Laporan Input Literasi Siswa Selasa 28 September 2021
| Nama | Kelas | No. Absen | Ringkasan dari Bahan Bacaan Fiksi/ Non Fiksi |
| Anabel Izzati Mumtaz | 7A | 2 | The Freaky Friday
Smith yang jarang sekali bergaul dengan teman-temannya, tiba tiba mendapatkan undangan dari seorang guru, guru tersebut bilang undangan ini dari temannya, Smith pun heran, tetapi ia tetap mengambil undangan tersebut. Pagi harinya Smith bangun dirumah yang gelap nan suram, tentu saja itu bukan rumahnya, ia langsung berlari menuju pintu untuk keluar, tetapi pintu tersebut malah pindah, hal itu disebut teleport. Smith pun mencoba terus menerus hingga akhirnya ia tetap terkurung dirumah tersebut selamanya. |
| Khalisa Naira Putri | 7A | 9 | Judul : Hikayat Pengembara yang lapar
Ringkasan : Ada 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat, mereka pun merasa lapar tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Pohon ara ajaib menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasinya ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Hikmah : Kita tidak boleh terlalu serakah. |
| Lastya Wiskara | 7A | 10 | seorang istri petani yang tidak puas dengan kehidupannya |
| Misya Shafa Raniyah | 7A | 12 | Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Muhammad Keefe Orva Oswada | 7A | 16 | Halaman 01 – 24 |
| Naila khansa aruni | 7A | 18 | 3 sekawan itu Awang, Kendi, Buyung sedang melakukan perjalanan, ditengah perjalanan mereka kehabisan bekal. Lalu mereka menemukan pohon dan beristirahat di bawah pohon rindang itu. Sambil kelaparan mereka mengucapkan keinginan untuk mendapatkan makanan. Kendi ingin sekali nasi yang banyak, Buyung menginginkan 10 ekor ayam panggang. Sedangkan Awang hanya meminta nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.Tidak disangka-sangka pohon tersebut mendengarnya dan mengabulkan permintaan mereka. Kendi dan Buyung tidak bisa menghabiskan makanan yang mereka minta, menyebabkan mereka meninggal diserang oleh makanan yang tidak dihabiskan mereka. |
| Zeda Odelina Queisha | 7A | 26 | Legenda Asal Muasal Nyamuk
Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sederhana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta di belikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta di belikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. |
| Aisya nadira putri | 7B | 2 | 3 pengembara, Kelaparan. 2 dari mereka ingin makan banyak. 1 dari mereka ingin makan cukup. Pohon ajaib mengabulkannya. 1 sudah kenyang dan 2 itu tidak bisa menyelesaikannya. Pohon ajaib marah. Makanan yang mereka tidak sanggup makan menyerang 2 dari mereka. Mereka mati. |
| Aliya Putri Valleysha | 7B | 3 | Seorang petani yang hidup sederhana bersama istrinya. sang istri meninggal karena terlalu sibuk merawat kecantikan nya dan sang petani bersedih dan akhirnya menjual semua milik nya untuk membeli sampan dan membawa istri nya ke tempat para dewa untuk di hidupkan kembali. Setelah di beri tiga tetes darah sang petani akhirnya istri nya hidup kembali tapi tidak mau kembali bersama sang petani, sang petani marah dan berkata “kamu hidup kembali karena tiga tetes darah ku” lalu sang istri mengejek dan memberi tiga tetes darah nya tapi tiba-tiba muka sang istri memucat hingga mati dan menjelma menjadi nyamuk. |
| alleika kaleela ramadhianty | 7B | 4 | tentang 3 orang sahabat yang lagi mengembara, tapi diakhir cerita 2 sahabat awang meninggal. |
| almira diandra yuzar | 7B | 5 | Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. |
| Ananda Dwivano Moeis | 7B | 6 | Hikayat Pengembara yang Lapar: Ada teman yang duduk di dekat pohon dan ketika mereka duduk di pohon, mereka dapat membuat makanan yang mereka inginkan dari daun dari pohon. |
| Athar ghani darmawan | 7B | 8 | Tentang legenda asal muasal nyamuk |
| Danisha Alzena Shakila | 7B | 11 | Tentang seorang gadis yang sebelumnya takut untuk bermimpi.Tetapi,semakin dewasa ia jadi tidak takut untuk bermimpi lagi.Ia terus bermimpi walaupun mimpi itu sangat tinggi untuk dicapai.Ia juga berusaha mencapai mimpinya tersebut dan akhirnya dia berhasil.Jadi,semua usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati hasil. |
| Favian Afham Andana | 7B | 12 | Makan jangan berlebihan makan secukupnya saja |
| Gadi Raditya WIdyandana | 7B | 13 | Makan secukupnya jangan berlebihan |
| kanaya wibowo sutanto | 7B | 14 | fiksi |
| Keisya fayola aurelia | 7B | 15 | Petani tua, ulat bulu dan pencuri dermawan |
| Keiva Azzura Budiyono | 7B | 16 |
Legenda Asal Muasal Nyamuk
Si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat kepada dewa di gunung khayangan itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darahku.” |
| Le Schist Kenichi Abdurrachman | 7B | 17 | Buyung dan Kendi meninggal karena diserang makanannya yang tidak dihabiskan. Sedangkan Awang aman-aman saja karena ia sudah menghabiskan makanannya. |
| Mallika Anindya Mulyawan | 7B | 18 | Di sebuah perkampungan ada seorang petani dan istrinya, istrinya selalu menuntut kemauannya kepada suaminya. Sampai akhirnya istrinya mati karena sibuk mengurusi kecantikannya, tapi petani itu sayang kepada istrinya jadi dia membawanya ke gunung tempat dewa berada, dewa itu berkata teteskan 3 tetes darahmu ke mulut istrimu maka dia akan hidup kembali. Setelah dicoba istrinya pun hidup kembali. Saat berhenti di pelabuhan istrinya di tawarkan hidup bersama dengan saudagar kaya dan istrinya mau. Setelah setahun istrinya dan petani bertemu dan petani mengatakan sejujurnya, dan sang istrinya meneteskan 3 tetes darah dan tiba-tiba istrinya mati dan terkutuk menjadi nyamuk. Maka sampai sekarang nyamuk itu menghisap darah manusia dan berharap menjadi manusia kembali. |
| Marshano Aulia Darmawan | 7B | 19 | Kita tidak boleh makan berlebihan |
| Muhammad Dimitri Imbarry | 7B | 20 | 3 Orang sahabat yang sedang mengembara bertemu dengan pohon ajaib dan berakhir secara tragedis |
| Naira Putri Alif | 7B | 21 | Hikayat Pengembara yang Lapar Kisah ini menceritakan tiga pengembara. Mereka bersahabat. Saat mengembara mereka mebawa banyak sekali makanan untuk dimakan pada saat lapar. Tetapi tiba-tiba mereka kehabisan makanan ketika sampai di hutan lebat, mereka tidak menemukan seorang pun untuk dimintai tolong. Akhirnya mereka istirahat di bawah pohon ara. Mereka menyebutkan apa yang ingin mereka makan tiba² pohon ara itu mengabulkan apa yang mereka inginkan. Dua pengembara meminta makanan yang sangat banyak, sedangkan yang salah satu pengembara hanya meminta secukupnya. Tiba-tiba dua pengembara yang meminta makanan dalam jumlah banyak tidak bisa menghabiskan makanannya, akhirnya mereka berdua diserang oleh makanan yang mereka minta, salah satu pengembara pun tercengang. Saat sudah sadar, kedua temannya sudah tiada. |
| Razell Altaafa Shaquile | 7B | 23 | Daisy diajak untuk menginap padahal ia adalah siswa baru tetapi ia sangat ingin mempunyai teman sejati |
| Salwa Deandra Maharani | 7B | 24 | Eeyore berada di tempatnya dan merenung ketika Pooh datang. Pooh menanyakan mengapa eeyore sedih, eeyore menjawab karna hari ini hari ulang tahunnya, tapi ia tidak punya kue atau lilin. Pooh bergegas pulang dan melihat piglet sudah ada disana. Mereka mencari hadiah untuk eeyore, ada madu dari pooh dan balon merah dari piglet. Saat perjalanan, pooh malah memakan madunya dan piglet memecahkan balonnya.Mereka hanya menyerahkan tempat madu dan balon meletus pada eeyore. Tapi ternyata christoper robin mengajak mereka ke rumah rabbir dan merayakan ulang tahun eeyore. |
| Sultan Fakhri Maulana Salam | 7B | 25 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. |
| Tyara Myouri Siswantoro | 7B | 26 | 3 orang sahabat pengembara bernama Buyung, Kendi dan Awang. Mereka kelaparan saat berada di hutan dan beristirahat dibawah pohon ara. Kendi menginginkan nasi sekawah, Buyung menginginkan 10 ekor ayam penggang, dan Awang menginginkan nasi sepinggang dan lauk yang cukup. Pohon ara ajaib mendengar keinginan itu dan mengabulkannya. Kendi dan Buyung tidak dapat menghabiskan makanannya. Makanannya ternyata hidup. Kendi dan Buyung meninggal karena diserang makanan-makanan itu. |
| Anza Andita | 7BIL1 | 2 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yaitu Buyung, Kendi, dan juga Awang. Mereka membawa bekal makanan untuk dimakan jika mereka sedang cape. Sampai di suatu hari, mereka terasa sangat cape dan juga membutuhkan makanan untuk dimakan, tetapi bekal makanan yang mereka bawa sudah habis dan tidak ada seorang pun yang bisa dimintai pertolongan. Jadi, mereka hanya duduk di sebuah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri”. Buyung yang juga merasa lapar mengatakan “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan”. Awang tidak mengatakan apa pun, ia hanya ingin nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tiba-tiba pohon ara yang mereka duduki mengabulkan permintaan mereka. Mereka pun langsung lahap memakannya. Ketika Awang selesai makan, ia melihat kedua temannya yang masih makan. Karena kekenyangan, Kendi pun tidak bisa menghabiskan semua makanannya, karena itu nasi yang ada di kawah menggigit tubuh Kendi. Begitu pun Buyung, ia hanya sanggup menghabiskan 1 ekor ayam dan membuang sisanya, sisa yang Buyung buang, berubah menjadi ayam yang sungguhan dan menyerangnya. Akhir cerita, Kendi dan Buyung pun meninggal. |
| Armulia Widya Purnawati | 7BIL1 | 3 | kita harus baik hati dan sabar |
| Attaya Meyra Azzalia Latian | 7BIL1 | 5 | Sejarah Ditemukannya Mobil. |
| Avara Ridha Callista | 7BIL1 | 6 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yaitu Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan dan memakannya di perjalanan. Suatu hari, mereka datang ke hutan lebat. Di sana mereka terasa lapar karena makanannya sudah habis dan tidak bisa meminta orang lain untuk bantuan. Akhirnya mereka beristirahat di bawah pohon ara yang rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya.Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Kendi tidak bisa menghabiskan jatah makanannya. Ternyata nasinya berkata untuk memakannya, karena Kendi tidak memakannya, nasi itu marah dan mengigiti si Kendi. Sama seperti Buyung, dia membuang 9 ekor ayam sisa ke semak semak yang melibatkan ayam goreng menjadi ayam jantan yang menyerang Buyung.Awang tertegung sesaat dan merasa ia di dalam mimpi, tetapi ketika Awang sudah sadar, dia mendapati kedua temannya meninggal. |
| Azzahra surya putri | 7BIL1 | 7 | beberapa pemuda yang kelaparan |
| Camelia Rahmaputri | 7BIL1 | 8 | Ada seorang seorang istri petani yg sangat cantik yg hanya memikirkan kecantikannya sehingga tidak memperhatiksn kesehatannya, lalu istri petani pun sakit dan lama kelamaan istri petani pun meninggal. karena sang petani itu sangat menyayangi istinya, dia pun berniat menghidupkan kembali istrinya. Dia menjual semua miliknya untuk membeli sampan yg dipakai untuk bertemu dewa. akhirnya dia pun bertemu seorang lelaki tua, lalu dia meminta untuk menghidupkan kembali istrinya, lelaki tua itu menuyuruh sang petani untuk meneteskan 3 tetes darahnya kemulut sang istri petani. akhirnya istrinya pun hidup kembali lalu dia membawanya pulang. sang petani menemukan pelabuhan yg sangat ramai dia pun membeli bekal untuk perjalanan. saat sedang menunggu petani istrinya pun melihat sebuah kapal yg sangat indah milik saudagar kaya, sang saudagar pun terpesona melihat kecantikan sang istri petani, akhirnya saudagar itu membujuk istri petani untuk ikut dengannya. saat sang petani pun sangant kaget karena istrinya dibawa oleh saudagar kaya, setahun berlalu kemudian petani bertemu dengan sang istri lalu sang petani mengingatkan kalau dia bisa hidup kembali karena 3 tetes darahnya, lalu sang istri malah mengejek “lalu aku harus mengembalikan 3 tetes darahmu?, baiklah” dia pun meneteskan 3 tetes darahnya ke petani namun saat tetes ketiga dia pun mati tak berdaya, saat itupun sang istri menjelma menjadi seekor nyamuk untuk menghisap darah manusia beraharap bisa kembali ke bentuk asalnya. |
| Faakhir achmad bangsa diria | 7BIL1 | 10 | Ada 3 sahabat bernama buyung,kendi dan juga awang sedang dalam perjalanan.Mereka membawa bekal dan ketika mereka lelah mereka akan berhenti untuk beristirahat dan makan.Sampai suatu saat bekal mereka telah habis dan mereka semua kelaparan.Karena kelaparan mereka berhenti dibawah pohon ara yang cukup rindang.Kendi pun mengatakan, Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri. Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.Lalu tak disangka harapkan itu didengan oleh pohon ajaib dan pohon itu menjatuhkan 3 daun yang 3 daun itu akan menjadi makanan.Setelah itu mereka sangat senang dan langsung menyantapnya.Setelah selesai makan awang memperhatikan.Nasi yang ada di dalam kawah itu tidak habis dan nasi itu berbicara untuk menghabiskan semua nasi namun mere sudah tidak sanggup dan nasi itu mengigit mere.Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya.Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meningg |
| Fabian Azfar Rayshad | 7BIL1 | 11 | Sebuah perempuan yang terobsesi untuk menjadi paling cantik, saat akhir sang istri pergi dengan saudagar kaya. 1 tahun berlewat, si suami bertemu istri lagi, tetapi tidak mau dengan suami si istri jadi disuruh mengembalikan 3 tetes darah, saat dikembalikan, muka istri jadi pucat dan tubuhnya lemas. Akhirnya istri mati, lalu menjelma jadi seekor nyamuk. Nyamuk ini berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan bisa ke wujud manusia. |
| Keira dayana putrinadani | 7BIL1 | 15 | Menceritakan tentang asal muasal nyamuk 🧍🏻♀️ |
| Mikail Geral Wijaya | 7BIL1 | 19 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Saviya Naura Almakira | 7BIL1 | 22 | pada suatu hari buyung, kendi dan awang sedang menggembara, mereka bawa banyak makanan untuk sampai sana tapi setelah makanan yg mereka bawa tersebut habis, mereka istirahat sejenak di bawah pohon sambil mengatakan apa yang ingin mereka makan, ternyata pohon itu adalah pohon ajaib yang bisa mengabulkan permintaan mereka, tapi mereka harus menghabiskan semua makanan yang mereka minta, jika tidak mereka akan diserang, buyung dan kendi pun diserang oleh makan2an tersebut dan meninggal |
| Tirza Attaya Subhan | 7BIL1 | 24 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Andrew Riese Untung | 7BIL2 | 1 | Cerita tentang tiga orang sahabat yang menggembara dan kelaparan saat ditengah-tengah hutan karena stok makanannya sudah habis, kemudian mereka berteduh di bawah pohon ara yang rupanya ajaib. Awalnya mereka tidak tahu tapi pada saat mereka bertiga mengingkan makanan rupanya pohon tersebut menggugurkan daunnya dan berubah menjadi makanan yang mereka inginkan. Dua orang tersebut meminta terlalu banyak dan tidak habis rupanya makanan yang diberikan itu tiba-tiba hidup dan meminta untuk dihabiskan karena mereka sudah terlalu kenyang mereka tidak habiskan dan akhirnya makanan hidup itu membunuh dua orang yang meminta orang yang terlalu banyak sedangkan orang yang meminta hanya sedikit selamat |
| Chaska Rashadel Gumelar | 7BIL2 | 2 | Cerita ini berjudul “Hikayat Pengembara yang Lapar”. Cerita ini menceritakan tentang 3 anak yang sedang mengembara bernama, Buyung, Kendi, dan Awang. Mereka membawa bekal yang lengkap untuk mengembara, tetapi lama kelamaan mereka kehabisan bekal. Kemudian mereka sampai di sebuah hutan dimana terdapat pohon yang ajaib. Kendi dan Buyung berharap mereka mendapatkan makanamn yang sangat banyak, sedangkan Awang hanya membutuhkan makanan yang cukup untuk menghilangkan lapar. Kemudian pohon ajaib itu memberikan apa yang anak-anak itu mau dan mereka langsung makan dengan cepat. Awang menghabiskan makanannya sedangkan teman-temannya tidak dan membuang sisanya. Makanan-makanan tersebut tiba-tiba menjadi hidup dan marah karena tidak dimakan, sehingga mereka membunuh Buyung dan Kendi. |
| Chiara Myesha Putri | 7BIL2 | 3 | Emma, Norman, dan Ray memulai latihan untuk bisa kabur bersama semua anak dari GF House. Tetapi, latihan mereka diganggu oleh si pengawas Krone. Meski mereka mendapatkan rekan baru, kenyataannya tidak sesuai ekspektasi mereka. |
| Eijaz Abhinav Ginanjar | 7BIL2 | 4 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan. Di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis, sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan bahwa apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri. Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya.Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Gavin Gunawan | 7BIL2 | 5 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma |
| Jasmine Alisha Zachry | 7BIL2 | 7 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat bernama Buyung, Kendi, dan Awang yang sedang mengembara. Mereka membawa banyak bekal makanan, ketika mereka lapar mereka akan berhenti untuk memakan bekal yang mereka bawa. Hingga suatu hari mereka berada di hutan yang lebat, mereka kelaparan namun bekal mereka sudah habis. Mereka pun duduk dibawah pohon ara. Kendi berkata jika ada nasj sekawah dia akan menghabiskannya sendiri, Buyung yang merasa lapar juga berkata jika ada 10 ayam panggang dia akan menghabiskannya semdiri. Sedangkan Awang hanya mengharapkan makanan yang cukup untuk mengisi perutnya. Tanpa disangka pohon ara tersebut menggugurkan daunnya dan berubah menjadi makanan yang mereka inginkan. 3 sahabat itu pun langsung memakannya, Awang melihat teman-temannya Kendi tidak dapat menghabiskan makanannya nasi itu tiba-tiba bisa berbicara dan menggigiti tubuh kendi. Sedangkan Buyung juga tidak bisa menghabiskannnya dan membuang 9 ayam panggang itu ke semak-semak. Beberapa zaat kemudian terdapat 9 ekor ayam jantan dan menyerang Buyung. |
| Keandra Vireo Wigoro | 7BIL2 | 8 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan Si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena dia hanya sibuk mengurusi Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk |
| Keisha Putri Razak | 7BIL2 | 10 | Kisah 3 orang sahabat yang sedang mengembara dan ditengah perjalanan mereka kelaparan karena bekal mereka sudah habis. Mereka beristrirahat di bawah pohon yang rindang mereka mengeluh karena kelaparan. Tak disangka pohon ajaib mendengarkan pohon itu menggugurkan daunnya dan berubah menjadi makanan. Mereka mulai menyantapnya. Tetapi 2 diantara mereka tidak sanggup menhabiskannya sehingga makanan itu marah dan menyerang 2 orang tersebut hingga meninggal. |
| Keyla Rama N | 7BIL2 | 11 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Kendi pun mengatakan, «Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.» Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, «Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.» Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. |
| Lakeysha Aurelia | 7BIL2 | 12 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Buyung, Kendi, dan Awang adalah 3 orang sahabat yang sedang mengembara. Selama diperjalanan mereka selalu membawa bekal. Pada suatu hari, mereka kelaparan tetapi bekal mereka sudah habis, dan sedang berada di hutan lebat. Lalu mereka beristirahat dipohon ara. Kendi dan Buyung berkata dapat memakan makanan yang porsinya sangat tidak masuk akal banyak tetapi dapat mereka makan jika sedang dalam situasi seperti sekarang (kelaparan). Sementara Awang hanya menginginkan porsi makan yang cukup untuk menghilangkan rasa laparnya. Tak disangka, pohon ara itu mengabulkan makanan yang mereka inginkan. Awang memakan porsi makannya dan habis. Buyung dan Kendi tidak memakan makanannya dan malah membuangnya, akibatnya makanan yang mereka tidak habiskan hidup lalu menyerang dan menggigit mereka. Saat melihat kejadian, Awan tertegung dan merapa seperti di alam mimpi. Saat sadar, ia mendapati kedua temannya meninggal. |
| Mikael Sebastian Barus | 7BIL2 | 13 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Si petani pun membelikannya perhiasan yang mahal. Istri petani pun sakit karena selalu mengurus kecantikannya, tapi dia tidak memperhatikan kesehatannya. Hari demi hari si istri sakitnya makin parah saja dan pada akhirnya si istri petani itu meningal. Terlihat si petani begitu sedih sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya. Karena si petani sangat sayang kepada si istri, petani itu pun tidak mau menguburkannya. Dia pun berpikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali. Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk digunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa.petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena kabut tebal yang menghalangi pandangannya. Ketika kabut menguap, terlihat samar di hadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, Dia berpikir di sinilah tempat tinggal para dewa dewa, dan dia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya. dalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua. dia menyuruh petani memberikan 3 tetes darahnya pada mulut sang istri, ketika sang istri hidup kembali, si petani pun membawanya ke sebuah pelabuhan yang besar, sang petani pergi, lalu sang istri tergoda oleh seorang saudagar yang kaya, dia pun pergi dengan saudagar itu. Singkat cerita, sudah satu tahun berlalu, sang petani pun bertemu dengan istrinya lagi, lalu sang petani mengingatkan perkataan dewa gunung” kau bisa hidup karena tiga tetes darahku” lalu sang istri pun mengejek si petani, si istri bilang ” jadi, aku harus mengembalikan 3 tetes darah mu ? “. Ketika sang istri meneteskan tetesan yang ke 3 tiba tiba mukanya langsung pucat dan lemas, dan akhirnya si istri itu meninggal lagi. |
