya ada tanaman hias. Akhirnya mereka pun menumpangi taksi untuk melihat lihat negeri tersebut. Tiba tiba mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Fashah. Ia adalah pemilik negeri Faciela. Katanya negeri Faciela ini diambil dari nama ibunya. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen. Mereka diperbolehkan untuk mengelilingi istana Fashah. Mereka diberikan makanan yang enak enak yaitu pizza, burger, dan fillet gurame. Ternyata negeri Faciela tidak memakan sayuran. Tapi orang orang pintar di negeri Faciela membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin agar tubuh sehat. Obat itu adalah campuran O2, embun air hujan, dan bahan rahasia lainnya. Mereka berterima kasih pada Fashah. Mereka memencet tombol berwarna hijau yaitu kembali ke tempat semula yaitu hutan. |
| Angela Aurelie | 8A | 3 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| bregas banyu | 8A | 5 | Halo, selamat pagi! Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Yuk ikutan ngerasain petualangan Dhanis, Nisa dan Elya ya! Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar.Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan.Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Oh My God! Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. setelah di beri jamuan mereka berterimakasih atas semuanya.Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Apakah ada mobil bisa terbang? Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu orang pintar lagi! Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. Horee |
| Drewmora Queen Zulaikha | 8A | 8 | . |
| Erlangga Arya nadindra | 8A | 9 | Ada 2 orang bernama Alia & Usagi. hari ini , Alia berulang tahun & Ditemani oleh usagi. Diluar sedang musim salju. mereka berdua harius memakai mantel. Ketika diluar, Alia menemukan ulang logam yang tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiran kita. Orang jepang bilang jika kita menemukan uang logam yang tahun pembuatannya sama dengna tahun lahir kita pada hari ulang tahun, maka 3 permintaan kita akan dikabulkan. Permintaan alia adalah : Meminta matahari bersinar & mendapat sahatbat |
| Hafidzul Sugianto | 8A | 12 | Mein Kampf – Biografi Hitler |
| Hanifa Widya Khairunnisa | 8A | 13 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak. percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Kevin Anugrah S | 8A | 17 | Borneo : hlm 1-10 menceritakan petualangan di sebuah hutan |
| Louviana De Isal | 8A | 20 | Dhaniely menemukan jam yang bisa membuat mereka pergi ke masa lalu dan masa depan saat sedang berkemah di hutan yang besar. |
| Magnalli N.A | 8A | 22 | Cerita dimulai dengna ketiga orang anak yang sedang berpetualangan. Mereka pun menemukan benda kecil di sungai, benda kecil tsb adalah jam ajaib. |
| najwa agnia shavira | 8A | 24 | jam pemutar waktu, ada tiga sahabat sedang berkemah dan menemukan jam, ada tiga tombol dengan berbeda warna, ketika salah satunya di tekan ternyata tiga sahabat itu terbawa ke masa lampau dan menjelajah waktu. akhirnya kembali ke masa kini. |
| Raisya aina ependi | 8A | 25 | dhanis nisa dan elya pergi berlibur ke hutan, lalu mereka pergi ke sungai dan menemukan jam ajaib. nisa memencet tombol berwarna merah dan mereka kembali ke masa lampau. mereka pergi ke negeri aluna, negeri Faciela. |
| Rengganis Pramesthi | 8A | 26 | Pada suatu hari Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Singkat cerita mereka pergi menggunakan jam ajaib itu untuk ke masa lalu dan masa depan. mereka juga melewati banyak kendala, hingga mereka tiba di hutan kembali. |
| Alkahfi Malik Riady | 8B | 3 | Gang samad balap karung |
| Ghaniya Laetitia Prasetyo | 8B | 8 | di bagian buku yang saya baca dorian itu marah karna tunagannya memalukannya dan akhirnya di batalkan pernikahan mereka. akhirnya tunagannya membunuh dirinya. |
| I Made Arya Wijana | 8B | 9 | – |
| Jasmine Tabina Mecca | 8B | 12 | Rahasia Logam |
| Mochamad Mirza Ghulam Firdaus | 8B | 18 | Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Memiliki nama asli dari orangtuanya, Mohammad Athar. Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau. |
| mohamad tristan zihni | 8B | 19 | rahasia logam |
| Muhammad Rafly Gunawan | 8B | 21 | Tentang baik nya menjaga alam yang asri ini |
| Tivanny Agnesya Martana | 8B | 28 | kue hidup bahagia |
| Akhtar Neruda | 8BIL1 | 2 | Tiga anak bernama Dhanis, Nisa, dan Elya, sedang liburan di hutan. Selama itu, mereka melewati waktu dengan melaksanakan keperluan-keperluan kemah dan di tengah salah satu aktivitas tersebut, Dhanis menemukan suatu jam ajaib. Saat mengutak-ngatik dengan jam tersebut, Nisa tidak sengaja memencet tombol yang mengirim mereka ke masa lalu, dimana mereka bertiga kemudian bertemu dengan perempuan sebaya yang bernama Sahara. Setelah makan di rumah Sahara, Elya lalu memencet tombol masa depan di jam ajaib, dimana mereka mengelilingi negara canggih Faciela dengan taxsi terbang (dapat uangnya dari mana dah…). Kemudian, mereka bertiga secara tiba-tiba bertemu dengan penguasa negeri tersebut yang sebaya dengan mereka, bernama Fashah yang lalu membawa mereka untuk berfoya-foya dengan makanan. Setelah semua itu, mereka kembali ke waktu mereka di hutan. |
| Aksa Rachman | 8BIL1 | 3 | Ada seorang anak bernama Alia yang hidup di Jepang. Ia memiliki seorang teman bernama Usagi. Pada saat itu, kebetulan merupakan ulang tahun Alia. Pada saat itu, hanya Usagi saja yang mengucapkan ucapan selamat ulang tahun kepadanya. Ia pun merasa sedih. Ia pun bercerita dengan Usagi bahwa tidak ada satu orang pun yang memberinya ucapan selamat selain Usagi. Setelah itu, Ia pun melihat dan mengambil sebuah uang logam / koin. Usagi bilang kalau dalam tradisi Jepang, jika seorang menemukan koin pada hari ulang tahunnya, maka mereka akan mendapatkan keberuntungan. Karena itu, Alia pun mengucapkan 2 permintaan, yaitu, matahari yang cerah bersinar dan bunga sakura. Usagi juga meminta agar Alia meminta supaya Ia mendapatkan nilai yang terbaik setiap kali ada ulangan. Tetapi, Alia menolak karena Ia harus tetep belajar. Karena itu, terjadi pertengkaran yang cukup hebat sampai Alia pun membantingkan hpnya. Setelah datang ke rumah, Alia bercerita semua peristiwa yang terjadi kepada ibunya. Setelah itu, ibunya pun menuruh Alia utnuk meminta agar diberikan sahabat sejati. Setelah membuat permintaan, tiba-tiba, Usagi datang lalu meminta maaf. Setelah kejadian tersebtu terjadi, Alia dan Usgi pun kembali mnejadi teman dekat dan tidak ada lagi permasalahan dan kehidupan mereka pun berjalan damai. |
| Anadhya Khayyira P.Y. | 8BIL1 | 5 | Alia pertama kali berulang tahun di luar negeri, saat merayakannya Ia menemukan uang logam. Menurut kepercayaan, jika kamu menemukan uang logam saat berulang tahun dan tahun dibuatnya uang logam itu sama dengan tahun kelahiran kita, maka akan dikabulkan 3 permintaan. |
| Azidya Trimuthia Prawira | 8BIL1 | 6 | Auggie Pullman adalah seorang anak laki-laki yang memiliki penyakit gen pada wajahnya yang membuat ia terlihat “berbeda”. Ia memasuki sekolah dasar untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun mengikuti “homeschooling”. Dengan begitu, ia diharuskan untuk bersosialisasi dan sebgaainya. |
| Azidya Trimuthia Prawira | 8BIL1 | 6 | Hari itu adalah hari pertama kali untuk Alia di mana ia harus merayakan ulang tahunnya di negeri orang tanpa teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa kuajak merayakannya. Usagi, teman sebangkunya tersebut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Alia. Saat itu, Alia dan Usagi berjalan menuju halte bus dan Alia menemukan sekeping uang logam yang menurut orang Jepang itu adalah peristiwa suatu keberuntungan karena kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Awalnya, Alia tidak percaya akan kisah seperti itu, tetapi setelah Usagi memintanya untuk membuat satu permintaan, yaitu adanya matahari bersinar, permintaan Alia terkabulkan dengan munculnya matahari di balik awan, padahal sekarang merupakan musim salju. |
| Dimas Raditya Kusuma Putra | 8BIL1 | 8 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. pas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Cahaya Dewi Fortuna | 8BIL1 | 8 | Tentang filosofi |
| Kenza Ardraputra Rezyarifin | 8BIL1 | 13 | Jam Pemutar Waktu Tiga anak kelas enam yang entah kenapa diijinkan ke hutan sendirian, Dhanis, Nisa, Elya sudah seminggu berlibur di dalam hutan. Selama liburan mereka selalu memenuhi kebutuhan kemahnya seperti mencari air, buruan, dll. Suatu pagi mereka ingin mencari sumber air untuk mandi, dan mereka setuju untuk menjelajahi hutan utara karena banyak sumber airnya, mereka menemukan sumber air berupa sungai yang disampingnya ada tebing, dan diatas tebing itu ada air terjun, namun karena suhu airnya dingin mereka tidak jadi mandi sehingga mereka mandi di sungai. Dhanis menemukan jam tangan di pinggiran sungai, tertuliskan ‘jam ajaib’ di belakang jam tangan sehingga mereka menjadi bingung, namun Dhanis tetap membawanya di dalam saku. Setelah mandi di sungai mereka berburu, ketiga anak itu mendapatkan belalang dan katak tidak beracun, lalu mengumpulkan ranting ranting yang ada di tanah dan kembali ke kemah untuk membakar buruan. Walaupun mereka ke hutan sendirian, ada banyak polisi yang berpatroli sehingga jika ada masalah mereka bisa lari ke sana. Ketiga anak tersebut mengutak atik jam tangan untuk melihat apakah masih bekerja. Nisa memencet tombol berwarna merah dan seperti yang Anda kira dari judul cerita ini, mereka terbawa ke masa lampau ke negeri bernama Aluna. Mereka berjalan jalan melihat lihat, lalu ketemu dengan anak bernama Sahara yang sebaya dengan mereka. Mereka diajak ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu lalu disajikan makanan yang lezat. Setelah itu mereka berterima kasih kepada Sahara lalu kembali mengutak atik jam tersebut. Elya memencet tombol berwarna biru dan terbawa ke masa depan ke negeri Faciela. Tidak ada pohon namun tetap ada oksigen karena ada mesin yang membuatnya. Mereka menumpangi taksi terbang dan berkeliling di negeri tersebut lalu bertemu anak bernama Fashah yang merupakan pemilik negeri ini. Konon nama ‘Faciela’ diambil dari nama ibunya Fashah, sayangnya ibunya sudah tiada karena kekurangan oksigen (sebelum ada mesin pembuat oksigen). Mereka diajak ke istana Fashah dan disediakan makanan (tidak terlalu sehat) yang bukan sayuran, namun mereka tetap sehat karena ada obat yang dimakan sehari dua kali untuk tetap sehat. Mereka berterima kasih kembali kepada Fashah dan kembali mengutak atik jam. Tombol yang belum dipencet adalah tombol berwarna hijau, dan setelah mereka memencetnya ketiga anak tersebut berhasil kembali ke tempat semula yaitu kemah mereka. |