| Muhamad Anugrah Dwi Jatmiko | 7BIL2 | 14 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal |
| Nafisa Nur Fathiyya | 7BIL2 | 16 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, lalu ditengah hutan mereka kelaparan, mereka bingung karena bekal mereka telah habis, setelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah pohon “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” kata Kendi “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” kata Buyung Awan hanya mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Ternyata permintaan mereka didengar pohon yang ada dibelakangnya. Awan menghabiskan makanannya sampai habis, sementara Kendi dan Buyung tak bisa menghabiskannya, nasi dan ayam panggang sisanya pun menggigiti mereka. Awang serasa di alam mimpi, tapi ketika ia tersadar dua temannya sudah meninggal. |
| Nafisha Warawinaya Syatari | 7BIL2 | 17 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Walaupun dalam hidup yang sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Si petani bekerja dengan keras, tapi tetap tidak bisa memuaskan istrinya. Karena istrinya selalu ingin dibelikan obat-obat kecantikan yang mahal. Istri petani terkena penyakit, karena lebih mementingkan penapilannya daripada kesehatannya. Lama kelamaan istri petani makin sakit dan akhirnya meninggal. Si petani terus menangis. |
| Ni Wayan Nitikesari Widyarsani | 7BIL2 | 18 | Judul: Hikayat Pengembara yang Lapar Ada 3 orang sahabat yang mengembara yakni, Buyung, Kendi, dan Awang. Mereka semua sudah membawa persediaan makanan untuk perjalanan. Tetepi, suatu hari persediaan tersebut habis. Mereka semua beristirahat di bawah pohon yang cukup rindang dengan keadaan kelaparan. Saat itu, Kendi mengharapkan nasi sekawah, Buyung mengharapkan 10 ekor ayam panggang sedangkan, Awang hanya mengharapkan makanan yang cukup untuk dia. Ternyata, pohon tempat mereka beristirahat itu adalah pohon ajaib sehingga, pohon itu mengabulkan semua permintaan mereka. Tetapi, Buyung dan Kendi tidak mampu untuk menghabiskan makanan tersebut sehingga, makanan-makanan tersebut menyerang mereka. Awang merenung sesaat karena ia merasa keadaan ini seperti di alam mimpi. Tetapi, setelah ia tersadar kedua sahabatnya itu sudah meninggal. |
| PRATAMA ADITYA NUGRAHA WIXLI | 7BIL2 | 19 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada di hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, Tapi makanan yang sudah dibawa sudah habis, Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh Awang merasa bersyukur karena bisa mendapatkan makanan meskipun tidak sebanyak makanan teman temannya, yang penting perutnya terisi. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Jadi pelajaran yang didapat adalah jangan sesekali meninggalkan makanan sisa dan jangan Mubazir |
| Rania Alya Faiza | 7BIL2 | 20 | Italia sudah dihuni oleh berbagai bangsa dan peradaban. Seperti Bangsa Fenisia, Kartago, dan orang- orang Yunani kuno yang mendirikan permukiman di selatan Italia, bangsa Etruskan dan Kelt mendiami tengah dan utara Italia, serta suku Italia Kuno dan bangsa Italic yang tersebar di seluruh Semenanjung Italia dan Insular Italia ( Sardinia dan Sisilia ). Suku Italic atau yang dikenal sebagai Orang Latin membentuk Kerajaan Romawi yang pada akhirnya kerjaan tersebut menjadi sebuah republik yang berhasil menaklukkan dan mengasimilasi peradaban terdekat lainnya. Roma akhirnya muncul sebagai kekuatan dominan di cekungan mediterania, berhasil menaklukkan sebagian besar dunia kuno dan menjadi pusat kebudayaan, politik dan keagamaan terkemuka di peradaban Barat. Peninggalan Kekaisaran Romawi tersebar luas dan dapat dilihat dalam saluran distribusi global hukum sipil, pemerintahan republik, Kekristenan dan tulisan Latin |
| Risda Anisa Anazaly | 7BIL2 | 21 | Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit atau menjentik ulat itu dan menginjaknya. Dengan begitu selamatlah daun-daun kangkung yang menghijau segar itu dari bolong-bolong atau batang patah. Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup juga. bila ulat itu sudah berkembang biak, burung-burung akan datang membatasinya. Sekali waktu dia terpisah dengan rombongan teman-temannya. Saat bingung kehilangan jalan pulang, dia sampai ke sebuah gubuk yang asri campernik. Penghuni gubuk itu adalah seorang kakek yang baik hati. Dia disuguhi minum air teh dan gula merah. Air teh dan gula merah terenak yang pernah dia rasakan. Mungkin karena lelah, dan juga lapar. Suatu malam petani tua itu mendengar suara-suara aneh di belakang gubuknya. Saat diam-diam dia mengintip, oh ternyata ada pencuri sedang menggali pohon singkongnya. Si pencuri terkejut. Kakinya bergetar. Keringat mengucur deras di malam yang dingin itu. Dia mau lari tapi teringat anaknya yang menangis karena lapar tidak bisa lagi dibujuk istrinya. Pencuri itu baru tahu, petani tua itu selalu membagikan hasil panen dari kebunnya, kepada tetangga-tetangganya, menyekolahkan anak-anak yatim, sampai ke kampung-kampung sekitar. Rumah pencuri itu termasuk jauh dari kebun petani tua, tapi kali ini sedekah petani tua itu sampai ke sana. Petani tua itu mempunyai dua orang anak yang sudah bekerja di kota. Tapi pencuri itu adalah manusia adalah khalifah bumi yang berbeda dari makhlukmakhluk lainnya. Rumah pencuri itu menjadi sangat mewah. Halaman di sekeliling rumahnya tertata dengan sempurna. Taman yang indah itu dihiasi dengan bebungaan yang sedang mahal harganya. Setiap pagi pencuri itu diantar mobil mewah ke kantornya. Ke mana-mana dia dihormat dan disanjung. |
| Sachilla Renata Noegraha | 7BIL2 | 22 | Jadi ada petani dan istrinya, mereka hidup dari hasil tani. Sang istri hanya mementingkan kecantikannya saja, lalu ia menuntut suaminya untuk bekerja keras supaya bisa membelikannya obat-obat kecantikan dan baju-baju mahal. Pada suatu hari, istri petani jatuh sakit dan kemudian meninggal karena ia tidak mementingkan kesehatannya. Petani sangat sedih, lalu ia menjual barang-barangnya untuk membeli sampan. Ia berniat untuk menghidupkan istrinya kembali. Dia pergi menggunakan sampan, tiba-tiba dia menemukan gunung yang sangat tinggi. DIa berfikir disitu tempan dewa-dewa, lalu dia bertemu dengan kakek kakek tua. DIa menjelaskan semuanya, lalu kakek itu menyuruh petani untuk menusuk jarinya dan teteskan 3 tetes darah ke mulut istrinya. Lalu petani itu melaksanakannya, istrinya bangun. Kemudian mereka pulang, petani membeli makanan di pasar. Lalu ada kapal besar milik saudagar kaya, sudagar kaya itu jatuh cinta kepada istri petani, dan memintanya untuk hidup bersamanya. Kemudian petani mengatakan bahwa dia (istrinya) hidup dari 3 tetes darah miliknya, lalu sang istri mengembalikan 3 tetes darah itu. Lalu meninggal dan menjadi nyamuk. |
| Shira Amalia Putri | 7BIL2 | 23 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Ulfi Bunga Damayanti | 7BIL2 | 24 | Istri petani itu sangat serakah dan hanya mementingkan diri sendiri, tapi si petani juga seharusnya merelakan saja istrinya yang sudah meninggal. |
| adzkia cynara | 7C | 1 | seorang istri yang tidak tau diri mengakibatkan dirinya terkutuk menjadi nyamuk |
| Alea P. Raditya | 7C | 2 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.
Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. |
| Anna Arasy | 7C | 3 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat.Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid.Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang.Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisamenghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan.Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan.Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tkemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi.ak anggup menghabiskan jatah makananya itu. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja kemudian itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Arsy Mutia | 7C | 4 | Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Athallah Devandra Rinaldy | 7C | 5 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi ia ingin ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, ia akan menghabiskan 10 ekor ayam Awang cuma mengharapkan ia ingin nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Pohon itupun menggugurkan setia[ makana yang diminta oleh 3 orang tersebut. Teman-teman awang sudah kekenyangan tetapi makanan yang tersisa dimintai untuk menghabiskannya jika tidak dihabiskan makan mereka akan mengigit teman Awang. Awang merasa itu hanyalah mimpi tetapi saat ia sadar kembali temanya sudah meninggal |
| Aurick Adhi Perdana | 7C | 6 | Suatu hari hiduplah seorang petani dan istri nya yang cantik. Sang petani sangat miskin, sehingga tidak bisa memenuhi keinginan istrinya. Singkat cerita si istri meninggal dunia. Si petani berniat untuk menghidupkannya kembali dengan cara meneteskan 3 tetes darah ke mulut si istri, namun dia tidak mau kembali dengan petani tersebut, dan mengembalikan 3 tetes darah ke si petani, secara tiba tiba muka si istri langsung pucat dan tubuhnya tidak berdaya. Dia pun menjelema menjadi nyamuk yang menghisap darh manusia dengan tujuan agar hidup kembali. |
| Azzahra Cantik Setiawan | 7C | 7 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama di perjalanan, mereka membawa bekal makanan. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada di sebuah hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis.Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi dan Buyung mengharapkan makanan yang berlebihan, tidak seperti kedua temannya, Awang hanya mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Mereka terlihat kekenyangan dan tidak sanggup untuk makan lagi. Namun, ternyata makanan tersebut bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya, , nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi, lalu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerang Buyung. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merasa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Bryan Bubba Danendra | 7C | 8 | -Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. -Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. -Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. -Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. -Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. -Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” -Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. -Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. -Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. -Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. -Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. -Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. -Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. -Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. -Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Carissa Maulidya Ananta | 7C | 9 | Istri seorang petani itu hanya merawat wajah dan kecantikannya saja sampai dai lupa dengan kesehataannya. Petani pun sedih lalu meminta bantuan kepada dewa untuk menghidupkannya kembali, setelah hidup petani sangat senang dan membawa istri nya ke pasar, “aku akan mengabulkan semua permintaanmu disini” kata petani tersebut. lalu sang istri tergoda dan singkat cerita setelah satu tahun istrinya itu menghilang dan petani pun berhasil menemukannya. sang petani pun keingat ceritanya kepada dewa lalu istrinya menusukkan jari lalu meneteskan 3 darah, saat darah ke 3 wajah istri sangat pucat dan istri pun menjadi nyamuk. |
| Cyrill Zavieraa Jatnika | 7C | 10 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi, dan Awang. Di suatu hari, mereka berada disebuah hutan yang lebat, mereka kelaparan tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah dihabiskan. Kendi mengatakan “jika ada nasi sekawah akan kuhabiskan sendiri”. |
| Fadlan Maheswara Nur | 7C | 12 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi, dan juga Awang. Ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada di suatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Mereka Kendi mengatakan dia bisa menghabiskan nasi sekawah sendiri. Buyung juga merasa lapar dan mengucapkan diaa mampu menghabiskan ayam 10 ekor. Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, pohon ara yang ajaib itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap Tetapi Kendi tidak bisa menghabiskan makanannya, kemudian , nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Buyung juga tidak bisa menghabiskan 10 ekor ayam, dia membuang 9 ekor ayam ke semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika |
| Fariez Muhammad Abyan | 7C | 13 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Jenaia ABP | 7C | 14 | Jeha adalah seorg yg sangat di hormati di kerajaannya |
| Kaylee Putri Almira Soewargana | 7C | 15 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Merekaselalu membawa bekal untuk mereka makan saat istirahat. Tetapi suatu hari mereka berada di hutan yang sangat lebat. Mereka pun sangat keaparan, tetapi bekal mereka habiis. Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Lalu tak si sangka pohon ajaib itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang sudah menghabisi makanannya tetapi kedua temannya tidak. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Dan Awang kira ini adalh mimpi tetapi ia telah sadar bahwa temannya telah meinggal. |
| Keiko | 7C | 16 | Jangan menyia-nyiakan kesempatan |
| Kirana Daniswara Rengganis Prasetyo | 7C | 17 | Hikayat Pengembara yang Lapar |
| M. Abyaz Bitaff | 7C | 18 | Isi Bumi |
| rezvan | 7C | 19 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. |
| naya aisya bella putri | 7C | 21 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. |
| Delisha Audia | 7C | 22 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Kisah 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan. Jika mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut dengan makanan yang dibawanya. Suatu hari, mereka berada di suatu hutan yang sangat lebat. Mereka merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Di hutan itu mereka tidak menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Mereka kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang rindang sambil memikirkan solusi. Kendi mengatakan apabila ada nasi sekawah, maka ia bisa menghabiskannya sendiri. Buyung juga mengucapkan bahwa ia mampu menghabiskan 10 ekor ayam. Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Harapan mereka terdengar oleh pohon Ara ajaib. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kendi merasa sangat senang dan kemudian bergegas untuk menyantapnya makanannya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Kendi tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu bisa berbicara dan meminta Kendi untuk menghabiskannya. Namun ia sudah tak sanggup lagi dan tak mau menghabiskannya. Nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Buyung cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, lalu ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian dari dalam semak-semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Reidy Arfa Wicaksono | 7C | 23 | bulu tangkis pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an. … Sejak tahun 1934, bulu tangkis menjadi olahraga yang semakin populear dan sudah ada sejumlah kejuaraan yang diadakan di sekitaran Bandung. |
| Sakhi Putra Danendra | 7C | 24 | Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit atau menjentik ulat itu dan menginjaknya. Dengan begitu selamatlah daun-daun kangkung yang menghijau segar itu dari bolong-bolong atau batang patah. Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup juga. Dia yakin, ulat bulu itu tidak akan pernah menghabiskan pohon kangkungnya. Katanya sekali waktu kepada petani lain sahabatnya, bila ulat itu sudah berkembang biak, burung-burung akan datang membatasinya. |
| Syakkar Faishal Mu’min | 7C | 25 | Di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. |
| tazkiya azzahra | 7C | 26 | seorang istri yang jahat kepada suaminya dan akhirnya dikutuk menjadi nyamuk |
| Aaliyah Jeehan Savitri | 7D | 1 | Ada 3 orang yang sedang tersesat ke hutan dan bekal makanannya sudah habis, 2 orang memimpikan mendapat makanan yang sangat banyak, sedangkan yang satunya hanya mengharapkan mendapat makanan yang cukup untuk mengisi perut. Lalu ada makanan yang jatuh dari pohon dan mereka dengan lahap memakannya. Tetapi 2 orang yang tadi mengharapkan makanan yang sangat banyak tadi sudah kekenyangan. Tetapi makanan tersebut marah dan menghabisi nyawa kedua orang itu. Jadi pelajaran yang didapat jangan menjadi serakah, egois, dan jadinya mubazir. |
| Adinda Magnacinta Tahid | 7D | 2 | Suatu hari hidup seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Istri petani sangat suka bersolek. Istri petani selalu menuntut petani untuk lebih bekerja keras. Suatu hari, istri petani sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Sang petani ingin menghidupkan istrinya lagi. Ia akhirnya menjual semua barangnya dan membeli sampan untuk menemui dewa penghuni khayangan. Sang petani akhirnya membawa istrinya bersamanya dan bertemu dengan dewa penghuni khayangan. Dewa bilang sang petani harus meneteskan tiga kali darahnya ke mulut istinya. Istri petani akhirnya hidup kembali. Namun, diperjalanan pulang sang petani yang sedang membeli makanan melihat istrinya yang tergoda dengan saudagar kaya. Sang petani akhirnya marah karena ia sudah menghidupkan lagi istrinya. Istri petani akhirnya meneteskan lagi tiga darah dan akhirnya meninggal dan berubah menjadi nyamuk. |
| Adjeng Queenmayra Erwin | 7D | 3 | Akhirnya istri petani menjelma menjadi seekor nyamuk, dan sejak itu setiap malam jelmaan wanita cantik tersebut berusaha menghisap darah manusia agar dapat hidup kembali. |
| Bedhaya Lingkar Hayuningrat Ind | 7D | 7 | sang suami bekerja keras untuk sang istri membeli barang barang untuk kecantikannya tetapi sang istri pun meninggal karena tidak menjaga kesehatannya, sang suami pun menemui sang dewa agar istrinya bangun dari kematiannya dengan memberi 3 tetes darah dan meminumkannya untuk istrinya, istrinya pun bangun, dan melihat lelaki kaya. sang suami pun mencari kemana istrinya, ternyata istrinya bersama dengan lelaki yang kaya. Dia pun meminta untuk mengembalikan darah, dan sang istri pun meneteskan 3 tetes darah dan sang istri menjadi nyamuk |
| Camilla Elviana Rully | 7D | 8 | Legenda tentang nyamuk adalah bahwa nyamuk adalah istri seorang petani yang tidak bersyukur |
| camilla ramaniya putri | 7D | 9 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang selama diperjalanan mereka membawa bekal,tepat di suatu hari stok makanan mereka habis saat mereka sedang istirahat pohon ajaib itu mendengar ucapan mereka dan menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan namun buyung dan kendi makan terlalu banyak sehingga makanannya tidak habis lalu nasi menggigiti tubuh kendi dan 9 ayam jantan menyerang buyung Awang mengira ini adalah mimpi Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Ezra Arya Pamuwesa | 7D | 10 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan jadi mereka beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan bahwa bila ada nasi sekawah, maka dia bisa menghabiskannya sendiri. Buyung juga mengatakan bahwa ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu ia habiskan. Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tiba-tiba pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah kenyang, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Buyung cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Farrel Muhammad Adriansyah | 7D | 11 | Petani tua itu menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya |
| Mahatma Kautsar Budiman | 7D | 15 | teman temannya sangat ingin makan banyak namun dia hanya perlu 1 piring nasi dengan lauk kemudian sebuah pohon menggugurkan daun dan daun itu berubah menjaddi makanan teman temannnya mengambil banyak makanan dan tidak dihabiskan dan akhirnya makanan itu marah dan membunuh teman temannya |
| Marlla Zaura Zalyca | 7D | 16 | ada seorang 3 sahabat yang membawa bekal lalu ada orang yang kelaparan saat 3 orang itu mau memberi bekalnya sudah habis |
| M airlangga d | 7D | 18 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik |
| Muhammad fatan safawi | 7D | 19 | Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. |
| Muhammad Haidar Nurrasyid | 7D | 20 | dongeng asal usul nyamuk yang berasal dari istri seorang petani |
| Nadina Ayesha Hadien | 7D | 21 | SSuatu saat ada 3 sahabat, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama diperjalanan, mereka membawa bekal. Jika mereka lelah, mereka akan istirahat sebentar dan menyantap bekal yang mereka bawa.
Sampai suatu hari, saat mereka sedang diperjalanan. Mereka merasa lesu dan memutuskan untuk beristirahat. Namun, bekal mereka hais dan mereka tidak menemukan oranng yang dapat menolong mereka. Ketiga sahat itu pun duduk dibawah pohon ara yang cukup rindang. “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” kata Rendi. Buyung yang juga merasa lapar jugamengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekorpun mampu aku habiskan.” Tidak seperti kedua temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Alhasil, kedua temannya itu tidak sanggyup untuk menghabiskan makanannya. Tak disangka, ternyata nasi yang diminta oleh Rendi dapat berbicara dan merengek lalu menerkam Rendi. Sedangkan Buyungpun diterkam oleh ayam yang tadi ia buang ke semak-semak. |
| Neysha Chintyana Fitri | 7D | 23 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, mereka berada di suatu hutan dan merasa kelaparan. Pohon ara yang ajaib memberikan mereka makanan. Kendi dan Buyung tak sanggup menghabiskan makanan tersebut, sehingga membuat makanan itu marah dan menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut, Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Prince Raoul Faizal | 7D | 25 | Hikayat Pengembara yang Lapar, menceritakan akan 3 saudara yg kelaparan, hikmah yg didapat adalah untuk tidak bersikap rakus. |
| Rei Juliandiniari Irmawan | 7D | 26 | Asal muasa adanya nyamuk |
| Anastasya Aaliyah Luthfansa | 7E | 1 | Ketika kakek Charlotte meninggal, gelar bangsawan dan seluruh kekayaan diwariskan kepada cucu perempuannya. Charlotte yang hidup menderita dengan senang hati menerima warisannya. Akan tetapi, sang ayah diam-diam memiliki putri selain Charlotte yang juga berhak menjadi pewaris. Apakah warisan tersebut akan jadi milik Charlotte, atau jatuh ke tangan Kara, sang adik yang baru dikenalnya? |
| Aryasatya satrio | 7E | 3 | Kucing mengejar tikus merupakan dongeng dari negeri china |
| Charissa Filzaiera Pradinamurti | 7E | 4 | Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada di suatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dan di hutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merasa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| I Gede Mulia Dharma Pratama | 7E | 6 | Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup juga. Dia yakin, ulat bulu itu tidak akan pernah menghabiskan pohon kangkungnya. Katanya sekali waktu kepada petani lain sahabatnya, bila ulat itu sudah berkembang biak, burung-burung akan datang membatasinya.
Itulah sebabnya petani tua itu dijuluki si aneh. Dia sendiri merasa biasa saja. Biasa bagi dia yang punya pengalaman unik di masa kecil. Saat usia sepuluh tahun ketika sedang senangnya menjelajahi alam, dia sering mengunjungi tepi hutan. Berenang bersama teman-temannya di hulu sungai, mencari buah-buahan liar, atau berburu burung dengan sumpit. Sekali waktu dia terpisah dengan rombongan teman-temannya. Saat bingung kehilangan jalan pulang, dia sampai ke sebuah gubuk yang asri campernik. Penghuni gubuk itu adalah seorang kakek yang baik hati. Dia disuguhi minum air teh dan gula merah. Air teh dan gula merah terenak yang pernah dia rasakan. Mungkin karena lelah, dan juga lapar. Tapi yang membuat dia merasa takjub bukan air teh dan gula merah. Dia takjub dan merasa segala yang selama ini dicarinya ditemukan, saat melihat kakek penghuni gubuk campernik itu menyimpan remah-remah nasi di sekitar lubang-lubang semut di halaman gubuk. “Kakek,” katanya setelah rasa herannya tidak bisa ditahan lagi. “Buat apa remah-remah nasi itu?” Tapi kakek itu tidak menjawab. Dia malah mengajak berjongkok dan memperhatikan remah-remah nasi itu. Tidak berapa lama seekor semut hitam keluar dan mencium-cium remah-remah nasi itu, lalu digusur-gusurnya, saat merasa tidak kuat menggusur sendiri semut itu masuk lagi ke dalam lubang. Semut-semut pun berdatangan dan mereka bergotong-royong menggusur remah-remah nasi itu ke lubangnya. “Semut-semut itu sering mengalami kecelakaan, bahkan sampai mati, saat mencari makanan. Tapi bila makanan itu ada di dekat lubangnya, siapa tahu membantu mereka lebih aman,” kata kakek itu. Itulah yang membuat petani tua di masa kecil tertarik dengan kakek penghuni gubuk asri campernik itu. Hampir setiap minggu, saat libur sekolah, dia akan datang dan bermain di sekitar gubuk campernik itu. |
| Indyra Sydney Farouq | 7E | 7 | Lutung Kasarung : Ada raja yang memiliki 7 putri 5 diantaranya sudah menikah. Sang raja menyadari bahwa beliau sudah sangat tua tetapi ia bingung siapa yang akan mengambil posisinya/takhtanya. Ia ingin purbararang mengambil takhtanya tetapi sifat purbararang jahat jadi ia memikirkan lagi dan jadinya beliau memilih purbasari karena sifatnya yang bijaksana dan baikhati. Purbararang tidak setuju karena dia merasa dirinya lebih berhak mendapatkan posisi tersebut lalu purbararang dan tunangannya menggunakan akal licik mereka untuk menyingkirkan purbasari. Mereka menggunakan dukun sakti untuk membuat purbasari kena penyakit aneh, seluruh tubuh purbasari dan juga di mukanya. Purbararang segera menghasut bapaknya dan bapaknya pun terhasut. Akhirnya purbasari tinggal di sebuah rumah yang berada dihutan hewan-hewan disitu juga sangat baik. Suatu hari saat ia sedang bermain tiba2 muncul monyet bermuka seram. Ia menjadi teman monyet tersebut nama monyetnya adalah lutung kasarung yang berarti lutung yg kesasar. Beberapa hari berlalu dan akhirnya raja memiliki ide untuk memilih manalah yang akan mengambil takhtanya. Purbasari dan Purbararang berlomba masak, adu panjang rambut, dan adu ketampanan calon suami, semua perlombaan tersebut dimenangkan purbasari sehingga purbasari yang melanjutkan posisi sang raja. |
| Jody Jalaludin Jamuga | 7E | 8 | nyamuk adalah jelmaan wanita cantik yang berusaha kembali ke wujud semula |
| Kadek Keysha Bella Mahadivya | 7E | 9 | Legenda Asal Muasal Nyamuk Dahulu kala, disebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yangb sangat cantik. Mereka berdua tinggal dirumah sederhana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil si tani. Sipetani selalu belerja keras setiap hari di ladang. Dalam hidup yang serba sederhana rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. dia merasa selayak nya suaminya itu berpenghasilan besar agar dia bisa merawat kecantikannya. Si petani pun bekerja keras demi istrinya, selain minta dibelikan obat obat kecantikan istrinya pun meminta pakaian pakaian yang bagus dan mahal. Si istri pun jatuh sakit karena dia sibuk mengurusib penampilan dan kecantikan saja, tidak memperhatikan kesehatannya. hari demi hari sang istri makih parah dan pada akhirnya si istri meninggal dunia. karena suaminya sedih dan sangat sayang pada istrinya dia tidak mau menguburkan istrinya, melainkan ingin menghidupkan kembali. keesokan harinya ia menjual semua yang ia punya untuk membeli mampan, yang digunakan untuk menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persembahyangan para Dewa Dewa. walaupun tidak begitu tahu persis dimana tempatnya petani itu tetap mengayuhdan akhirnya sampan itupun tersangkut. |
| Keiyra Queensya | 7E | 10 | Audrey hepburn adalah artis yang terkenal yang menjadi ikon fashion klasik dengan “hepburn style ” nya yang mendunia. |
| Mikayla Zweena Grandis | 7E | 12 | Judul: Mari Berkebun Jamur
Indonesia, sebagian besar daerahnya memiliki iklim basah, sinar matahari rata-rata tidak kurang dari 6 jam setiap harinya, suhu udara di dataran rendah rata-rata maksimum 33oC dan menurun 0,57oC setiap 100 meter kearah dataran tinggi. Kelembapan udara (rH) rata-rata 83% Dengan adanya iklim tersebut, hamper sepanjang tahun sebagian besar daerah Indonesia dapat ditanami berjenis-jenis tanaman bahan pangan. Tanaman berumur panjang dapat tumbuh dengan suburnya di pekarangan-pekarangan atau di kebun-kebun. Hutan-hutan tropis yang luas dan padat terbentuk. Tanaman pangan setiap tahunnya menghasilkan berjuta-juta ton sisa-sisa tanaman. Demikian pula hutan-hutan dan kebun-kebun menambah kekayaan bahan organis. Dari sekian juta ton bahan organis tadi sebagian hilang lenyap terbakar oleh teriknya sinar matahari. Namun sebagian besar mengalami pelapukan yang akhirnya menjadi “humus” yang besar artinya bagi penyediaan air secara alamiah dalam tanah, dan peningkatan/pertahanan kesuburan tanah pertanian. Dengan adanya pelapukan tersebut, jelaslah bahwa bahan organis merupakan gudang pangan bagi jasad renik berbentuk bakteri dan cendawan. Indonesia yang pada hakekatnya merupakan gudang jamur yang sangat besar berpotensinya, menunggu anak cucu dan cicitnya untuk menggali kekayaan jamur demi kesejahteraan nusa dan bangsanya. Bila pulau Taiwan yang luasnya tidak lebih dari 1/3 luas pulau Jawa dapat mengejar ketinggalannya dalam bidang usaha jamur dari Negara-negara Eropa dalam waktu yang relative singkat, mengapa Indonesia tidak. |
| Muhammad.faizan izzan nizaf | 7E | 15 | ada seseorang yang bernama peter pan dan dia mengujungi london dan dia bertemu 3 anak dan 1 seseorang kakak dan mereka pergi dream island mengjelajahi pulau tersebut |
| Ni MAde Distya Alinskie PSP | 7E | 16 | Legenda Asal Muasal Nyamuk Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. |
| Vrisco Prasetyo | 7E | 24 | Nah sejak itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar dia bisa kembali ke wujudnya semula. |
| Zevarina Laeticia Balqis | 7E | 25 | Di suatu ketika terdapat dua kerajaan yang bertetanggaan yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Kerajaan Pengging dipimpin oleh Bandung Bondowoso sedangkan Kerajaan Baka oleh Prabu Baka. Saat peperangan antar keduanya, kerajaan Baka kalah dengan meninggalnya Prabu Baka di tangan Bandung Bondowoso.
Kekalahan tersebut membuat Bandung Bondowoso menguasai kerajaan Baka. Di sana ia melihat Roro Jonggrang dan terpesona hingga melamarnya. Tentu saja hal ini ditolak oleh Roro Jonggrang. Karena sangat memaksa, Roro Jonggrang memberikan syarat untuk membangun seribu candi dalam semalam. Bandung Bondowoso dibantu oleh bangsa jin sehingga pada tengah malam tersisa satu candi. Untuk menggagalkannya, Roro Jonggrang memanggil semua wanita untuk membakar jerami dan memukul lesung sehingga ayam berkokok dan para jin lari. Melihat tipu muslihat itu Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke-1000 dan para wanita dikutuk untuk tidak ada yang mau menikahi hingga perawan tua. |
| Amadea Azarin Maharani | 7F | 1 | Setiap jam 15.00 Maya selalu menghilang dan kembali lagi pada pukul 19.00. Lalu kemana ia pergi? |
| Aneira Sophianashira | 7F | 2 | hemat uang saku dengan kupon diskon |
| Aurelia Tiara Aviza | 7F | 5 | Mungkin, hari ini belum baik, kita coba besok ya.. |
| Bagus Putra Pratama | 7F | 6 | Seorang petani mempunyai istri, istri tersebut sombong dan manja lama kelamaan dia menjadi seekor nyamuk |
| Barrghany Zulfikar Indrarta | 7F | 7 | dahulu kala ada legenda asal muasal nyamuk |
| Bintang Anggaraksa Hidayat | 7F | 8 | sang istri menjadi nyamuk karena dia sombong dan meneteskan 3 darah |
| Cyra Naraya C | 7F | 9 | Pada suatu hari, anaknya yang bernama Malin sudah beranjak dewasa dan ingin pergi merantau ke pulau sebrang untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.