| Nafisa Zeta Oktavian | 8BIL1 | 15 | Alea yang sedang berada di Jepang merasa sedikit sedih karena tidak bisa merayakan ulang tahunnya bersama teman-teman lainnya kecuali Usagi-teman sebangkunya. Namun pada hari itu ternyata ia beruntung sekali karena menemukan uang logam yang tahun pembuatannya sama seperti tahun lahirnya. Kata Usagi, di Jepang dipercaya Tuhan akan mengabulkan 3 permintaannya. Dan benar saja, ketika Alea meminta agar ada matahari cerah dan dihadiahi bunga sakura, hal itu benar-benar terjadi. Sampai dipermintaan terakhir, Alea dan Usagi sempat berdebat karena opini keinginan yang diberi Usagi sehingga mereka berdua membanting telepon mereka berdua masing-masing. Akhirnya Alea meminta untuk diberi sahabat sejati dan datanglah Usagi di rumahnya untuk meminta maaf karena telah menyesal dengan kejadian sebelumnya. |
| maritza asthari r | 8BIL1 | 15 | sistem peredaran darah memiliki fungsi, mengedarkan oksigen dan nutrien, memindahkan hormon, dan mengangkut zat sisa metabolisme |
| Rahesha Alka Devata | 8BIL1 | 18 | Seorang bernama Alia berulang tahun tapi karena dia baru pindah dia belum memiliki banyak teman yang akan merayakanya, tapi dia memiliki teman sebangku bernama usagi. Usagi salah satunya di kelas Alia yang merayakan ulang tahunya. Saat Alia dan Usagi sedang menunggu bus sebuah coin terlempar ke Alia. coin tersebut dibuat di tanggal kelahiran Alia, Usagi pun berkata bahwa di jepang dipercayai bahwa jika sedang ulang tahun dan ada menemukan koin yang dibuat di tanggal lahir maka orang tersebut akan dikabulkan 3 permintaan. Alia awalnya tidak percaya tapi ia tetap mencoba, Alia meminta cahaya matahari yang terang dan dalam waktu berberapa menit terkabul. Alia masih kurang yakin dan meminta kedua kalinya, ia meminta untuk mendapatkan hadiah ulang tahun bunga sakura. Usagi dan Alia pulang dan saat Alia ke kamarnya ia menemukan sebuah bunga sakura yang diberikan oleh tantenya. Alia pun langsung menelepon usagi dan menceritakanya. Setelah itu mereka membahas apa permintaan terakhir Alia, usagi menyusulkan bahwa permintaan terakhirnya adalah untuk Alia mendapatkan nilai terbagus tapi Alia sendiri tidak setuju saran itu. Karena ini mereka memiliki argumen sampai mereka saling menutup teleponya. Ibunya alia datang ke kamarnya menanyakan kenapa telepon dibanting, Alia pun akhirnya menceritakan kejadian hari itu ke ibunya dan ibunya menyetujui pilihan Alia tidak mengambil saran dari Usagi. Setelah itu Alia mengatakan permintaan terakhirnya yaitu untuk sahabat yang dekat. Dan tidak lama Usagi datang ke rumah Alia untuk berterima kasih |
| Rakea Syahma Fitri | 8BIL1 | 19 | Aku membaca mengenai 3 sahabat yang mendapatu julukan Dhaniely. Dalam cerita tersebut mereka sedang berkemah di hutan dan saat hendak mengambi air dari sebuah sungai mereka menemukan sebuah jam yang mempunyai label ‘jam ajaib’ karena itu pun mereka penasaran apakah jam tersebut benar benar ajaib. Ketiga sahabat pun kembali ke tenda mereka dan mereka hendak makan, setelah makan mereka mengotak atik jam tersebut dan menekan tombol merah yang membuat mereka kembali ke masa lalu, di kelilingi rumah bambu mereka bertemu dengan seorang gadis yang membawa mereka ke rumahnya dan memberi mereka makanan. Setelah makan mereka kembali mengotak atik jam tersebut dan menekan tombol biru yang membuat mereka pergi ke masa depan dimana semuanya sudah canggih dan dipenuhi dengan mesin mereka pun berkeliling dan bertemu dengan pemimpin negeri tersebut, sang pemimpin memperbolahkan mereka untuk berkeliling di kerajaan milik ia dan memberi mereka makanan, hal yang menarik adalah tidak ada satupun makanan sayuran, ternyata asupan sayuran dapat dilakukan melewati meminum tablet yang mengandung vitamin sayuran dan juga kandungan 02, para penduduk memakan tablet tersbut dua kali sehari untuk bertahan hidup jika tidak akan panjang urusannya. Setelah semua itu merekapun kembali mengorak atik jam tersebut dan menekan timbol hijau dan mereka pun kembali ke tempat asal mereka yaitu hutan dimana mereka berkemah. |
| Rizqidia Nurzahira Ramadhani | 8BIL1 | 21 | Dhanis, Nisa dan Elya lagi liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi, ketiga anak menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Mereka menyebutnya sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Air yang berada dalam sungainya dingin sekali, mereka jadi malas mandi. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus.
Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan. Kali ini mereka mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Setelah itu kembali ke perkemahan dan membakar hasil buruan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Tenang kalau ada apa-apa tinggal lari ke perkemahan polisi hutan. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. “Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan?” Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Mereka terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Mereka berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah mereka diberi makan, mereka pun pamit untuk pergi. Mereka juga terlempar ke masa depan, dan mengelilingi kota yang ada di masa deepen tersebut. Setelah mengelilingi kota, mereka pun kembali ke tempat semula. |
| Tristan Kaory | 8BIL1 | 23 | Cerita nya menceritakan tentang rahasia logam seseorang |
| Alanna Fitria Kirana | 8BIL2 | 1 | Ada banyak rahasia2 logam |
| Altair Athar Maulana Roesli | 8BIL2 | 3 | rahasia logam |
| Ameera Jane | 8BIL2 | 4 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang berpetualang dan menemukan alat yang membuat waktu mundur dan maju
Ketiga anak itu sedang berlibur di hutan. Selama seminggu semuanya |
| Anargya Tirta Pratama Sigit | 8BIL2 | 5 | Jam Pemutar Waktu |
| Arga Bramantyo Anggoro | 8BIL2 | 6 | Pada suatu hari Dhanis, Nisa dan Elya Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pada suatu pagi mereka mencari air untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Ketiga anak itu bertanyatanya apakah jam itu benar jam ajaib. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Oh My God! Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Kemudian mereka berpamitan untuk pulang. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Apakah ada mobil bisa terbang? Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Setelah menjelajah negeri itu mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. |
| Athaya Fawnia Epafroditus | 8BIL2 | 7 | Suatu hari, Alia merasa kesepian karena tidak mempunyai banyak teman untuk merayai ulang tahunnya di Jepang. Teman yang hanya Ia punyai adalah Usagi, Ia telah menemani Alia semenjak Alia pindah ke Jepang. Saat di jalan pulang, Alia menemukan suatu koin yang mempunyai tahun yang sama persis seperti tahun kelahirannya. Menurut kepercayaan orang Jepang, kamu dapat mengabulkan 3 permintaan apa saja yang kamu mau. Alia pun menggunakan permintaan pertamanya agar sinar matahari muncul walaupun sedang bersalju. Sesaat kemudian, sinar matahari pun muncul. Untuk permintaan kedua Alia meminta untuk mendapatkan setangkai bunga sakura. Saat Ia tiba di rumah, Ia melihat sebuah tangkai bunga sakura yang ditinggalkan tantenya. Alia pun menelfon Usagi untuk menyeritakannya tentang hal ini. Usagi pun meminta kepada Alia untuk meminta agar semua nilai ulangannya bagus. Alia tidak setuju dengan permintaan Usagi sehingga akhirnya mereka bertengkar. Alia pun berbicara kepada ibunya tentang pertengkarannya bersama Usagi. Ibunya pun mengusulkan untuk Alia meminta sahabat sejati. beberapa saat kemudian, Usagi datang menghampiri rumah Alia untuk meminta maaf, karena ini Alia tau bahwa Usagi adalah sahabat sejati yang sudah diberikan kepadanya. |
| Charissa Chelsky Candradewa | 8BIL2 | 10 | Jam Pemutar Waktu
Dhanis, Nisa dan Elya memiliki petualangan yang seru! Suatu ketika, mereka bertiga sedang liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Paginya mereka mencari air segar untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Sebut saja sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang dingin yang lumayan besar. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, jam tangan Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Mereka pun bertanya-tanya. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan. Mereka juga mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan untuk dibakar di perkemahan nanti. Hutan ini hanya berisi para polisi yang sering berpatroli, sehingga orang tua mereka mengizinkannya karena jika terjadi sesuatu kita bisa langsung ke perkemahan polisi. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut.Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Mereka diberi makan yang enak juga oleh Sahara. Mereka berterima kasih dan berpamitan untuk pulang. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan.Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi tidak akan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas, mereka makan di restoran yang serba ada. Pilih apa saja pasti tersedia. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu belum di buatnya mesin canggih itu atau bernama 100 Tombol. Fashah orang yang baik, ramah Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Ternyata negeri ini tidak memakan sayuran. Karena itu orang pintar, menjadi lebih pintar lagi. Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, akan jadi masalah. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. |
| Freya Lubna Kamilia | 8BIL2 | 11 | rahasia logam |
| Halzahra Arkenzie Malik | 8BIL2 | 12 | Obat itu
merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! |
| Jivara Faiza Ridwansyah | 8BIL2 | 13 | Miiko mempunyai teman baru bernama haruna yang pindah dari fukushinma karena musibah gempa |
| Kayla Purawinata Putri K | 8BIL2 | 14 | petualangan Dhanis, Nisa dan Elya yang menemukan jam ajaib di dalam hutan. jam itu dapat memutar ulang waktu |
| Keira Athalia Callista | 8BIL2 | 15 | Hellbound bercerita tentang sekelompok monster yang memburu orang-orang yang dianggap berdosa dan mengirim mereka ke neraka. Sang pendosa akan diberitahu tanggal dan waktu kematian mereka sebelum akhirnya dikejar oleh monster |