Pada awalnya, ibu Malin menolak/tidak setuju dengan niat Malin yang ingin pergi merantau, akan tetapi karena keinginan keras Malin akhirnya ibunya luluh mengizinkannya untuk merantau. Singkat cerita, Malin pun berhasil di tanah rantauan dan menjadi orang kaya tetapi ia sombong, ia tidak lagi mengakui ibunya yang telah merawatnya semenjak ia kecil. Malin sangat sombong atas harta yang telah ia miliki sekarang, ibunya berkali-kali ingin menemui Malin, akan tetapi karena kesombongan Malin akhirnya ibunya pun diusir untuk pulang ke kampung halamannya. Ibunya yang sudah sakit hati tak tahan lagi atas perbuatan anaknya, dan akhirnya ibu Malin mengutuk Malin menjadi sebuah batu, yang sekarang terkenal sebagai cerita rakyat Malin Kundang. |
| Elvaretta Ragil Sesarina | 7F | 10 | Lihat, deh. Bagian ini lucu banget! Hahaha! Iya, benar! Kenapa kalian ketawa? Enggak lucu begitu. EH? Komik ini lucu, kok. Kamu saja yang enggak paham! Sudah, sudah, jangan bertengkar! Audy menyebalkan! Siapa tuh yang nyebelin? Kak Flora! Oooh, rupanya kamu berantem lagi sama Audy. Sifat Audy dari kecil kan memang begitu! Aku jadi |
| Gadis Rahmani Aksan | 7F | 11 | Suho menyadari bahwa ia menemui orang yang sama di sekolah dan di toko buku komik langganannya. Namun orang itu berbeda tampilan, dengan suara yang sama. Suho akhirnya memberanikan diri untuk bertanya “apakah kau Lim Jukyung?” . Pada saat itu juga Jukyung sangat ketakutan. Ia menyerah dan mengakui identitasnya yang asli. Jukyung memohon kepada Suho untuk tidak menyebarkan muka aslinya ke sekolah. |
| Gufira Adli Rakhsha | 7F | 13 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi.Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Awang tertidur, dan ketika ia sadar ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Gufira Adli Rakhsha | 7F | 13 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi.Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Awang tertidur, dan ketika ia sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Muhammad Terry Chelsea | 7F | 17 | Komik si juki si juki dkk pergi ke luar angkasa buat dapetin suatu kristal namun saat kesana banyak sekali kejanggalan nya seperti ada alien air yang sangat panas,namun berkat usaha mereka ,mereka akhirnya dpt kristalnya |
| muhammadalifqynasrulloh | 7F | 18 | chang orang jahat |
| Naddif Arrasyid Widyatama | 7F | 19 | suatu hari ada petani tua, petani tua itu bereda dengan petani lainnya. Petani terse but membiarkan ulat bulunya memakan sayuran karena waktu kecil ada semut keluar dari lubangnya dan menggusur untuk mengambil makanan dan sering kecelakaan. sehinnga dia mikir kalo ulat bulu itu tidak terus menghabiskan sayuran. ada sebuat pencuri yang mencuri karena dia kekurangan makanan. petani tua tersebut membiarkan pencuri itu mencuri dan dia bersedekah ke pencuri karena dia kekurangan makanan. tapi pencuri tersebut mencuri tanaman banyak sekali. dan pencuri tersebut jadi orang kaya |
| Raditya Rizky Setyawan | 7F | 22 | ketika kita menemui kesulitan, kita tidak bisa mengantungkang harapan kita pada orang lain. bantuan dari luar hanyalah berfungsi sebagai penolong. yang bener bener bisa membantu diri kita , tetaplah diri kita sendiri. hanya dengan mengubah pola pikir dan mengahaapinya secara positif, situasi bisa menjadi lebih baik. |
| Raima Hadaina | 7F | 23 | Suatu hari ada pameran kebudayaan suku Asmat di TMII,Jakarta.Saat itu pula Andri,Giri dan Pak Bana (ayah mereka) berkunjung ke pameran tersebut.Disana selain menyaksikan pameran kebudayaan suku Asmat,mereka bertemu teman baru yang bernama “Azhur” yang berasal dari suku Asmat.Mereka berbincang bincang dan berbagi pengalaman hidup antara mereka.Akhirnya mereka pun menjalin persahabatan.Sebelum pameran itu berakhir,Giri mengajak Azhur untuk berkunjung sekalian menginap ke rumahnya sambil mengunjungi Monumen Nasional (Monas).
Azhur dan ayahnya pun menerima ajakan dari Giri dan Ayahnya.Sore harinya Giri,Andri, dan Pak Bana berjanjian dengan Azhur dan Pak Jek (ayah Azhur) di sebuah tempat tidak jauh dari tempat pameran itu berlangsung.Mereka pun bertemu sambil berjabat tangan dan segera masuk ke kendaraan. Di dalam perjalanan Azhur,Giri,Andri, dan Pak Jek bercerita tentang kebudayaan suku Asmat.Sesampainya di rumah Giri,Bu Bana menyiapkan hidangan di ruang tengah untuk Azhur dan Bapaknya (Pak Jek).Bu Bana dan Pak Bana pun mempersilahkan duduk. Saat itu pula Pak Jek membawa foto-foto kebudayaan suku Asmat.Giri,Andri dan Azhur pun duduk dihadapan Pak Jek yang akan bercerita tentang kebudayaan suku Asmat.Setelah bercerita Pak Jek dan Azhur pun pulang,Pak Bana,Giri dan Andri pun mengantarkan mereka ke hotel sekitar TMII. Dan keesokan harinya pula pameran dilaksanakan kedua kalinya di TMII.Giri dan Andri bertemu lagi dengan Azhur.Mereka pun berbincang-bincang.Di tengah tengah perbincangan itu Azhur menjelaskan bahwa besok adalah hari terakhir pameran itu dilaksanakan,sehingga besok juga adalah har perpisahan mereka.Keesokan harinya,pagi pagi Giri mengajak Pak Bana dan Ibu Bana untuk membeli kain batik dan jam tangan untuk oleh oleh Azhur dan Pak Jek. Setelah membeli,mereka menuju hotel/penginapan sekitar TMII yang diinapi oleh Pak Jek dan Azhur.Untung saja saat itu mereka belum kembali ke Papua.Giri,Andri dan Azhur pun melepas perpisahan mereka dengan pelukan hangat.Pak Bana dan Bu Bana memberikan kain batik kepada Pak Jek sebagai oleh-oleh, sedangkan Giri dan Andri memberikan sebuah jam tangan kepada Azhur dan memakaikannya di pergelangan tangan kiri Azhur.Saat mereka sedang melepaskan rindu perpisahan,saat itulah kendaraan menjemput Pak Jek dan Azhur.Saat di dalam kendaraan,Azhur melambaikan tangan kirinya yang terdapat jam tangan dari Giri dan Andri sambil berkata kalian juga merupakan suku Asmat yang berarti Manusia sejati. |
| Rayna Kania Wicaksono | 7F | 24 | ada seorang laki laki bernama kabayan, dia mempunyai sifat pemalas dan banyak alasan jika diminta bantuan oleh ibu nya sampai membuat ibu nya kesal. Pada suatu hari ibu nya meminta tolong untuk mencari tutut, tetapi dia malah memberikan pertanyan yang sangat tidak masuk akal. Ibu nya sudah tahu itu hanya alasan agar kabayan tidak mencari tutut, tapi pada akhirnya kabayan pun mencari tutut. |
| Abhirawa | 8A | 2 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Angela Aurelie | 8A | 3 | Mengajarkan kejujuran pada anak, buku bahasa indonesia hal.45 46 |
| Drewmora Queen Zulaikha | 8A | 8 | harus mengajarkan kejujuran |
| falisya azalea santika | 8A | 10 | ada seorang petani tua yang selalu membiarkan ulat ulat kecil memakan hasil panennya, dia menganggap bahwa ulat tersebut akan hilang sendirinya dan membawakan rezeki untuk petani tua tersebut. tetapi suatu hari, ada seorang pencuri yang mencuri beberapa hasil panen petani tua. awalnya hanya untuk memberi makan anaknya, tapi lama kelamaan pencuri itu semakin sering mencuri hasil panen petani tua sampai hasil panen petani tua itu menurun. akhirnya pencuri tersebut semakin sukses dan dianggap sebagai pemimpin yang dermawan. tetapi saat sendirian menatap tanaman di taman rumahnya, dia merasa ada ulat-ulat di daun dan bunga yang mempesona. Ulat-ulat yang kemudian naik ke kakinya, ke sekujur tubuhnya ke dalam hatinya ke dalam pikirannya ke dalam perasaannya. Ulat-ulat yang tidak bisa hilang dikendalikan siapapun. Apalagi dikendalikan alam. |
| Hanifa Widya Khairunnisa | 8A | 13 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya |
| Kenzie gabriel tremonty | 8A | 16 | Marvel |
| Kevin Anugrah S | 8A | 17 | Judul Borneo hlm 1-10 Ringkasan cerita: menceritakan tentang seorang anak laki laki yang berpetualang di hutan fantasi yang luas. Anak itu menemukan banyak hewan hewan beracun dan pepohonan yang besar dan rimbun. |
| Lathifah Faza Mazidah | 8A | 19 | Mengajarkan kejujuran pada anak-anak menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh orang tua.Jika ingin menanamkan kejujuran pada anak, pertama yang harus dilakukan adalah menghindarkan reaksi negatif terhadap kejujuran yang dilakukan anak, baik itu menertawakan atau memarahi mereka, jika anak telah melaporkan kesalahan dengan jujur lebih penting orang tua memberi penghargaan atas kejujuran itu, dan hal yang tidak kalah penting adalah menghindarkan anak-anak menyaksikan perbuatan-perbuatan tidak jujur yang orang tua lakukan. Apabila anak berkata bohong, sebaiknya orang tua selidiki dengan tuntas anak berkata benar atau bohong. |
| Louviana De Isal | 8A | 20 | Jangan serakah dan mubazir (Hikayat Pengembara yang Lapar) |
| Najwa Agnia Shavira | 8A | 24 | mengajarkan kejujuran pada anak. harus dilakukan sejak dini, faktor paling kuat adalah orang tua. ada 2 sebab anak bisa berbohong. pertama jika anak berkata jujur akan di marahi atau di tertawakan atau memukul anak jika berkata jujur. dua faktor tersebut membuata anak tidak ingin berkata jujur. |
| Alkahfi Malik Riady | 8B | 3 | Darko rahasia piramida |
| leandra aisha budiman | 8B | 17 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. |
| mohamad tristan zihni | 8B | 19 | hikayat pengembara yang lapar = dimana ada dua orang pengembara yang rakus dan mendapatkan karmanya |
| Muhammad Rafly Gunawan | 8B | 21 | Tentang 3 orang sahabat yang mengembara yaitu Buyung,Kendi dan Awang |
| Sazali Mahair | 8B | 27 | “musik klasik adalah musik dimainkan oleh orang-orang tua kulit putih dan jazz dimainkan oleh orang-orang kulit hitam.” |
| Tivanny Agnesya Martana | 8B | 28 | pengembara yang lapar |
| Aksa Rachman | 8BIL1 | 3 | Ada 3 orang bersahabat yang sedangn bergembara, yaitu Buyung, Kendi, dan juga Awang. Mereka semua membawa bekal yang lengkap. Tapi, suatu hari, mereka merasa lapar tetapi bekal makanan mereka sudah habis. Mereka pun duduk di bawah pohon ara sambil memikirkan solusi. Mereka pun mulai menghayal dan mengimpikan tentang makanan yang ingin mereka makan. Ternyata, pohon ara tersebut merupakan pohon ajaib. Helai daunnya berubah menjadi makanan yang menggugah selera dalam prosi yagn banyak. Mereka pun memakan makanan tersebut dengan lahap. Tapi, ternyata, ada sisa makanan yang tidak dapt diselesaikan. Ternyata sisa makanan tesebut berubah menjadi hidup dan menyerang mereka. Setelah itu, ternyata, 2 orang sahabat tersebut meninggal dan hanya menyisakan 1 orang saja, yaitu Awang. Ia pun merasa bersalah karena tidak secara lagnsung, dia telah menyebabkan sahabatnya meninggal. |
| Alivia Khaira Umma | 8BIL1 | 4 | ada seorang petani sederhana dan istrinya. mereka tinggal dari hasil tani. suatu saat, sang istri menginginkan si petani untuk bisa memenuhi perawatan kecantikkannya. karena si petani sangat sayang dengan sang istri, maka si petani terus berusaha memenuhi. istri si petani akhirnya jatuh sakit karena tertalu sibuk mengurusi kecantikannya. istri si petani pun meninggal dunia. si petani merasa sangat sedih. esoknya ia pun pergi ke sebuah gunung dan bertemu dengan seorang dewa. dewa tersebut bilang, sang istri bisa hidup kembali jika si petani memberikan 3 tetes darah kepada sang istri. si petani melakukan apa yang disuruh oleh si dewa dan istrinya pun hidup kembali. mereka pergi ke sebuah pelabuhan dan si petani pergi untuk membeli bekal perjalanan di pasar. di sebelah sampan mereka ada sebuah perahu milik seorang saudagar. saudagar itu terpana melihat kecantikan istri petani lalu berkata bahwa ia bisa memenuhi apapun kemauan istri petani. istri petani pun tergoda dan pergi bersama saudagar itu meninggalkan si petani yang kebingungan mencari istrinya. setahun berlalu, si petani dan istrinya bertemu kembali namun sang istri menolak untuk kembali kepadanya. si petani berkata bahwa sang istri hidup dari 3 tetes darahnya. sang istri tertawa mengejek lalu berkata ia akan mengembalikan 3 tetes darah tersebut. hingga saat tetesan darah ke 3, wajah sang istri pucat dan tubuhnya lemas. sang istri pun meninggal. ia menjelma menjadi seekor nyamuk yang setiap malam berusaha menghisap darah manusia agar bisa kembali ke wujud manusia. |
| Caesar Valent Alvry | 8BIL1 | 7 | Di buku Why? Negara dan Bendera bab terakhir, Omji, Tuan Putri, dll pergi ke benua terakhir nyaitu Amerika Utara. Mereka mengunjungi negara Amerika Serikat serta mempelajari sejarah mengapa mereka bisa berpisah dari Inggris dan mengapa mereka mendominasi kultur dunia dari teknologi hingga busana. |
| Dimas Raditya Kusuma Putra | 8BIL1 | 8 | Perjalanan kakek smeredy dan alcatraz menjelajahi perjalan antar samudra. Pada akhirnya mereka berhasil menemukan kerajaan atlantis yang hilang. |
| Fatia Zahra Kamila | 8BIL1 | 9 | Nene dan Kou melakukan time travel agar menyelamatkan Tsukasa |
| Kenza Ardraputra Rezyarifin | 8BIL1 | 13 | Asal Mula Nyamuk Ada seorang petani yang hidup sederhana dan memiliki istri yang cantik. Petani bekerja keras tapi istrinya hanya memerhatikan kecantikannya, tapi karena butuh obat obatan dan baju mahal, petani bekerja lebih keras lagi dan tetap tidak bisa memenuhinya. Suatu saat istrinya sakit karena terlalu fokus ke kecantikan dan tidak memperhatikan kesehatan lalu meninggal. Sang petani sangat sedih dan ingin menghidupkannya kembali. Dia menjual segala hal yang dia punya untuk membeli sampan dan menyusuri sungai untuk menemui dewa, dia tidak tahu dimana tempatnya. Lalu ia sampai ke tempat penuh kabut lalu melihat gunung sangat tinggi yang dia pikir tempat para dewa. Dia mendaki gunung dan membawa jasad istrinya sampai bertemu dengan laki laki tua. Dia mengira itu dewanya jadi sang petani menceritakan semua hal ke laki laki tua. Katanya dia bisa menghidupkan kembali istrinya jika dia menusuk ujung jari dan memberi 3 tetes darah ke mulut istrinya. Setelah melakukan itu istrinya hidup kembali. Sang lelaki tua mengingatkan jika istrirnya macam macam bilang bahwa dia hidup dari 3 tetes darahmu. Sang petani membawa istrinya pulang. Tapi istrinya tahu suaminya tidak punya apa apa selain sampan jadi tidak bisa memenuhi kecantikannya. Mereka datang ke pelabuhan yang lumayan rame untuk membeli bekal perjalanan selanjutnya. Saat membeli bekal, datanglah kapal mewah yang dimiliki oleh saudagar kaya. Saudagar tersebut kagum dan jatuh cinta dengan kecantikan istri petani dan bersedia memenuhi semua permintaan. Sang petani terkejut karena istrinya tidak ada dimana mana. Akhirnya sang petani pulang ke rumahnya sendiri. Setahun kemudian si petani kebetulan bertemu kembali dengan istrinya. Tapi istrinya menolak kembali. Jadi si petani mengingatkan bahwa kamu hidup kembali dengan 3 tetes darahku. Si istri mengejek dan bertanya apakah ia harus mengembalikan 3 tetes darah. Jadi sang istri menusuk ujung jarinya dan memberi 3 tetes darah. Tapi setelah tetes ke 3 sang istri menjadi pucat dan mati. Lalu menjelma menjadi nyamuk. Karena itu nyamuk selalu mengambil darah manusia agar si istri bisa kembali ke wujud semula. |
| Mumtaz Aqila Razak | 8BIL1 | 15 | Pada suatu hari hidup seorang petani dan istrinya yang suka meminta hal yang mahal pada suatu hari istrinya sakit dan petani itu memohon pada dewa untuk menghidupkannya lagi. Dewa pun menjawab kalau dia harus memberikan 3 tetes darahnya kepada istrinya lalu setelah hidup kembali istrinya pindah ke lelaki lain lalu mengembalikan darah petani itu dan meninggal dan menjelma menjadi nyamuk |
| Nafisa Zeta Oktavian | 8BIL1 | 16 | Hikayat Pengembara Yang Lapar Buyung, Kendi, dan Awang adalah 3 orang sahabat yang sedang mengembara. Jika mereka lelah, mereka akan berhenti dan memakan bahan makanan yang sudah mereka bawa. Suatu saat di hutan yang lebat. Mereka kelaparan tetapi bahan makanan yang mereka bawa sidah habis dan tidak ada orang yang dapat diminta tolong. Akhirnya mereka duduk di bawah pohon ara. Sangking laparnya, Kendi berkata jika ada nasi sekawah, dia akan mampu menghabiskannya. Buyung juga berkata jika ada 10 ekor ayam panggang dia mampu memakannya. Sedangkan Awang hanya mengharapkan nasi dan lauk yang cukup untuk mengobati laparnya. Pohon ara yang mendengar perkataan mereka menjatuhkan 3 daunnya dan berubah menjadi makanan yang mereka bayangkan. Saat Awang sudah selesai makan makanannya, ia melihat kedua temannya yang menyisakan banyak sekali makanan. Akhirnya makanan-makanan itu menyerang mereka hingga meninggal karena mereka tidak mau menghabisinya. |
| naura rizka maharani | 8BIL1 | 17 | tentang seorang anak sekolah yang mencari tahu masa lalu sekolahnya |
| Rakea Syahma Fitri | 8BIL1 | 19 | Hari ini aku membaca buku mengenai kehidupan seorang perempuan yang di reinkarnasi menjadi salah satu tokoh di buku yang pernah ia baca yaitu lovely princess. Karena ia mengetahui nasib peran yang ia dapat ia pun mencoba untuk tetap bertahan hidup dan tidak memiliki nasib yang sama dengan tokoh perannya yang dibuku. Hari per hari ia tetap berusaha dan sampai sekarang nasib ia pun terselamatkan dari kematian. |
| Ranu Phalasa | 8BIL1 | 20 | Ada 3 orang yang sedang mengembara kemudian mereka kehabisan makanan. Kemudian saat di hutan, ada pohon yang memberinya merek makanan. Salah dua diantara mereka mengambil makanan yang berlebihan kemudian mereka berdua membuang makanan sisa itu. Setelah itu makanan sisa yang dibuang mereka menyerang mereka berdua hingga mereka meninggal. |
| Rizqidia Nurzahira Ramadhani | 8BIL1 | 20 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena dia hanya sibuk mengurusi penampilan dan kecantikannya saja, dan tidak memperhatikan kesehatannya. hari demi hari si istri sakitnya makin parah saja dan pada akhirnya si istri petani itu meningal dunia.
Terlihat si suami sangat begitu sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya. Karena ia sangat menyayanginya, si petani pun tidak mau menguburkan tubuh istri yang sangat dicintainya itu. Dan dia pun berpikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali. Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk digunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. Petani pun akhirnya mendaki gunning tinggi, diperjalanan dia menemui seorang pria tua. Ia menceritakan semuanya kepada pria tua itu, dan pria tua itu memberi tahu bagaimana caranya untuk menghidupkan kembali istri petani tersebut. Petani itu pun segera melakukan apa yang dikatakan oleh pria tua tersebut, dan benar saga istrinya cembali hidup dan mereka segera pulang. Disepanjang jalan, seorang saudagar menghampiri istri petani tersebut dan istri petani yang tergoda pun mengikuti saudagar tersebut dan meninggalkan petani. Setahun sudah berlalu, si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat kepada dewa di gunung khayangan itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darahku.” Istrinya pun tertawa mengejek, “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah….” Sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan |
| Tristan Adia Kaory | 8BIL1 | 22 | Baca Na-Willa hal 10-20 |
| maritza asthari rishwana | 8BIL1 | 24 | sepasang sahabat , sahabatnya menyuruhnya membeli ular sebagai peliharaan , dan mengancam apabila tidak dibeli mereka tidak akan berteman lagi , lalu akhirnya ia ( risa ) membeli ular |
| Alanna Fitria Kirana | 8BIL2 | 1 | Asal muasal nyamuk |
| Almer Phalevi Firdaus | 8BIL2 | 2 | Tiga sahabat memakan daun helai |
| Altair Athar Maulana Roesli | 8BIL2 | 3 | Asal Mula nyamuk |
| Arga Bramantyo Anggoro | 8BIL2 | 6 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Athaya Fawnia Epafroditus | 8BIL2 | 7 | Pada suatu hari, ada tiga sahabat yang memutuskan untuk pergi mendaki gunung bersama. Mereka membawa segala makanan yang akan memenuhi perut mereka. Tetapi saat mereka baru saja tiba di hutan, semua stock makanan mereka sudah habis dan memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon ara. Salah satu dari mereka mengucapkan “Aku bisa menghabiskan seluruh beras yang ada di sawah untuk diriku sendiri”. Kemudian seseorang juga ikut mengucapkan “10 ekor ayam panggang dapat memenuhi perut sekarang”. Yang terakhir pun hanya mengharapkan sepiring nasi dan lauk yang dapat memenuhi perutnya.
Ternyata, semua ucapan mereka didengar oleh pohon ara tersebut dan menjatuhkan 3 helai daun yang kemudian berubah menjadi makanan-makanan yang ketiga dari mereka harapkan. Mereka pun langsung memakan dengan lahap. Tetapi, kedua sahabat yang meminta 10 ekor ayam dan beras dari 1 sawah tidak dapat menghabiskan makanan mereka. Makanan mereka pun menyerang mereka sehingga mereka meninggal. Yang tersisa hidup adalah orag yang terakhir, karena ia dapat menghabiskan semua makanannya. |
| Charissa Chelsky Candradewa | 8BIL2 | 10 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Suatu cerita, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, |
| Freya Lubna kamilia | 8BIL2 | 11 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. Si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena dia hanya sibuk mengurusi penampilan dan kecantikannya saja, dan tidak memperhatikan kesehatannya. hari demi hari si istri sakitnya makin parah saja dan pada akhirnya si istri petani itu meningal dunia. Terlihat si suami sangat begitu sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya. Karena ia sangat menyayanginya, si petani pun tidak mau menguburkan tubuh istri yang sangat dicintainya itu. Dan dia pun berpikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali. Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk digunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. “Pasti para dewa mau menghidupkan kembali istriku”, begitu yang ada dipikiran nya. Walaupun dia tidak begitu tahu persis di mana tempat persemayaman para dewa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena kabut tebal yang menghalangi pandangannya. Ketika kabut menguap, terlihat samar di hadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu sampai menembus awan. Dia berpikir di sinilah tempat tinggal para dewa dewa. Dan dia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya. Di dalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua.karena istrinya tidak ada di sampannya. Dia pun mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi sia-sia. Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat kepada dewa di gunung khayangan itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darahku.” Istrinya pun tertawa mengejek, “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah….” Sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jarinya, tiba-tiba wajahnya menjadi pucat, dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga akhirnya jatuh mati tak berdaya. Setelah si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar dia bisa kembali ke wujudnya semula.karena istrinya tidak ada di sampannya. Dia pun mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi sia-sia. Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat kepada dewa di gunung khayangan itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darahku.” Istrinya pun tertawa mengejek, “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah….” Sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jarinya, tiba-tiba wajahnya menjadi pucat, dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga akhirnya jatuh mati tak berdaya. Setelah si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar dia bisa kembali ke wujudnya semula. |
| Halzahra Arkenzie Malik | 8BIL2 | 12 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. |
| Kayla Purawinata Putri K | 8BIL2 | 14 | cerita mengenai tiga orang sahabat yang mengejar mimpinya untuk pergi ke bulan |
| Keira Athalia Callista | 8BIL2 | 15 | boneka gadis berukuran besar yang menjaga serta mengawasi gerak-gerik ratusan peserta. Jika ada yang bergerak sedikit saja, langsung terdeteksi dan ditembak mati oleh para pekerja yang menggunakan pakaian merah serta topeng. |
| Keisha Esteria Hasian Sitinjak | 8BIL2 | 16 | Seorang istri menjelms jadi nyamuk |
| M Rafa Akilah Siraj | 8BIL2 | 17 | Legenda asal usul nyamuk. Seorang petani memiliki istri yang nyebelin lalu ia mati tetapi dihidupin lagi oleh petaninya dengan 3 tetes darah, tetapi istrinya tetap nyebelin dan dia mengembalikan 3 tetes darahnya dan jadi nyamuk ingin ngambil draah orang |
| Siti Aisha Humaira Alamsyah | 8BIL2 | 22 | Ratu dari sebuah kerajaan merupakan orang yg dingin, tiba tiba suatu hari Raja mengingkan seorang selir, tetapi Ratu tentu saja tidak setuju. Saat selir itu diresmikan, Ratu tidak menyukainya. |
| Syesha Safira Sudradjat | 8BIL2 | 24 | A Thousand Splendid Suns halaman 64-65 |
| Haydar Rabbani Prayudiant Ruhimat | 8C | 10 | Tentang kejujuran, Jujur Orang tua dan Jujur anak anak |
| Haydar Rabbani Prayudiant Ruhimat | 8C | 10 | Kejujuran, Jujurnya Orang tua dan Jujurnya anak anak |
| Jurrien Rafael A | 8C | 11 | Bacaan tersebut memberi tahu kita pentingnya orang tua mengajarkan kejujuran kepada anak. Penulis juga memberikan alasan-alasan yang dipenuhi dengan bukti pendukung, seperti perbuatan orang tua jika kita jujur dan efek apa yang dapat di dapatkan oleh anak, jika anak jujur dan kita bersikap negatif. Teks ini juga memberikan berbagai solusi agar anak jujur seperti jika anak jujur, walaupun anak melakukan hal yang tidak baik orang tua tidak memberikan reaksi yang negatif dan dengan itu anak bisa mengerti bahwa jujur bukan hal yang buruk dan harus dihindari |
| keira raihana ariaputri | 8C | 12 | pada pembelajaran bahasa indonesia kita disuruh untuk membaca teks eskposisi tentang mengajarkan kejujuran pada anak, ringkasan bacaan tersebut adalah bahwa keteladanan orangtua menjadi hal yang penting untuk mengajarkan kejujuran kepada anak. |
| keisya setya maharani | 8C | 13 | orang tua harus mengaharkan sifat jujur kepada anak dr ia ms kecil dan kejujuran itu harus di hargai jangan sampai memarahi anak atau melakukan kekerasan pada anak, orang tua harus mendidik anak anak serta membangun kedekatan dan ke akraban mereka, mereka tidak merasa perlu berbohong, orang tua menjadi hal yang penting untuk mengajarkan kejujuran pd anak |
| Marvel Alfaridzi Sunadim | 8C | 15 | Saat ini, mengajarkan kejujuran pada anak anak sangatlah penting dilakukan oleh orang tua.Namun tak sedikit orang tua yang mengajarkan sebaliknya. Secara tidak langsung orang tua mengajarkan anak anak nya untuk berbohong.Anak anak akan merasa boerbohong itu lebih baik. Apabila ada anak yang mengatakan kebohongan sebaiknya selidiki dulu dengan tuntas anak berkata benar atau tidak.Anak anak harus tau kalo kebongan akan selalu terungkap agar anak tidak mencoba melakukan kebohongan lagi. Sebenarnya pendidikan kejujuran hanyalah sebuah bagian dari pendidikan terhadap anak.Orang tua mendidik anak anak, serta membangun kedekan dan keakraban agar mereka merasa nyaman. |
| Miyuki Keisha Abdulah | 8C | 16 | Dari buku Mahir Berbahasa Indonesia halaman 45-46 Kejujuran pada anak harus ditanamkan sejak kecil, namun terkadang ada hal pemicu dari orang tua yang membuat anak berbohong. |
| Muhammad Vierzan Rasendriya | 8C | 18 | Buku Marbi Bahasa Indonesia halaman 45-46 Mengajarkan kejujuran pada anak Setiap orang tua harus menghargai kejujuran anak nya, bukan justru menertawakan atau memarahi nya. Contoh nya saat dapat nilai jelek, anak itu bilang kepada orang tua nya dengan jujur tetapi respon orang tua nya malah memarahi anak nya. Itu membuat anak nya merasa bahwa agar tidak dimarahi dia harus berbohong tentang nilai itu, dan pada akhirnya itu secara tidak langsung mengajarkan anak untuk tidak berbohong. |
| Nathania Paramitha Rafeni Putri | 8C | 20 | kita tidak boleh berlebihan dalam sesuatu, nanti jadinya mubazir. |
| Uziellabib Shidqi Hoesein | 8C | 25 | Buku Marbi Bahasa Indonesia halaman 45-46 Mengajarkan kejujuran pada anak Setiap orang tua harus menghargai kejujuran anak nya, bukan justru menertawakan atau memarahi nya. Contoh nya saat dapat nilai jelek, anak itu bilang kepada orang tua nya dengan jujur tetapi respon orang tua nya malah memarahi anak nya. Itu membuat anak nya merasa bahwa agar tidak dimarahi dia harus berbohong tentang nilai itu, dan pada akhirnya itu secara tidak langsung mengajarkan anak untuk tidak berbohong |
| Al Fathir sangkara anindya | 8D | 1 | Tadi saya membaca buku pribadi lupa selasa menceritakan tentang perjalanan 5 org pemuda ke Mesir yang diincar oleh pembunuh bayaran |
| Audy kharisma setiadi | 8D | 2 | Tentang tiga sahabat yang sedang berkemah di hutan dan mereka santat merasa kelaparan, ada dua teman yang berbicara akan menghabiskan semua makanan jika ada makanan, ternyata pohon mendengar ucapan mereka, pohon memberi mereka makanan dari daun yang berguguran dan menjadi makanan yang banyak. Mereka kekenyangan, jadi mereka meminta lagu kepada pohon untuk tidak udah memberikan banyak makanan. |
| Cahaya Danika Permana | 8D | 5 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Lalu tibatiba makanan yg mereka inginkan itu muncul. awang pun kenyang telah menghabiskan makanan makanan tersebut, namun kedua temannya itu ternyata tidak sanggup memakan makanan mereka sampai habis. |
| Calista Belva Kaishaura | 8D | 6 | Hikayat Pengembara yang Lapar Ada 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Akhirnya, mereka beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Akhirnya Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Hana Apsariningtyas Puspito | 8D | 11 | Saat ini, mengajarkan kejujuran pada anak-anak menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh orang tua. Namun, sesungguhnya kita tidak benar-benar mengajari mereka soal kejujuran. Pesan-pesan tidak langsung untuk bersikap tidak jujur secara terus-menerus justru meyakinkan mereka bahwa berbohong itu perlu. Jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari reaksi negatif terhadap kejujuran yang dilakukan anak-anak, baik itu menertawakan atau memarahi mereka. Kemudian hindari anak-anak menyaksikan perbuatan tidak jujur yang kita lakukan. |
| Joely Tahani Suyana | 8D | 12 | Orang tua harus mengajarkan berperilaku jujur kepada anaknya agar mereka terbiasa berkata jujur |
| Lorraine Nathanie Martin | 8D | 13 | Sebagai orang tua kita harus menanamkan kejujuran kepada anak |
| Malik Rifat Arazky | 8D | 14 | Mengajarkan kejujuran pada anak-anak menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh orang tua. Namun, sepertinya tidak sedikit orang tua yang justru melakukan hal sebaliknya secara tidak disadari. Orang tua lebih sering mengajarkan hal-hal tidak jujur kepada anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak telah tumbuh dalam lingkungan yang secara tidak langsung memberi pelajaran untuk sebaiknya berbohong atau tidak jujur. |
| Nicky Farlie Natalino Alfonso | 8D | 19 | Nyamuk |
| Prabu Kusuma Abdy | 8D | 20 | Buku paket b.indonesia halaman 45
Mengajarkan kejujuran pada anak |
| Rafid Izza Tanzila | 8D | 23 | Tinggal seorang petani, Dan istrinya yang hedon. Petani selalu bekerja keras untuk memenuhi permintaan istrinya. Karena is sibuk mengurusi kehedonannya, is lupa Akan kesehatannya. Akhirnya, ia jatuh sakit. Hari ke Hari kondisi istri petani semakin memburuk. Hingga akhirnya istri petani pun meninggal. Si petani sedih melihat istrinya itu, is berniat untuk menghidupkannya kembali. Akhirnya, si petani membawa istrinya ke sebuah tempat, Yang diyakini ditinggali oleh para dewa. Si petani rela menjual segalanya yang ia miliki untuk membeli sampan. Di perjalanan mentusuri sungai perahunya tersangkut Karena kabut tebal. Setelah kabut tersapu hilang, is melihat sebuah gunung Yang menjulang tinggi hingga puncaknya tertutup awan. Ia berfikir bahwa itu adalah tempat para dewa. Hingga is pergi ke gunung tersebut. Di gunung is bertemu kakek tua. Si petani itu berfikir bahwa kakek itu adalah dewanya. Lalu, ia meminta pertolongan pada kakek tersebut. Kakek tersebut menyuruh petani itu untuk memberikan 3 tetes darahnya kepada istrinya. Lalu ia memberikanya, Dan istrinya pun kembali hidup. Sekarang si petani Dan istrinya tak punya apa apa selain sampan. Mereka berkunjung ke pelabuhan ramai. Si petani Akan membeli kebutuhan Di pasar, sedangkan istrinya menunggu disampan. Di pinggir sampan Ada sebuah perahu besar yang dimiliki seorang saudagar Kaya. Saudagar itu merayu istri petani, istri petani itu tergoda Dan ikut saudagar itu Dan meninggalkan si petani. Saat petani selesai membeli kebutuhan is terkejut Karena istrinya tidak Ada disampan. Hingga setahun berlalu, si petani bertemu istrinya. Namun, istrinya enggan kemabali kepada suaminya (petani).lalu, Si petani berkata bahwa istrinya itu hidup Dari 3 tetes darahnya. Istrinya pun tertawa. Dan memberikan 3 tetes darahnya. Di tiga tetes darahnya. Si istri petani menjadi pucat hingga is mati kaku, Dan berubah menjadi nyamuk. Setiap Malam nyamuk jelmaan istri petani itu menghisap darah, berharap is bisa kembali ke wujud semuanya. |
| Rania Anindita | 8D | 25 | Hikayat Pengembara yang Lapar Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Kendi pun mengatakan, «Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.» Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, «Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.» Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. |
| Arya Bima Arundati | 8E | 1 | Alkisah ada 3 orang sekawan yang sedang mengembara bernama Buyung, Kendi dan Awang, suatu hari saat diperjalanan mereka ingin beristirahat dan memakan bekal namun sayangnya bekal mereka sudah habis, akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh dibawah pohon ara, kemudian kendi berkata “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” dan dilanjutkan oleh Buyung “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” namum Awang tidak meminta seperti teman2nya, dia hanya meminta seporsi nasi beserta lauk untuk menghilangkan rasa laparnya, tiba2 pohon ara mengabulkan permohonan mereka, Buyung, Kendi dan Awang pun langsung menyantap makanan itu, kemudian Awang yang sudah selesai makan melihat kedua kawannya itu, Kendi tidak bisa menghabiskan nasinha sedangkan Buyung hanya bisa menghabiskan 1 ekor ayam dan sisanya dibuang, tiba2 nasi yang tidak habis mulai menggigiti Kendi sedangkan 9 ekor ayam tdi berubah menjadi ayam sungguhan dan mematuk Buyung, saat melihat Awang baru menyadari bahwa kedua temannya itu sudah meninggal |
| Asha Padma R. Tripradopo | 8E | 2 | menceritakan ttg petani tua ulat bulu dan pencuri dermawan |
| ardisa kanani amanna | 8E | 5 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. suatu hari mereka sampai di hutan tetapi bekal yang dibawa sudah habisa dan di hutan itu tidak ada siapa siapa untuk meminta pertolongan. kendi dan buyung mengatakan hal hal yang mereka inginkan secara berlebihan, Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kend i dan begitu pula buyung. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Daniella Zahraa Jatnika | 8E | 7 | Asal muasal nyamuk |
| Dhamir Rasyid Resmana | 8E | 8 | Legenda Asal Muasal Nyamuk |
| Farrel Farand fathiyyah | 8E | 9 | Pada pertengahan 2018 lalu, channel milik Youtuber Raditya Dika sempat menjadi trending topic, karena pembahasan mengenai kisah rumah eyang di Jogja. Pengalaman tersebut adalah pengalaman Radit yang saat itu menginap di rumah milik nenek temannya yang bernama Mister. |
| Felly Pricilla | 8E | 10 | ada 3 orang sahabat yang sedang menggembara, karena tak ada makanan mereka berandai2 di beri makanan 2 temannya meminta makanan yang banyak sedangkan 1 laginya hanya makanan yang cukup untuknya, tak lama semua itu terkabul dan 2 temannya tidak bisa menghabiskan semua makanannya, mereka pun meninggal di serang |
| Harashta Jannis Andriansyah | 8E | 12 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanan, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tapi makanan sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, harapan mereka didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan cepat cepat memakannya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Kendi tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma habis 1 ekor ayam saja. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan. Lalu buyung dan kendi meninggal dunia |