| Keisha Esteria Hasian Sitinjak | 8BIL2 | 16 | 3 orang anak sedang berlibur ke hutan dan meteka menemukan jam yang bisa membuat mereka ke masa depan. |
| Nadia Salsabilla | 8BIL2 | 18 | Seorang anak bernama boy datang ke sebuah sungai yang terdapat di dekat rumahnya, awalnya ia hanya ingin memancing ikan untuk ia makan. Saat sedang memancing ia merasakan ada sesuatu dalam pancingannya tersebut. Ternyata ia mendapatkan seekor ikan kecil yang sangat cantik. Warna nya emas kemerahan. Ia bertemu dengan ikan ajaib yang dapat memberikan semua permintaan dari boy. Saat itu boy selalu meminta apapun kepada ikan ajaib tersebut. |
| Rafa Aldeandra | 8BIL2 | 19 | Dhanis, Eyla, dan Nisa menemukan jam yang dapat membawa mereka ke masa depan dan masa lalu. Mereka bertemu dengan sebayanya. Ketiga teman tersebut merasakan perbedaan kedua masa tersebut. |
| Regan Shaquille Ammarsany | 8BIL2 | 20 | Jam Pemutar Waktu
3 Anak bernama Dhanis, Nisa dan Elya, mereka sedang liburan di hutan, mereka menemukan jam yang mereka pencet tombolnya yang merah akan memutar balik waktu dan wyang biru akan ke masa depan. |
| Siti Aisha Humaira Alamsyah | 8BIL2 | 22 | Sherlock Holmes dan sahabatnya memutuskan untuk pergi ke TKP untuk menyelidiki siapa pembunuh Mr. Drebber |
| Syesha Safira Sudradjat | 8BIL2 | 24 | Jam Pemutar Waktu Dhanis, Nisa, dan Elya berlibur ke hutan selama seminggu. Ketika mereka berburu di pagi hari, mereka menemukan jam ajaib. Mereka mengotak-atik jam tersebut, dan ketika ditekan tombol berwarna merah, mereka kembali ke masa lampau (negeri Aluna). Di sana mereka bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Sahara. Kemudian, mereka menekan tombol biru, dan pergi ke masa depan yang sangat canggih (negeri Faciela), dan bertemu dengan seorang anak laki-laki, bernama Fashah. Setelah berpuas-puas, mereka menekan tombol hijau, dan kembali ke hutan. |
| Brian Rafi Satria | 8C | 3 | Rahasia Logam
Alia yang tinggal di Jepang bersama keluarganya berulang tahun. Iya sangat kesepian karena harus berulang tahun di negeri orang, tanpa banyak teman, tanpa saudara, tanpa tetangga, dan tanpa perayaan. Hanya Usagi, satu-satunya teman baiknya di Jepang. Ketika mereka sedang menunggu bus untuk ke sekolah tanpa sengaja Alia menemukan sekeping uang logam, dan betapa terkejutnya ketika Usagi melihat uang logam itu bertahun yang sama seperti tahun kelahiran Alia. |
| Denarya Rafif Rochalib | 8C | 7 | Cerita ini berisi tentang seseorang yang bernama Alia yang sedang berulang tahun, bersedih hati karena ia sedang berulang tahun di luar negeri sehingga tak ada orang yang merayakannya. Namun, pada hari ulang tahunnya ia menemukan uang logam, yang setelah dijelaskan oleh temannya bahwa apabila kita menemukan uang logam pada saat kita ulang tahun dan tahun pembuatan uang tersebut sama dengan kita itulah tanda. |
| Diandra Qimira | 8C | 8 | Alia merasa sedih karena ia berulang tahun di negeri orang, yaitu Jepang. Tidak ada yang bisa ia ajak untuk merayakan ulang tahunnya, hanya ada ibu, ayah, dan Usagi yaitu teman sebangku di sekolahnya. Alia menemukan koin yang ia liat di depannya, kata Usagi menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Awalnya Alia tidak percaya kemudian ia meminta agar ada matahari yanag bersinar dan kagetnya permintaannya itu terkabul padahal sedang musim salju. Kemudian untuk permintaan kedua ia meminta agar mendapatkan hadiah bunga sakura, kemudian ia benar mendapatkannya. Kemudian ia bertanya kepada Usagi untuk permintaan terakhirnya, tapi mereka menjadi bertengkar karena perbedaan pendapat. Kemudian ibunya datang dan berkata kenapa tidak meminta sahabat sejati saja. Alia pun setuju dan Usagi ada di depan rumahnya untuk meminta maaf. Alia berjanji untuk tidak bertengkar lagi dengan Usagi. |
| Feyla maharani putri | 8C | 9 | Alia pertama kali berulang tahun di negara orang, ia cukup sedih karena tidak bisa merayakan ulangtaun nya bersama tetangga, teman, dan saudara. Tapi tidak apa apa karena dia masih memiliki papa mama dan sahabatnya usagi. Teman sebangku alia selama di jepang.
Usagi mengucapkan selamat ulang tahun kepada alia. Musim salju mulai turun, semua murid memakai mantel tebal. Tiba-tiba saat menunggu di halte bus alia melihat sekeping uang logam. Usagi terkejut dan mengatakan bahwa hari itu merupakan hari keberuntungan bagi alia. Katanya jika menemukan uang logam pada hari ulang tahun kita dan tahun pembuatan uang logamnya sama dengan tahun kelahiran kita, tiga permintaan akan dikabulkan. Alia tidak percaya dengan perkataan itu, tapi akhirnya dia mencobanya. Ia meminta kepada Tuhan supaya ada matahari bersinar. Dan benar saja, tiba tiba muncul matahari di balik awan. Alia terkejut. Permintaan kedua Alia meminta hadiah bunga sakura, lalu bus yang ditunggu datang. Sesampainya dirumah ia melihat bunga-bunga sakura dikamarnya yang merupakan hadiah dari tante nya. Ia menelpon usagi untuk mengatakan bahwa permintaan keduanya terjadi. Saat diskusi untuk permintaan ketiga, mereka bertengkar karena perbedaan pendapat. Alia menutup telepon nya dan sedikit dibanting. Kemudian ia bercerita kepada mamanya, mama nya mengusulkan ide untuk meminta sahabat sebagai permintaan ketiga. Segera alia meminta sahabat sejati kepada Tuhan. Tiba-tiba ada yang datang kerumah dan ternyata usagi datang dan meminta maaf atas perdebatan tadi. Alia tersenyum, ia yakin usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhir alia. |
| Jurrien Rafael a | 8C | 11 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. |
| keisya setya maharani | 8C | 13 | tentang isi bumi, lapisan, samudra, negara”, benua, dan kondisi alam |
| M. Vierzan | 8C | 18 | Dhaniely menemukan sebuah jam ajaib saat ingin mencari air hutan. lalu ketika salah satu tombol di jam itu di pencet, mereka berpindah ke masa lampau dan masa yang akan datang |
| Nathania Paramitha Rafeni Putri | 8C | 20 | Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih.“Huahh…” Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi enaknya ngapain ya? Mendingan cari air untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Dingin banget airnya. Jadi malas mandi. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Apakah benar ajaib? Ketiga anak itu bertanya- tanya. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Setelah itu kembali ke perkemahan dan membakar hasil buruan. Mereka kelas enam lho! Kok di bolehin berkemah di hutan yang besar? Ya, karena orang tua mereka mengijinkan. Tidak masalah, semua pasti aman. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Tenang kalau ada apa-apa tinggal lari ke perkemahan polisi hutan deh. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Oh My God! Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. “Rumahnya bagus!” kata Elya kagum. “Terima kasih…” sahut sahara senang. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Pokoknya uueenak deh! Mereka berterima kasih atas semuanya. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Ya, Sahara emang cantik di tambah pula senyuman. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Apakah ada mobil bisa terbang? Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen.Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Pilih apa saja pasti tersedia. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu belum di buatnya mesin canggih itu atau bernama 100 Tombol. Yup … karena ada seratus tombol! Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Kalau kata Dahnis dan Elya biasa. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Yaitu: pizza, burger, fillet gurame. Ternyata negeri ini tidak memakan sayuran. Karena itu orang pintar, ya … orang pintar lagi! Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. |
| Nikeisha Nursandrica | 8C | 21 | Terdapat seorang gadis yg terjebak di dalam dunia mimpi, ia bertemu dengan seorang putri yg trnyata kaka kandungnya sendiri. |
| Rakha byantara nadif | 8C | 24 | cara menghilangkan rasa tinnitus |
| Audy Kharisma | 8D | 2 | tentang tiga anak yang sedang belibur berkemah di hutan dan menemukan benda yang bisa memutar waktu. |
| avissa sitti amabel | 8D | 3 | Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar.
Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. |
| Ayzar Hisyam Raditya | 8D | 4 | Jam yang bisa memutar waktu |
| Calista Belva Kaishaura | 8D | 6 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Usagi, teman ebangkuku yang selalu menemaniku selama aku tinggal di jepang, mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.“ Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku, sekeping uang logam. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Usagi terus memaksa aku untuk membuat permohonan sedangkan aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. Akhirnya dia membuat 3 permohonan dan permohonan terakhirnya adalah meminta sahabar sejati. Ide itu adalah ide mamanya. Tak lama dari itu Usagi tiba tiba datang. |
| fahrisa putri fahri | 8D | 9 | Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Pilih apa saja pasti tersedia. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu belum di buatnya mesin canggih itu atau bernama 100 Tombol. Yup … karena ada seratus tombol! Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Kalau kata Dahnis dan Elya biasa. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Yaitu: pizza, burger, fillet gurame. Ternyata negeri ini tidak memakan sayuran. Karena itu orang pintar, ya … orang pintar lagi! Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu |
| Gede Radit Ariyudana | 8D | 10 | Setelah Guts menemukan baal, dia mencoba untuk melawannya. |
| Nicky Farlie Natalino Alfonso | 8D | 19 | Back To The Futuring |
| Rafid Izza Tanzila | 8D | 23 | Aku sangat sedih karena di hari ulang tahunnya tidak ada teman, saudara, tetangga yang dia bisa ajak Karena ia sedang di Negri orang. Tapi, ia tidak terlalu sedih Karena masih ada mama, papa, dan teman sebangkunya usagi.
Saat menuju halte bus dengan usagi, dia menemukan sebuah koin logam, menurut orang jepang jika seseorang menemukan koin di hari ulang tahunnya dan tahun pembuatan koin itu sama dengan tahun kelahirannya maka mereka bisa meminta 3 permintaan. Aku tidak percaya, namun akhirnya ia pun mencobanya. |
| Rania Anindita | 8D | 25 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Aku dan Usagi menuju halte bus.
“Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Bus yang aku tunggu datang. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. “Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. “Ah, kamu ada-ada saja” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. “Habis Usagi duluan,” gerutuku. Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku” Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. “Coba kamu lihat, siapa yang datang” kata Mama. Usagi?!. |
| Shifa Zerlita Abadi | 8D | 26 | Jam Pemutar Waktu
Dhanis, Nisa dan Elya, berlibur di suatu pagi dekat hutan mereka bertujuan untuk mencari sumber air untuk mandi, mereka menelusuri hutan bagian utara, karena Lalu Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet |
| Arya Bima Arundati | 8E | 1 | Di suatu hari tiga anak bernama, Dhanis, Nisa dan Elya pergi berpetualang ke sebuah hutan. mereka berpencar menelusuri tiap sudut hutan tersebut, dan ketika Dhanis sampai ke tepi danau, ia menemukan sebuah jam tangan kecil yang dibelakangnya tertulis “Jam Ajaib” kemudian Dhanis & yang lain pergi membawa jam tersebut, lalu saat pulang mereka mulai mengotak-ngatik jam tersebut dan Elya memencet tombol biru yang membawa mereka ke masa depan, namun masa depan yang mereka pikirkan tidaklah sesuai dengan perkiraan karena dimasa depan, karena di masa depan manusia sangat kesulitan untuk mendapatkan oksigen, setelah mengetahui semua yang terjadi dan solusi bertahan hidup di masa depan akhirnya mereka memencet tombol hijau & berhasil kembali ke masa depan |
| Asha Padma R. Tripradopo | 8E | 2 | menceritakan tentang jam pemutar waktu |
| Aura Khaila | 8E | 3 | Tentang memancing ikan |
| Ayuthaya Andriana | 8E | 4 | Kita harus berhati-hati dalam melakukan apapun |
| Daniella Zahraa Jatnika | 8E | 7 | Rahasia logam |
| Dhamir Rasyid Resmana | 8E | 8 | Rahasia Logam |
| Farrel Farand Fathiyyah | 8E | 9 | Dunia Games adalah portal berita game yang paling terpercaya di Indonesia. Kamu bisa menemukan informasi menarik terbaru seputar video game, industri game, esport, teknologi, sampai pop culture. Tak berhenti sampai di situ, kamu pun bisa membeli berbagai voucher game kesayangan kamu dan menonton video-video dari kanal Youtube Dunia Games juga mengikuti livestream yang tayang rutin setiap minggunya. Dan kini, untuk mewadahi para gamer di Indonesia yang ingin mengenal lebih dalam dunia esport dibentuklah platform Dunia Games E-Sports. |
| Felly Pricilla | 8E | 10 | Dhaniely sedang berlibur di hutan, saat berburu mereka menemukan jam tangan ajaib. Jam tangan tersebut bisa membawa mereka ke masa depan dan masa lampau. Mereka pergi ke masa lalu dimana mereka bertemu dengan Sahara si Gadis Cantik mereka dibawa kerumahnya yang terbuat dari jerami. Setelah itu mereka pun pergi ke masa depan dan bertemu dengan Fashah si Pemilik Negeri Faciela Negeri yang penuh kemajuan. |
| Hakeem Ali Rose | 8E | 11 | Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar.
Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. |
| Harashta Jannis Andriansyah | 8E | 12 | Halo, selamat pagi! Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Yuk ikutan ngerasain petualangan Dhanis, Nisa dan Elya ya! Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Ikutin yuk kisahnya! “Huahh…” Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi enaknya ngapain ya? Mendingan cari air untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak.nah |
| Hylmi Ghanim Suryo Wicaksono | 8E | 13 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya, walau begitu, mama, papa, dan temanku selalu menemani saat aku di jepang, temanku itu bernama usagi. Saat musim salju turun, usagi dan aku menggunakan mantel putih, kita menuju halte bus, Usagi pun menanyakan apa yang terjadi pada ku, karena aku terlihat sedih, aku mengendikkan bahu, aku agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahun ku. Akupun menemukan sebuah uang logam, usagi pun memberitahuku bahwa menemukan uang pada hari ulang tahun adalah keberuntungan, menurut orang jepang, menemukan uang pada hari ulang tahun maka 3 permintaan kita akan dikabulkan, lalu aku pun meminta 3 permintaan, permintaan yang pertama adalah agar matahari bersinar, saat aku meminta permohonan ke dua, busnya pun datang , usagi pun memintaku untuk memohon bunga sakura, sebelum bus datang, lalu aku pun masuk ke bus dan akhirnya pulang ke rumah, saat sudah sampai di rumah, ternyata sudah ada bunga sakura di tempat tidur ku, Usagi menelepon ku dan menanyakan permintaan terakhir, akupun berkata agar ulangan mu selalu bagus, usagi pun tidak mau, akhirnya aku dan usagi pun berdebat, usagi dan aku pun membanting telpon.lalu akupun meminta sahabat sejati untuk permintaan terakhir, tak lama usagi pun datang kerumahku, ia meminta maaf dan duduk disampingku |
| Juwayria Zafnah | 8E | 14 | Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. |
| Namira Aishagita Kusumahadilaga | 8E | 17 | Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Semoga panjang umur,» Usagi mengulurkan tangan. » » Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. » » » Aku dan Usagi menuju halte bus. »
«Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?» tanya Usagi lagi. » » Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. » » » » «Uang logam tahun berapa?» Usagi merebut logam itu dari tanganku. » » «Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!» lanjutnya. » «Apa maksudmu?» tanyaku tidak mengerti. » «Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!» jelas Usagi panjang lebar. » Aku tersenyum, «Aku tidak percaya,» kataku. «Kamu harus percaya. «Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!» Usagi mengembalikan uang logam itu. » » «Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!» Usagi terus memaksa. » aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. » » » «Lihat Alia!» teriakan Usagi, «Lihat! Matahari muncul di balik awan!» Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. « Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. «Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!» kata Usagi. » » » » Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. » » » » » «Cepat masuk Alia!» kata Mama begitu pintu dibuka. » » Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. » » « Tadi dia ke sini,» Mama menjelaskan. » Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. » » » «Sekarang apa permintaan terakhir kamu?» tanya Usagi. » Aku garuk-garuk kepala, «Aku … aku tidak tahu.» «Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!» usul Usagi beberapa saat kemudian. » «Ah, kamu ada-ada saja!» tolakku. » . «Ini kesempatan baik Alia!» «Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!» «Tapi . .». Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. «Habis Usagi duluan,» gerutuku. Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,» Mama mendukungku. » » Mama menghentikan langkahnya, «Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!» katanya. » » » » » Coba kamu lihat, siapa yang datang,» kata Mama. » » » » Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. » Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku.Oh |
| Raden Annisa Mizani | 8E | 18 | Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Dingin banget airnya. Jadi malas mandi. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’.Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi semuanya segera berburu makanan. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Tenang kalau ada apa-apa tinggal lari ke perkemahan polisi hutan deh. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Oh My God! Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puaspuasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Pilih apa saja pasti tersedia. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu belum di buatnya mesin canggih itu atau bernama 100 Tombol. Yup … karena ada seratus tombol! Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Kalau kata Dahnis dan Elya biasa. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. Horee … Alhamdulillah. |
| Radinka Mikayla Firmansyah | 8E | 19 | Connell dan Marriane yang berpura-pura tak saling kenal di sekolah. |
| Rayesha Reyhan Rizqueena | 8E | 20 | Rahasia Logam : “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” |
| Rei Arden A.D | 8E | 21 | Membaca buku Firaun Undercover hlm 5 – 10 |
| Renandya Malicca C | 8E | 22 | Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu kaget ketika mengetahui ada alat yang membuat waktu mundur dan maju. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar.
Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Dhaniely berpamitan untuk pulang. Tanya Dhaniely. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puas- puasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. |
| Reno Sabastian Faza Musthafa | 8E | 23 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! “Betul, kan, apa yang kubilang. Tuhan sedang berbaik hati sama kamu. Sekarang, coba ajukan permintaan kedua! Ayo, Alia!” kata Usagi. “Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Aku pulang dulu, ya! Nanti aku telepon!” kataku sebelum masuk bus. Usagi mengangguk, lalu melambaikan tangan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi?Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin permintaan kedua terkabul. “Stop!” teriakku sampai di depan rumahku. “Cepat masuk Alia!” kata Mama begitu pintu dibuka. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku mencium tangan Mama lalu masuk ke kamar. Sekali lagi aku terkejut. Di kamarku sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Ya Tuhan … Usagi benar! Aku menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi. Kebetulan ia sudah sampai di rumah. Aku ceritakan permintaan keduaku itu. “Sekarang apa permintaan terakhir kamu?” tanya Usagi. Aku garuk-garuk kepala, “Aku … aku tidak tahu.” “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. “Ini kesempatan baik Alia!” “Tidak! Itu nanti akan membuatku malas belajar!” “Tapi …” Sekitar seperempat jam aku berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya aku dan Usagi bertengkar. Usagi membanting telepon. Aku juga membanting telepon. “Ada apa sih?” tanya Mama melihat kelakuanku. “Tidak baik membanting-banting telepon!” “Habis Usagi duluan,” gerutuku. “Memangnya ada apa?” tanya Mama lagi. Aku menarik napas sejenak, lantas menceritakan semuanya. Tentang uang logam itu, tentang permintaan pertama dan kedua yang dikabulkan, dan tentang permintaan terakhir yang membuatku membanting telepon. “Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. “Lalu aku minta apa?” tanyaku sebelum Mama meninggalkanku. Mama menghentikan langkahnya, “Bagaimana kalau kamu minta sahabat saja? iya, seorang sahabat sejati!” katanya. Sahabat? Ya! Kenapa tidak? Akhirnya aku minta pada Tuhansupayadiberi seorang sahabat sejati. Aku lalu masuk kamar, mengganti pakaian, lalu menuju meja makan. Aku baru saja menyiapkan piring ketika bel berbunyi. Kudengar Mama membuka pintu. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Aku menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat dudukku dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku! |
| Rizky Ramadhan Adhittama | 8E | 24 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus.“Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku.“Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan.“Aku mau hadiah bunga sakura!” aku mengucapkan permintaan kedua. Diiin! Diiin! Bus yang aku tunggu datang. “Begini saja, bagaimana kalau kamu minta pada tuhan agar hasil ulangan kamu selalu yang terbaik!” usul Usagi beberapa saat kemudian. “Ah, kamu ada-ada saja!” tolakku. Kamu benar! Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi itu,” Mama mendukungku. Aku menggeleng-geleng. Aku tidak mau mendengar kelanjutan perkataan Usagi. Aku yakin Usagi menyesali perbuatannya karena dia seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untukku. Seperti permintaan terakhirku |
| Suhandhika Pratama W | 8E | 26 | Jam Pemutar Waktu |
| Sulthan SAgara Abdurrahman | 8E | 27 | in the morning with sunlight peeking through the curtai ns, it took ronnie a few seconds to realize where she is |
| Alya Hana | 8F | 2 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat. |
| Anindita Abdiyah Muhshi | 8F | 3 | Ada seorang gadis bernama Alia yang sedang berulang tahun di Jepang. Ia sedih karena tidak ada teman, saudara, ataupun tetangga yang bisa diajak untuk merayakan hari spesialnya. Untungnya, ia masih punya Mama, Papa, dan teman sebangkunya, Usagi. Usagi memberi ucapan selamat ulang tahun yang disertai doa-doa nya untuk Alia. Setelah itu, mereka pun menuju halte bus. Alia tampak tidak bahagia, Usagi pun bertanya tentang penyebabnya. Alia pun menjawab bahwa ia sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunnya. Tiba-tiba, Alia menemukan sebuah uang logam yang ternyata bisa mengabulkan 3 permintaan Alia. Awalnya ia tidak percaya, namun akhirnya Alia mencobanya. Pada permintaan pertamanya, ia meminta kepada Tuhan supaya matahari bersinar di musim salju di kala itu. Benar saja, permintaannya langsung dikabulkan. Permintaan kedua, ia meminta hadiah bunga sakura. Saat sampai di rumah, Alia langsung masuk kamar dan betapa terkejutnya ia setelah menemukan beberapa tangkai bunga sakura yang ternyata diberi oleh tantenya. Alia pun menelepon Usagi dan berbincang-bincang bersama. Alia masih bingung mengenai apa yang diinginkannya untuk permintaan terakhirnya. Usagi pun mengusulkan Alia untuk meminta agar hasil ulangannya selalu yang terbaik. Namun, Alia menolak karena ia tau dampaknya. Mereka pun berdebat di telepon. Tiba-tiba, Mama Alia mendatanginya. Alia pun menceritakan semuanya. Mama Alia pun mengusulkan Alia untuk meminta sahabat saja. Alia pun setuju. Beberapa saat kemudian, Alia kedatangan tamu yang tak diduga. Tamu tersebut adalah Usagi, ia menemui Alia untuk meminta maaf. Alia sudah menduga bahwa Usagi lah sahabat sejati yang dikirim Tuhan untuknya. Permintaan Alia pun terpenuhi. |
| Faira Fitriyani Djajasasmita | 8F | 9 | Dhanis, Nisa, dan Elya mengelilingi waktu dari jaman ke jaman menggunakan jam ajaib yang mereka temui saat mereka berpetualang di hutan. |
| Nadia Tanisha Ariana | 8F | 16 | Jam Pemutar Waktu. Cerita ini menceritakan tentang seorang 3 anak yang bernama Dhanis, Nisa, Elya. Mereka bertiga berpetualang menemukan alat yang membuat waktu mundur dan maju. |
| Revany Dealova Soekasno Putri | 8F | 23 | Menurut orang Jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. |
| safira auliya hermawan | 8F | 26 | Sokola Rimba Sokola rimba, menceritakan tenatng perjuangan Butet Manurung yang selama bertahun-tahun berusaha mendekati masyarakat komunitas Orang Rimba agar mereka mendapat pendidikan. Mereka (orang rimba) beranggapan bahwa pendidikan hanya akan membawa sial dan mengubah adat istiadat warisan nenek moyang mereka. |
| Shafwa Fairus Darmadhiya | 8F | 27 | Aku baca how to respect myself jadi tentang cara kita respek sama sendiri |
| Vivian Sadidah Rachman | 8F | 28 | Terdapat seorang peri yang sangat buruk rupa diantara per peri lainnya.Ia tinggal di hutan.Buruk rupanya membuat peri peri lainnya menghindar dan meninggalkan dia sendirian, dia sedih menangis sepanjang hari.Pada suatu datang lah angin yang menemaninya.peri membutuhkan bantuanya untuk antar ke bulan, namun bulan tidak bisa menemaninya karena tidak ada satu pun yang bisa sampai ke bulan.dia mencoba terbang namun terjatuh dan sangat terbangun bulan dari langit menghampirinya untuk mengabulkan permintaannya menjadi cantik. bulan pun berkata, seblum dia merubah eri menjadi cantik seperti bintang, UNTUK LEBIH MENJADI CANTIK DIA JUGA HARUS BERGUNA.sepanjang jalan hidupnya dia membantu makhluk hidup lainnya ke jalan yang benar termasuk peri peri temannya. |
| Tania Janesya Hasan | 9A | 25 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! membuatku membanting telepon. |
| Azumah Dhafin Novandika | 9B | 5 | Rahasianya logam |
| Kamila Mahira U. | 9B | 10 | Hari ini saya membaca Norwegian Wood dari halaman 24-62. Dari halaman-halaman yang telah saya baca ini sudah mulai terlihat konflik antara tokoh utama dengan Naoko. |
| Keyshia Ayudhya Susanto | 9B | 12 | Dhainley menemukan jam ajaib yang bisa pergi ke masa lalu dan masa depan |
| Regita Juliana Rachel | 9B | 21 | Saat mereka sedang liburan dihutan, Dhanis tak sengaja menemukan jam tangan yang masih terlihat bagus. Dia mencoba mengutak ngatik jam tersebut, sampai akhirnya Nisa memencet tombol merah jam tersebut dan mereka ada di masa lampau. Setelah mengelilingi dunia masa lampau, Elya memencet tombol biru dan sekarang mereka sudah ada di masa depan yang penuh dengan teknologi canggih. Setelah puas mengelilingi, mereka kembali ke hutan di masa sekarang dengan memencet tombol hijau jam tersebut. |
| Sofia Alma Subrata | 9B | 24 | Avatar: The rise of Kyoshi Chapter: DUES Sang Avatar Kyoshi menantang sang firebender dan bahkan seorang lightning bender yang gila kekuasaan dalam duel. Sang firebender tersebut bernama Xu Ping. Bisa dibilang dia adalah orang yang sangat ditakuti di dunia gelap, sehingga dia merasa bahwa dia diatas segalanya, terutama dalam hal menentukan apa yang benar apa yang salah. Tetapi dia adalah orang yang egois, jadi segala keputusannya adalah hal yang subjektif. Awalnya sang Avatar mengalami kesulitan saat melawan Xu Ping dikarenakan lightning bending bukanlah hal yang umum pada masa itu, dan dia bahkan terkena serangan petir berkali kali. Avatar Kyoshi masihlah pemula dalam bending 4 elemen, oleh karena itu pertarungan sempat berat sebelah. Tetapi ketika dia memasuki Avatar State, dia dapat membalikan keadaan dan memberikan Xu Ping pelajaran, meskipun ia harus membunuh sang pemimpin gila kekuasaan tersebut |
| Abiel Dzaki Ibrahim | 9BBIL1 | 1 | Dhanis, Nisa dan Elya, mereka berlibur ke hutan , berburu selama seminggu. Mereka mencari air untuk mandi kebagian utara hutan. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih. Yaitu negeri Faciela. Tidak ada pohon sedikit pun. Cuma ada tanaman hias. Enggak heran negeri ini selalu ke habisan O2 atau oksigen. mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. |
| alina zahra shazia hakim | 9BBIL1 | 2 | Alia sedang tinggal di Jepang. Saat ulang tahunnya, ia sedih karena tidak ada yang merayakannya. Namun, saat menuju halte bus, aku menemukan sekeping uang logam yang tahun pembuatannya sama dengan tahun lahir Alia. Usagi mengatakan, menurut orang Jepang, bila menemukan uang logam pada hari ulang tahun kita, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sama dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Maka dari itu, Alia membuat permintaan. Permintaan pertama itu agar matahari muncul, dan permintaan kedua yaitu agar ia diberi hadiah bunga sakura, dan kedua permintaan tersebut dikabulkan. Saat dirumah, Alia menelepon Usagi untuk membahas permintaan-permintaan yang terkabul itu. Usagi pun menyarankan permintaan ketiga, yaitu agar hasil nilai ulangan Alia selalu yang terbaik. Namun, Alia tidak setuju, hingga mereka berdebat dan keduanya membanting telepon. Alia menceritakan semua kejadiannya kepada ibunya. Ibunya mengatakan, meskipun Tuhan sedang berbaik hati padanya, tapi sebaiknya jangan menuruti permintaan Usagi. Lalu beliau menyarankan bagaimana Alia meminta sahabat sejati. Sekali lagi, permintaan Alia terkabul. Usagi mendatangi rumah Alia dan meminta maaf, dan mereka pun berbaikan. |
| Alisha Arna Nursyifa | 9BBIL1 | 3 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang liburan ke hutan. Karena mereka membutuhkan air untuk mandi, mereka pun mencari sumber mata air. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Ternyata oh ternyata jam tersebut ialah jam ajaib. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah dan membawa mereka kembali ke masa lampau. Mereka bertemu anak yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Mereka mengutak-ngatik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan. Memasuki negeri yang super duper canggih yaitu negeri Faciela. Setelah mengelilingi negri tersebut dan makan di sebuah restoran mereka pun kembali ke masa semula di mana mereka sedang liburan di hutan. |
| dziya zayyanna | 9BBIL1 | 9 | nora terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa ia sudah berada di kehidupan lainnya. kehidupan dimana ia memiliki seorang suami yang baik dan juga anak perempuan. nora sangat menyukai kehidupannya yang saat ini namun ia merasa seperti merampas kehidupan orang lain yaitu dirinya yang lain. |
| Haidar Fatih Muzhaffar | 9BBIL1 | 13 | Seorang murid bernama Alia menemukan uang logam di hari ulang tahunnya yang dapat mengabulkan semua permintaannya. |
| Keisya Putri Rachmagita | 9BBIL1 | 14 | Alia menemukan sebuak uang koin dengan tahun yang sama dengan tahun lahirnya, temannya Usagi mengatakan bahwa itu membawa keberuntungan. Alia tidak percaya akan tetapi kedua permohonannya langsung terkabul saat ia mengatakannya. |