| Hylmi Ghanim Suryo Wicaksono | 8E | 13 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dan di hutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Lalu mereka pun berharap agar ada makanan. Tiba-tiba, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan kendi merasa sangat puas dan cepat2 untuk memakannya, sementara awang bersyukur walau ia hanya meminta sedikit. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan buyung. Ia hanya memakan 1 ayam dan membuang 9 ayam sisa. lalu ayam yang dibuang berubah menjadi ayam jantan dan menyerangnya. Awang merasa ia seperti bermimpi. tapi saat sudah sadar, teman temannya sudah meninggal |
| Namira Aishagita Kusumahadilaga | 8E | 17 | Geri yang menyukai seorang laki laki bernama lan |
| Namira Aishagita Kusumahadilaga | 8E | 17 | Asal usul nyamuk Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. Terlihat si suami sangat begitu sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya. Karena ia sangat menyayanginya, si petani pun tidak mau menguburkan tubuh istri yang sangat dicintainya itu. Untuk digunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. «Pasti para dewa mau menghidupkan kembali istriku», begitu yang ada dipikiran nya. Walaupun dia tidak begitu tahu persis di mana tempat persemayaman para dewa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena kabut tebal yang menghalangi pandangannya. Ketika kabut menguap, terlihat samar di hadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu sampai menembus awan. Dan dia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya. Lelaki tua menjawab sambil tersenyum, « sungguh, kau adalah suami yang baik sekali. «Dia sangat berarti bagiku, dan dia lah yang membuat aku bersemangat. » » Tapi sang istri tahu, bahwa selain sampan yang dinaiki mereka berdua, kini si suaminya pun tidak punya apa-apa lagi karena semuanya sudah ia jual. Setelah lama perjalanan menyusuri sungai, lalu sampailah si petani dan istrinya itu disebuah pelabuhan yang begitu ramai. Kebetulan di sebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat indah milik saudagar kaya yang sedang bersinggah juga di tempat itu. «Seandainya kalau kau mau ikut bersamaku, aku berjanji apa pun yang kau minta akan aku berikan,» kata sang saudagar. |
| Radinka Mikayla Firmansyah | 8E | 19 | Annisa bertekad untuk diet dan olahraga teratur, tapi kok berat badan nya tidak turun juga? Ternyata timbangan nya yg rusak |
| Rayesha Reyhan Rizqueena | 8E | 20 | Ada seorang 3 sahabat yang sedang mengembara yaitu Buyung, Kendi dan juga Awang. Mereka sudah membawa bekal makanan, Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Suatu hari mereka berada di hutan yang lebat, dan mereka kelaparan. Namun, makanan yang dibekal sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan bahwa apabila ada nasi sekawah dia akan menghabisinya sendiri, Buyung juga mengatakan bahwa jika ada 10 ekor ayam panggang ia akan menghabiskannya sendiri. Namun, Awang hanya mengharapkan nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tiba-tiba pohon tersebut mewujudkan apa yang mereka inginkan, Awang merasa sangat bersyukur. Kendi dan Buyung tidak sanggup menghabiskan makanannya, hanya Awang yang menghabiskan makananya. Pohon itu pun marah kepada Kendi dan Buyung. Buyung dikerjar oleh 10 ekor ayam jantan. Ketika kejadian itu menimpa teman-temannya itu, Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Rei Arden A.D | 8E | 21 | Membaca buku The History of Harley Davidson Motorcycle hlm 70 sampai 75 |
| Rizky Ramadhan Adhittama | 8E | 24 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak |
| Satria jamie ardiya | 8E | 25 | Alkisah terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya |
| Suhandhika Pratama Wiradijaya | 8E | 26 | Legenda Asal Muasal Nyamuk |
| Alvin Andrianto Irawan | 8F | 1 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara yang bernama Buyung, Kendi, dan Awang. Saat di perjalanan, mereka membawa perbekalan dari rumah untuk mereka isitirahat saat mereka lelah mengembara. Pada suatu hari, mereka terdampar di sebuah hutan yang lebat, mereka kebingungan dan perbekalan mereka pun habis. Mereka tidak dapat minta pertolongan, sehingga beristirahat di pohon ara yang rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tidak disangkan pohon ara itu menggugurkan 3 daunnya dan menjadi makanan yang mereka inginkan. Mereka pun langsung menyantap makannya. Ketika Awang selesai makan, dia pun melihat kedua sahabatnya yang masih makan. Kendi dan Buyung pun tidak bisa menghabiskan makannanya, karena seperti disuruh menghabiskan makannya oleh pohon aran. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal |
| Anindita Abdiyah Muhshi | 8F | 3 | Hikayat Pengembara yang Lapar Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi, dan Awang. Selama diperjalanan, mereka membawa bekal makanan untuk mengisi perut mereka bila mereka lelah. Suatu hari, mereka berada di suatu hutan yang sangat lebat. Mereka sangat lapar, tetapi bekal mereka sudah habis. Mereka tidak dapat menemukan pertolongan. Kemudian, mereka pun beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang sambil memikirkan solusi. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Sedangkan Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati laparnya. Tidak disangka, apa yang mereka harapkan didengar oleh pohon ara ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kanda sangat senang dan langsung menyantapnya. Awang tetap bersyukur mendapat makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Kendi telah kenyang dan tak sanggup menghabiskan jatah makanannya. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Tapi, Mere sudah tidak sanggup dan tak mau menghabiskannya. Kemudian, nasi-nasi itu marah dan menggigit tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang hanya menghabiskan 1 ekor ayam dan membuang 9 ekor lainnya ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu, Awang tertegung dan merasa seperti di alm mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Dimas Zaki Maulana | 8F | 8 | Si Juki |
| Indhrya Anggaditisha | 8F | 11 | Ada grffin yg ganteng |
| Keisha Callista Putri | 8F | 12 | Hiduplah 3 orang sahabat yang selalu berkelana. Mereka adalah Kendi, Buyung, dan Awang. Suatu ketika mereka beristirahat di bawah pohon besar untuk melepas peluh dan penat perjalanan. Keadaan mereka sangat payah, kelapar dan kehausan. Buyung dan Kendi yang tidak menerima keadaan tersebut berkeluh kesah, dengan tamaknya mereka berhayal tentang makanan dan berjaji dengan sombongnya akan menghabiskan seluruh makanan tersebut. Awang melerai dan menasihati mereka untuk tidak sombong dan tamak namun mereka menghiraukan nasihat Awang dan malah memaki Awang. Ternyata sedari tadi pohon yang mereka singgahi mendengarnya. Dengan belas kasihan pohon tua tersebut mengabulkan khayalan mereka. Buyung diberi 10 ayam yang sangat besar, Kendi diberi sekawah nasi, sedangkan Awang diberi sepingan nasi. Mereka memakannya dengan lahap, namun Awang memakannya dengan tenang. Awang menghabiskan seluruh makanannya tanpa sisa, namun Kendi dan Buyung tidak sanggup untuk menghabiskan seluruh makananya. Buyung dan Kendi yang tidak menghabiskan makanananya dikeroyok oleh makanan yang tidak mereka habiskan hingga mereka mati. Buyung dan Kendi mendapat buah pahit akibat perbuatannya mereka yang tamak, somong, dan memubazir makanan. Mengetahui kedaan teman-temannya yang sudah tewas, akhirnya Awang melanjutkan perjalanannya. |
| Maylika Tarani Putri | 8F | 13 | Hikmah memberi makan kepada pengembara yang lapar |
| Nadia Tanisha Ariana | 8F | 16 | Legenda Asal Muasal Nyamuk , dongeng ini bercerita bahwa di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. |
| Rafid Zia Kurniawan | 8F | 21 | Thomas Langdon pergi untuk mencari petunjuk terkait dengan lukisan aneh di museum yang dapat membuatnya seperti terhipnotis dan berhalusinasi |
| Rasya Raditya Rachman | 8F | 22 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk digunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. “Pasti para dewa mau menghidupkan kembali istriku”, begitu yang ada dipikiran nya. Walaupun dia tidak begitu tahu persis di mana tempat persemayaman para dewa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena kabut tebal yang menghalangi pandangannya Istrinya pun tertawa mengejek, “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah….” Sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan |
| Revany Dealova Soekasno Putri | 8F | 23 | Terdapat 3 teman yang sedang berjalan di dalm hutan. Lalu, mereka sangat kelaparan. mereka beristirahat di bawah pohon ara ajaib. mereka menginginkan makanan yang banyak, tetapi 1 temannya hanya ingin makanan yang cukup untuk mengobati rasa laparnya. Tiba-tiba, pohon ara ajaib mendengarnya dan daunnya berjatuhan berubah menjadi makanan yang mereka mau. Tapi 2 temannya tidak menghabuskan makanannya, lalu mereka digigit oleh makanan yang mereka inginkan, dan mereka berdua mati. |
| Ruben januar | 8F | 25 | Foundings of galileo hal 1-4 |
| Shafwa fairus darmadhiya | 8F | 27 | Jadi ada seseorang yang mencari kehidupan baru atau dia ingin kekuar zonabnya karena dia udah jenuh sampau steres. Baru baca sampe situ |
| Vivian Sadidah Rachman | 8F | 28 | Asal muasal nyamuk itu berasal dari ada seorang istri petani yang sangat memethatikan penampilanya sampai ia sakit dan meninggal namun petani tersebut tidak ingin meniggalkan istrinya.maka ia pergi ke gunung gunung tempat para dewa dewa,iya membawa nya untuk menghidupkan kembali namun ada syarat yang harus dipenuhi agar dia bisa hidup ketika dia hidup dia harus mengembalikan tiga tetes darah darinya namun hal itu tidak sempat terjadi karena istrinya tiba tiba jatuh meninggal dan petani tersebut menjadi nyamuk |
| Allisya Tristan Putri Purnomo | 9A | 1 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Allisya Tristan Putri Purnomo | 9A | 1 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Muhammad Dinar Raihan Anargya | 9A | 15 | Hikayat pengembara yang lapar
Suatu hari, 3 sahabat bernama Buyung, Kendi, dan Awang sedang berjalan di hutan yang lebat. Tetapi mereka sudah kehabisan makanan untuk dimakan. Kendi berkata bahwa jika ada nasi sekawah, maka akan ia makan sendiri. Buyung berkata bahwa ia bisa memakan 10 ekor ayam panggang jika sedang lapar. Sedangkan Awang tidak berkata apa apa. Perkataan mereka terdengar oleh pohon ajaib yang menggugurkan 3 daunnya, kemudian masing masing dau tersebut berubah menjadi makanan yang mereka inginkan. Setelah makan, Buyung dan Kendi tidak bisa menghabiskan makanan mereka sedangkan Awang menghabiskan makanannya. Kemudian Nasi dan ayam panggang marah dan menggigiti Kendi dan Buyung. Awang mengira itu adalah sebuah mimpi, tetapi ia kemudian menyadari bahwa 2 temannya sudah meninggal. |
| Rachael Nazwa Putri Kaira | 9A | 20 | Ini tentang teman-teman Shuhua yang mencari dan berusaha menyelamatkan Shuhua, yang diculik oleh pemerintah untuk dijadikan kelinci percobaan. |
| Rachael Nazwa Putri Kaira | 9A | 21 | Ini tentang teman-teman Shuhua yang mencari dan berusaha menyelamatkan Shuhua, yang ternyata diculik oleh pemerintah untuk dijadikan kelinci percobaan. |
| Tania Janesya Hasan | 9A | 25 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. |
| Alika Aulia Rahmadhania | 9B | 2 | Hikayat Pengembara yang Lapar : menceritakan tentang seorang pengembara yang serakah terhadap makanan dan menyia nyiakan makanan yang ada. |
| Keyshia Ayudhya Susanto | 9B | 12 | Yang berlebihan itu tidak baik |
| Khansa Raniya Djajasasmita | 9B | 13 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara. Saat dalam perjalanan, meraka merasa lapar. Tetapi bekal yang mereka bawa sudah habis. Mereka beristirahat dibawah pohon yang cukup rindang. Kendi mengatakan “apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri”. Buyung juga merasa lapar dan mengucapkan “jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Mereka merasa senang bisa mendapatkan makanan. Kendi tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Mereka sudah tak sanggup lagi. Kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. |
| Rizqiqa Nurzahra K. | 9B | 22 | tentang seorang petani yang sangat mencintai istrinya, petani itu selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan istrinya. suatu hari sang istri sakit karena tidak memperhatikan kesehatannya, sang istri petani pun meninggal dunia. petani sangat sedih dan ingin istri nya hidup kembali. akhirnya setelah petani berusaha istrinya pun hidup kembali tetapi suatu hari sang istri bertemu saudagar kaya dan ikut dengan nya. Setelah setahun kemudian, petani bertemu dengan istri dan mengatakan bahwa istrinya dulu dapat hidup kembali karena 3 tetes darah petani. Lalu istrinya pun ingin mengembalikan 3 tetes darah itu, tetapi saat istri petani mulai menusuk jari dan mengeluarkan darah ia lemas dan akhirnya meninggal dan menjadi seekor nyamuk. |
| alina zahra shazia hakim | 9BBIL1 | 2 | 3 orang sahabat yang sedang dalam perjalanan, tetapi bekal makanannya sudah habis. Kendi dan Buyung berharap mereka mendapat banyak makanan, namun, Awang hanya berharap ada nasi dan lauk yang bisa mengisi perutnya. Apa yang mereka harapkan tiba-tiba dikabulkan oleh sebuah pohon ara ajaib. Sayangnya, kendi dan buyung tidak sanggup menghabiskan makanannya dan membuang sisanya. Beberapa saat kemudian, muncul nasi-nasi dan 9 ekor ayam yang menyerang mereka. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| daffa faza rosada | 9BBIL1 | 8 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.”Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan.Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu.Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak.Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| dziya zayyanna | 9BBIL1 | 9 | seorang petani mempunyai istri yang hanya memedulikan kecantikannya saja, hingga pada akhirnya sang istri sakit dan meninggal. sang petani yang tak rela istrinya meninggal membawa istrinya ke tempat para dewa dewa bersemayam dan meminta istrinya untuk dihidupkan kembali. akhirnya dihidupkan lagi lah sang istri dengan 3 tetes darah dari sang petani. namun, saat istri tersebut hidup kembali, ia malah pergi bersama seorang saudagar kaya, selama setahun petani tidak bertemu sang istri akhirnya ia bertemu lagi. kesal karena dirinya di tinggalkan, sang petani berkata bahwa sang istri hidup dari 3 tetes darahnya. sang istri mengejek, lalu berkata aku kembalikan 3 tetes darahmu. seketika, tubuh sang istri pucat, hingga akhirnya berubah menjadi nyamuk. |
| Haidar Fatih Muzhaffar | 9BBIL1 | 13 | Pada suatu hari, ada 3 pengembara yang bernama Buyung, Kendi, dan Awang. Di tengah perjalanan, mereka kehabisan makanan dan menjadi kelaparan. Mereka beristirahat di bawah pohon, lalu Kendi dan Buyung mengatakan bahwa mereka sangat lapar sehingga dapat menghabiskan nasi sekawah dan 10 ekor ayam, sedangkan Awang hanya menginginkan nasi sepinggang dan lauk. Sebuah pohon ajaib menderngarkan kata-kata mereka dan memberikan masing-masing pengembara makanan yang mereka inginkan. Buyung dan Kendi tidak dapat menghabiskannya dan akhirnya meninggal akibat diserang makanannya, sedangkan Awang baik-baik saja karena ia dapat menghabiskan makanannya. |
| Keisya Putri Rachmagita | 9BBIL1 | 14 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung mengucapkan “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Awang berharap ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Kendi sudah kekenyangan, tetapi nasi tersebut minta dihabiskan maka tubuh Kendi digigiti oleh nasi. Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. |
| Kennis Soleil Sarumpaet | 9BBIL1 | 15 | ada 3 sahabat yang sedang menggembara Buyung, Kendi, dan Awang. Saat mereka sedang beristirahat di bawah pohon ara, Buyung berkata bahwa dia bisa menghabiskan ayam 10 dan Kendi berkata bahwa dia bisa menghabiskan nasi sekawah. Awang hanya mengharapkan adanya makanan nasi dan lauk satu porsi buat dirinya. Harapan mereka terkabulkan saat daun pohon jatuh dan berubah jadi makanan yang mereka harapkan. Awang sudah selesai makan tetapi teman-temannya belum dan kekenyangan, Kendi dan Buyung membuang makanan mereka. Tetapi nasi yang dibuang Kendi marah dan mulai menggigit Kendi dan ayam yang dibuang Buyung juga berubah menjadi ayam jantan dan menyerang Buyung. Awang tiba-tiba terbangun dan sadar bahwa semuanya mimpi, tetapi ternyata Buyung dan Kendi sudah meninggal. |
| Maura Rachima F | 9BBIL1 | 17 | Alkisah ada 3 orang pengembara di suatu hutan yang sangat lebat, mereka merasa lapar sehingga mengharapkan seporsi lauk dan nasi pada pohon ajaib yang ada di hutan tersebut. Pohon ajaib itu akhirnya menggugurkan tiga buah daunnya yang berubah menjadi makanan. Tetapi, apabila makanan tersebut tidak berhasil dihabiskan maka mereka akan di serah oleh ayam jantan. Akhir cerita, yang selamat hanya Awang, sementara teman-temannya telah meninggal sebab tidak sanggup menghabiskan makanan dan kekenyangan. |
| Nawla Marva Sufaira | 9BBIL1 | 23 | Ada 3 orang pengembara yang berada di suatu hutan yang sangat lebat. mereka merasa lapar, sehingga ia mengharapkan seporsi nasi dan lauj kepada pohon ajaib. pohon itu menggugurkan 3 daun yang berubah menjadi makanan. Namun, jika makanan tersebut tidak sanggup dihabiskan, mereka akan diserang oleh sekumpulan ayam jantan sampai meninggal. Diakhir cerita, yang masih hidup hanyalah 1 orang saja, Awang. Sementara teman-temannya meninggal. |
| Ryuchi Naiya Kamil Rosadi | 9BBIL1 | 24 | Di suatu kampung, ada petani yang terjuluk aneh. Dia membiarkan ulat-ulat memakan daun kangkungnya, karena ia pikir bahwa jika ulat tersebut sudah terlalu banyak maka burung-burung akan mengontrol populasi mereka. Pada masa kecilnya, ia bermain ke gubuk seorang kakek tua, dan kakek tersebut menempatkan beberapa remah nasi di depan lubang semut, hal tersebutlah yang menginspirasikan petani tua untuk membiarkan ulat-ulat hidup. Suatu hari, ia mendengarkan suara aneh, dan melihat seorang pencuri yang sedang menggali umbi singkongnya, ia tunjukkan kepada pencuri tersebut tempat di mana singkong yang bagus berada. Lambat laun, ini membuat pencuri mengambil lebih banyak tanaman dari lahan si petani, tetapi petani tua tersebut tetap mendiamkannya. Hingga pencuri sudah kaya raya, ia masih mencuri dari petani semakin banyak benda, tetapi ia menutupinya dengan sering berbagi-bagi kepada orang di sekitarnya. Saat ia memandangi taman rumahnya sendiri, ia merasa bagai ada ulat-ulat yang masuk ke dalam perasaannya. |
| shafira alina kinasih | 9BBIL1 | 25 | 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, membawa membawa bekal makanan untuk dimakan saat mereka lelah.
Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tapi bekal yang mereka Kendi dan Buyung mengharapkan makanan yang sangat banyak sedangkan Awang hanya mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Apa yang mereka harapkan didengarkan oleh Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Kendi tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Tapi ia sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Buyung juga cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian Ketika Awang telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Tasya Salsabila | 9BBIL1 | 27 | Buyung, Kendi, dan Awang adalah 3 sahabat yang pergi mengembara. Ditengah perjalanan mereka menyadari mereka kelaparan, tetapi telah menghabiskan bekalnya. Lalu mereka memohon untuk makanan. Kendi dan Buyung memohon makanan yang sangat banyak sedangkan Awang hanya memohon makanan secukupnya pada pohon ajaibnya. Dan tak disangka-sangka, pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. |
| Alisha Sukma Widyadhana Putri | 9BIL2 | 2 | Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Dia sendiri merasa biasa saja. Biasa bagi dia yang punya pengalaman unik di masa kecil. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit atau menjentik ulat itu dan menginjaknya. Dengan begitu selamatlah daun-daun kangkung yang menghijau segar itu dari bolong-bolong atau batang patah. Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup juga. Hingga suatu malam petani tua itu mendengar suara-suara aneh di belakang gubuknya. Saat diam-diam mengintip, dia melihat ternyata ada pencuri sedang menggali pohon singkongnya dan menegurnya untuk mengambil singkong-singkong yang lebih besar. Pencuri itu lalu menutup kembali lubang yang telah ia gali dan berpindah tempat serta mendapatkan singkong yang besar untuk keluarganya makan. Awalnya pencuri itu hanya mencuri singkong, namun karena ia tau petani tua hanya mendiamkannya akhirnya ia mulai mencuri pepaya untuk cuci mulut dan banyak lainnya untuk dijual ke pasar. Pernah satu kali petani tua itu mendatangi rumah pencuri dan memberikannya beberapa hasil panen dan membuat pencuri merasa bersalah dan bergetar sekujur tubuh. Akan tetapi, pencuri itu setiap kali ia merasa tidak enak hati kepada petani tua ia selalu menutupi nya dengan berbagi kepada tetangga dan kenalannya. Ia juga didukung unutk menjadi kepala desa hingga menjadi wakil rakyat entah akan menjadi apa lagi. Pencuri itu pun dikenal sebagai orang yang dermawan dan disanjung dan dihormat dimanapun ia berada. Tapi saat sendirian menatap tanaman di taman rumahnya, dia merasa ada ulat-ulat di daun dan bunga yang mempesona itu. Ulat-ulat yang kemudian naik ke kakinya, ke sekujur tubuhnya ke dalam hatinya ke dalam pikirannya ke dalam perasaannya. Ulat-ulat yang tidak bisa hilang dikendalikan siapapun. |
| Alyssa Devina Danadipa | 9BIL2 | 3 | Pengembara pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. |
| Azalya Kayla Putri Purwanto | 9BIL2 | 6 | Setelah bertahun-tahun melewati ke marahan, kesedihan akhirnya mereka hidup tentram dan saling menjaga |
| Casaluna de Luzia | 9BIL2 | 7 | Suatu hari, terdapat tiga orang sahabat. Mereka membawa bekal, dan jika mereka lelah, mereka akan memakan bekalnya. Suatu hari, bekal yang mereka bawa itu habis, sedangkan mereka sangat lapar, lalu duduk di bawah pohon ara, kedua sahabat tersebut menginginkan makanan yang cukup banyak, yaitu nasi dan ayam 10 ekor. 1 sahabat lainnya hanya menginginkan makanan yang cukup membuatnya kenyang. Hingga pohon ara tersebut mendengarkan permintaan mereka dan muncullah apa yang mereka inginkan. Tetapi kedua sahabatnya hanya bisa menghabisi sedikit nasi dan 1 ekor ayam, alhasil nasi dan ayam tersebut menyerang kedua sahabat tersebut, 1 sahabat lainnya merasa hal itu seperti mimpi, tetapi saat ia telah sadar, ia mendapati kedua temannya sudah meninggal. |
| Farah Amelia Sukma | 9BIL2 | 9 | Dahulu kala, hiduplah seorang petani dan istrinya yang sangat cantik. Mereka tinggal di rumah yang sederhana dan bergantung pada hasil tani. Petani selalu bekerja keras sedangkan istrinya selalu bersolek. Sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka dan merasa suaminya selayaknya berpenghasilan besar. Sang petani bekerja lebih keras karena ia sangat menyayangi istrinya. Tapi, obat-obat dan pakaian yang dingiinkan oleh sang istri berharga mahal. Si istri petani jatuh sakit dan akhirnya meminggal dunia. Namun, sang petani tidak ingn menguburkan tubuh istrinya itu dan dia berniat untuk menghidupkannya kembali. Esoknya, ia membeli sebuah sampan dan pergi ke tempat yang diyakini sebagai tempat persemayaman para dewa. Ia bertemu dengan lelaki tua, ia memberi tahu cara membangkitkan istrinya dengan meneteskan 3 tetes darahnya ke mulut istrinya. Istrinya pun hidup. Tapi di perjalanan pulang, ketika ia berhenti untuk pergi ke pasar. Ada pula seorang saudagar kaya yang menggoda istrinya dan ia pergi bersamanya. Setahun berlalu, si petani bertemu istrinya. Si petani berkata bahwa istrinya tidak tahu terima kasih dan dia hidup dari 3 tetes darahnya. Istrinya pun mengejek dan berusaha mengembalikan 3 tetes darah dan menusuk salah satu ujung jarinya. Begitu tetes ketiga menitik dari jarinya, istrinya pucat dan jatuh mati lalu menjelma menjadi seekor nyamuk. |
| Fathia Rahma Kirana | 9BIL2 | 11 | Menceritakan tentang seorang Petani Tua, Ulat Bulu, dan Pencuri yang dermawan. |
| Georgetta Satchel Tallulah | 9BIL2 | 13 | Mencuri barang milik orang lain merupakan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain |
| Kazio Raban Brano I. | 9BIL2 | 14 | 3 pengembara yang kelaparan mendapatkan makanan dari sebuah pohon. Tapi sesuatu yang aneh terjadi setelah itu. |
| Keelia Nafira Ramadhira | 9BIL2 | 15 | Kisah tentang Buyung, Kendi dan juga Awang yang kelaparan, kemudian memohon yang kemudian dikabulkan oleh pohon ajaib. Buyung dan kendi meminta banyak makanan kala itu, sedangkan berbeda dengan yang lain Awang hanya meminta makanan secukupnya. Karena buyung dan kendi memohon makanan yang banyak, sehingga makanan tersebut tidak habis karena sudah kekenyangan, makanan yang di miliki oleh mereka berdua marah dan memakan mereka. Sedangkan Awang yang meminta secukupnya, habis dan ia pun merasa cukup. Intinya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. |
| Made Diasty Kunthi Maharani | 9BIL2 | 16 | Hiduplah 3 orang sahabat yang sedang mengembara, namanya Buyung, Kendi, dan Awang. Suatu hari, ketika mereka berada di tengah hutan yang lebat, merek merasa lapar. Namun sayangnya, bekal yang mereka bawa sudah terlanjur habis. Di hutan itu pun tidak ada penghuninya sehingga mereka tidak bisa meminta bantuan. Karena merasa lapar, mereka berhenti di bawah pohon rindang untuk beristirahat sambil memikirkan solusi. Ketika istirahat, Kendi sempat berkata bahwa jika ada nasi sekawah maka ia dapat langsung menghabiskan semuanya, Buyung pun ikut berkata bahwa jika ada 10 ekor ayam panggang maka ia dapat langsung menghabiskannya. Sementara Awang, ia berbeda dengan sahabat-sahabatnya. Ia hanya berharap untuk nasi sepinggang dan lauk yang cukup untuk menutupi rasa laparnya. Tanpa disangka-sangka, pada saat itu mereka berada di bawah pohon ajaib, otomatis harapan mereka terkabul semua. Buyung dan Kendi sangat senang karena mereka mendapatkan makanan sesuai dengan banyak yang mereka mau. Sedangkan Awang, ia merasa bersyukur karena sudah diberika makanan yang cukup. Karena jumlah makanan yang Kendi dan Buyung punya sangatlah banyak, mereka tidak dapat menghabiskan semua sesuai dengan perkataannya tadi. Dan tanpa mereka ketahui, ternyata nasi dan ayam yang mereka sebutkan tadi dapat hidup. Karena ayam dan nasi tersebut marah dengan sikap Kendi dan Buyung yang tidak bertanggung jawab, mereka menyarang Kendi dan Burung secara bersamaan. Pada awalnya, Awang merasa kaget dan mengira bahwa ini hanya mimpi. Namun kemudian ia tersadar dan melihat kedua sahabatnya sudah meninggal. |
| Muhammad Kaisar Raya | 9BIL2 | 18 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Ketiganya membawa bekal dari rumah seperti susu, buah-buahan, beras dan juga daging. Jika mereka lelah, meraka akan berhenti sebentar untuk makan. Pada suatu hari mereka berada di hutan yang lebat. Mereka lapar namun bekal mereka telah habis, dan tiada pun orang yang akan membantu mereka. Sambil memikir mereka berdiam di bawah pohon. Kendi mengatakan “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung juga mengatakan Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” tidak seperti temannya Awang hanya mengharapkan nasi dan lauk yang cukup. Tiba-tiba pohon yang mereka sedang duduki mengabulkan permintaan mereka, Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Walaupun tidak mendapatkan sebanyak teman-temannya, dia senang mendapatkan makanan yang cukup. Namun, meskipun telah makan banyak dan kenyang makanan Buyung dan Kendi tidak habis. Karena itu, nasi-nasi yang dimakan oleh Buyung menjadi hidup dan menyerang Buyung. Sementara ayam yang Kend buang ke semak-semak karena lapar berubah menjadi ayam-ayam jantan dan menyerangnya. Pada saat Awang melihat hal tersebut, di kira itu adalah mimpi. Namun, setelah dia tersadar, kedua temannya telah meniggal. |
| Rama Daniswara | 9BIL2 | 22 | Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit atau menjentik ulat itu dan menginjaknya. Dengan begitu selamatlah daun-daun kangkung yang menghijau segar itu dari bolong-bolong atau batang patah. Katanya sekali waktu kepada petani lain sahabatnya, bila ulat itu sudah berkembang biak, burung-burung akan datang membatasinya. Itulah sebabnya petani tua itu dijuluki si aneh. Itulah yang membuat petani tua di masa kecil tertarik dengan kakek penghuni gubuk asri campernik itu. Pengalaman itulah yang membuat dia yakin, ulat-ulat tidak akan menghabiskan tanamannya. Sekali waktu ada rombongan orang kota yang sedang berlibur ke kampung, mereka berkeliling melihat-lihat perkebunan dan persawahan. Dan saat sampai ke kebun petani tua itu, mereka memborong kangkung, bayam, tomat dan sayuran lainnya dengan harga berlipat dari biasanya. Mereka senang mendapatkan daun-daun kangkung yang menghijau ranum tapi ada bekas gigitan ulat di beberapa bagiannya. «Ini tandanya sayuran yang tidak disemprot pestisida,» kata pemandu rombongan orang kota itu. Bahkan uang untuk sekadar jalan-jalan atau membeli rokok-kopi dan penganan lainnya saat menjamu teman-temannya atau memperbaiki bagian-bagian rumahnya yang sudah rusak, tercukupi dari hasil mencurinya.Dia baru bangun setelah semalam begadang saat ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Rezeki halal, rezeki halal, rezeki halal, begitu yang selalu digumamkannya. Petani tua itu mempunyai dua orang anak yang sudah bekerja di kota. «Ayah berharap, dari hasil kebun ini, nanti setelah Ayah tiada, kalian menyedekahkan bagian yang cukup banyak, jauh lebih banyak dari kewajiban zakat. Bukan saja kebutuhan pokok dan sekundernya yang terpenuhi, tapi dia pun bisa hidup mewah.Taman yang indah itu dihiasi dengan bebungaan yang sedang mahal harganya. Dia dikenal sebagai pemimpin yang dermawan. Tapi saat sendirian menatap tanaman di taman rumahnya, dia merasa ada ulat-ulat di daun dan bunga yang mempesona itu. Ulat-ulat yang kemudian naik ke kakinya, ke sekujur tubuhnya ke dalam hatinya ke dalam pikirannya ke dalam perasaannya. Ulat-ulat yang tidak bisa hilang dikendalikan siapapun. |
| Seira Putri Septiyasa | 9BIL2 | 24 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak peduli dengan rumah tangganya. Suatu saat istrinya meninggal, dan petani tersebut ingin menghidupkan istrinya kembali dengan minum tiga tetes darah si petani. Setelah hidup kembali, istrinya tergoda untuk ikut dengan saudagar kaya. Setelah setahun, dia bertemu dengan istrinya kembali. Petani itu mengatakan bahwa istrinya sangat tidak tahu berterima kasih. Istrinya tertawa mengejek lalu mengembalikan tiga tetes darah tersebut. Pada tetesan ketiga istrinya tiba tiba berubah menjadi nyamuk. |
| Tiara Madina Arisetio | 9BIL2 | 26 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat.Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Kemudian pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Nasi-nasi marah dang menggigiti tubuh Kendi ketika Kendi sudah tidak sanggup untuk menghabiskannya. Dan 9 ayam jantan pun menyerang Buyung ketika ia membuangnya ke semak-semak. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Annisa Zahra Hanifah | 9C | 2 | Para siswa salah satu sekolah dasar di Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan. Mereka belajar melalui permainan. Program inj bertujuan membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan. |
| Aryangga Fadillah Arham | 9C | 3 | Pada suatu hari, terdapat 3 orang pengembara yaitu Buyung, Kendi, dan Awang. Mereka bertiga mengembara dengan membawa bekal.Beberapa hari kemudian, mereka sampai disebuah hutan yang sangat lebat dalam keadaan yang sangat lapar tetapi bekal mereka sudah habis. Setelah itu mereka duduk dibawah sebuah pohon ara. Kendi mengatakan Apabila ada nasi sekawah maka aku bisa menghabiskannya sendiri. Buyung yang juga merasa lapar mengucapkan, Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan. Sedangkan Awang hanya mengharapkan mendapat makanan satu piring dengan lauknya. Setelah itu, pohon ara menggugurkan daunnya dan daun tersebut berubah menjadi makanan yang mereka inginkan. Kendi dan Buyung tidak dapat menghabiskan makanannya lalu diserang oleh makanan mereka, Awang merasa bahwa itu hanya mimpi dan ketika sadar kedua temannya telah meninggal dunia. |
| Audrey Queenara Haribudiman | 9C | 4 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Mereka pun mengharapkan makanan atau minuman datang pada mereka. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makanannya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mereka sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| carla sarah suryono | 9C | 5 | ttng asal mula nyamuk |
| Diandra Aria Yufana | 9C | 7 | Legenda mengatakan nyamuk berasal dari istri seorang petani yang tidak tahu terima kasih. |
| Khaira Naurisha Bestari | 9C | 9 | Hikayat Pengembara yang Lapar |
| M Zaky Defrian | 9C | 11 | petani dan pencuri dermawan Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup. Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit atau menjentik ulat itu dan menginjaknya. Dengan begitu selamatlah daun-daun kangkung yang menghijau segar itu dari bolong-bolong atau batang patah. Tapi petani tua itu malah menghalangi ulat bulu itu dengan daun-daun kangkung lainnya dari pandangan burung. Pikirnya, ulat itu punya hak hidup juga. Dia yakin, ulat bulu itu tidak akan pernah menghabiskan pohon kangkungnya. Katanya sekali waktu kepada petani lain sahabatnya, bila ulat itu sudah berkembang biak, burung-burung akan datang membatasinya. |
| NATASYA ADELIA | 9C | 16 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Kendi pun mengatakan, «Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.» Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, «Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.» Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. |
| Nayara Annaba Zalikha | 9C | 17 | Matahari 1/2 Lingka (Webtoon)
Flash back tahun 2004. Kay, Shei, dan Joy sedang bercanda ria. Hingga tiba-tiba Shei berkata bahwa ia ingin menyatakan perasaannya kepada Arka melalui surat. Kay tidak menyangka bahwa rasa sakitnya yang ia alami akan sesakit ini. Kemudian disitu Kay menyadari, ia akan menyerah dan mengalah untuk Shei |
| Raja Ram Edo Tarigan | 9C | 20 | Legenda mengatakan nyamuk berasal dari istri seorang petani yang tidak tahu terima kasih. |
| Rhayyhan budhi pramadhi | 9C | 21 | Mantap |
| Saskia Nabila Suparjan | 9C | 23 | 3 sahabat yang mengembara, dan merasa lapar. Kedua sahabat ingin makanan yang banyak, dan 1 satu sahabat lagi hanya meminta makanan secukupnya. |
| Sheika Zafira | 9C | 24 | awang, buyung, dan kendi masuk kedalam hutan lebat dalam keadaan lapar namun bekal mereka sudah habis. Mereka duduk dibawah pohon lalu meminta makanan. Pohon itu memberikan mereka makanan yang mereka inginkan namun kendi dan buyung tidak sanggup menghabiskan makanannya. Alhasio mereka berdua diserang hingga meninggal. |
| stacia cleo | 9C | 25 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. Ketika kabut menguap, terlihat samar di hadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu sampai menembus awan. Dia berpikir di sinilah tempat tinggal para dewa dewa. Dan dia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya. Di dalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua. «Kau pasti dewa penghuni khayangan ini,» seru si petani kepada si lelaki tua itu. Dan Dia pun menjelaskan panjang lebar tentang maksud kedatangannya ketempat itu. Lelaki tua menjawab sambil tersenyum, « sungguh, kau adalah suami yang baik sekali. Akan tetapi, apa gunanya jika meng hidupkan kembali istrimu?» tanya lelaki tua itu. «Dia sangat berarti bagiku, dan dia lah yang membuat aku bersemangat. Maka tolong hidupkan lah istriku kembali,» jawab sipetani dengan penuh harap. Si petani pun turun dari sampannya dan pergi ke pasar untuk membeli bekal perjalanan mereka. Kebetulan di sebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat indah milik saudagar kaya yang sedang bersinggah juga di tempat itu. Si saudagar pun melihat kecantikan si istri si petani itu, si saudagar pun jatuh cinta dan membujuk perempuan cantik itu agar ikut bersamanya. «Seandainya kalau kau mau ikut bersamaku, aku berjanji apa pun yang kau minta akan aku berikan,» kata sang saudagar. Dan si istri petani itu tergoda, akhirnya Dia pun pergi ikut dengan sang saudagar kaya itu. Sepulangnya dari pasar si petani terkejut bukan main, karena istrinya tidak ada di sampannya. Dia pun mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi sia-sia. Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Si petani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. |