| Maura Rachima F | 9BBIL1 | 17 | Alia berulang tahun di negeri orang tanpa ditemani teman, saudara, atau tetangga yang bisa diajak merayakannya bersama. Usagi, teman sebangkunya di Jepang mengingatnya dan memberi Alia ucapan selamat, tiba-tiba saja didepan mereka ada sekeping uang logam. Kata Usagi, di Jepang kalau menemukan uang logam pada hari ulang tahun itu artinya menjadi hari keberuntungan. Benar saja, sudah 2 permintaan Alia terkabul di hari itu, tetapi pada permintaan terakhir Usagi dan Alia malah bertengkar lewat telepon. Mama bertanya mengapa Alia bersikap seperti itu dan akhirnya membantu Alia untuk memilih keberuntungan dan menyarankan untuk meminta kepada Tuhan agar diberikan sahabat, setelah permintaan itu Usagi datang menemui Alia untuk meminta maaf, Alia pun merasa senang karena Usagi adalah seorang sahabat sejati yang dikirimkan Tuhan untuknya melalui permintaan tadi. |
| Muhammad.Zaidan Al-Na’afi | 9BBIL1 | 20 | bacaan ini menjelaskan tentang apa yang harus kita lakukan di umur 20 an |
| Nawla Marva Sufaira | 9BBIL1 | 23 | Tokoh “Aku” berulang tahun di negeri orang lain. “Aku” merasa sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunnya. Tiba-tiba ia menemukan koin logam, katanya koin logam itu bisa mengabulkan permintaan orang. Usagi menyarankan untuk meminta agar nilai ulangannya selalu bagus, tapi tidak dihiraukan oleh “Aku” karena takut ia akan malas. Akhirnya, “Aku” meminta harapan sahabat sejati. Terkejutnya, ternyata sahabat sejati yang dikirim Tuhan adalah Usagi. |
| Ryuchi Naiya Kamil Rosadi | 9BBIL1 | 24 | Karakter aku sedang berulang tahun pada hari itu. Di bus ia menemukan uang logam dengan tahun buat yang sesuai dengan tahun lahirnya. Temennya Usagi mengatakan bahwa itu merupakan tanda bahwa 3 harapanmu akan terkabul. Harapan pertama karakter aku adalah untuk melihat matahari cerah di langit (sedang musim dingin di cerpen itu; kemungkinan karena itulah ia meminta melihat matahari). Harapan keduanya adalah mendapatkan bunga sakura, dan saat ia pulang beberapa tangkai bunga tersebut sudah ada dari tantenya. Lalu, ia bertengkar dengan Usagi lewat telefon tentang harapan ketiganya. Tapi, dengan nasihat ibunya, harapan ketiganya adalah untuk sebuah teman sejati. Alhasil, Usagi muncul di pintu masuk rumahnya, meminta maaf atas pertengkaran itu. |
| shafira alina kinasih | 9BBIL1 | 25 | Alia menemukan uang logam yang dibuat sesuai dengan tahun kelahirannya pada hari ulang tahunnya. Kata temannya, Usagi, itu berarti 3 permintaan Alia akan dikabulkan. “Aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” itulah permintaan pertama Alia. Beberapa saat kemudian permintaannya itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Aku mau hadiah bunga sakura!” itulah permintaan kedua Alia. Saat ia pulang, di kamarnya sudah ada beberapa tangkai bunga sakura. “Itu bunga dari Tante Irma. Tadi dia ke sini,” Mama menjelaskan. Alia menuju telepon dan memijit nomor telepon Usagi, ia mau menceritakan permintaan keduanya. Tapi, percakapan antara Alia dan Usagi berakhir dengan pertengkaran untuk permintaan terakhir Alia. Alia cerita ke Mama, “bagaimana kalau kau minta sahabat saja? sahabat sejati?” jawab Mama. ‘Sahabat? Ya! Kenapa tidak?’ akhirnya Alia minta pada Tuhan supaya diberi seorang sahabat sejati. “Alia! Coba kamu lihat, siapa yang datang,” kata Mama. Alia menoleh. Usagi?! Usagi tersenyum, mendekati tempat duduk Alia dan mengulurkan tangan, “Maafkan aku, ya! Aku …” |
| Syareva Reimara Syam | 9BBIL1 | 26 | Kecantikan jasmani dan kecantikan sesungguhnya tidak bisa berbanding, karena dimana kecantikan jasmani hanya berwujud rupa indah, kecantikan sesungguhnya berwujud tindakan-tindakan kebaikan yang membantu makhluk lain sehingga membuat diri menjadi berguna. |
| Tasya Salsabila | 9BBIL1 | 27 | Pemeran utama bernama Alia yang berulang tahun yang tidak sengaja menemukan uang logam yang ternyata merupakan lambang keberuntungan. Permohonan pertamanya adalah agar matahari bersinar, lalu agar mendapatkan hadiah bunga sakura, dan yang terakhir adalah memiliki teman sahabat sejati. Permohonan terakhir disambut dengan kedatangan Usagi, teman sebangkunya Alia di sekolah yang berminta maaf setelah pertengkaran yang ia hadapi dengan Alia |
| Alisha Sukma Widyadhana Putri | 9BIL2 | 2 | Ulang tahun Alia kali ini ia harus merayakannya di negeri orang, Jepang tanpa teman, sahabat, atau tetangga yang bisa diajak merayakannya hingga Usagi, teman sebangkunya mengucapkan selamat ulang tahun. Saat menuju halte bus, Alia menemukan benda berkilau yang merupakan logam dengan tahun pembuatan yang sama dengan tahun lahirnya. Usagi mengatakan bahwa jika menemukan uang logam seperti itu, Tuhan sedang berbaik hati dan akan mengabulkan 3 permintaan kita. Saat Alia mencoba, ketiga permohonan Alia dikabulkan meskipun sempat beberapa perselihan terutama pada permintaan ketiga Alia. |
| Azalya Kayla Putri Purwanto | 9BIL2 | 6 | kepercayaan diri tidak datang dengqn sendirinya kepada setiap orang dan perlu dikembangkan dari waktu ke waktu. |
| Casaluna de Luzia | 9BIL2 | 7 | Hari ini Alia berulang tahun di Jepang, ia merayakannya bersama orang tua nya dan teman sebangku nya, Usagi. Saat Alia dan Usagi berjalan ke halte bus, Alia menemukan uang logam yang mana pembuatan uang tersebut sama dengan tahun lahir Alia. Usagi mengatakan bahwa jika menemukan uang logam seperti itu, Tuhan akan mengabulkan 3 permintaan kita. Dan benar saja, ketiga permohonan Alia dikabulkan. |
| Farah Amelia Sukma | 9BIL2 | 9 | Dahulu kala, hidup seorang peri yang setiap hari hanya menangis. Tangisannya tak kunjung reda dan membuat seluruh penghuni hutan terusik. Angin datang kepadanya dan bertanya mengapa ia begitu bersedih, peri berkata bahwa teman-temannya sudah pergi mencari rumah baru meninggalkannya karena ia buruk rupa. Ia memiliki sebuah benjolan besar di pipinya. Peri berharap agar memiliki kecantikan seperti bulan dan ingin menemuinya. Peri terbang menuju langit, namun ia selalu terpental dan jatuh tak sadarkan diri. Saat ia siuman, ternyata bulan datang menghampirinya, lalu bulan memeluk sang peri. Bulan berkata bahwa tak hanya cantik, tapi peri juga harus berguna. Lalu peri dibawa ke tata surya dan dirubah menjadi bintang oleh bulan. Sejak saat itu, sang peri tinggal di langit, mengembara mencari mahluk yang tersesat dan menunjukkan mereka arah yang benar. |
| Fathia Rahma Kirana | 9BIL2 | 11 | Tentang bagaimana cara memahami dan menghargai diri sendiri |
| Keelia Nafira Ramadhira | 9BIL2 | 15 | Hikayat Penciptaan Bintang merupakan judul dari sebuah cerita mengenai seekor peri yang buruk rupa dan ditinggalkan oleh teman-temannya sehingga dibuatnya menangis, ia ingin menjadi cantik dan bersinar seperti bulan sehingga ia memutuskan untuk menemui bulan. Untuk mendapatkan kecantikan itu, bulan memberi pesan kepada peri bahwa Lebih dari cantik ia juga harus berguna. Ia harus bisa memberi manfaat bagi manusia, binatang binatang, tumbuhan dan pohon pohon. Karena ketika wanita cantik menuntut agar dirinya dicintai, wanita berguna justru berbagi dan memberi, itulah hakekat kecantikan sesungguhnya. Kemudian peri berkata bahwa ia ingin cantik dan berguna sekaligus, sehingga bulan pun membagi kecantikannya dengan sebuah tiupan ajaib, dan memberitahu bagaimana caranya menjadi berguna. Yaitu dengan membantu mahluk mahluk yang tersesat di bumi dengan cahayanya. Mulai saat itu sang peri tinggal di langit. Ia mengembara mencari mahluk-mahluk yang tersesat dalam perjalanan kemudian dengan cahayanya menunjukan mereka arah yang benar hingga sampai ke tujuan. |
| Tiara Madina Arisetio | 9BIL2 | 26 | Menurut orang Jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. |
| Annisa Zahra Hanifah | 9C | 2 | Kisah ganjil tentang pohon terlarang di belakang sekolah, namun ternyata semua itu hanyalah omong kosong. Alasan kalian harus menjauhi pohon tersebut adalah karena adanya kehidupan di balik pohon tersebut |
| Aryangga Fadillah Arham | 9C | 3 | Pada hari ulang tahunnya, Alia menemukan sebuah uang logam yang dibuat pada tahun kelahirannya. Menurut orang Jepang, hal tersebut berarti tiga permintaan kita akan dikabulkan. Alia pun mencobanya dengan meminta matahari bersinar di hari itu. Sesaat setelahnya, matahari mulai muncul dari balik awan dan bersinar terang. Alia langsung mencoba permintaannya yang kedua dengan meminta beberapa tangkai bunga sakura dalam perjalanan pulangnya. Sesampainya dirumah, disana terdapat beberapa tangkai bunga sakura pemberian tantenya. Lalu ia berdebat dengan temannya tentang permintaan ketiga yang ingin dia buat. Akhirnya dia memutuskan untuk meminta sahabat sejati lalu datanglah temannya yang berdebat dengannya tadi lalu meminta maaf padanya dirumahnya. |
| Audrey Queenara Haribudiman | 9C | 4 | Bahwa sebenarny |
| Diandra Aria Yufana | 9C | 7 | Dhanis, Nisa, dan Elya meneukan jam tangan “ajaib” di hutan yang membawa bisa membawa mereka ke masa lampau ataupun masa lalu. Di masa lampau mereka bertemu Sahara, gadis cantik yang baik dan ramah, sedangkan di masa depan mereka bertemu Fashah, cowok yang baik hati. |
| Kayla Aulia Alfariani | 9C | 8 | Haleina’s sister is actually alive this whole time |
| Khaira Naurisha Bestari | 9C | 9 | Tentang jam pemutar waktu |
| M Zaky Defrian | 9C | 11 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat. |
| Muhammad Rifaldy Arkan | 9C | 14 | cara melatih ingatan |
| Raja Ram Edo Tarigan | 9C | 20 | Dhanis, Nisa,dan Elya meneukan sebuah jam tangan “ajaib” di hutan yang bisa membawa mereka ke masa lampau ataupun masa lalu. |
| Raja Ram Edo Tarigan | 9C | 20 | Dhanis,Nisa,dan Elya menemukan sebuah jam tangan “ajaib” di hutan yang bisa membawa mereka ke masa lampau ataupun masa depan. |
| Rhayyhan budhi pramadhi | 9C | 21 | Mantap |
| Rhean Darma | 9C | 22 | Alia pertama kali berulang tahun di Jepang tanpa keluarganya |
| Ardelia Shafina | 9D | 7 | Alia pertama kalinya merayakan ulang tahun di negara orang lain yaitu negara Jepang. Hari itu ia mendapatkan ucapan ulang tahun dari Usagi dan tiba tiba matanya tertuju pada sekeping uang logam. Usagi berkata bahwa ketika kita mendapatkan uang logam yang tahun terbitnya sesuai dengan tahun lahir kita maka 3 permintaan kita akan dikabulkan. Awalnya ia tidak percaya akan hal itu, tetapi setiap ia meminta permintaan ternyata permintaan tersebut benar benar terkabul. Mulai dari munculnya matahari, mendapatkan bunga sakura, dan diberikan sahabat sejati. |
| Azkia Chaerunnisa | 9D | 9 | Ringkasan bacaan Jam Pemutar Waktu:
Bacaan tersebut menceritakan tentang Dhanis, Nisa, dan Elya yang melakukan petualangan ke hutan. Mereka semua masih kelas enam, namun karena hutan yang dijelajahi aman serta terdapat polisi hutan yang sering berpatroli di sekitar hutan, maka mereka tidak merasa khawatir. Lalu, saat di tengah hutan mereka menemukan jam tangan yang dapat membawa mereka ke masa depan dan masa lalu. Mereka pun memencet salah satu tombol dan akhirnya berada di negeri Aluna. Kemudian mereka lagi-lagi memencet salah satu tombol yang akan membawa mereka ke masa depan. Mereka pun berada di negara Faciela yang merupakan negara dengan teknologi canggih. Setelah menjelajahi kedua negara tersebut, mereka pun kembali ke masa kini. |