| Aisah Nadira P | 9D | 1 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka berharap ada makanan disitu. Tidak disangka pohon mendengar nya dan mengabulkannya. Tetapi Buyung dan Kendi serakah meminta baanvak makanan, meraka tidak mampu menghabiskan dan makanan tersebut marah kupada meraka beddua dan mengigiti. Buyung dan Kendi pun meninggal hanya tersisa Awang yang masih hidup. |
| Ardelia Shafina | 9D | 7 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, selama berada diperjalanannya, ketiganya itu membawa bekal makanan. Sampai di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Karena rasa lapar yang sangat menyerang, Kendi dan Buyung pun mengatakan bahwa mereka ingin makan makanan dalam jumlah yang sangat banyak. Sementara Awang hanya mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Mereka bertiga merasa sangat senang, namun karena makanan dalam jumlah yang sangat berlebihan tersebut, Kendi dan Buyung tidak bisa menghabiskan makanan tersebut. Karena makanan tersebut tidak dihabiskan, Kendi dan Buyung diserang oleh makanan tersebut hingga meninggal. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya, Awang tertegun sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. |
| Azkia Chaerunnisa | 9D | 9 | Ringkasan Bacaan Hikayat Pengembara yang Lapar:
Bacaan tersebut menceritakan tentang 3 orang sahabat bernama Buyung, Kendi, dan Awang yang sedang mengembara. Mereka mengembara di hutan yang cukup lebat, seketika mereka merasa kelaparan. Buyung dan Kendi bersumpah akan menghabiskan makanan yang banyak karena saking laparnya, sedangkan Awang hanya berharap untuk mendapatkan nasi serta lauk yang cukup. Harapan mereka pun terkabulkan secara tak terduga, namun Buyung dan Kendi pasti akan kesulitan menghabiskan makanan akibat harapan yang diminta. Akhirnya mereka berdua pun tidak menghabiskan makanan tersebut dan membuangnya sehingga membuat nasi yang dimakan Kendi menyerang dan menggigit tubuh Kendi. Lalu ayam yang dibuang Buyung menyerang Buyung sampai meninggal. Awang hanya dapat melihat kematian kedua sahabatnya di depan mata. |
| Rameera Quisha Baby adhinegara | 9D | 22 | Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal |
| venaya zalfaa varisa | 9D | 25 | Hikayat Pengembara yang Lapar |
| Ahmad Maulana Irsyad | 9E | 2 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Kendi pun mengatakan, «Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.» Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, «Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.» Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. |
| Bunga Ayunda Putri Andini | 9E | 6 | Hananta diikuti oleh sosok yang ia tak ketahui selama ia bersekolah di Semarang dan ternyata itu adalah orang yang dikirm oleh ayah Gege agar Hananta aman |
| Davina alyadilla | 9E | 7 | jangan baca sendirian |
| Deralgy Andika Putra | 9E | 8 | Legend asal muasal nyamuk yang menceritakan awal mula bagaimana nyamuk muncul |
| Fachri Rabinra Akbar | 9E | 10 | Si petani yang sedang sakit akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Si petani pun lalu teringat kata kata yang disampaikan oleh dewa di gunung khayangan itu. Si petani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darahku.” Sang istri pun menusuk salah satu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jarinya, tiba-tiba wajahnya menjadi pucat, dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga akhirnya jatuh mati tak berdaya. Setelah si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk |
| Latisya Aurelly | 9E | 12 | Shaka oh Shaka
Shaka adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun. Ia sudah memulai karirnya sejak kecil dan tentu saja penggemarnya sangat banyak. Shakala, itulah panggilan Shaka kepada para penggemarnya. Salah satu penggemar setia Shaka adalah Ocel. Ocel yang awalnya hanya bisa mengagumi seorang Shaka dari kejauhan saja sekarang bisa mengenal lebih dekat Shaka dari kejadian yang tidak terduga. |
| Medina Rahma Falisha W. | 9E | 15 | Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Muhammad Hasyim Rasyid Asytari | 9E | 19 | Ada 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. suatu hari mereka sampai disuatu hutan dan mereka pun merasa lapar tapi bekal makanannya sudah habis. Lalu mereka mulai membayangkan apabila tiba-tiba ada makanan yang banyak untuk mereka. Benar saja, pohon ara yang dipake mereka untuk isitrahat tiba-tiba menurunkan makanan-makanan yang mereka bayangkan. Buyung dan Kendi mendapatkan makanan yang sangat banyak sedangkan Awang hanya mendapat makanan yang cukup untuk mengisi perutnya. Setelah beberapa saat, Kendi dan Buyung tidak bisa menghabiskan makanannya dan akhirnya makanannya dibuang. Tapi karena makanan tersebut dibuang, ayam-ayam yang menjadi makanan Buyung marah dan kembali hidup dan menyerang Buyung dan Kendi hingga meninggal |
| Seka Nabila | 9E | 25 | Suatu malam petani tua itu mendengar suara-suara aneh di belakang gubuknya. Saat diam-diam dia mengintip, oh ternyata ada pencuri sedang menggali pohon singkongnya. “Singkong yang itu masih kecil-kecil. Umbinya yang sudah besar dan enak dimakan ada di bawah sana,” kata petani tua itu. Si pencuri terkejut. Kakinya bergetar. Keringat mengucur deras di malam yang dingin itu. Dia mau lari tapi teringat anaknya yang menangis karena lapar tidak bisa lagi dibujuk istrinya. Dia mau nekad menerjang petani tua pemilik kebun itu tapi sudah tidak ada. Singkong-singkong kecil yang sudah terlihat ditutupnya lagi dengan tanah. Lalu mengendap-endap dia ke kebun bawah dan mendapatkan singkong-singkong yang sudah besar. Pencuri itu awalnya terdesak mencuri karena kebutuhan pokok. Tapi karena tahu petani tua mendiamkannya, hampir setiap malam dia mencuri. Awalnya singkong untuk makan, lalu pepaya dan buah-buahan lainnya sebagai cuci mulut, selanjutnya apapun diambilnya untuk dijual ke pasar. Kehidupan pencuri itu menjadi lebih terjamin. Dia bisa memberi makan istri dan anaknya yang layak, nasi dan lauk-pauknya berprotein dan bervitamin. Bahkan uang untuk sekadar jalan-jalan atau membeli rokok-kopi dan penganan lainnya saat menjamu teman-temannya atau memperbaiki bagian-bagian rumahnya yang sudah rusak, tercukupi dari hasil mencurinya. Tapi suatu pagi ketenangan hidup pencuri itu terguncang. Dia baru bangun setelah semalam begadang saat ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Istri dan anaknya sedang belanja ke pasar. Saat membuka pintu pencuri itu terkejut bukan main. Wajahnya pucat. Tubuhnya bergetar. Mulutnya melongo. “Ini untuk keluargamu, ada sedikit hasil panen,” kata petani tua itu sambil tersenyum. Pencuri itu tidak berani membuka pemberian petani tua sampai istri dan anaknya datang. Ketika istrinya membuka bungkusan itu, isinya adalah beras 4 kg, satu sisir pisang, dan sebuah amplop berisi uang seratus ribu rupiah. Amplop putih kecil itu bertuliskan hurup kecil: rezeki halal dari Tuhan. Meskipun tulisannya kecil, pencuri itu bergetar seluruh tubuhnya, sepenuh perasaannya, sejauh pikirannya. Rezeki halal, rezeki halal, rezeki halal, begitu yang selalu digumamkannya. Pencuri itu baru tahu, petani tua itu selalu membagikan hasil panen dari kebunnya, kepada tetangga-tetangganya, menyekolahkan anak-anak yatim, sampai ke kampung-kampung sekitar. Rumah pencuri itu termasuk jauh dari kebun petani tua, tapi kali ini sedekah petani tua itu sampai ke sana. Petani tua itu mempunyai dua orang anak |
| Zavier Arya Winata | 9E | 26 | Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi |
| Anugrah Anazaly | 9F | 2 | Intinya si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar dia bisa kembali ke wujudnya semula. |
| Avicena Akbar | 9F | 3 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si petani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi si istri kerjanya hanya bersolek saja bahkan si istri tidak mempedulikan akan rumah tangganya. Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya ia bisa merawat kecantikannya. Karena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta dibelikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga. Setelah si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak itu, di setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar dia bisa kembali ke wujudnya semula. |
| Dwi Khalila Nibras Muthmainnah | 9F | 4 | Petani Tua, Ulat Bulu, dan Pencuri Dermawan
Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Sekali waktu dia terpisah dengan rombongan teman-temannya. Saat bingung kehilangan Suatu malam petani tua itu mendengar suara-suara aneh di belakang gubuknya. Saat |
| Dyota Reginald | 9F | 5 | Kisah 3 pengembara yang kelaparan |
| Farash Selena Rustam | 9F | 6 | Hikayat Pengembara yang Lapar
Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. |
| Kaylilla Putri Permata | 9F | 9 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habid. Dan dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang dapat dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka pun kemudian beristirahat dibawah pohon ara. Kendi pun berkata, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan lalu bergegas untuk menyantapnya. Awang merasa bersyukur, Ketika selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun ia sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan yang lalu menyerangnya. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merasa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Muhammad Hasya Nurhuda | 9F | 12 | Terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Suatu ketika mereka merasa sangat lapar, tapi mereka tahu bekal mereka sudah habis. Lalu ketiga sahabat itu memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon ara. Sembari beristirahat Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Tidak disangka, apa yang mereka harapkan ternyata dikabulkan oleh pohon ara ajaib. Pohon itu menggugurkan 3 daun yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Tetapi Kendi dan Buyung tak mampu menghabiskan makanan mereka sehingga makanan yang tersisa mulai menyerang mereka berdua. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Raziv Athalla T | 9F | 19 | Juki berpetualang ke dunia dongemg |
| Ryu Ibrahim Faried | 9F | 22 | Legenda asal muasal nyamuk |
| Teuku Muhammad Rafsanjani | 9F | 25 | Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sederhana bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka berdua tinggal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena dia hanya sibuk mengurusi aku akan memberimu rahasia bagaimana caranya menghidupkan kembali istrimu. Sekarang kau tusuk ujung jarimu, lalu kau teteskan 3 tetes darahmu ke mulutnya. Dan niscaya |
| Abyan Ahmad Baihaqi | 9G | 2 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapat begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya. Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya. Namun mere sudah tak sanggup lagi, ia tak mau menghabiskannya. Dan kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak.Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Ashilla Fadya Saddiqa | 9G | 8 | Ada 3 sahabat pergi ke suatu perjalanan, mereka lapar tetapi ada pohon yang mengabulkan permintaanya untuk memilki makanan yang banyak, tetapi makanan itu tidak dihabiskan sehingga makanan-makanan itu marah, yaitu 9 ekor ayam dan nasi, ternyata itu alam mimpi dan kedua sahabatnya sudah tiada |
| Gavin avarel aditya | 9G | 10 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. |
| Gavin avarel aditya | 9G | 10 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada diperjalanannya, ketiga sahat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya. |
| Inara Alisha Kusumapatra | 9G | 12 | terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. Selama berada di perjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.Sampai tepat di suatu hari, mereka berada di suatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis.Mereka pun berbicara tentang makanan apa yang mereka inginkan.Dan tak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Awang sudah menghabiskan makannya, sedangkan teman-temannya masih makan, dan sudah kenyang sehingga tak sanggup menghabiskan makanan mereka. nasi yang di dalam kawah berbicara meminta untuk dihabiskan.Tapi mereka tak bisa karena sudah kenyang. Nasi itu pun marah dan mulai menggigiti tubuh Kendi. Begitu juga Buyung. Dia cuma bisa menghabiskan 1 ekor ayam saja, 9 lainnya ia buang ke semak-semak. dari semak-semak itu juga muncul 9 ayam dan mereka mulai menyerang Buyung. Awang yang melihat kejadian itu merasa ini seperti mimpi. Ketika Awang sadar, ia melihat kedua temannya telah meninggal. |
| Karina Alyshia Candrawati | 9G | 13 | Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi dan juga Awang. ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging. Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapar, tetapi tak bisa makan karena bekal yang mereka bawa sudah habis. Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Jika lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.” Tak di sangka-sangka ternyata apa yang mereka harapkan terkabul. Awang merasa bersyukur sudah mendapatkan makanannya meskipun tak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Meskipun telah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi pun tak sanggup menghabiskan jatah makananya itu. Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam saja, kemudian ia membuang 9 ke dalam semak-semak. Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Kayla Devina Helmi Putri | 9G | 14 | Kita tidak boleh mengutamakan kecantikan kita lebih dulu, namun utamakanlah kesehatan agar kita tetap fit. |
| Kinaura Anavatri Virgana | 9G | 15 | Ketiga sahabat yang sedang pergi berhenti di suatu hutan untuk beristirahat. Sebenernya mereka sangatlah lapar namun bekal yang mereka bawa sudah habi, akhirnya mereka bersender di sebuah pohon. Ketiga sahabat tersebut mengatakan apa yang mereka ingin makan. Dari ke 3 nya 2 teman itu meminta makan yang banyak sekali, sedangkan yg 1 hanya meminta makanan yg cukup utk mengisi perut nya. Ternyata pohon tersebut dapat mengabulkan permintaan mereka, jadi mereka dapat makan. Sahabat yang hanya meminta makanan yg cukup, bersyukur walaupun tidak sebanyak teman-temannya. Ternyata jedua teman yang mempunya makanan yg banyak tidak dapat menghabiskan semua nya jadi, makanan sisa itu tiba-tiba menjadi hidup dan menyerang mereka |
| Kirana Sari Priangani | 9G | 16 | Istri yang tidak tahu terima kasih berubah wujud menjadi nyamuk |
| Ladarise Ahmad Mangkuwangsa | 9G | 17 | Ada 3 orang yang sedang diperjalanan. Saat mereka di hutan mereka merasa sangat lapar namun makanan mereka sudah habis. kemudian salah satu dari temannya bermimpi terdapat pohon ajaib yang memberikan mereka makanan. setelah salah satu teman nya terbangun kedua temannya sudah meninggal |
| Mochamad Rajendra Al Ghaviky | 9G | 18 | Saya baca tentang mobil |
| Muhammad Rizky Pasya Arifin | 9G | 20 | asal muasal nyamuk adalah dari jentik jentik air yang tergenang yang mengakibatkan bisa membuat nyamuk DBD yang membahayakan kita |
| Radya isra nugraha | 9G | 22 | Seru |
| Rafif Pramatya Radina | 9G | 23 | Bacaan : Hikayat Pengembara yang Lapar Alkisah, terdapat 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yakni Buyung, Kendi, dan juga Awang. Selama di perjalanan, mereka membawa bekal makanan sehingga jika mereka lelah mereka dapat mengisi perut dengan memakan bekalnya. Suatu hari, mereka berada di hutan yang lebat. Mereka sangat lapar karena bekal sudah habis. Karena tidak ada yang bisa menolong mereka, mereka beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang. Sambil duduk di bawah pohon itu, Kendi dan Buyung berharap ada makanan yang banyak dan enak sedangkan Awang hanya berharap ada makanan yang cukup untuk megobati perut laparnya. Ternyata, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu. . Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan. Buyung dan Kendi sangat senang dengan makanannya. Sedangkan, Awang hanya bersyukur karena yang terpenting dapat mengobati rasa laparnya. Kendi dan Buyung tidak dapat menghabiskan makanannya. Nasi yang merupakan makanan Kendi ternyata bisa berbicara dan memintanya untuk menghabiskannya. Karena sudah tak sanggup lagi, nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi. Begitupun ayam yang merupakan makanan Buyung. Karena Buyung membuang sisa ayam yang tak mampu dihabiskan, ayam tersebut berubah menjadi ayam jantan dan menyerangnya. Sambil melihat, Awang tertegung sesaat dan ia merapa seperti di alam mimpi. Tetapi, ketika telah sadar, ia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal. |
| Seinjiro Reyspati Alfahd | 9G | 25 | Kisah ini menceritakan tentang 3 orang pengembara yang kelaparan dan pada saat itu 2 dari pengembara itu membuang makanannya dan makanan itu berubah menjadi menyerangnya sehabis itu 1 orangnya terbangun dari mimpi dan dia melihat temannya meninggal |