| Nafeesa Astikaswari Putri | 9D | 19 | Jam Pemutar Waktu Suatu saat, terdapat tiga orang yang bersahabatan bernama Dhanis, Nisa dan Elya yang biasa disebut Dhaniely. Mereka merupakan anak kelas 6 yang sedang liburan dengan berkemah di hutan. Suatu pagi ketika mereka pergi ke arah utara hutan untuk menemui sumber mata air agar mereka dapat mandi. Tak disangka ketika mereka menemukan sebuah sungai dan air terjun yang cukup besar, mereka juga menemukan jam tangan dengan tulisan “Jam Ajaib” di belakangnya. Nisa memencet tombol merah pada jam tersebut dan mereka kembali ke masa lampau. Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Mereka bertemu anak sebayanya bersama Sahara, dan mengunjungi rumahnya. Lalu, mereka kembali memencet tombol merah dan mereka pergi ke masa depan. Mereka kembali terserap kelobang hitam dan memasuki negeri yang super duper canggih yaitu negeri Faciela. Mereka bertemu dengan teman sebayanya bernama Fashah yaitu pemilik negri tersebut. Mereka berkunjung ke istana Fashah. Setelah itu, mereka memencet kembali tombol merah tersebut, dan akhirnya kembali ke masa kini tempat semula. |
| rameera quisha baby a | 9D | 22 | Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. |
| Ahmad Maulana Irsyad | 9E | 2 | Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Kali ini Dhaniely mendapat belalang, katak tidak beracun. Mereka mencari ranting-ranting pohon yang sudah berjatuhan. Ya, karena orang tua mereka mengijinkan. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Setelah diberi makan yang enak-enak, yaitu ayam goreng, sambel, pepaya rebus yang enggak pahit. Mereka berterima kasih atas semuanya. Sahara yang cantik memberikan senyuman yang membuat Dhaniely kagum luar biasa. Karena itu orang-orang pintar membuat mesin yang menghasilkan O2, jadi enggak bakalan kehabisan oksigen. Dhaniely segera menumpangi taxsi terbang untuk mengelilingi negeri tersebut. Ketika sudah puaspuasnya, mereka makan di restoran yang serba ada. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Fashah, ia pemilik negeri ini. |
| Akeesha Safira AM | 9E | 4 | Cerita itu mencerita tentang protagonists yang mengingikan teman/sahabat sejati tanpa disedari sahabat sejati nya adalah sahabat atau orang yang ada di sekitarnya |
| ardisa kanani amanna | 9E | 5 | untuk pertgama kalinya, Alia berulang tahun di negeri orang tanpa teman dulu, tetangga sebelah rumah atau saudara. Usagi temannya Alia mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, mereka bersiap siap menuju halte bus dan Alia menemukan koin logam. Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan nya akan dikabulkan. jelas Usagi namun Alia tidak percaya. Usagi mengembalikan uang logamitu yang sama dengan kelahiran Alia. Alia meminta kepada Tuhan agar matahari akan terbit, dan bberapa saat kemudia matahari itu terbit di musim salju yang dingin ini. Llau, iya memohon agar mendapat bunga sakura. saat perjalanannya kerumah, ia masih memikirkannya, ia pikir itu hanya sebuah kebetulan saja. tetapi saat masuk rumah dan menyapa mama nya, terdapat tangkai bunga sakura dikamarnya dari tante nya Alia. untuk permohonan terakhir, Alia tidak tahu untuk memohon apa. Sekitar seperempat jam Alia berdebat dengan Usagi. Hingga akhirnya dia dan Usagi bertengkar. Mama datang ke kamar alia dan bertanya mengapa Alia membantinghandphone. Alia menceritakan semuanya ke mamanya dan mama setuju dengan alia, Meskipun Tuhan sedang berbaik hati padamu, tapi sebaiknya jangan menurutipermintaan Usagi itu. Ucap mamanya. Mama menyarankan agar Usagi meminta seorang sahabat yang sejati, dan beberapa menit kemudian Usagi muncul di depan rumahnya untuk meminta maaf tentang kejadian sebelumnya. |
| Bunga Ayunda Putri Andini | 9E | 6 | ocel berencana untuk pergi ke konser idolanya yaitu shaka bersama satu teman baiknya |
| Deralgy Andika Putra | 9E | 8 | Dhanis, Nisa dan Elya yang berpetualang menelusuri hutan lalu mendapat jam dan dipakai untuk ke masa lalu dan masa depan mereka menjelajah satu persatu tempat yang terdapat di masa lalu dan masa depan setelah cukup untuk menjelajah masa depan dan masa lalu, mereka kembali ke tempat mereka semula |
| Fachri Rabinra Akbar | 9E | 10 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Saat malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh Sang peri mengajak angin menuruni pohon, kemudian mereka terbang Angin menggelengkan kepala, “Tak Wajah sang peri bertambah muram. Kesedihan makin membayangi. Dalam pandangan yang belum jernih, ia melihat bayangan terang keemasan di hadapannya. Makin lama bayangan itu makin jernih. Alangkah terkejutnya ia begitu “Apakah aku tidak boleh menjadi cantik” tanya sang peri. Bulan Kemudian ia membawa peri terbang ke langit. Begitu sampai di pusat Sang peri bahagia, ia menari nari, menyanyi, tertawa karena dirinya Mulai saat itu sang peri tinggal di langit. Ia mengembara mencari mahluk Ketika sadar mereka adalah teman temannya yang tersesat, mengedip |
| Medina Rahma Falisha Wibowo | 9E | 15 | di sebuah keluarga terdapat kaka yang sering jail ke adeknya |
| medina septiara hakim | 9E | 16 | dihari ulang tahunnya alia ia mendapatkan sebuah uang logam yang dipercaya jika kita menemukannya dihari ulang tahun dan di uang logam tersebut terdapat tahun lahir yang sama dengan kita maka tandanya tuhan akan mengabulkan 3 permintaan kita. meskipun alia tidak percaya tetapi ternyata itu benar adanya. akhirnya ke 3 permintaan itu alia pakai untuk perbuatan yang baik dan tidak aneh2. |
| Muhammad Hasyim Rasyid Asytari | 9E | 19 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Saat malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka Sang peri mengajak angin menuruni pohon, kemudian mereka terbang Angin menggelengkan kepala, “Tak Wajah sang peri bertambah muram. Kesedihan makin membayangi. “Apakah aku tidak boleh menjadi cantik” tanya sang peri. Bulan Kemudian ia membawa peri terbang ke langit. Begitu sampai di pusat Sang peri bahagia, ia menari nari, menyanyi, tertawa karena dirinya Ketika sadar mereka adalah teman temannya yang tersesat, mengedip |
| Nandana Aristo N. | 9E | 21 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Saat malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh penghuni hutan terusik, datanglah angin padanya. Angin pun bertanya kepada peri mengapa ia menangis terus. Ternyata sang peri memiliki rupa yang buruk yang menyebabkan ia ditinggal teman temannya Sang peri mengajak angin menuruni pohon, kemudian mereka terbang menuju telaga. Sesampainnya di sana tampaklah bulan yang bayangan wajahnya terpantul di atas permukaan air. “keinginanku sekarang, aku ingin cantik dan bersinar seperti dia, dengan begitu niscaya sirnalah kedukaanku” ucap sang peri Angin menggelengkan kepala, “Tak mungkin” katanya dalam hati. Bulan begitu agung, ia perhiasan malam sebagaimana matahari menjadi perhiasan siang. Setiap mahluk tentu boleh bermimpi untuk memiliki kecantikannya namun mustahil bisa mendapatkannya. Wajah sang peri bertambah muram. Kesedihan makin membayangi. Ditatapnya lagi bayangan bulan di atas telaga, lama dan dalam. Ketika ia terpesona oleh kecantikan tersebut, kepalanya menjadi berat, pandangannya memburam dan akhirnya karena merasakan kelelahan yang sangat, iapun ambruk tak sadarkan diri. Dalam pandangan yang belum jernih, ia melihat bayangan terang keemasan di hadapannya. Makin lama bayangan itu makin jernih. Alangkah terkejutnya ia begitu mengetahui kalau ternyata bulan telah turun ke bumi untuk menemuinya. bulan berkata “Aku sudah tahu apa yang kau inginkan”. Bulan menjulurkan tangan dan mendekap sang peri di dadanya. Bulan bertanya, apakah cantik adalah syarat utama untuk dapat mencinta dan dicinta? Benarkah menjadi cantik itu menyenangkan? Sang peri mengerutkan dahi. Bulan kembali berkata dengan meyampaikan sebuah rahasia, kalau kecantikan yang diinginkan sang peri nyatanya sekadar kefanaan karena suatu ketika ia kan pudar. “Apakah aku tidak boleh menjadi cantik” tanya sang peri. Bulan tersenyum, bukan begitu jawabnya. Lebih dari cantik ia juga harus berguna. Ia harus bisa memberi manfaat bagi manusia, binatang binatang, tumbuhan dan pohon pohon. Karena ketika wanita cantik menuntut agar dirinya dicintai, wanita berguna justru berbagi dan memberi, itulah hakekat kecantikan sesunggguhnya kata bulan Sang peri bahagia, ia menari nari, menyanyi, tertawa karena dirinya menjadi cantik. Ia berterimakasih atas perubahan dirinya. Bulan kembali berkata, sekarang aku akan menunjukan cara agar engkau menjadi lebih berguna bagi mahluk lain. Yaitu jadilah penunjuk jalan bagi siapapun yang membutuhkan. Mulai saat itu sang peri tinggal di langit. Ia mengembara mencari mahluk mahluk yang tersesat dalam perjalanan kemudian dengan cahayanya menunjukan mereka arah yang benar hingga sampai ke tujuan. |
| Seka nabila | 9E | 25 | Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya. |
| Zavier Arya Winata | 9E | 26 | Dulu ketika peri peri hidup di bumi, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Saat malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh |
| Avicena Akbar | 9F | 3 | Ketiga anak itu lagi liburan, di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Pagi-pagi enaknya ngapain ya? Mendingan cari air untuk mandi. Dhanis, Nisa dan Elya atau kita sebut Dhaniely menelusuri hutan bagian utara, karena disitu ada sumber mata air yang cukup banyak. Kita sebut sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar. Dingin banget airnya. Jadi malas mandi. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil. Benda kecil itu adalah sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Apakah benar ajaib? Ketiga anak itu bertanya- tanya. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli. Tenang kalau ada apa-apa tinggal lari ke perkemahan polisi hutan deh. Dhaniely mengutak-ngatik jam tangan tersebut. Apakah jam tersebut masih bisa dipergunakan. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Oh My God! Dhaniely terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Dhaniely berjalan-jalan mengelilingi negeri tersebut. Pada akhirnya mereka bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Anaknya baik, ramah dan cantik. Diajaknya ke rumah Sahara yang terbuat dari bambu. Dhaniely bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki. Yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Dan kini ibunya telah tiada karena kekurangan oksigen, dulu belum di buatnya mesin canggih itu atau bernama 100 Tombol. Yup … karena ada seratus tombol! Fashah orang yang baik, ramah dan kata Nisa sih ganteng. Kalau kata Dahnis dan Elya biasa. Mereka diperbolehkan mengelilingi istana Fashah. Fashah menyodorkan makanan yang super enak. Yaitu: pizza, burger, fillet gurame. Ternyata negeri ini tidak memakan sayuran. Karena itu orang pintar, ya … orang pintar lagi! Membuat obat yang mengandung sayuran dan vitamin. Agar tubuh sehat. Obat itu merupakan campuran dari O2, embun air hujan dan bahan rahasia lainnya. Jadi setiap dua kali sehari obat tersebut harus dimakan. Kalau tidak, berabe akibatnya! Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol. Yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula. Yaitu hutan. Horee … Alhamdulillah. |
| Dwi Khalila Nibras Muthmainnah | 9F | 4 | Rahasia Logam
Untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Ternyata itu adalah uang logam! Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. Di dalam bus aku tersenyum sendiri. Apa benar yang dikatakan Usagi? Ah, aku yakin itu hanya kebetulan saja. mana mungkin uang logam bisa membawa keberuntungan? Aku tak yakin |
| Dyota Reginald | 9F | 5 | Ichigo akhirnya sampai ke Hueco Mundo untuk menyelamatkan Orihime yang diculik oleh para Arrancar |
| Farash Selena Rustam | 9F | 6 | jam tangan memiliki tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. tombol biru, yakni masa depan. |
| Muhammad Hasya Nurhuda | 9F | 12 | Menceritakan tentang anak kucing yang sedang sakit, dia merupakan anak yang patuh dan baik. Saat dia sembuh dia diberi hadiah oleh orang tuanya karena dia sudah mematuhi aturan dan larangan saat ia sakit. |
| Nayla Aulia Alfariani | 9F | 17 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” |
| Ryu Ibrahim Faried | 9F | 22 | Alia menemukan logam yang dapat mengabulkan 3 permintaannya |
| Abyan Ahmad Baihaqi | 9G | 2 | Ada seseorang yang sedang berulang tahun di luar negeri dan sahabatnya membohongi dia hingga mereka bertengkar. |
| Adisti Raina Adriani | 9G | 4 | Dhanis, Nisa dan Elya sedang liburan di hutan. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air dan keperluan kemah lainnya. Ketika sedang mencari air di sungai dan di atas tebingnya terdapat air terjun. Disana Dhanis menemukan suatu jam yang di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Pada akhirnya Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. Mereka terserap kelobang hitam dan masuk ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Setelah menyelusuri negeri Aluna itu akhirnya Dhaniely berterimakasih kepada Fashah, mereka memencet tombol berwarna hijau. Mereka kembali ke hutan. |
| Ardea devin mahendra | 9G | 6 | Terdapat orang bernama allia sedang berulang tahun lalu ada seorang bernama uzagi yang merupakan sahabat dari allia saat itu uzagi meminta allia untuk berdoa kepada tuhan agar 3 permintaannya dilakukan tetapi melalui koin logam dari tahun pembuatan yang sama dengan tahun allia lahir. Lalu akhirnya permintaan allia dikabulkan |
| Ashilla Fadya Saddiqa | 9G | 8 | Ada tiga sahabat yang sedang asik berpetualang lalu mereka menemukan jam yang dapat pergi ke masa-masa yang berbeda |
| Chantika Gadis Prayoga | 9G | 9 | si kancil mengejek siput, “lama”.Dan dengan kesal hati si siput pun menantang kancil untuk lomba lari. Siput tidak mau di bilang dan dianggap sebagai hewan g berjalannya lama. Singkat cerita, kancil pun menerima tantangan tersebut. Dan lomba pun dimulai. Awalnya, seperti dugaan hewan2 lainnya. Bahwa kancillah yg Memenangkan pertarungan ini. Tetapi hal tsb salah, yg menang adalah si siput. Kancil yang cerdik itu pun merasa curiga dengan si siput. Ternyata siput tersebut menggunakan trik agar si kancil kalah. |
| Chantika Gadis Prayoga | 9G | 9 | si kancil mengejek siput, “lama”.Dan dengan kesal hati si siput pun menantang kancil untuk lomba lari. Siput tidak mau di bilang dan dianggap sebagai hewan g berjalannya lama. Singkat cerita, kancil pun menerima tantangan tersebut. Dan lomba pun dimulai. Awalnya, seperti dugaan hewan2 lainnya. Bahwa kancillah yg Memenangkan pertarungan ini. Tetapi hal tsb salah. Ternyata yg menang adalah si siput.. Kancil yang cerdik itu pun merasa curiga dengan si siput. Ternyata siput tersebut menggunakan trik agar si kancil kalah. |
| Inara Alisha Kusumapatra | 9G | 12 | Alia baru pertama kali berulang tahun di negeri orang.Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa dia ajak merayakannya. Usagi bertanya padanya, kenapa ia terlihat tidak bahagia. Alia hanya mengedikkan bahu. Tiba-tiba mata Alia tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. ternyata benda itu adalah uang logam. Usagi mengatakan bahwa Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan. awalnya alia bilang ia tidak percaya, tapi pada akhirnya ia membuat permintaan. |
| Kayla Devina Helmi Putri | 9G | 14 | Alia mendapatkan uang logam yng dimana uang logam itu akan mengabulkan 3 [ermintaannya. Namun saat permintaan terakhir Alia dan Usagi bertengkar, karena perbedaan pendapat. Dan Alia memutuskan agar permintaan terakhirnya adalah seorang sahabt sejati. Ternyata yang tuhan berikan adalah Usagi menghampiri rumah Alia, sehingga Alia yakin bahwa Usagi adalah teman sejatinya. |
| Kinaura Anavatri Virgana | 9G | 15 | Menceritakan tentang 3 kawan yang menggunakan alat yang bisa mengubah waktu. |
| Kirana Sari Priangani | 9G | 16 | Ini untuk pertama kalinya aku berulang tahun di negeri orang. Tidak ada teman, saudara, atau tetangga sebelah rumah yang bisa ku ajak merayakannya. Ah, tapi tak apa-apa. Aku masih punya Mama, Papa, dan… “Alia!” panggil Usagi, teman sebangkuku yang selalu menemanikuselama aku tinggal di jepang, “Hari ini kamu ulang tahun, kan? Selamat, ya! Semoga panjang umur,” Usagi mengulurkan tangan. “Terima kasih,” aku membalas uluran tangannya. Usagi merapatkan mantel putihnya, begitu juga aku. Musim salju mulai turun. Semua murid memakai mantel tebal. Aku dan Usagi menuju halte bus. “Kok, kamu sepertinya tidak bahagia?” tanya Usagi lagi. Aku mengedikkan bahu. Aku memang agak sedih karena tidak ada yang merayakan ulang tahunku. Tiba-tiba mataku tertuju pada kilauan benda kecil di depanku. Segera kuambil. Owww … sekeping uang logam. “Uang logam tahun berapa?” Usagi merebut logam itu dari tanganku. “Hebat!” teriaknya tiba-tiba, cukup mengagetkan. “Li, ini benar-benar hari keberuntungan buat kamu!” lanjutnya. “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti. “Menurut orang jepang, kalau kita menemukan uang logam pada hari ulang tahun, dan tahun pembuatan uang logam tersebut sesuai dengan tahun kelahiran kita, maka tiga permintaan kita akan dikabulkan!” jelas Usagi panjang lebar. Aku tersenyum, “Aku tidak percaya,” kataku. “Kamu harus percaya. Tuhan sedang berbaik hati pada kamu!” Usagi mengembalikan uang logam itu. Kulihat tahun pembuatannya sama dengan tahun kelahiranku. “Ayo Alia, sekarang kamu harus minta sesuatu!” Usagi terus memaksa. aku tidak percaya, tapi tidak apa-apalah. “Kalau begitu aku akan minta kepada Tuhan, supaya hari ini ada matahari bersinar!” kataku akhirnya. Beberapa saat kemudian permintaanku itu benar-benar dikabulkan Tuhan. “Lihat Alia!” teriakan Usagi, “Lihat! Matahari muncul di balik awan!” Ah, aku hampir-hampir tidak percaya. Matahari muncul di langit sana, padahal sekarang musim salju! membuatku membanting telepon. |
| Muhammad Rizky Pasya Arifin | 9G | 20 | Cerita ini menyeritakan tentang seorang anak yang memiliki jam yang bisa memutar waktu, dia menggunakan jam tersebut untuk mengulang waktu dimana teman nya masih berada di samping nya dan mereka bermain bersama sebelum teman nya meninggalkan dia selamanya |
| Rafif Pramatya Radina | 9G | 23 | Bacaan : Jam Pemutar Waktu Dhanis, Nisa dan Elya lagi liburan di. Selama seminggu semuanya dilewati dengan berburu, cari air, dan keperluan kemah lainnya. Mereka menelusuri hutan bagian utara karena mau mandi dan disitu ada sumber air yang banyak. Ketika sampai di tepi sungai Dhanis menemukan sesuatu, yakni benda kecil yang merupakan sebuah jam tangan yang masih lumayan bagus. Di belakang jam itu tertuliskan ‘Jam Ajaib’. Dhanis menyimpan jam itu disaku kirinya. Setelah mandi, mereka berburu dan memakan hasil buruannya. Karena hutannya berpenghuni oleh polisi hutan yang selalu berpatroli, mereka merasa aman. Mereka mengutak-atik jam tersebut. Nisa memencet salah satu tombol yang berwarna merah, padahal tombol yang berwarna merah akan kembali ke masa lampau. terserap kelobang hitam dan masuklah ke negeri Aluna yang rumahnya menggunakan bambu, baju dari karung goni, dan tidak ada alat transportasi. Mereka menjelajahi negeri tersebut hingga bertemu anak sebayanya yang bernama Sahara. Sahara mengajak mereka ke rumahnya dan menjamunya dengan makanan. Setelah selesai, mereka berpamitan. Mereka mengutak-atik lagi jam tangan tersebut. Elya memencet tombol biru, yakni masa depan dan memasuki negeri yang super duper canggih yaitu negeri Faciela. Disana tidak ada pohon karena ada mesin yang menghasilkan O2. Disana juga ada taksi terbang dan restoran yang serba ada. Mereka bertemu anak sebayanya tapi kali ini laki-laki yang bernama Fashah, ia pemilik negeri ini. Konon negeri Faciela adalah nama yang diambil dari nama ibunya Fashah. Fashah mengajak mereka berkeliling istananya dan menjamunya dengan makanan. Mereka berterimakasih kepada Fashah. Mereka memencet tombol yakni tombol yang belum dipencet, yang berwarna hijau. Mereka kembali ke tempat semula yaitu hutan |
| Rasya ciello dinata | 9G | 24 | Di sumatera utara, indonesia. ada seorang pemuda yang suka memancing. suatu hari ia mendapatkan ikan dan ikan itu ternyata merupakan jelmaan dari seorang gadis yang cantik.
Setelah lama bersama-sama, pemuda dan gadis tersebut menikah dan mempunyai anak yang bernama samosir. pemuda dan gadis itu hidup sejahtera dan mempunya janji yaitu pemuda tersebut tidak boleh mengatakan kepada samosir bahwa ia adalah anak ikan. pada suatu hari pemuda tersebut keceplosan karena terbawa emosi dan mengatakan samosir anak ikan, lalu terjadilah badai yang kuat, ibu samosir menyuruh samosir untuk pergi ke bukit yng sanga tinggi dan memanjat pohon disana. lalu ibu samosir sendiri pergi ke danau berubah menjadi ikan yang sangat besar sehingga menimbulkan air sungai meluap dan menjadi genangan air yang besar. lama kelamaan genangan itu menjadi danau yang sangat besar. oleh masyarakat setempat, danau tersebut diberi nama danau toba. |
| Seinjiro Reyspati Alfahd | 9G | 25 | Menceritakan tentang 3 orang sahabat yang melakukan petualangan kehutan |
